3 1.3. Teleportasi

/>_<\)'uh...nonaaa harus ingat sama pesan Guru..! jangan sampai nona kena masalah lagiii...!'

"iya,iya...aku masih ingat kok.! tapi aku nggk terima kalau Guru di hina kayak gitu..?"

keinginan ku untuk menghabisinya terlalu besar, sampai aku lupa sama pesan Guru sebelum aku datang ke sini tadi.

'ingat Nia...Misi ini sangat penting..! aku sebagai seorang Guru hanya bisa percaya sepenuhnya. jangan kecewakan aku untuk kesekian kalinya,jika kau gagal maka aku tidak punya alasan untuk membuat Mu bertahan lebih lama lagi. Jadi, kau harus berhasil.' sambil mengangkat jari telunjuknya ke arah Ku,kemudian Ia melanjutkan. ' satu lagii, Jangan pernah terseret masalah dengan orang yang tidak penting dalam menjalankan Misi, itu bisa mengganggu perjalanan Misi Mu. ingat itu Nia.., Guru percaya kalo kamu bisa melakukannya dengan baik.'

"Guru sangat percaya padaku,bagaimana bisa aku akan mengecewakannya..! walaupun aku sedikit melenceng dari rencana tapi aku yakin kalau semua akan berjalan lancar." mataku menyipit.saat pandanganku menangkap empat sosok pria yang tiba-tiba muncul dari balik rerumputan ilalang.Dengan mengenakan pakaian Ninja Hitam,mereka semua berdiri di belakang Frysia. Badan mereka begitu besar dan berotot dengan pedang samurai yang berada di kedua tangan, terlihat siap membunuh kapan saja.

dengan senyum mengejek,Frysia berkata

"Kau sangat naif..! kau pikir bisa menghabisi ku..?".sambil sesekali melirik kearah Ku yang berada di samping Vino.

"Dari perkiraan ku, kekuatanmu mungkin masih belum sampai jajaran Ninja tingkat pemula .tapi dengan percaya diri,kau ingin menghabisi ku disini..! hahha....sunggguh aku belum pernah baertemu dengan orang yang senaif dirimu."

"Maafkan aku kak Vino,aku harus menghabisi kakak di sini..! bersama dengan Dia..." Frysia menunjuk kerah Ku dengan tatapan menghina.

"heh...aku rasa kata naif itu lebih cocok untuk Mu. tanpa bertarung,seseorang tidak akan pernah tahu seberapa besar kekuatan musuh, jadi bagaimana bisa kau tahu hanya dengan melihat saja..!" Aku hanya tersenyum kecil saat ku lihat Frysia mengayuhkan pisau dengan tenang.

" Jadi...kau ingin bertarung dengan ku..! kalo memang itu mau Mu,aku akan mengabulkannya..!". tanpa berkata lagi,Frysia bergerak kearah Ku.

gerakannya begitu cepat seperti sebelumnya. ia mengelilingi tubuhku yang hanya diam bagai batu. Entah mengapa, Frysia belum juga menyerang Ku. ia hanya berputar bagai kipas Angin yang membuatku kembali jenuh.

seketika aku tersadar,pasti ada yang tidak beres.ku lihat putih kecil yang hanya diam,

" aku ingin tanya...? apakah kau melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan ku..?"

>3O/)' ia nona,aku hanya sedikit memanipulasi bayanganmu...supaya dia tidak melukaimu dengan cara curang seperti tadi.! bukankah aku sungguh luar biasa'

saat mendengar penjelasan putih kecil, seketika Aura Membunuh makin terpancar dari tubuhKu." putih kecil..,apa kau sungguh menganggap ku selemah itu..! aku paling tidak suka jika kau melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan nonamu ini."

√>∆<\)'kya...maafkan aku..! ak-...aku hanya terlalu khawatir pada nona. ja-...jadi...ak..aku...'

" cukup.lain kali kalau kau melakukannya lagi maka aku akan menghukum Mu belajar berenang di sungai Puncak Naga."

>∆<\)' aku takkan mengulanginya lagi Nona, aku berjanji.'

Bayangan Frysia terhenti ketika melihatku dalam keadaan baik-baik saja," bagaimana mungkin..! ini...mustahil." dengan raut keheranan yang terpancar jelas dari wajahnya.

"apa kau sudah puas bermain..? sayangnya kali ini aku tidak ikut bermain dengan mu, jadi...kita akan melanjutkannya di lain waktu. Ok."

setelah mengatakan itu, aku mulai mengumpulkan kekuatanku untuk berteleportasi. karna jarak antara aku dan Vino cukup dekat, seketika aku menghempaskan tubuhku ke dalam pelukannya dan tanganku refleks memeluk tubuh Vino erat agar teleportasi berjalan dengan sempurna.

Vino yang terkejut dengan aksiku tiba-tiba pikirannya kosong, otaknya tak mampu memproses dengan apa yang terjadi. ia hanya melihatku dengan tatapan yang tak bisa di jelaskan.

# maaf yaa author baru update sekarang,soalnya beberapa hari yang lalu Author sedikit sibuk.