webnovel

Sembilan Puluh Dua

Salsha menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan berulang kali untuk menetralkan emosinya yang sempat naik karena perbincangannya dengan Bella tadi. Perbincangannya dengan Bella itu membuat kenangan masalalunya kembali menguap ke permukaan. Padahal Salsha sudah mengubur kenangan itu dalam-dalam.

Selang berapa lama, Farel datang dengan mobilnya. Salsha segera memasang wajah seceria mungkin dan berlari menghampiri Farel.

"Haii, Kak!" sapa Salsha ramah.

Farel memerharikan rumah Salsha dan melihat mobil yang sering Aldi bawa ke sekolah sedang terparkir di garasi rumah itu. Memang memang benar, Salsha dan Aldi dijodohkan dan tinggal di bawah atap yang sama. Di sekolah saja mereka terlibat seperti tidak saling begitu mengenal. Ternyata diluar itu mereka sangat dekat. Andai saja Tania memperbolehkannya untuk memberitahunya kepada semua orang. Dengan senang hati Farel pasti akan melakukannya.

"Ini rumah lo?" tanya Farel basa-basi.

Capítulo Bloqueado

Apoya a tus autores y traductores favoritos en webnovel.com

Siguiente capítulo