2 Insiden di Dapur

Glosarium

Cefei: selir/istri kedua, posisinya satu tingkat di bawah istri sah.

Fuwang: ayah (digunakan oleh anak-anak wang untuk memanggil ayah mereka).

Jiejie: kakak perempuan (bisa digunakan untuk memanggil perempuan yang lebih tua tanpa hubungan darah, misalnya antara istri sah dengan para selir suaminya, ataupun antar selir).

Mama: pelayan (wanita) senior.

Meimei: adik perempuan (bisa digunakan untuk memanggil perempuan yang lebih muda tanpa hubungan darah, misalnya antara istri sah dengan para selir suaminya, ataupun antar selir).

Qie: sebutan yang digunakan wanita untuk menyebut diri mereka sendiri utamanya dihadapan suami.

Wang: pangeran (gelar bangsawan untuk anak laki-laki dan saudara laki-laki kaisar atau orang yang berjasa besar untuk negara).

Wangfu: kediaman wang.

Wangye: panggilan untuk wang.

.

Setibanya di depan dapur, Xiang Xueyue bisa melihat punggung ayahnya. Dihadapan ayahnya, kedua cefei berlutut. Li cefei tampak sesenggukan. Matanya tampak bengkak karena terlalu banyak menangis.

"Wangye, mohon beri keadilan untuk qie. Bagaimanapun yang dirugikan dalam hal ini adalah qie. Wangye bisa lihat, masakan qie hancur berantakan."

Tumpahan masakan Wang cefei beserta piring sajinya yang pecah masih berserakan di lantai, tidak jauh dari tempat mereka berdiri.

"Apa maksud jiejie? Meimei yakin kalau yang membuat Wei mama terjatuh bukan Ah Ju. Kenapa jiejie begitu yakin yang melakukannya Ah Ju? Kenapa jiejie tidak menaruh curiga pada Ah Mei?" Setelah mengatakan itu, air mata Li cefei kembali mengalir, menganak sungai di pipinya.

Ah Ju dan Ah Mei adalah gadis pelayan yang saat Wei mama terjatuh berdiri tidak jauh darinya. Ah Ju adalah gadis pelayan Li cefei, sedangkan Ah Mei adalah gadis pelayan Wang cefei. Kedua gadis pelayan itu, beserta para pelayan lain termasuk Wei mama tampak bersujud di belakang kedua cefei.

Wang cefei mencibir, "Kau tanya kenapa? Tentu saja Ah Mei tidak mungkin melakukannya. Untuk apa dia membuat jatuh Wei mama sehingga menubruk gadis pelayan yang membawa masakanku?"

"Jiejie, apa kau lupa sekitar dua minggu yang lalu Wei mama menghukum Ah Mei sampai dia tidak bisa berjalan?" Dua minggu yang lalu Wei mama memang menghukum Ah Mei .

Awalnya Ah Mei menolak menjadi selir cucu Wei mama padahal cucunya itu sangat menginginkan Ah Mei. Setelah beberapa saat berlalu, cucu Wei mama mendapatkan wanita lain sehingga melupakan Ah Mei. Masalah penolakan itu selesai. Namun, sekitar dua minggu yang lalu, Wei mama mendapati Ah Mei sedang mengolok-olok cucunya. Dia mengatakan cucu Wei mama berwajah jelek dan tubuhnya sangat gendut seperti babi. Dia juga pemalas, kerjaannya hanya bersenang-senang di rumah bordil dan kerap menyalahgunakan jabatan Wei mama sebagai pelayan Wang cefei untuk memeras banyak orang. Itulah alasan dia tidak mau menjadi selirnya.

"Tidak... saya tidak melakukannya. Saya... saya tidak menaruh dendam terhadap Wei mama." Ah Mei mengatakan itu sambil membenturkan dahinya ke lantai hingga berdarah.

"Omong kosong. Kalaupun kau tidak menaruh dendam terhadap Wei mama, kau lebih berpeluang membuat Wei mama terjatuh. Bukankah kakimu belum sembuh betul?"

Kalimat yang dilontarkan Li cefei itu membuat semua orang mengalihkan pandangan mereka pada Ah Mei. Ah Mei yang menjadi pusat perhatian hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Li cefei memerintahkan Ah Mei untuk berdiri dan berjalan beberapa langkah. Benar saja, kaki Ah Mei terlihat agak pincang saat berjalan.

"Wangye, mohon beri keadilan untuk qie. Wangye bisa melihat, kaki Ah Mei agak pincang. Semua ini terjadi karena Ah Mei, tapi pihak qie malah yang disalahkan. Tangan qie jadi seperti ini juga karena Ah Mei." Li cefei menunjukkan lengan kirinya yang memerah karena tumpahan sup panas.

Wang cefei menatap tajam Li cefei yang sedang menangis pilu sambil memohon-mohon kepada Xiang Xiuwei. Li cefei memang mengatakan itu salah Ah Mei, tapi sebenarnya yang dia sasar adalah dirinya.

Xiang Xueyue tidak tahan melihat drama yang ada di hadapannya. Dia pun masuk ke dalam dapur.

"Fuwang."

Suara imut Xiang Xueyue membuat semua orang melihat ke arah pintu. Gadis kecil itu masuk begitu saja dan menghampiri ayahnya. Begitu berdiri di samping ayahnya, perbedaan tinggi badan mereka yang ekstrim terlihat. Tinggi badan Xiang Xueyue bahkan tidak sampai mencapai pinggang ayahnya.

"Aiya, apa yang terjadi di sini? Kenapa dapurnya berantakan?" Xiang Xueyue melihat semua penjuru dapur dengan mata beningnya dan mulutnya membentuk huruf "O" karena tidak menduga dapur jadi begitu berantakan. Dia mendongak untuk meminta jawaban ayahnya.

Xiang Xiuwei gemas begitu melihat Xiang Xueyue mendongak dan menampakkan mata beningnya yang penuh rasa ingin tahu. Dia pun mengangkat tubuh mungil Xiang Xueyue dan menggendongnya.

"Ceritanya panjang."

"Hmm, kalau begitu disingkat saja."

"Apa Xiao San mau mendengarnya?" Xiang Xueyue mengangguk-angguk.

Xiang Xiuwei menceritakan kronologi kejadiannya setelah dia mendengarkan penjelasan ke dua cefei. Dari penjelasannya dia tidak tampak memihak pada siapa pun. Saat menceritakannya perhatian Xiang Xiuwei hanya tertuju pada putri kecilnya itu. Dia tidak memperdulikan orang-orang yang ada di ruangan itu, seolah dunia hanya milik mereka berdua.

"Oh, begitu." Xiang Xueyue mengangguk-angguk pelan.

"Sayang sekali, padahal masakan Wang cefei sangat lezat." Nada bicara Xiang Xueyue terdengar sedikit kecewa.

Ucapan Xiang Xueyue itu terdengar biasa, tapi untuk beberapa orang yang menyadarinya, mereka akan merasa sedikit janggal.

Semua orang di wangfu tahu kalau masakan Wang cefei sangat lezat, hanya saja dia jarang memasak. Dia memasak untuk makan malam hari ini tidak lain karena Xiang Xiuwei pulang ke rumah setelah dua bulan pergi ke Juncheng. Dia tentu ingin menarik perhatian Xiang Xiuwei dengan masakannya. Dengan alasan itu, tentu Wang cefei tidak menginginkan insiden di dapur itu terjadi. Kecurigaan terhadapnya pun terhapuskan.

"Li cefei, kenapa kau terus menangis? Xiao San tidak menyangka kalau cefei di Duan wangfu ternyata hanya bisa menangis seperti anak kecil. Xiao San saja sudah tidak menangis sepertimu."

Begitu mendengar sindiran Xiang Xueyue yang terdengar polos tapi sangat menancap di hatinya, Li cefei langsung berhenti menangis. Diam-diam dia meremas saputangan dan mengeratkan giginya.

Setelah melihat Li cefei berhenti menangis, Xiang Xueyue menambahkan, "Seharusnya kau berhenti menangis sejak tadi. Daripada menangis seperti itu bukankah lebih baik mengobati luka bakar pada lenganmu itu? Kalau tidak segera diobati akan meninggalkan bekas, lho."

"Xiao San benar. Seharusnya kau segera mengobati luka itu."

"Qie, akan melakukannya nanti, setelah masalah ini selesai."

"Aiya, bukankah sayang kalau itu meninggalkan bekas. Ah, atau jangan-jangan kau seperti ibunya Ah Li. Ah Li pernah bercerita kalau suatu hari ibunya terkena luka bakar, tapi dia tidak panik meskipun tidak segera mengobatinya karena memiliki krim yang sangat ampuh untuk menghilangkan bekas luka."

Ucapan Xiang Xueyue membuat orang-orang tertegun. Kalau memang benar Li cefei memiliki krim seperti nyonya Luo, maka luka bakar seperti itu bukan masalah.

Tanpa menunggu tanggapan dari Li cefei, Xiang Xueyue bertanya kepada ayahnya, "Bagaimana fuwang menyelesaikan masalah ini?"

"Hmm, begaimana menurut Xiao San?"

Xiang Xiuwei sebenarnya tidak menangani urusan rumah tangga. Namun, karena dia tidak punya istri sah yang seharusnya mengurusi masalah tersebut, mau tidak mau dia harus turun tangan. Urusan antar wanita itu merepotkan dan sebenarnya dia sangat malas mengurusinya. Oleh karena itu, dia sangat senang saat Xiang Xueyue muncul dan mengungkapkan argumennya. Kalau sudah seperti itu, tidak ada salahnya dia meminta pendapatnya. Apalagi, Xiang Xueyue sangat cerdas untuk ukuran anak kecil sepertinya.

"Para pelayan yang tidak berhati-hati bersalah."

Wei mama dan para gadis pelayan yang terlibat, seperti Ah Mei dan Ah Ju memang dapat dicurigai. Kalaupun insiden itu terjadi karena ketidaksengajaan, mereka tetap saja bersalah karena tidak hati-hati hingga menyebabkan masakan Wang cefei tumpah.

Begitu mendengar ucapan Xiang Xueyue, tubuh para pelayan itu menegang.

"Mereka bersalah? Kalau begitu apa yang akan kita lakukan pada mereka?"

"Peraturan di wangfu sangat jelas. Mereka yang melakukan pekerjaan dengan baik akan mendapatkan hadiah, sedangkan yang berbuat salah akan mendapatkan hukuman. Karena bersalah, mereka harus dihukum. Benar, kan fuwang?"

"Xiao San benar, peraturan kita sangat jelas."

"Tapi Wei mama kasihan."

"Kenapa?"

"Wei mama sudah tua, pasti tubuhnya tidak kuat menerima hukuman berat. Pelayan yang menumpahkan masakan Wang cefei juga tidak sengaja melakukannya karena dia ditubruk dari belakang. Ah Mei dan Ah Ju adalah orang yang paling memungkinkan untuk membuat Wei mama jatuh, terlepas itu sengaja atau tidak. Namun, kaki Ah Mei masih sakit. Xiao San khawatir kalau kakinya akan semakin parah. Dia masih muda dan masih punya waktu yang panjang untuk bekerja di sini. Kasihan kalau kakinya tidak dapat digunakan secara normal, jadi jangan menghukumnya terlalu berat."

Wei mama dan Ah Mei adalah orang yang paling bersyukur atas solusi yang diberikan Xiang Xueyue. Bagaimanapun mereka tetap bersalah, tapi setidaknya hukuman yang mereka terima tidak seberat hukuman yang akan mereka terima atas tuduhan Li cefei.

Xiang Xiuwei merenung beberapa saat sebelum mengatakan, "Kalau begitu, kita lakukan seperti apa yang Xiao San katakan." Xiang Xiuwei mengatakan itu sambil mencubit pipi Xiang Xueyue.

Para pelayan itu berterimakasih kepada Xiang Xiuwei dan Xiang Xueyue sambil bersujud.

Setelah Xiang Xiuwei dan Xiang Xueyue meninggalkan dapur, para pelayan itu juga turut keluar untuk menerima hukuman mereka.

Wang cefei yang sudah kembali ke paviliunnya bernapas lega, tapi dia masih kesal karena masakannya tidak dapat dihidangkan. Meskipun Xiang Xiuwei dan Xiang Xueyue tidak mengatakannya dengan jelas, dia tahu betul siapa biang keroknya.

Li cefei adalah orang yang paling kesal begitu keluar dapur. Begitu masuk ke dalam kamarnya, dia langsung memecahkan semua barang yang ada di atas meja.

"X-I-A-N-G X-U-E-Y-U-E!"

"Berani-beraninya anak perempuan jalang itu melakukan ini kepadaku!"

"Cefei, Anda harus bisa mengendalikan diri. Jangan marah seperti ini. Itu tidak baik untuk kesehatan Anda."

Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click www.webnovel.com/book/the-story-of-xueyue_15618054006348305/insiden-di-dapur_41932710150719023 for visiting.

Yu mama berusaha menenangkan Li cefei. Dia adalah ibu susu Li cefei dan telah mengasuhnya sejak kecil.

"Bagaimana aku tidak marah? Anak itu mengacaukan semua rencanaku."

Tujuan Li cefei memasak hari ini sebenarnya hampir sama seperti Wang cefei, dia ingin menarik perhatian Xiang Xiuwei. Hanya saja, dia tahu kalau masakannya tidak akan mampu membuat Xiang Xiuwei datang ke paviliunnya. Apalagi, Wang cefei juga melakukan hal yang sama.

Dari segi cita rasa, masakan Wang cefei lebih lezat. Oleh karena itu, dia merencanakan cara agar masakan Wang cefei tidak dapat dihidangkan. Dengan menumpahkan masakan Wang cefei, maka masakannyalah yang akan tersaji. Tentu para pelaku yang menyebabkan awal mula insiden itu tidak boleh berasal dari pihaknya.

Kalau itu belum cukup untuk membuat Xiang Xiuwei datang ke paviliunnya, dia menggunakan rencana kedua, yaitu dengan membuat tangannya terluka. Xiang Xiuwei pada dasarnya cuek, tapi untuk hal-hal semacam itu dia masih perhatian. Setidaknya dia akan mengunjungi paviliunnya. Kalau dia sudah ada di paviliunnya, Li cefei akan melakukan rencana berikutnya, yaitu membuat Xiang Xiuwei bermalam di tempatnya. Dia yakin, setelah dua bulan berpergian, Xiang Xiuwei pasti perlu beristirahat dalam pelukan wanita. Sayang, rencananya gagal karena Xiang Xueyue.

"Cefei, kita masih punya banyak kesempatan. Kalau wangye tidak mengunjungi Anda, bukan berarti dia mengunjungi yang lain. Wangye tampaknya masih sibuk. Cefei tunggu saja beberapa hari lagi. Wangye pasti akan berkunjung ke sini."

Li cefei menghela napas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan. Pikirannya menjadi lebih jernih.

"Mama benar. Wangye pasti akan ke sini. Kalau tidak, bagaimana mungkin aku bisa melahirkan anak laki-laki."

Li cefei masih memiliki ambisi yang besar untuk melahirkan anak laki-laki pertama di Duan wangfu. Setelah bertahun-tahun, akhirnya dia menemukan dokter yang mampu membantunya mengandung lagi. Dokter itu memberikan obat untuk meningkatkan kesuburannya.

"Cefei, Anda harus segera mengobati luka bakar ini."

Li cefei mengangguk. Yu mama pun mengobati luka bakar pada lengan Li cefei dengan krim khusus yang membuat luka tidak akan meninggalkan bekas..

Next chapter