1 HUMAIRAH AZ-ZAHRA.

"Aira, sini kamu!" teriak wanita paruh baya yang tengah berada di depan kamar anaknya.

"Kamu sembunyikan dimana brush make up, Bunda!" teriak wanita paruh baya itu lagi.

Di dalam kamar, Humairah langsung bersembunyi di dalam lemari pakaian. Jika tertangkap bisa dimarahi, tujuh hari tujuh malam. Humairah bersembunyi sambil berpikir, dimana sembunyikan brush make up ibunya.

"Anjir, dimana ya gue umpet. Gue harus inget-inget nih, kalau gak telinga gue bakal panas dengar amukan, Bunda.." gumam Humairah.

Humairah Az-Zahra, gadis remaja yang masih berumur 18 tahun. Ia sekolah di SMA unggul di Pekanbaru. Humairah juga termasuk anak yang ramah, pendiam, dan terkadang memiliki sifat yang membuat semua guru kesal. Humairah seorang gadis yang tidak terlalu mementingkan sekolahnya, yang ada dipikiran nya hanya ada wajah pria tampan. Gadis ini adalah seorang KPop, ia sangat menyukai para Idol Korea, bahkan semua Idol pria yang tampan ia cap sebagai suami, pacar, selingkuh, Abang, adik, dan kembarannya.

Ceklek!

Tiba-tiba saya terdengar pintu terbuka, membuat Humairah langsung mematung. Ia pastikan saat ini juga kuping nya akan terasa panas karena Omelan ibunya. Gadis itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan dan pintu lemari pun terbuka. Wanita paruh baya yang sedari tadi memanggil Humairah, langsung meletakkan kedua tangannya di pinggang.

"Di mana brush make up, Bunda. Buruan Bunda mau kondangan sama Ayah nih.." ujar wanita paruh baya tersebut.

Humairah menurunkan tangannya dan menatap ibunya dengan cengiran mautnya. Wanita paruh baya itu hanya diam dan menatap datar, Humairah. "Jangan hilang hilang!" tegas wanita paruh baya itu.

"Maaf, Bunda.." balas Humairah sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

Saat wanita paruh baya itu akan kembali mengomel, datang seorang pria paruh baya dan menatap sang istri yang tengah berada di depan lemari. "Buruan, Aisyah. Lama banget sih, nanti Ayah gak mood pergi kondangan nih. Mau kamu pergi sendiri?" tanya pria paruh baya tersebut.

Aisyah Az-Zahra, wanita yang masih berumur 40 tahun. Ibu dari Humairah, wanita paruh baya ini memiliki kesabaran yang begitu besar dalam membesarkan anak bungsunya. Jika Humairah ada di rumah, bersiaplah barang-barang pribadinya akan menghilang dalam sekejap mata.

"Sabar Mas Farhan, ini anak kamu berulah lagi.." balas Aisyah-ibu dari Humairah.

Muhammad Farhan Al-Bukhari, pria paruh baya berumur 45 tahun. Pria tampan yang masih disukai oleh banyak Mama muda di mana-mana. Farhan selalu di kejar setiap dia pulang dari kantor, banyak pula Mama muda memberi kado pada pria tersebut. Padahal Farhan sudah memberitahu mereka, bahwa dia sudah memiliki istri dan dua anak. Namun, para Mama muda masih tetap bersikeras untuk mendekati, Farhan.

"Anak Bunda juga ya.." balas Farhan-ayah dari Humairah.

Ada lagi seorang pria masuk ke dalam kamar Humairah, dan menjewer telinga gadis cantik berhijab itu. "Kamu taruh di mana pulpen Abang? Itu pulpen baru loh dek.." ujar anak pertama dari Aisyah dan Farhan.

"Hukum adek kamu, Bang Hafiz..." ucap Aisyah.

"Ya Allah bang, sakit banget kuping Aira. Abang sudah melakukan KDHP!" balas Humairah.

"Apaan tuh?" tanya Farhan.

"Kekerasan dalam hubungan persaudaraan.." jelas Humairah.

Farhan dan Aisyah terkekeh mendengar ucapan anak bungsunya. Hafiz hanya memutar kedua bola matanya dengan malas, pria itu menarik adiknya keluar dari dalam kamar. "Ganti pulpen baru, Abang. Kamu tau 'kan dek, Abang mau belajar. Besok juga Abang harus kerjain dokumen-dokumen untuk ke Korea, soalnya Abang dapat beasiswa di sana. Jadi buruan ganti pulpen Abang.." jelas Hafiz.

"Iya, tapi lepasin kuping Humairah.." balas Humairah.

Hafiz menjauhkan tangannya dari telinga adiknya, kemudian menatap Humairah dengan tatapan pasrah. "Sana belikan," lanjut Hafiz.

Humairah mengangguk dan berjalan kearah luar rumah. Ia melangkah 'kan kaki menuju toko yang menjual peralatan sekolah. Saat tiba di toko, ia langsung mengambil pulpen yang mirip dengan pulpen abangnya. Setelah mendapatkan nya, Humairah langsung pulang. Namun, tiba-tiba saat di perjalanan menuju rumah, ada empat orang pria yang menghalangi jalannya.

"Mau kemana cantik?" tanya salah satu pria tersebut.

Humairah menatap pria itu dengan tatapan datar. Gadis itu tanpa takut melewati para pria tersebut, dan salah satu pria yang menghalanginya langsung memegang tangan Humairah. Pastinya Humairah langsung menepis tangan orang tersebut hingga terjatuh. Keempat pria itu kesal dan langsung mengepal kedua tangan mereka.

Mereka menyerang Humairah, dan pastinya gadis cantik itu meladeni keempat pria tersebut. Ia memukul keempat pria yang menghalanginya sampai babak belur, setelah mereka terkapar lemah, Humairah melanjutkan kembali langkahnya menuju rumah kedua orang tuanya.

"Sial, cewek itu kuat sekali. Keliatannya aja kemayu.." ucap salah satu pria tersebut.

"Jangan sampai kita ketipu lagi, kalau cari mangsa harus hati-hati banget mah.." balas pria satunya lagi.

"Udah lebih baik kita obati luka, kita. Tu cewek ganas amat, biasa patah tulang suaminya kalau ngajak main ranjang.." sahut yang satunya lagi.

"Iya, kita harus waspada. Menjauh dari gadis itu, kalau ketemu dia langsung kabur. Kayanya dia ketua geng deh, liat aja cara berkelahi jago banget.." balas satunya lagi.

Keempat pria itu berlari ke rumah mereka, di sisi lain Humairah baru saja masuk ke dalam rumah. Ia berjalan kearah Abangnya, dan memberikan pulpen yang ia beli. Hafiz yang melihat tangan adiknya terluka langsung terkejut dan menarik Humairah agar duduk di dekatnya. Hafiz langsung berlari ke arah lemari tempat penyimpanan obat-obatan, kemudian menghampiri adiknya kembali.

"Kamu berkelahi?" tanya Hafiz.

Humairah mengangguk, sedangkan Hafiz langsung menggelengkan kepalanya. "Ya Allah deh, ada yang gangguin kamu?" tanya Hafiz lagi.

"Ada empat preman gangguin, Aira. Dia sentuh Aira, ya langsung Aira tepis. Eh, mereka malah mau keroyok Aira, ya udah Aira pukul mereka sampai babak belur.." jelas Humairah.

Hafiz menggelengkan kepalanya, adiknya berbeda dari gadis lain. Gadis lain penting dengan kecantikan dan yang lainnya, namun berbeda dengan adiknya yang fokus menjaga diri dan berhalu menjadi kekasih idol Korea. "Kamu cewek, jadi jangan kasar-kasar. Sentil aja kepala mereka. Jangan buat babak belur," lanjut Hafiz.

"Kelepasan, Kak.." balas Humairah.

Hafiz hanya terkekeh dan tiba-tiba saja ada sebuah batu yang mengenai kaca rumah kedua orang tua mereka. Humairah dan Hafiz langsung berlari ke arah depan, untuk melihat siapa yang sudah berani membuat kaca rumah pecah.

"Woi berhenti lu!" teriak Humairah yang langsung berlari mengejar orang yang sudah berani melempar kaca rumahnya.

Hafiz mengikuti adiknya dan saat pelaku itu akan menyeberang. Humairah tanpa melihat kanan kiri pun ikut menyebrang.

"Aira, awas!" teriak Hafiz.

Tiiiiitttttt....

Hafiz menarik tangan adiknya, "untung selamat!" ujar Hafiz dengan bernapas lega.

Next chapter