1 01

Hey jelek bangun.. Hey jelek bangun..

Sayup sayup terdengar seseorang memanggilku, dengan malas aku membuka mataku namun ternyata...

Aaaaa... Aku berteriak sambil mengibaskan tanganku di udara..

Tok..tok.. Non ada apa? Tadi bibik dengar non teriak?

Aku yang mendengar suara lain memanggilku di balik pintu langsung tersadar.

Gak apa apa bik, Kinan cuma mimpi buruk aja tadi.

Bibik kira non kenapa, yaudah non mandi trus turun, bibik sudah buatkan sarapan.

Baik bik.

Setelah tersadar, Kinan mencari sosok yang mengganggunya tadi namun nihil, dia tidak ada dikamarku. Dengan malasnya Kinan pergi kekamar mandi dan membersihkan dirinya. Setelah selesai bersiap siap dengan seragam sekolah kinan turun keruang makan sambil mengerutu.

Awas aja kalo ketemu lagi sama sosok yang menyebalkan itu, bakal gue jitak palaknya!

Bik Inem sudah terbiasa melihat nona mudanya mengerutu sendirian, ia pun hanya bisa tersenyum. Bik Inem merasa kasihan dengan nona mudanya ini yang tidak memiliki teman yang bisa di ajak bicara. Bahkan keluarganya sendiri mengasingkanya walaupun semua kebutuhannya selalu dipenuhi dengan mengirimkan sejumlah uang.

Kinanti Hardikusumo perempuan yang cantik, berambut panjang, berkulit putih, anak ketiga dari pasangan Putro Hardikusumo dan Widiya Harja dan memiliki kakak perempuan yang juga cantik yaitu Citra Hardikusumo. Sayangnya muka cantik Kinanti tidak pernah terlihat tersenyum ia selalu saja terlihat begitu dingin. Kinanti dulunya adalah anak yang periang, mudah tersenyum, dan ramah. Namun semuanya berubah setelah Kinanti dan kakak pertamanya Kevin Hardikusumo mengalami kecelakaan, namun saat itu nasib baik berpihak kepada Kinanti walaupun setelah mengalami kecelakaan ia sedikit berubah, ia bisa melihat yang orang orang tidak bisa lihat yaitu melihat makhluk yang tak kasat mata atau hantu diusianya ke 9 tahun.

Semakin bertambahnya usia Kinanti semakin menjadi remaja yang cantik dan semakin tajam juga perlihatannya dalam melihat mereka yang tak kasat mata bahkan Kinan bisa berinteraksi dengan mereka. Hal inilah menjadi salah satu alasan keluarganya mengasingkan Kinan, mereka menganggapnya tidak waras bahkan sering menimbulkan masalah yang dianggap aneh oleh keluarganya. Keluarganya tidak memikirkan bagaimana perasaan Kinan yang hancur setelah mendengar ucapan keluarganya sendiri yang akan mengasingkannya. Perkataan itu terus saja terngiang-ngiang di fikirannya.

"Dia anak yang aneh, aku malu memiliki anak sepertinya" ucap mama Kinan. "dia pembawa sial, karenanya kak Kevin pergi meninggalkanku" ucap Citra.

Dan terakhir terdengar suara lelaki yang selama ini kinan anggap sebagai sosok pahlawan yang dulu selalu ada untuknya yaitu ayahnya "Sudah kuputuskan akan ku jauhkan dia dari keluarga kita. Agar dia tidak membuat kita malu dan menyebabkan kesialan lagi di keluarga kita".

Tidakkkkk...!

Mimpi buruk itu membuat Kinan tersadar dari tidurnya. Setelah mengatur nafas Kinan merasa sedikit tenang walaupun dirinya telah dibanjiri peluh yang membuat bajunya sangat basah. Jam tepat menunjukkan pukul satu malam.

Yaaaa… ini hanya mimpi.. ini hanya mimpii..

Sadar Kinan.. sadar semuanya hanya mimpi.

Setelah meyakinkan dirinya dengan mengucapkan semua yang di alaminya itu hanyalah mimpi, tetap saja Kinan tetaplah sosok yang begitu rapuh, ia tidak sekuat yang terlihat. Buliran buliran air mata pun sudah mengalir begitu saja di pipinya. Menangis sambil meringkuk memeluk lutut di atas tempat tidur, Kinan merasakan hembusan angin malam menerpa dirinya. Ia teringat bahwa telah menutup jendela kamarnya, tapi mengapa ia merasakan angin yang begitu dingin ini. Dengan perlahan Kinan mengangkat kepalanya memeriksa jendela kamarnya. Yaaa jendela kamar nya sudah terbuka lebar, angin malam membuat hordeng kamarnya bergerak gerak dan angin itu memberikan ketenangan sekejap untuknya seakan telah menghiburnya agar tidak bersedih kembali.

Pemandangan Kinan yang sedang menikmati angin malam tidak luput dari perhatian sosok yang bersembunyi di dalam kegelapan bayangan malam.

" Mengapa kau tak bisa melupakan kenangan burukmu itu Kinan? Apa yang aku harus lakukan agar kau tidak selalu tebangun karena mimpi burukmu itu? Mengapa kau selalu membuatku khawatir Kinan?".

Ternyata ada sosok lain yang melihat semuanya, sosok itu sedang memperhatikan Kinan dari celah pintu yang terbuka. "Ada apa sebenarnya ini, mengapa jendela itu bisa terbuka sendiri?, mengapa non Kinan harus mengalami semua hal yang tak bisa dimengerti orang lain? Kasihan sekali non Kinan".

Sosok yang bersembunyi itu merasakan ada sosok lain yang sedang memperhatikan gadis kecilnya, ia pun melihat kesekeliling kamar, tatapannya tertuju kepada pintu yang sedikit terbuka. Bik Inem yang masih memperhatikan non Kinan merasa seperti ada yang memperhatikannya dan tiba-tiba pintu kamar tertutup dengan sendirinya, bik Inem pun kaget. Bik Inem pun langsung pergi meninggalkan kamar Kinan dengan perasaan antara penasaran dan sedikit takut.

Setelah begitu lama melamun akhirnya Kinan terlelap, sosok yang bersembunyi itupun dengan perlahan keluar dan berjalan kearah Kinan.

Mengapa mata mungil milikmu selalu mengeluarkan air mata Kinan? Apakah kau tidak merasakan letih? Sebanyak apa air mata yang dirimu miliki ini. Angin malam yang menerpa gadis kecil ini membuat wanita tersebut sedikit menggigil, hal ini tak luput dari perhatian nya akhirnya ia kembali menutup jendela yang telah ia buka. Tidur yang nyenyak Kinan, jangan selalu bermimpi buruk. Sambil mengelus pucuk kepala Kinan dan memberikan kecupan singkat tanda dia sangat menyayangi gadis kecil itu.

Tidak terasa matahari telah menampakkan sinarnya, dengan perlahan Kinan membuka mata dan menyesuaikan dirinya dengan kehangatan yang sang surya berikan. Kinan selalu senang dengan kehangatan yang sang surya berikan kepadanya dan kepada seluruh alam semesta. Terbesit rasa syukur bahwa ia masih bisa mendapatkan kehangatan walau bukan kehangatan dari keluarganya. Tidak ingin berlama lama Kinan segera bangun untuk membersihkan diri agar ia merasa segar kembali.

Setelah membersihkan diri dan bersiap siap, Kinan akan turun untuk sarapan bersama bik Inem. Saat hendak menutup kamarnya, Kinan teringat bahwa tadi malam ia melihat bahwa jendela kamarnya terbuka, mengapa pagi ini jendela kamarnya masih tertutup. Tidak ingin pusing dengan hal yang tidak ia ketahui Kinan pun langsung menutup pintu kamarnya dan pergi keruang makan untuk sarapan, dan setelah itu ia berangkat kesekolah.

Saat sedang di perjalanan Kinan kembali memikirkan bagaimana jendela kamarnya bisa terbuka sendiri.

"sepertinya dia ingin main main dengan ku! Apakah sosok yang menggangguku mengharapkan sesuatu atau ingin aku menolongnya seperti sosok hantu yang sering aku temui. Ahh sangat membosan kan terus menerus berurusan dengan mereka". Tapi mengapa sosok yang satu ini tidak langsung memperlihatkan wujudnya, jika begini aku yang akan terus terusan penasaran".

Seperti biasa supir pribadi kinan hanya bisa memperhatikan tingkah kinan

......

Next chapter