2 1. | Prolog

Hari pertama bersekolah di SMA merupakan masa-masa yang sangat ditunggu-tunggu oleh siswa baru, tetapi tidak dengan seorang gadis yang bernama Dhira.

Disaat anak-anak lainnya sibuk untuk mencari teman baru atau bahkan sibuk mencari kakak kelas yang tampan, dia justru hanya berdiam diri, dan selalu menyendiri seakan tidak ingin tersentuh.

Satu temanpun dia belum punya, karena tidak ada satu orang pun yang berani mendekatinya. Hingga pada hari kedua ia bersekolah di SMA Galaksi yaitu salah satu sekolah elite yang hanya bisa ditempati oleh orang-orang dari kalangan atas.

Seorang anak laki-laki yang sebelumnya ia kenal bernama Chandra mendekat kearahnya.

Dia melangkah agak ragu kearah bangku tempat Dhira duduk. "Hai," sapanya pelan dan agak ragu sambil menyodorkan tangannya kedepan wajah Dhira yang sedang tertunduk sambil membaca buku.

Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click www.webnovel.com/book/what's-up-with-me-you-and-the-moon_19159369105474205/1.-%7C-prolog_51431012625874620 for visiting.

Gadis itu tidak bergeming sedikitpun, dia masih sibuk membaca bukunya dengan kedua earphonenya yang masih tersumpal dikedua telinganya.

"Emm...hai," Chandra kembali menyapanya tapi kali ini Chandra lebih berani untuk menyentuh sedikit lengan gadis itu dengan tangannya.

"Hmm?," respon gadis tersebut dengan mata yang masih tak terlepas dari bukunya.

"Lo gak istirahat ke kantin?" tanyanya basa-basi untuk memulai percakapan sambil mendudukkan dirinya di bangku yang ada di depan gadis itu.

Gadis itu perlahan melepas earphone dari telinganya. Kemudian matanya menatap tajam kearah Chandra.

Chandra sedikit terkesiap saat menatap manik mata itu.

Tak lama mereka saling bertukar tatapan, Dhira pun akhirnya bersuara. "Ada perlu apa?" tanyanya datar tanpa ekspresi.

"Em...gue cuma pengen kenalan, boleh?" Ucap Chandra agak ragu.

"Basa-basi lo." Tukasnya pelan lalu kembali sibuk dengan bacaannya yang sempat terjeda.

Chandra terhenyak diperlakukan seperti itu oleh gadis tersebut.

"Hehe, maaf ya." Ucapnya pelan lalu beranjak pergi meninggalkan bangku yang ditempati Dhira dengan hati yang masih bertanya-tanya siapakah gadis itu sebenarnya.