2 1.2.Apa Kau Sudah Bosan Hidup...

'Masih di belakang bukit Kota C'

Frysia mulai tersadar dari lamunannya,sorot

matanya kini melihat ke bawah.

" maafkan aku kak Vin, semua telah berubah sekarang..! takkan bisa seperti dulu lagi."

Kini Frysia kembali melihat ke depan,pandanganya tertuju kearah mata Vino. dengan tatapan tajam dan mengancam.

"hehe....Tidak ada kata penyesalan dalam kamusku. semua yang aku alami bersama dengan kakak,tidak ada artinya sama sekali. bahkan ku anggap semuanya hanya mimpi yang akan berlalu bagai malam berganti pagi."

Vino tak pernah menyangka akan jadi seperti ini akhirnya.ia selalu bermimpi tentang membuat keluarga yang sempurna bersama Frysia,yang di anggap sebagai Cinta yang selama ini ia cari.Vino selalu membayangkan ketika mereka menikah dan mempunyai anak yang sangat cantik dan tampan serta hebat seperti mereka berdua,itu selalu membuat hatinya hangat dan bahagia.

Tapi kini semuanya telah berubah cintanya,hidupnya,mimpi dan nyawanya akan berakhir di tempat ini.Vino sudah pasrah dengan keadaannya sekarang,ia hanya memikirkan satu kalimat saja.

'buat apa aku hidup,kalau semua yang aku perjuangkan telah hilang.semua telah berakhir semuanya...telah...hi..la..ng...'

Vino menutup matanya sejenak.

Tanpa sadar,setitik embun jatuh dari matanya. mengalir melewati pipi dan jatuh mengenai jubahnya.

"Aku tidak menyesal mencintai Mu, hanya menyesal memperjuangkan cinta itu sendiri. walaupun begitu aku masih tetap berjuang untukmu ..!hahha...betapa bodohnya aku...."

Frysia tidak percaya dengan apa yang di lihat, ia kembali menguatkan hatinya.jantungnya berdegup kencang 'deg..deg..deg..deg',kini dadanya yang terasa sesak.perasaan begitu kuat yang ia tanam jauh di lubuk hatinya kini mulai hampir menguasai jiwanya kembali.

sambil mengepalkan tangannya kuat,Frysia berteriak.

" Kenapa...?...kenapa kau menangisi wanita seperti aku...?"

Vino hanya diam

Wuusshhh~~~~

Angin kencang berhembus menabrak pohon dan rumput ilalang yang ada di tempat itu.

tidak jauh dari situ,di atas sebuah pohon yang tertiup angin terdapat sepasang mata indah yang dari tadi mengawasi pergerakan Vino dan Frysia.

Sambil sesekali aku menggigit buah apel merah yang ada di tangan kananku, aku perhatikan kembali mereka berdua yang masih terlihat seperti bernostalgia.

" Plis deh....,ini drama kok belom juga selesai sih..! capek aku niii..! udah nunggu 1 jam Ampe kaki udah keram,badan udah pegel..! tapi Dramanya belom juga selesai."

ku angkat wajah dan ke dua tanganku ke atas.

" ohhh Tuhan Berilah Hamba kesabaran"

tiba-tiba terdengar suara dari kalung yang melingkari leher ku.

"..." 'nona...!kenapa kau meminta kesabaran bukan kekuatan..?'

aku mendesah kasar,kembali ku lihat ke arah leherku.kalung yang melingkarinya itu begitu indah dengan hiasan batu giok putih membuat kalung itu terlihat lebih sempurna.

"Putih kecil...sejak kapan kau terlihat begitu bodoh dari biasanya..!"

(@~@)|'...nona kenapa kau mengatakan hal jahat terhadapku seperti itu...?'

"Ok..ok..Maafkan nonamu ini.baiklah aku akan menjelaskannya padamu.kenapa..aku meminta kesabaran dari pada kekuatan..? karna kesabaran yang sangat ku butuhkan sekarang.kalau kesabaranku tidak mencukupi kapasitas,..hehhee...kau bisa bayangkan kalau aku marahkan Putih kecil....,aku bisa menghancurkan segalanya dengan kekuatanku yang sekarang." aku tersenyum manis pada Putih kecil lalu ku fokuskan kembali kedepan.

√O∆O)√'....wahhh...maafkan aku nona,aku terlalu lambat menyadarinya...! lalu apa yang harus kita lakukan sekarang..?'

Aku rasakan sensasi nyut-nyutan ,ku angkat tangan kananku dan mengarahkan pada kepalaku yang sakit." Putih kecil...!bisakah kau diam sekarang...kau merusak otakku dengan pertanyaan bodohmu itu..! biarkan aku yang memikirkannya sendiri dan kau hanya perlu diam dan tenang, OK...."

0∆0\)'maafkan aku nona....aku tidak akan bertanya lagi,..!aku akan jadi anak baik dan diam di sini sampai nona yang bertanya pada ku duluan..!'

"hmm bagus..anak baik.." aku hanya tersenyum kecil dan melirik jam tanganku.

ini sudah hampir 1 setengah jam,tapi mereka masih saja diam tanpa bergerak sedikitpun.

••••••••••

Vino masih diam.

Frysia begitu marah saat pertanyaannya tidak ada jawaban,ia mulai bergerak.Frysia berlari dengan mengangkat pisau yang ada pada kedua tangannya, kecepatannya bisa di bilang sangat cepat.dengan kecepatan itu mungkin bisa membunuh Vino dengan mudah jika dia hanya diam begitu saja.

" Aku akan mengakhiri semuanya sekarang, agar tidak lagi ada perasaan cinta yang membuatku lemah.aku tak mau menjadi lemah hanya karna cinta..! aku takkan pernah mau menjadi lemah karna cinta..." Frysia mulai mengangkat kedua pisaunya dan mengarahkan pada leher Vino.

Vino hanya mematung,ia mulai menutup matanya perlahan 'jika kematianku membuatmu bahagia,maka aku rela melakukannya.' Vino kembali tersenyum.senyumannya begitu penuh kesedihan dan kekecewaan mendalam.

saat pisau Frysia hampir mengenai leher Vino,

tiba-tiba saja 'Sswwiiinggs....' sekelebatan cahaya putih melayang ke udara dan mengenai kedua pisau Frysia. pisau itu seketika terlepas dari tangannya lalu hilang entah kemana, tangan Frysia kaku di saat bertabrakan dengan cahaya putih itu.

Frysia melihat sekelilingnya dan berharap menemukan sesuatu,tetapi ia sama sekali tidak melihat siapapun di sekitar tempat itu.'ini tidak mungkin..! pasti ada orang di sekitar sini,tapi siapa...?'

Vino yang tadinya diam kini mulai membuka mata nya kembali.'Apa aku sudah mati..?kenapa aku tak merasakan sakit sama sekali..! ini aneh...'

matanya kini telah terbuka tetapi penglihatannya sedikit remang karna terlalu lama menutup mata.saat itu jugaa,ia masih bisa melihat Frysia yang sedang kebingungan. Vino pun menyadari kalau dia belum mati dan masih sehat tanpa tergores sedikitpun.

dari balik pohon di tepi hamparan ilalang.

aku masih tetap diam,saat kulemparkan cahaya putih tadi membuat wajahku begitu pucat.bagaiman tidak,jika aku terlambat sedetik saja pasti misiku bakalan gagal total.sambil menghapus keringat dingin yang ada di wajahku,ku tenangkan pikiran sejenak "fiuhhh....syukurlah aku tepat waktu,kalo tidak....entah apa yang akan terjadi nantinya.pasti aku akan di beri hukuman mati oleh guru.untung...untung..hari ini aku udah liat tanggal biar nggk sial kayak kemaren ...".

Frysia kembali melihat sekeliling,ia masih belum mengetahui siapa yang menggagalkan rencananya tadi dan itu membuatnya begitu merasa di remehkan.Frysia belum pernah merasakan terkalahkan seperti ini sebelumnya, karna ia adalah wanita terbaik yang ada di organisasi BLACK SHADOW.

Frysia merasa tertantang untuk beradu kekuatan dengan orang itu,ia pun mulai berteriak dengan keras.

"SIAPA KAMU...! APAKAH KAMU SEORANG PEMBUNUH BAYARAN...?"

"APAKAH KAU DIBAYAR UNTUK MENOLONG TUAN MUDA...?AKU RASA TIDAK SEMUDAH ITU JIKA KAU INGIN MEMBAWANYA HIDUP HIDUP."

Frysia yang tak mendapatkan respon dari Ku,akhirnya mulai kesal.ia mempertajam penglihatannya ke segala arah tanpa terkecuali.

Aku hanya tersenyum saat melihat kebodohan yang Frysia lakukan." Putih kecil....sepertinya dia cocok dengan mu, sama-sama bodoh..!

>~<\)'...nonaaaa....aku lebih pintar dari diaa..., kenapa aku di samakan dengannya...!dia itu lebih bodoh dan dungu,jadi aku tidak lebih buruk dari itu..!'

"hmmm....bener juga yaa,dia lebih bodoh dan dungu jadi sangat berbeda dari mu. walaupun Putih kecilku bodoh,tapi lebih bermanfaat dari pada dia..". kini ku ubah tempat dudukku dengan lebih santai.

Walaupun Frysia menajamkan Indra penglihatannya tetap saja ia tak melihat siapapun,itu membuatnya semakin kesal dan marah....

" HAY....KAU YANG DI BALIK KEGELAPAN, APAKAH KAU DI AJARKAN GURUMU UNTUK MENJADI PECUNDANG.....?"

Kata-katanya itu sontak membuat ku naik darah, amarahku kini tak bisa di bendung lagi. kesabaranku mulai habis," Aku akan menghancurkannya tanpa sisa, berani- beraninya Ia menghina Guru dengan mulut kotornya itu."

>∆<)√' No..Nona..tahan emosimu. apakah nona lupa dengan pesan Guru..?nona tak perlu berurusan dengan orang yang tidak penting saat menjalankan Misi..."

sambil menggertakkan gigi,Aku mulai mengumpulkan kekuatan dan melompat ke udara,dalam sekejap aku sudah berada di antara mereka berdua.ku arahkan pandanganku pada Frysia,

"Berani sekali kau merendahkan Guru di depan muridnya..! apa kau sudah bosan hidup..?"

Malam ini,aku menggunakan Jubah berwarna Biru langit yang menutupi seluruh tubuh.angin menerpa Jubah yang Ku pakai dan membuatnya sedikit terangkat ke samping,memperlihatkan warna kulit betisku yang seputih salju.cahaya rembulan bersinar menerpa tubuhku menjadikannya begitu berkarisma bak seorang Ratu.

Itulah yang di lihat oleh Vino,membuatnya terpaku untuk sesaat. Pandangannya begitu di penuhi kekaguman yang begitu besar,

'aku tidak pernah melihat wanita seperti dia, gerakannya begitu anggun dan penuh kekuatan saat ia mendarat di tanah. itu persis seperti seorang Dewi..'

Tanpa sadar Frysia melihat ke arah Vino,ia melihat mata Vino begitu berbinar-binar saat melihat kearah Ku.Ia merasa tidak senang,sambil menggertakkan gigi,Frysia berusaha menahan rasa cemburu yang bergejolak di hatinya.

'kak Vino hanya boleh melihat diriku dan hanya aku yang pantas untuknya,kak Vino hanya boleh mencintai aku dan tidak boleh ada orang lain selain aku.'

sambil mengepalkan tangannya kuat.Frysia sampai lupa dengan misinya yang sebenarnya.

Di balik topi jubah, sudut bibirku sedikit melengkung ke atas.saat aku melihat tatapan cemburu Frysia yang mengarah kepada ku,lengkungan bibirku semakin meninggi.

√• ∆ •)✓' Nonaaaa...!apa nona mendengar ucapan ku barusan?'

seketika senyuman itu menghilang entah kemana." Putih kecil....kenapa kau selalu merusak kebahagiaan ku yang begitu berharga ini...?"

#Terima kasih buat yang masih setia baca ceritanya dan masih penasaran sama kelanjutannya. tolong support yaa...biar Author semangat terus buat lanjut Updatenya.

Author tunggu komentar positif dari kalian semua biar Author nggk bosan" buat Update setiap hari.....#

Next chapter