1 Prolog

Malam hari di kota Machida, Hitori Kazumi, remaja berusia 17 tahun, tinggi 174cm dengan rambut hitam berponi lancip kearah kiri, kulitnya berwarna putih serta matanya yang berwarna biru, Sedang berjalan pulang dari pesta di rumah temannya, perjalanan yang paling menguras emosi dan tenaga, akhir dari sebuah kisah, dan awal baru untuk sebuah perjalanan, semua itu digambarkan dalam satu kata yaitu kelulusan, masa-masa remaja bagi kazumi telah usai,kini saatnya dia memulai kehidupan yang baru, saatnya dunia membuka diri, kini kazumi harus menjelajahi dunia yang sudah terbuka ini

Lamunan Kazumi seketika terpecah, ketika dia melihat didepannya ada sesosok mahkluk besar, sedang memangsa seorang pria, mahkluk itu tampak sedang menggerogoti badan pria tersebut, pria itu hanya bisa meneriakan suara penderitaan yang memekakan telinga kazumi, kazumi benar benar tidak bisa bergerak, tubuhnya kaku, detak jantungnya sudah tidak karuan, tetapi disisi lain ia sangat ingin membantu pria itu, tetapi dia sadar bahwa dia benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa disituasi ini.

Tubuh Kazumi seakan tidak mau bergerak, jantungnya berdebar-debar, keringat mulai membasahi tubuhnya, seakan dihujani rasa takut yang tak tertahankan, tetapi entah kenapa, tanpa sadari dia mulai berteriak.

"Hoi mahkluk aneh, kemari kau." Ucap kazumi dengan maksud menarik perhatiannya, agar tidak memangsa pria tersebut.

Kazumi seakan mengalami sakit perut yang luar biasa ketika mahluk itu menoleh kearahnya, dengan tatapan tanpa perasaan, mahkluk itu pun perlahan mendekati Kazumi, hal yang bisa dirasakan kazumi hanyalah aura kematian, mahkluk itu pun sedikit demi sedikit mulai bergerak dengan cepat mendekati kazumi, semakin cepat, dan mahkluk itu tiba dihadapan Kazumi, kemudian mahkluk itu mengayunkan cakarnya.

"Celaka, matilah aku." Ucap Kazumi dengan nada lemas

BRUAAAK

Tiba-tiba mahkluk itu terlempar dengan sangat kuat, dan terlihat ada seorang pria memakai kaos oblong, memakai celana jeans hitam dengan sepatu sport, rambutnya hitam jabrik keatas, tingginya sekitar 182cm, warna kulitnya putih kekuningan, dan matanya berwarna coklat.

Kazumi melihat pria itu menendang mahkluk tersebut dengan sangat kuat, Kazumi benar-benar kaget, karena dia tidak menyadari kedatangan pria misterius tersebut, tiba-tiba saja dia datang dan menendang, gerakannya sangat cepat, benar benar tidak normal, kini pikiran Kazumi benar-benar kacau.

"Hemm, kurasa aku terlalu meremehkannmu Monster Pemakan, kau benar-benar sudah menyusahkan daerah machida, aku harus mengusirmu." Ucap pria tersebut.

Tak lama setelah pria tersebut berbicara, dia langsung mengambil kuda-kuda.

"API PHOENIX, AMARAH SURGA !!" Teriak pria itu, dan terlihat seluruh tubuhnya mengeluarkan api, dan api tersebut dikumpulkannya ke udara sehingga membentuk sebuah bola api raksasa, kemudian dilempar kearah monster tersebut.

DUARRR.

Bola api itu meledak seketika saat mengenai mahkluk tersebut.

"UARRRGH!!" Erang mahkluk tersebut sambil terbakar.

"Huh, ternyata semudah itu ya, sepertinya skill tadi juga tidak banyak menguras mana." Ucap pria tersebut sambil merapikan rambutnya yang jabrik itu.

Terlihat api membakar hangus mahkluk tersebut tanpa sisa.

"Sepertinya aku datang disaat yang tepat, untung saja kau tadi berteriak, jadinya Mahkluk tersebut berhenti memangsa pria malang itu, kelihatannya dia masih hidup, dia hanya terluka dibagian kaki dan tangan nya, ya bisa dibilang kau menyelamatkannya, baiklah kalau begitu aku akan menyembuhkan pria tersebut." Ujar Pria misterius tersebut.

"Siapa kau?" Kazumi bertanya.

"Oiya, bodohnya aku, harusnya aku memperkenalkan diri terlebih dahulu, namaku Ye-Jun, Panggil saja Jun, aku adalah seorang Pengguna Mana." Jawab Jun sambil berjalan kearah pria yang diserang monster tadi.

"Pengguna Mana ? Apa itu?" Tanya Kazumi

"Eh, kukira kau akan memberitau namamu setelah aku memberitau namaku, hem, bagaimana menjelaskannya ya, intinya Pengguna Mana adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk memperkuat dirinya dengan memanfaatkan Mana, Mana sendiri adalah bagian dari jiwa mahkluk hidup yang bisa digunakan sebagai kekuatan tambahan, ya simple nya seperti itu, ngomong-ngomong, namamu siapasih ?" Ucap Jun sambil menyembuhkan pria terluka tadi, bisa terlihat jun mengeluarkan api dari tangannya, kemudian dia meletakan tangannya kearah luka pria tersebut, dan seketika api itu menyambar ke lukanya, lalu lukanya pun mulai menghilang, dan pria tersebut sudah sembuh dan pulih kembali, walau dia masih pingsan karena shock.

"Bagaimana bisa? Padahal kaki sebelah kirinya telah putus, dan tangannya benar-benar hancur." Ucap kazumi kebingungan.

"Itu adalah Api penyembuhan milikku, aku bisa menyembuhkan luka dengan sangat mudah. Kalau begitu aku akan membawa orang ini ke tempat yang lebih aman." Jawab Jun sambil beridiri kemudian memopang bahu pria tersebut.

"Namaku Hitori Kazumi, Jun, bisakah aku melakukan hal sepertimu ?" Tanya Kazumi.

"Bukan masalah bisa, apakah kau mampu ?" Tanya balik jun sambil sedikit tersenyum.

"Ah memangnya kenapa?" Ucap Kazumi.

"Hahaha menarik juga, kalau begitu maukah kau ikut denganku? Kebetulan aku ingin pergi ke tempat itu." Ujar Jun sambil berjalan

"Ke tempat itu ? dimana ?" Tanya balik Kazumi.

"Sudah Ikut saja." Jawab jun sambil berjalan memopang pria tersebut.

Next chapter