webnovel

Kampus terakhirku.

tatapan itu seakan lebih menikamku lagi.

"A-apa maksudmu?"

Aku mengernyitkan dahi.

"Wilson akan kembali besok," beber Jebran.

"Dia akan kembali ke Indonesia."

"Dia kah orang yang sudah membuatmu kesal selama ini?" lontar Jebran yang ternyata bukan menuduhku.

"Huuuftt!" Dalam hatiku menggumam dengan sangat takut sekaligus geram. Aku yang hendak menjawab kini tertahan dari ujung bibir yang mengerucut.

"Ayo, nanti kau malah terlambat gara-garaku," pungkas Jebran meraba pundakku untuk melanjutkan jalan menuruni anak tangga satu persatu.

Kali ini, aku dan Jebran tidak menggunakan mobil Feno, aku dengannya menaiki kereta bawah tanah seperti biasa. Walau tak harus menggunakan mobil, sekali-kali kami melewati semua jalan dengan kendaraan umum.

Apalagi, Jebran tidak membawa mobilnya ke Jepang. Terlalu jauh, dan terlalu merepotkan.

Gesperrtes Kapitel

Unterstützen Sie Ihre Lieblingsautoren und -übersetzer bei webnovel.com

Nächstes Kapitel