1 Chapter 1, Awal Mula.

Aku Yuzuru Kurosaki merupakan seorang wanita kantoran biasa, tetapi sekarang sepertinya aku sedang berada di situasi yang membingungkan karena tiba-tiba aku terbangun di sebuah tempat yang sangat gelap dan terasa hampa. Aku mencoba mengingat apa yang sebelumnya terjadi sebelum aku terjebak di tempat yang aneh ini, namun seberapa keraspun aku mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya, aku masih tidak dapat mengingat apapun.

Aku mulai berjalan secara acak kedepan karena aku tidak bisa melihat apa-apa di tempat yang sangat gelap ini. Tidak lama kemudian, aku melihat sebuah cahaya di depan, tanpa berlama-lama aku pun segera bergegas menghampirinya. Sungguh terkejutnya aku karena yang kutemukan adalah sebuah televisi, aku bertanya-tanya mengapa ada televisi disini.

Dipenuhi rasa penasaran aku pun menyalakan televisi tersebut tanpa ragu dan khawatir sedikitpun mengenai apa yang terjadi jika TV itu kunyalakan. Tiba-tiba televisi itu menampilkan sebuah video yang memperlihatkan diriku saat sedang berjalan pulang dari pekerjaanku di suatu jalan yang memang sering aku lewati. Diawal video tidak terjadi apa-apa dan hanya menampilkan video tentang diriku yang pulang dari pekerjaan seperti biasanya. Tapi tunggu, kenapa aku bisa di dalam video ini?

Disaat aku kebingungan karena video aneh tersebut, tiba-tiba scene berpindah dimana aku mendengar sebuah suara keras. Akupun berlari menuju suara tersebut, dan setelah aku sampai ke suara tersebut aku melihat banyak orang dengan setelan jas sedang baku tembak di sebuah lahan kosong. Karena panik aku pun lari dari area tersebut dan setelah itu terlihat aku tertabrak oleh sebuah bis yang sedang melaju kencang.

"Ah begitu toh, rupanya aku mati tertabrak bus saat mencoba lari dari tempat terjadi nya baku tembak itu."

Aku berbicara sambil memukul telapak tanganku dan berusaha untuk bersikap tenang walaupun aku mengetahui jika diriku sudah mati.

"Sepertinya kamu sudah melihat rekaman Kematianmu ya?"

Tiba-tiba sebuah suara feminim bergema di sekitar ku. Itu cukup membuat ku terkejut tapi aku tetap bersikap tenang dan mulai merespon suara tersebut.

"Siapa kamu?"

"Aku? aku adalah administrator yang mengurus banyak dunia. "

Aku mendengar suara tersebut tapi jawabannya tidak bisa kupahami sama sekali. Lagipula apa yang ia maksud dengan administrator?

"Lebih mudah nya, anggap saja aku adalah seorang Dewi yang menciptakan kalian semua. "

"Huh?"

"Ah, aku lupa memberitahumu jika aku juga bisa membaca pikiranmu. "

Suara tersebut menjelaskan jika dia bisa mengetahui semua yang aku pikirkan, sepertinya aku tidak bisa bertindak arogan lebih dari ini.

"Keputusan yang bijak. "

Suara itu merespon apa yang ada dipikiran ku sebelumnya.

"Dasar mesum."

"Tidak sopan ya!"

Aku secara sengaja menghinanya karena tindakannya yang membaca pikiranku, sepertinya dia bisa marah juga ya, hehe.

"Lupakan itu, seperti yang sudah kau ketahui bahwa dirimu di dunia sebelumnya telah meninggal karena kecelakaan. Tetapi karena terjadi suatubkesalahan pada jiwa mu, aku tidak bisa membawamu pergi melewati alam ini karena jika aku melakukan itu Dunia dan Alam setelah kematian akan mengalami suatu gangguan yang menyebalkan."

Suara yang mengaku Dewi itu menjelaskan hal yang tak dapat ku mengerti sama sekali. Jiwa yang terjadi kesalahan? bahkan sistem error juga dapat terjadi disini ya.

"Hehh.."

"Huh.. Sepertinya kau tak tertarik dengan penjelasanku ya.. tapi bersyukurlah! kau akan ku pindahkan ke dunia Fantasy dimana dunia tersebut masih menggunakan Panah dan Pedang. Kau akan ku pindahkan ke benua Azamas dimana pada Benua tersebut terdapat 8 Negara, untuk sekarang pada benua tersebut masih terjadi konflik antar ras manusia yaitu Ras Avannes, Gardant, dan The Mixed. Jadi kuharap kau juga bisa menghentikan konflik tersebut."

Dewi tukang ngintip itu-

"Tidak sopan!"

Dewi itu menjelaskan jika aku akan di pindahkan ke dunia fantasi, bukankah ini hampir sama seperti di Novel Ringan yang pernah ku baca? aku tidak menyangka hal seperti ini akan terjadi padaku.

"Jadi-"

"Oke, persiapannya sudah siap semoga kehidupan barumu menyenangkan."

"Oy, aku belum-"

Sepertinya Dewi itu tidak mau mendengarkanku, dan dengan seenaknya mulai melempar ku dari wilayah gelap sebelumnya ke sebuah cahaya di depanku. Aku merasa seolah sedang terbang di langit dan secara mengejutkan ini membuatku agak nikmat [nikmat? (˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵). Jika dipikir-pikir kembali, aku tidak pernah menyangka akan mati di umur yang muda dan belum menikah, ya semoga saja orang tua ku tetap tegar karena kematianku. Aku pun mulai menangis karena semua kejadian yang menimpaku ini.

Setelah sekian lama aku seolah terjun dari langit yang tinggi, tiba-tiba aku berada di sebuah ruangan besar dan di penuhi oleh banyak orang yang sedang menatap kearahku.

"Dengan ini tanggal 6 bulan 5 tahun 1041 dalam kalender Avillion, anda dinobatkan menjadi Ratu dari Kerajaan Avillion Raya. "

"Panjang umur Tahtanya!"

"Panjang umur Tahtanya!"

Seseorang dengan penampilan seperti seorang paus didepanku mengucapkan suatu hal yang tidak aku mengerti dengan keras sambil meletakkan sesuatu seperti mahkota dikepalaku, dan tak lama kemudian semua orang di ruangan juga bertindak tentang hal yang tidak ku mengerti. Sepertinya Dewi tukang ngintip tadi lagi-lagi membawaku ke sebuah situasi yang sulit kembali.

Next chapter