webnovel

Zennavy

Realistisch
Laufend · 115.2K Ansichten
  • 36 Kaps
    Inhalt
  • Bewertungen
  • NO.200+
    UNTERSTÜTZEN
Zusammenfassung

Navy namanya. seorang fanboy yang amat menggilai idolanya. hobinya? tentu saja berteriak, rebahan, dan yang paling penting menghalu. orangnya tidak bisa diam, ada saja tingkah Navy yang selalu membuat anggota keluarganya pusing tujuh keliling. tapi setengil-tengil nya Navy, tetap saja anggota keluarganya begitu sangat menyayangi si Bungsu keluarga Rayannaka itu. hidup Navy bisa di katakan sangat manis. keluarganya harmonis dan saling menyayangi. namun bukankah di dunia ini tidak ada yang sempurna. begitupun kehidupan Navy. penasaran dengan hidup Navy yang sebenarnya seperti apa? yuk.. ikuti kisahnya di 'ZENNAVY' ini.

Tags
1 tags
Chapter 1Awalan

Hari ini adalah Hari yang paling Navy sukai. Karena apa? Karena sekarang adalah Weekend. saatnya dia Rebahan.

Dengan memeluk guling bersprai captain america, Navy menikmati waktu tidurnya dengan senyuman. Apalagi dengan adanya 'si cinta' di dalam pelukannya tambah nyenyaklah dia. 'Si cinta' itu adalah guling keramat yang tidak boleh jauh-jauh dari Navy. Bahkan diganti dengan yang baru pun Tidak boleh. Meskipun guling itu sudah lepek. Tapi Navy tetap menyukainya. Karena bagi Navy, guling ini adalah saksi Bisu pertumbuhan dia dari yang masih piyik sampai bertransformasi menjadi sebesar ini.

"Nav..." seruan dari seorang remaja yang lebih tua dua tahun dari Navy di ambang pintu tertahan saat melihat adiknya tengah tertidur begitu nyenyak dan pulas. Senyum jahil pun terukir di wajah pemuda tampan itu. Dan dengan langkah mengendap ia pun mendekati ranjang sang adik.

1 2 3...

Pemuda itu menghitung dalam hati. Hingga...

"ASTAGA LISA BLACKCURRENT PUNYA PACAR. MANA PACARNYA GANTENG. ANJIRR... SUNGGUH JINJA PEDAS! "

Teriakan menggelegar dari Demi, membuat Navy langsung terlonjak. Ia terkejut bukan main.

"NGGAK MUNGKIN." sangkal Navy dengan nada tinggi.

"Lisa itu pacar gue. Mana ada selingkuh-selingkuhan."

Demi mendengus. Dengan Ringan, tangannya pun memukul kening Navy.

"Gosah ngarep lo. Mana mau si Lisa Blackcurrent itu jadi pacar bocah tengik kayak lo."

Navy melotot tajam. Mata sipitnya ia buka lebar-lebar. Menatap sang kakak dengan garang. Namun, bukannya takut Demi malah terkekeh melihatnya.

"Ehh.. bang. Sejak kapan Blackpink ganti Nama jadi Blackcurrent? Ngaco lo."

"Mana gue tau Lisa-Lisa itu dari Blackpink. Gue taunya si Lisa tetangga sebelah, hobby banget makan Blackcurrent." Demi mengangkat bahunya acuh. Kemudian ia pun menyibak selimut bergambar captain america sang adik. Ya... di kamar itu memang bernuansa captain america. Di mulai dari gambar walpaper kamarnya hingga sampai miniatur yang di pajang di dalam lemari kaca semuanya hanya tentang captain america. Kecuali satu, poster-poster yang ia pajang di tembok di penuhi oleh foto artis KPOP.

Selain pengikut setianya captain america, Navy juga seorang Fanboy. Apalagi kalau berurusan dengan BTS dan EXO. Navy akan dengan senang hati menceritakan semuanya. Perlu kalian ketahui, jika Navy itu seorang Army dan Exo-l jadi jangan heran. Kalau di ruangan bermainnya waktu kecil kini sudah di sulap menjadi tempat perkumpulan barang yang berhubungan dengan kedua Boygroup besar dan terkenal dari negeri gingseng itu.

Kalo soal Blackpink. Navy juga suka, kan dia multifandom. Hanya saja BTS dan EXO tetap menjadi idolanya.

"Cepetan mandi. Yang lain udah nunggu di bawah." Kata Demi seraya mengacak rambut berantakan Navy.

Navy mendengus, ia menjauhkan tangan Demi dari kepalanya. "Mager Bang. Nanti aja deh, gue mau lanjut molor lagi. Tanggung, tadi gue baru mau ijab kabul sama Tzuyu. Ntar kalo ijab kabulnya udah selesai gue ke bawah."

Awalnya Demi mengernyitkan keningnya, mendengar nama asing yang keluar dari bibir pualam sang adik. Tzuyu? Apaan tuh? Sejenis benda mati yang di pake lap buat ingus ya? Pikir Demi keras.

Tidak tau saja, Tzuyu yang dimaksud Demi tissu itu adalah salah satu dari sekian ratus juta cucu Adam dan Hawa yang cantiknya luar biazah. Tapi raut bingung Demi perlahan hilang di gantikan dengan pekikan lantang, saat melihat sang Adik kembali tertidur lagi.

Buru-buru Demi menarik tangan yang lebih kecil dari nya itu agar bangun kembali.

"Navy kebo bangun lo." Ucap Demi. Namun yang jadi lawan bicaranya tidak bergeming, Navy masih setia menutup mata dengan air liur yang terus keluar dari sudut bibirnya. Sesekali mulut kecil itu terdengar bergumam tidak jelas. Membuat Demi mendesah frustasi.

Dalam hati ia mengumpati saudara kembarnya--Dami. Yang dengan sembrono menyuruh dia untuk membangunkan Navy.

Di saat sedang pusing-pusingnya memikirkan bagaimana cara membangunkan Navy yang kembali terlelap. Datanglah sesosok manusia kutub versi tiga tengah berdiri di ambang pintu sembari melipat kedua tangannya di depan dada. Iya versi tiga, karena versi satu di pegang oleh Gevan kemudian di lanjut Dami.

"Bang Demi di panggil Bang Dami." Ujar Vano.

Demi lantas melepas tautan tangannya yang menggenggam tangan Navy. Membuat Navy langsung terhempas ke bawah. Untung saja jatuhnya ke kasur.

Demi mendesah, tanpa mengindahkan Navy yang kini memeluk 'si cinta' begitu erat. Demi pun berjalan menghampiri adik pertamanya. "Gue ke bawah dulu, lo bangunin si Navy gih. Gue udah pusing tujuh keliling ngadepin dia." Cetusnya berlalu dari kamar sang Adik bungsu.

Kini tinggalah Vano bersama dengan adik beda satu tahunnya itu yang masih sibuk mengarungi mimpi. Dengan langkah tenang dan mulut yang mengunyah permen karet, Vano berjalan mendekati Navy lalu mendaratkan sebuah pukulan mulus di bokong Adiknya.

"Bangun." Katanya dingin. Namun tak di respon oleh Navy. Membuat lelaki jangkung itu menggeram kesal.

"Navy, sia geura hudang geus beurang." Ucap Vino lagi dengan Aksen sundanya yang begitu kental. *(Navy, lo cepet bangun. Udah siang).

"Kela-kela." Gumam Navy tidak jelas bahkan ia mengibas-ngibaskan tangannya ke udara. *(bentar-bentar).

Melihat respon Navy yang seperti itu, sontak Vano merotasikan bola matanya. Dan tanpa berperasaan ia menendang bokong sang Adik dengan keras menimbulkan pekikan kencang dari Navy yang langsung terlonjak bangun sambil mengelus-ngelus bokongnya bekas tindak kriminal Vano yang tidak berperikesaudaraaan.

"Abang apa-apaan sih." Mata kecil Navy melotot. Laki-laki berketurunan Sunda-korea itu terlihat begitu kesal dengan kakak kelimanya.

Vano berdecak sebal. Ia kemudian melepehkan permen karet rasa semangka yang berada di dalam mulut. Lalu menempelkannya di kening Navy.

"Mangkanya bangun. Dasar piyik." Usai mengucapkan itu, Vano pun lari terbirit-birit keluar dari sarang anak macan yang sebentar lagi mengeluarkan suara cetarnya.

"ZEVANO SETAN. PERMEN LO BAU JIGONG ANJIR. AWAS AJA KALO GUE KETEMU LO, GUE BAKAL JUAL LO DI TOKO ONLINE."

Begitulah suasana pagi terkutuk di waktu weekend seorang Zennavy Alcander Kim Rayannaka. Si Fanboy garis akut, yang harus merelakan mimpi ijab kabul bersama Tzuyu kandas di tengah aliran sungai ciliwung. Hanya gara-gara manusia Laknat yang sayangnya adalah kakak kesayangan Navy.

"Hah.. sabar Navy sabar. Nanti juga bang Vano kena getahnya. Gue sumpahin supaya salah satu sepatu mahal bang Vano kena kencingnya Bonnie. Aamiin." Gumam Navy sembari berdoa penuh dengan ke khidmatan.

Baru saja Navy akan turun dari ranjangnya tiba-tiba terdengar teriakan dari luar yang menyerukan Namanya beserta kucing anggora kesayangannya. Membuat tubuh Navy menegang seketika.

"NAVYYY... TANGGUNG JAWAB LO. KUCING BIADAB LO BERAK DI SEPATU GUCCI GUE. BABI."

****

Das könnte Ihnen auch gefallen

SARI FADILLAH 2

Jika nanti aku belum bisa membahagiakan kamu yang pasti dalam pikiranku harus mengakhiri hubungan kita, walau sudah berjalan cukup lama menjalani suatu hubungan selama 3 tahun. Aku sudah berusaha mengikuti keinginanmu tapi kamu enggak bisa mengikuti keinginanku untuk akhiri hubungan cinta terlarang. Bukannya sudah janji akan selalu setia bersama dalam keadaan suka maupun duka, apapun yang kau alami sekarang belum tentu orang lain bisa menerima dengan lapang dada. Terkadang aku pernah merasakan hal yang dapat merugikan banyak orang, tapi berhubung aku memahami kondisinya langsung menyuruh untuk tidak melakukan yang tak senonoh. Padahal dalam hatiku bisa saja berselingkuh sama perempuan lain. Tapi aku enggak berani untuk menyakiti hatinya seorang perempuan yang kucintai sejak dari SMA sampai sekarang, malah ada niat untuk melamarmu pada saat kita sudah lulus Kuliah. Itu pun kalau kamu enggak selingkuh sama cowok lain. Kejadian tersebut merupakan paling menyebalkan menjalani hubungan pacaran selama 3 tahun, tanpa sadar kau telah menyakiti hatiku. Apa salahku selama menjalin hubungan? Apa kau enggak bisa menjamin bahwa aku tidak bisa setia? Pertanyaan ini masih tersimpan dalam benakku. Perjalanan telah kita lalui bersama sebelum aku pindah ke Bandung. Sempat mikir untuk putus karena kamu itu kurang percaya untuk menjalin hubungan jarak jauh, heh... ternyata dugaanku benar tanpa ada rekayasa yang di buat-buat. Pusing sekali memikirkan kamu di sini apakah baik-baik saja? Ada kejadian yang membuat aku menguras otak yaitu siapa sih sosok cowok selama berada di samping Sari? Penasaran juga setelah whatsapp sama Firdaus ternyata cowok selingkuh adik kelasnya. Hah... Sari suka sama adik kelasnya? Setahu aku kamu enggak mau menjalin hubungan adi kelas. Kenapa sekarang berubah pikiran? Hingga akhirnya aku tak peduli lagi sama Sari. Sudah aku putuskan akan menerima cinta dari perempuan lain, ingin tahu reaksinya seperti apa? Setelah mengetahui bahwa aku telah memiliki kekasih baru, pasti kamu akan cemburu. Namun, entah dari mana dapat informasinya. Apakah dari teman-temanku? Atau dari sahabatku Firdaus maupun Sidiq? Kita tunggu saja ke depannya seperti apa? Menurutku ide ini cukup menarik sih lagian Lusiana juga suka sama aku. Otomatis sudah waktunya merencanakan sesuatu yang lebih kreatif. Berhubung sekarang aku sedang berada di Jatinangor. Rasanya enggak tega juga menyakiti hati Lusiana setelah menerima cintanya, walaupun aku masih pacaran sama Sari. Untuk itu merahasiakan terlebih dahulu bahwa aku sama sekali belum punya pacar. Tapi aku juga harus memikirkan kembali mengenai kondisi kesehatan, kan semakin hari kondisi kesehatanku makin menurun. entah apa yang membuat penyakit dalam tubuhku enggak bisa di sembuhkan? Padahal sudah berusaha kesana kemari untuk menghilangkan penyakitku. Berharap sih Sari Fadillah masih seperti dulu menerima aku apa adanya.

MuhammadLutfiH · Realistisch
Zu wenig Bewertungen
390 Chs

Bewertungen

  • Gesamtbewertung
  • Qualität des Schreibens
  • Aktualisierungsstabilität
  • Geschichtenentwicklung
  • Charakter-Design
  • Welthintergrund
Rezensionen
Beliebt
Neuest

UNTERSTÜTZEN