1 Underwater secret's

Aku Berlyn seorang tuan putri dari istana AQUATIS, istana yang megah dan mewah. Setiap sudutnya di lengkapi batu-batuan khas lautan. Setiap dindingnya dihiasi mutiara dan di ruang utama istana tergantung lampu yang terbuat dari es dan terletak sebuah berlian pink yang mengkilap. Tapi, Aku tidak tahu kenapa bangsa AQUATIS tak pernah damai. Seperti saat ini, Aku berenang secepat yang Aku bisa, pergi melarikan diri dari istana. Entah kenapa Aku selalu di sembunyikan saat perang berlangsung. Setiap Aku bertanya pada Ibuku Ratu AQUATIS, Ratu selalu berkata begini

" Suatu saat Kamu akan tahu Berlyn"

jawaban yang membosankan dan tidak berguna sama sekali, baiklah Aku bosan harus berlari dari keadaan. Harusnya Aku menyelamatkan mereka, bukan mengorbankan mereka. Tapi, ini perintah dan mau tidak mau Aku harus mematuhinya.

πŸŒŠπŸŒ€πŸŒŠ

Aku bersembunyi di balik batu karang yang di penuhi hewan vertebrta seperti Porifera, mereka punya warna yang bagus, dan hidup di antara bebatuan tapi mereka hidup sangat tenang dan kenapa Aku tidak? Ingin rasanya Aku hidup seperti porifera, tapi takdir berkata lain dan Elf dengan hewan itu lantas berbeda sangat berbeda.

Satu persatu prajurit bangsa AQUATIS berguguran kehilangan nyawanya. Beberapa monster kejam bertubuh naga itu membunuh mereka tanpa memberi kesempatan untuk bangkit dari kesakitan mereka. Monster itu sangat kuat, satu hentakkan kakinya bisa membunuh hingga tiga orang. Apalagi kuku-kukunya yang panjang siap mencabik tubuh siapapun yang mencoba melakukan perlawanan dengannya. Salah satu dari kawanan monster itu, ada satu monster yang paling kuat Ia adalah seorang pemimpin dari kawanan itu, namanya Zhask tubuhnya besar dan tinggi kukunya lebih menyeramkan dan panjang daripada prajurit lainnya, kedua bahunya menyandang kobaran api layaknya seekor naga. Baiklah mereka memang naga.

Zhask terus meronta, memporak-porandakan kerajaan dan membunuh setiap orang yang mendekatinya demi mencari ku. Aku sangat tidak nyaman dengan hal ini, Aku benci bersembunyi di balik batu. Aku ingin berjuang mempertahankan bangsaku tapi atas alasan apa Ratu AQUATIS menyuruhku pergi dari peperangan ini? Sulit dipercaya kenapa Aku harus dilindungi? Seharusnya Aku mati demi tanah airku.

Aku berpikir panjang, memilih melawan monster naga itu? atau tetap bersembunyi di balik batu ini. Tapi, kekuatan apa yang Aku miliki? Sihir apa? Aku hanya memiliki sebilah pedang yang tidak pernah keluar dari sabuknya. Ah! Aku labil! Aku kesal dengan diriku sendiri.

"Berlyn lari!"

Aku menoleh ke arah suara, Aku terkejut karena tinggal beberapa langkah lagi Zhaks akan segera menikamku, untungnya ada Ratu AQUATIS mengingatkanku. Tanpa berpikir panjang lagi, Aku berenang lebih kencang dari biasanya. Main kejar-kejaran pun di mulai, Aku berliuk-liuk dengan sengaja melewati beberapa hambatan di depan ku. Bahkan Aku nekat memasuki kawasan ubur-ubur yang siap menyetrum ku dengan sengatan listriknya. Zhask masih terus mengikuti ku, Dia mengepakkan kedua sayapnya di dalam air, kenapa bisa? Apa naga juga bisa hidup di air? Ah persetan dengan itu.

πŸŒŠπŸŒ€πŸŒŠ

Aku kini sudah tepat dalam kumpulan ubur-ubur yang berdiam tenang, sarangnya gelap. Dan Aku berenang dengan tenang tanpa menyentuh satu ubur-ubur pun, Aku bersembunyi di balik ubur-ubur yang bergerombol. Suara gemuruh air menuju kearah sarang ubur-ubur, Dan Aku tahu siapa Dia. Dia Zhask yang ternyata masih berusaha mengejar Ku.

Aku masih diam seribu bahasa, Menarik napas perlahan, dan menghembuskannya dengan lembut. Takut terdengar oleh Zhaks. Suara gemuruh air semakin terdengar, itu artinya Zhaks semakin dekat dengan Ku. Tanpa Dia ketahui ribuan ubur-ubur sedang mengintainya, karena Zhask mengusik ketenangan mereka. Sebelum sengatan listrik itu menyambar, Aku keluar lebih dulu dari sarang ubur-ubur. Aku berenang perlahan.

Ah tidak! Aku menyentuh salah satu ubur-ubur, secara spontan sengatan listrik berhasil menyengat ekor ku. Ah sial! Aku ketahuan!

"Ahahaha!" Zhask tertawa.

"Jangan senang dulu!" Balas ku, sambil

berenang keluar dari sarang ubur-ubur. Aku berharap Zhaks segera mengejar Ku. Benar saja Zhaks mengejar ku. Bagus! ternyata Zhaks terpancing.

"Tunggu Kau!" Teriknya geram, Dan Zhask mulai bergerak. Karena emosi dan kecerobohan nya, tanpa sadar Zhaks menyentuh empat ekor ubur-ubur sekaligus. Sengatan membabi buta menghantam tubuhnya.

"Aaakhh! Keparat Kau!" Teriak Zhaks kesakitan dan semakin geram, beberapa ubur-ubur lain menyala. Tubuh mereka berubah biru, sarang yang asalnya gelap kini jadi terang benderang karena sengatan listrik ubur-ubur itu.

Setelah cukup lama Aku menyaksikan Zhaks yang tersiksa, Aku berenang menjauh dari tempat itu dan mencari persembunyian yang lebih aman untuk sementara. Walaupun ekorku sangat sakit karena sengatan satu ubur-ubur, Aku jadi tidak bisa membayangkan jika bernasib seperti Zhaks yang di sengat ribuan ubur-ubur. Pasti sangat sakit dan Nyeri.

Aku berenang menuju tempat persembunyian Ku, katakanlah tempat favorit untuk bersembunyi. Aku membuka pintu rahasia yang ku buat sendiri, Ya! tempatnya adalah sebuah batu. Batu yang luarnya ku tanami beberapa rumput laut agar tidak terlihat seperti markas, pintunya ku buat dari rerumputan yang menjuntai terkesan seperti hidup di daratan. Aku masuk kedalam batu bulat, nyaris sangat mirip rumah Patrick.

Aku menutup pintu, dan duduk di atas batu bulat khas lautan. Merenung dan berpikir, kenapa perang ini tidak juga berakhir? Siapa yang bisa menghentikan nya? Aku ingin sekali menjadi pahlawan untuk rakyat kerajaan AQUATIS, tapi kenapa Aku di larang?! seolah-olah Aku tidak bisa melakukannya.

Aku berbalik ke arah cermin, dan menatap diriku dalam-dalam. Mencoba mencari talenta yang Aku miliki, Aku menatap sebilah pedang yang tidak ada matanya. Maksud Ku tidak tajam, melainkan pedang tumpul. Di balik sabuknya, terselip dua buah benda bulat berwarna kuning dan ungu. Aku tidak tahu benda apa ini, tapi benda ini keras dan teksturnya lembut, transparan sehingga Aku bisa melihat isinya. Isinya semacam titik-titik berwarna putih pada bulatan yang berwarna kuning dan bulatan yang berwarna ungu terlihat isinya seperti rasi bintang. Ini membingung kan bukan?

Aku meraih kedua benda bulat itu dan menggenggam nya erat di tangan kanan, seperti biasanya, kedua benda itu bercahaya lalu meninggalkan ledakan kecil di tangan ku. Aku membuka genggaman ku dan meletakkan kedua benda bulat itu di meja, sambil mengibaskan-ngibaskan tangan kanan ku yang perih karena ledakan kecil kedua benda bulat itu. Cahaya nya hanya sebentar, dan membuat tanganku kepanasan.

Aku tidak tahu benda ini, tapi benda ini adalah pemberian Ayahku, Raja AQUATIS yang meninggal karena kekejaman Zhaks. Bangsa DARAGON memang sangat jahat. Aku benci mereka. Ayahku juga tidak pernah bilang kalau benda ini bisa bercahaya, Tapi Ayahku mengatakan bahwa benda bulat inilah yang akan membantu menegakkan keadilan bangsa ku, Sulit di percaya.

Next chapter