1 Promised and cursed.

#Happy reading!

Dua November 2006, tepat di tahun Anjing api, Xi'an—Provinsi Shaanxi, Republik Rakyat Cina.

Terik matahari seakan berubah menjadi hujan petir bergemuruh, menggulung-gulungkan langit. Cahaya putih mengilap itu meluas dari pemandangan layaknya malam. Antara matahari beserta langit seakan mempertemukan janji serta kutukan iblis.

"Beraninya kau melupakan janji yang sudah kau tekankan!! Terimalah kutukan dariku," gertak sang iblis menatap seseorang yang sedang memasuki ruang persalinan.

Dengan mata dan kepala memerah, iblis itu menatap marah kepadanya.

Lebih tepatnya di depan ruang persalinan.

Apa yang terjadi ketika terik matahari seolah-olah menghitam suram.

Oe! Oe! Oe!

Di bawah dalam bumi, terdengar suara bayi mungil yang baru saja lahir ke dunia.

"Selamat Nyonya Xin You, Anda mendapatkan gadis yang cantik!"

Seorang perawat yang ikut membantu persalinan di rumah sakit Mu Ai, yakni Bunda Kasih.

Wanita itu mendekap bayi dengan semangat di dalam kamar yang tiba-tiba menggelap. Lampu yang sedari terang kini mati dalam sekejap.

Beberapa dari mereka meninggalkan ruangan, "Sebentar Nyonya, kami akan memeriksa sesuatu dari luar," pamit dari salah satu perawat.

Namun, sebuah cahaya menembus celah jendela tanpa terlihat oleh mereka yang masih tersisa di sana. Seorang pria tua berbaju putih berjenggot menyemburkan cahaya ke arah si bayi baru lahir.

Fuuuh!!

"Kau akan tumbuh menjadi normal kembali, setelah menemukan lelaki yang memiliki kesamaan arti dalam namamu."

Si kakek tua lalu menghilang.

Terlihat berbinar dari dua bola mata si bayi. Di sisi lain, sosok iblis dari balik tembok mengintip dan menatap tajam ke arah bayi, ibu serta ayahnya.

Pergi menghilang, menyisakan ruangan yang sudah kembali terang. Akan tetapi, tampak di luar begitu mengerikan oleh debu yang bertebaran.

"Sepertinya di luar sedang terjadi angin kencang," ungkap dari sang suaminya.

"Jangan keluar! Biarkan kita bersama bayi cantik ini di sini."

Sang istri memegangi bayi dengan hangat.

***

Lima belas tahun kemudian.

Di tahun Kerbau Logam

Wiu! Wiu! Wiu!

Sirine Ambulans berdengung. Para medis menerobos kerumunan menegangkan. Tampak seorang wanita paruh baya mengiringi roda tandu Stretcher membawa wanita lain lebih tua darinya.

Seorang pria menghentikan langkah wanita itu, ketika tandu beroda memasuki ruang bertuliskan Pinyin mandarin. Yang artinya, ruang Unit Gawat Darurat—rumah sakit Wan Mei di Xi'an, Provinsi Shaanxi Republik Cina.

Buir air mata jatuh membasahi pipi Xin You yang mulai mengeriput. Pasangan bermata sipit itu saling memeluk hangat meneratap.

"Tenang, istriku! Putri kita akan baik-baik saja," tutur si suami.

Apa?!

Wanita tua tadi adalah anaknya! Ini tidak masuk diakal. Bagaimana bisa raut bangkot itu merupakan putri mereka?

Pasangan agak tua itu saling mendekap memilukan. Beberapa lama kemudian, seorang pria berpakaian putih, dengan stetoskop bergelantungan di badan leher itu menghampiri.

Dari balik pintu, seorang dokter tadi mengerutkan kening kekhawatiran.

"Selamat malam, Nyonya dan Tuan!" sapanya.

Keduanya berbalik menyambut sapaan sang Dokter tersebut.

"O, selamat malam, Dok! Bagaimana dengan kondisi putri kami?"

Sang suami masih mengerutkan kening bersama kegelisahaan.

Dokter itu menurunkan dagu, menatap lantai. Dirinya kembali melirik wajah pasangan suami istri yang ada di depannya.

"Mungkin, kami sudah berusaha untuk membuat ia tetap hidup selama bertahun-tahun. Keajaiban itu datang untuk yang ke sekian kalinya. Akan tetapi, penyakit yang menggerogoti tubuhnya memang tak bisa menghindari dari namanya Progeria¹."

Sang Dokter menuturkan dengan memaksa senyuman.

"Penyakit yang dideritanya, kebanyakan tidak akan lebih dari dua belas tahun. Namun, Tuhan berkata lain untuk dirinya. Dia belum bisa kita sadarkan kali ini, tetapi nyawanya tetap bernapas beriringnya waktu berjalan."

Dokter melanjutkan.

"Haa …."

Rintihan wanita yang ada di samping suaminya meruntuh.

"Jadi, anak kami masih bisa bernapas, Dok?" tanya suaminya.

Sang dokter menganggukkan kepala, lalu menghindar dari keduanya dengan pamitan tanpa sapaan berlanjut. Sebuah tundukan hormat bergegas pergi.

Penyakit Progeria yang sangat langka ini terjadi menginjak usia awal remaja. Akan tetapi, usianya saat ini terbilang melebihi lima belas tahun. Penyakit aneh layaknya orang berusia delapan puluh tahun.

Hidupnya tidak akan berlangsung lama melebihi dua belas tahun. Namun, Tuhan memiliki rahasia kuasanya kali ini.

"Huang Zhi Yang!"

Berseru ibunya di depan pintu Unit Gawat Darurat.

Suaminya memegang erat tangan sang istri agar tidak lebih syok dari sebelumnya. Tersorot cahaya menembus celah pintu, menerobos masuk ke ruangan. Memasuki tubuh anak remaja yang sedang terbaring lemah.

Lorong waktu seakan terbuka di balik tempat tidurnya. Angin seakan mendorong tubuh Huang Zhi Yang memasuki lorong waktu yang semakin berputar cepat. Tertinggal jasad yang hanya tersisa napas dalam raga.

Huang Zhi Yang menembus tabir waktu bersama wajah tuanya. Angin yang menemani perjalanan kini terus berputar, bergulung-gulung dalam ruang waktu.

Seolah-olah mimpi yang seakan nyata dalam sekejap. Ruangan sempit itu pun menembus dimensi dunia pada abad sebelumnya.

Telah sampai tubuh Huang Zhi Yang terbaring di atas berbatuan di tengah hutan lebat. Berpakaian adat Cina pada masa kejayaan dinasti Tang (720 Masehi).

***

Namun ini berbeda dengan kondisi umurnya.

Cahaya terang terlintas menutupi matanya.

Seorang pria memegangi pipinya. Saling menatap penuh kecintaan.

Dia melumat bibirnya yang tipis, tampak raut wajah tampan mempesona melepas sejenak perilaku nakal.

Tangan pria itu menyentuh lembut pipi mungil putih bersih.

"Jangan pernah pergi dariku!" Pria ini menyentuh kembali bibirnya.

Tangannya merayap perlahan ke lembaran kain sutra yang menyelimuti tubuhnya. Hanfu yang panjang turun dalam sekejap.

Pria ini bersenda gurau dalam permainan kejantanannya.

Sentuhan tanpa berirama menyelinap ke segala pori-pori kulit.

Cahaya matahari senja menyoroti ke gubuk tua reyot, cinta bermain di bawah keteduhan.

Hasrat terpendamnya terlampiaskan.

***

Namun, ilusi dalam mimpi pun terlonjak. Zhi Yang dikejutkan dengan penampakan mimpi masa depan.

Bertumpuk dedaunan di sekelilingnya. Sinar terik matahari memancarkan cahaya menembus celah-celah penglihatan. Hingga ia pun terperanjak sembari menggusar matanya perlahan.

"Eeeergh!"

Huang Zhi Yang terpelangah ketika melihat sisi tangan keriputnya telah menjadi sangat mulus. Usia masih sangat belia ini sadar kalau ia sudah berada di negeri yang masih sangat asing.

"Hah? Wo zai nali?"

Terheran sambil mengelilingi ke segala hutan. (Hah? Aku di mana?)

Seluruh matanya memperhatikan pakaian Hanfu terurai ke seluruh tubuhnya.

[Hah? Apa aku sedang di surga?]

Dirinya memandang ke arah depan.

"Kenapa aku bermimpi seperti itu??"

Kedua bola matanya seakan menerawang ke segala arah. Semua orang yang hendak menghampiri, melambai ramah ke arahnya.

"Nona, kau dari mana saja? Ternyata kau sedang enak-enak duduk di sini."

Satu orang wanita agak tua itu mendekat, diikuti oleh dua pria sebaya dengannya.

Dua pria agak tua dengan pakaian Tang dengan kancing datar, sedangkan si wanita itu menggunakan pakaian sederhana yang sedikit lusuh. Huang Zhi Yang hanya terpelangah dengan keadaan di sekitarnya benar-benar berbeda.

Zhi Yang dikejutkan dengan penampilan kuno.

"Di mana aku?"

"Kau berada di hutan, kau selalu menghilang kalau sedang dimarahi," gerutu si wanita itu.

"Ayo, Nona kembalilah! Tuan sedang mencarimu. Di rumah orang-orang sedang sibuk menyiapkan tanaman herbal," ungkap dari salah satu pria.

"Nona, jangan merajuk lagi! Kami akan setia padamu, kami berjanji!" lanjut salah satunya.

Huang Zhi Yang hanya mengerutkan keningnya saat mendengar sedetail ucapan mereka.

Cerita di atas tidak mengikuti alur sejarah. Hanya saja cerita ini jatuh pada masanya. Tokoh dan karakter dalam cerita hanya fiktif belaka. Cerita ini berdasarkan dengan sumber-sumber sejarah dan kehidupan pada masanya. Jadi, di dalam cerita ini banyak pengetahuan tentang budaya dan kebiasaan.

Mohon maaf jika ada kesamaan nama, waktu dan kejadian. Dibuat atas dasar hasil pemikiran penulis. Terima kasih.

*Tokoh utama wanita bernama Huang Zhi Yang. Membawa marga orang di sana. Bertemu dengan teman kecil yang sudah berpisah lama sekitar sepuluh tahun. Pria itu bernama Li Zhao Yang, bermarga sama dengan sang Kaisar.

*Cerita ini mengisi misteri kutukan terjadinya penyakit progeria. Pada dasarnya penyakit itu memang ada dan saat ini masih menjadi penyakit langka dan berbahaya. Akan tetapi, sekilas keunikan di cerita ini memiliki kejutan misteri.

Perjalanan mereka untuk menemukan kutukan tersebut.

*Kekuatan Yin dan Yang akan berpengaruh pada pertarungan.

*Matahari adalah hubungan antara dua hati.

*Cina dan dinasti Tang adalah pilihan saya menulis karena marga Li masih ada hingga saat ini. Sangat kuat dan masih banyak.

*Mereka adalah inspirasi saya dari turunan keluarga saya.

*Di setiap volume akan ada kisah berbeda sekaligus mengungkap misteri kutukan. Serta keunikan kisah mereka untuk bersama.

*Hampir setiap tulisan telah mendapat banyak sumber.

Note : Yang udah baca wajib taruh ke dalam rak!

Dukung cerita ini agar menjadi lebih baik dan indah.

Review ceritanya karena masih banyak bab kejutan yang ada di dalam cerita selanjutnya. Ikuti terus kisah menariknya! Support dari kalian adalah rupa dari penghargaan untuk si penulis. Terima kasih.

Ikuti petualangan cinta dan aksi yang seru dalam kisah ini!

Semoga bisa jadi inspirasi bagi semua orang dan dapat menambah ilmu bagi yang sudah membaca cerita saya!

Follow IG : @rossy_stories.

Next chapter