1 Menjadi Seorang Penjahat (Villain)

"Pahlawan" sebuah kata yang menjadi impian bagi sebagian besar pria dan dipuja oleh kaum wanita. Sebagai simbol "pembela kebenaran" yang membuat kedamaian saat kesusahan datang. Setiap orang, di setiap waktu "Pahlawan" akan selalu dipuji yang membimbing masyarakat dalam kegelapan menuju cahaya. Tidak ada yang meragukan "Pahlawan" yang ada sebagai simbol kebenaran. Masyarakat senantiasa mempercayai "Pahlawan" karena "Pahlawan" tak'kan pernah salah. Begitulah pendapat masyarakat tentang "Pahlawan".

Yah, jika kau menanyakan pendapatku tentang "Pahlawan", hanya sebuah kata yang tidak berguna. Sebagai contoh :

1. Dalam cerita yang tersebar di masyarakat "Pahlawan" sebagai pembela kebenaran melawan kejahatan dengan anggota party, yang menurutku hanya orang yang tidak bisa menyelesaikan masalah sendiri.

2. Saat orang yang berharga atau anggota party dalam keadaan terluka maupun hampir kehilangan nyawa disaat pertempuran, karena emosi yang bergejolak "Pahlawan" mendapat Power Up dan menyerang secara emosional, menurutku hanyalah orang bodoh yang tidak bisa menahan emosinya karena disaat-saat yang penting, orang harus bisa tenang agar bisa memahami situasi yang terjadi dalam menghadapi masalah.

3. Jika ada anggota party atau orang yang dikenal melewati jalan yang salah karena berbeda pemikiran dengan dirinya, maka "Pahlawan" akan meyakinkan orang tersebut agar kembali ke jalan yang benar, menurutku itu hal yang aneh untuk dilakukan, apa yang difikirkan oleh setiap orang berbeda. Jadi kau tidak bisa memaksakan pemikiranmu terhadap orang lain walaupun jalan yang ditempuh oleh pemikiran orang tersebut berbeda dengan dirimu.

4. "Pahlawan" memiliki kepercayaan untuk melindungi dunia (masyarakat) disaat disuruh memilih antara dua pilihan, yang satu dunia sedangkan yang lain adalah orang berharganya. Sehingga memilih dunia, mungkin ada yang memilih keduanya entah karena judul "Pahlawan" yang memiliki kekuatan berfikir bahwa dia bisa melakukan segalanya atau karena dia orang bodoh(naif) yang bermimpi untuk menyelamatkan semua tanpa adanya korban. Jika aku diberi pilihan antara dunia (masyarakat) atau orang berhargaku tanpa ragu aku memilih orang yang berharga bagiku, mungkin kau berfikir bahwa aku orang egois karena tidak memilih dunia (masyarakat). maka akan ku jawab "Aku tak peduli dengan orang lain yang tidak kukenal", aku bukan orang bodoh yang berfikir berkorban untuk orang lain yang tidak kukenal maupun orang naif yang berfikir untuk dapat menyelamatkan semuanya.

Aku bukan "Pahlawan" yang bermimpi tanpa melihat kenyataan dan aku tidak ingin menjadi "Pahlawan". Jika kau melihat dalam cerita "Pahlawan" orang yang egois biasanya orang yang berseberangan dengan "Pahlawan" bisa disebut "Villain" musuh "Pahlawan", maka aku bisa dikategorikan sebagai "Villain" seorang penjahat yang tidak satu pemikiran dengan "Pahlawan".

Aku memilih jalan yang membuatku tidak akan menyesal dengan keegoisan yang kulakukan untuk kebahagiaanku. Maka dari itu aku Regin Schwarz bersumpah bahwa akan menggunakan semua yang kumiliki baik kekuatan, uang, maupun posisi untuk diriku sendiri dan bukan untuk orang lain, karena memiliki kekuatan bukan berarti membantu setiap orang, seperti orang kaya tidak harus menyumbangkan yang dimiliki untuk semua orang yang tidak mampu sehingga dirinya kekurangan.