"Ayah tidak apa-apa kan?" membuyarkan lamunan ayah yang sedang duduk di taman.
"Ayah tidak apa-apa ko nak, ayah hanya sedikit penat" tersenyum mengelus halus rambutku
"Eh iya kamu udah sholat isya nak?"
"Alhamdulillah udah ayah"
"Sekarang waktunya kamu belajar"
"Baik ayah"
Di kesunyian malam yang hanya terdengar bunyi jangkrik melengking. Kelelawar dengan gagah terbang ke sana kemari mengerumuni pohon mangga yang sedang berbuah.
Terlihat ayah menghampiriku "Adira anak ayah... "
"Iya ayah" melihat matanya yang sedikit sendu
"Ayah harus pergi ke luar kota mulai besok kamu tidak apa-apakan ayah tinggal untuk satu bulan kedepan?" memandang penuh harap
"Ya ampun ayah ternyata ayah dari siang terlihat sedih karna itu tohh, isss ayah ini aku kan sudah besar ayah, Putri kecilmu ini sekarang sudah bisa menjaga diri" ku tersenyum dan sungguh terharu karena perkataan ayah.
"Hmmm tetap saja ayah itu selalu menganggapmu putri kecil ayah yang selalu merengek dan manja" mengelus kepalaku dengan gemas
"Ayah ini, tenang saja ayah... di rumah aku juga gak sendiri ko, kan ada bibi Arum, kalo mau ada teman tinggal kabari Rara untuk menginap di rumah kita sementara"
"Ya sudah kalo begitu ayah jadi tenang bisa meninggalkan mu kerja" tersenyum lega
Malam telah lalu selesai sudah belajarku menuju kasur empuk yang selalu menemani setiap malam ku Masyaallah sungguh nikmat nya rebahan hehe
*
*
*
Tepat pukul 3.00
Terbangun dari sisi sunyi. Kubasuh tubuhku dengan aliran air. Disela sujud-sujud panjangku aku meluapkan segala harapan-harapan terbaikku. Semua orang ingin memiliki hidup yang bahagia dan penuh manfaat. Akupun sama, hanya saja tercatat seuntai kalimat yang membedakan aku dengan doa-doa orang lain. Seuntai kalimat yang khusyu, khusus kupersembahkan untuk sosok lelaki. Lelaki malang yang menemani tawa tangisku setiap waktu. Doaku, untaian kalimat penuh harapan teristimewa untuk Ayah.
*
*
*
Pagi telah tiba ayah ku sedang berkemas untuk satu bulan kedepan. Akupun berkemas untuk pergi ke sekolah.
"Udah beres nak? "
"Udah ayah"
"Yuuu kita berangkat"
"Iya ayah"
*
*
*
Sesampai di depan gerbang sekolah
Sebelum pergi ayah memelukku dan menciumku aku pasti akan sangat merindukannya.
"Adira, nanti ayah pasti pulang dan bawa oleh oleh yang banyak untukmu. jangan nakal sama bibi di rumah ya"
"Iya, ayah berjanjilah sama Adira ayah pasti pulang"
"Tentu sayang"
"Ayah pergi ya, Adira jangan lupa sholatnya, dan jangan lupa belajarnya oke"
"Oke ayah"
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"