8 7. Kebaperan yang Sempurna

Hari ini ada meeting departemen Ristek di Ruang Sekre BEMT. Aku pun bergegas ke gedung sekre untuk menyiapkan dokumen untuk rapat. Kali ini aku membantu Izha yang tak bisa hadir untuk menyiapkan dokumen untuk bahan rapat hari ini.

Nasib jadi cewek, udah tahu ini departemen yang satu ceweknya sibuk parah, yang satu lagi yang kaya aku ya yang banyak nganggurnya, otomatis tugas sekretaris sering dilimpahin ke aku deh gara- gara Izha sering ada kesibukan lain dan tidak memprioritaskan BEM dahulu.

Aku pun berjalan cepat menuju ke Gedung Sekre yang jaraknya jauh banget dari parkiran motor ke gedung sekre tersebut. Mungkin lebih dari 500 meter.

Aku pun tiba, namun aku harus naik 2 lantai lagi untuk mencapai ruang sekre BEMT. Perjuangan yang panjang kan?

Akhirnya tiba juga.

Masuklah aku. "Assalamualaykum."

"Wa alaykum salam."

Tepat sekali ada kakak Koordinator Depatemenku, Kak Dean sudah hadir, lalu ada juga Kak Iqbal, Koordinator Departement Kesekretariatan disini. Mereka berdua sedang asyik main PS di layar LCD.

"Kamu udah siapin bahan meeting hari ini Nya?" tanya Kak Dean.

"Sip, ini baru mau!" Aku pun menyengir.

Aku duduk dan membuka laptopku. Aku memastikan lagi tulisan proposalku.

Tiba- tiba Kak Iqbal bertanya. "Nya, punya drakor apa?"

"Lah, Kak Iqbal nonton drakor?" Aku sontak terkejut.

"Jangan salah Nya, Si Iqbal ini muka sangar, hati hello kitty. Koleksi drakornya banyak di Hardisknya!"

"Ada banyak sih Kak..."

"Bagi dong yang baru- baru!" ujar Kak Iqbal sembari masih tetap memencet stick Psnya dan menghadap layar monitor.

"Iya, boleh Kak! Aku aja download di kampus biasanya!"

"Gue juga tapi lagi mau minta aja, lagi males download."

"Ok Kak... Aku bawa HD external aku kok, ada folder drakor di luar, tinggal pilih aja mau yang mana!" ujarku.

Batinku. Gila ga nyangka, Kak Iqbal bisa- bisanya ya nonton drakor juga. Kirain yang tampang preman kaya Kak Iqbal, tontonannya bakal film action, tahunya... Aigoo... keluar deh bacotan Korea gue...

Aku pun menaruh laptopku karena sudah pegal aku pangku.

Aku beranjak ke rak nakas BEMT.

Isinya macam-macam, ada banyak buku kuliah deh pokoknya. Ga tahu punya siapa aja.

Lalu ada satu buku yang menarik perhatianku.

Jadi Buku itu dinamakan Buku Kramat karena Buku itu berisi curatan para pengurus BEMT. Apapun itu, bisa curhat di buku Kramat dan setiap tahunnya pasti ada, jadi setiap priode pasti akan dibuat buku baru.

Buku Kramat ini sudah ada dari tahun 2001, jadi total sudah ada 12 buku. Aku pun mengambil buku kramat di tahun ini alias priode kepengurusan BEMT yang sekarang.

Ternyata walau belum ada sebulan beroperasi kepengurusan ini, yang menulis di buku kramat sudah banyak sekali.

Aku hanya geleng- geleng melihat aneka curhatan. Banyak yang anonim dan tak tahu ditujukan untuk siapa. Ini semacam Buku diary sih jatuhnya.

Dari curhat pelajaran, teman, hingga percintaan.

Batinku. Jadi mau nulis juga, tapi mau nulis apa?

Aku pun menutup buku kramat itu.

Lain kali aja deh kalo ada ide curhat, baru aku nulis di buku itu.

Aku hanya cekikikan sendiri.

Tiba- tiba ada orang lain yang datang ke sekre BEMT ini.

"Assalamualaikum!"

"Wa alaykum salam!" jawabku dan juga Kakak- Kakak yang lain.

Aku terkejut dong, siapa coba yang dateng?

Iya, Dia, Dia... JP, JP yang datang.

Aku pun langung menutup buku kramat itu dna mengembalikannya ke rak.

JP tidak sendiri, Dia datang dengan teman satu departemennya di Kamsis yang bernama Randy.

"Dean, Bal, kalian ngePES ya... gantian ya ama gue!" ujarnya sembari duduk mendempet ke Kak Iqbal dan Kak Dean.

"Ah Ran, pulang lu! Pulang!" bentak Kak Iqbal.

"Ah..." Randy mau berbuat rusuh mengganggu Kak Dean dan Kak Iqbal bermain PS.

Berbeda dengan JP, Ia hanya duduk anteng saja sembari membuka laptopnya.

Dia duduk di sebelahku yang sedang memangku laptop juga.

Aduh... JP ngapain sih duduk di sebelah aku? Kamu mau jantungku tiba- tiba berhenti berdetak? Atau jangan- jangan kamu mau mengecek seberapa cepat detak jantungku saat aku ada di dekatmu? Sumpah jangan disini dong Jep!

Aku pun ingin geser tapi, sudah terlanjur posisi enak, apalagi aku pakai rok ketat yang tidak leluasa untuk duduk di lantai begini.

Aku tidak berani sama sekali menyapa JP. Namun Ia hanya melihatku sebentar semabri tersenyum dan sibuk lagi dengan laptopnya. Aku hanya membalas senyumnya dengan senyum kecil.

Ya sudahlah, aku pasrah saja duduk di sebelah JP.

JP sepertinya bosan. Maka Ia pun menutup laptopnya begitu saja.

Batinku. Alhamdulillah... Dia mau pergi.

Aku kira dia mau kemana, ternyata Dia mengambil gitar yang digantung di belakang lemari.

Dia pun kembali duduk di tempat semula.

Kak Iqbak menyeletuk. "Jep, itu ada undangan party di Sushine Night club dari Himpunan Elektro, lo yang biasnya dateng acara begini kan?"

"Yoi... Gue ama Jepe lah yang dateng!" Ini malah bukan JP yang menyahut melainkan Randy.

"Iya pas buat dua orang undangannya!" ujar Kak Iqbal.

Batinku. Tuh kan, acara- acara diskotik- diskotik gitu mesti JP yang dateng... udahlah Vanya, lewatin aja... cari yang sholeh aja... Ih sok tahu lo Vanya, emang kenapa kalo JP ke klub malem? Emangnya udah pasti dia minum kalo kesana? Kan ga juga...

Aku pun dibuat pusing oleh pikiranku sendiri. Sudah- sudah, intinya aku tidak boleh menjudge JP sembarangan.

Jepe pun mulai menggonjreng gitar yang dipegangnya.

Dan Ia pun mulai bernyanyi sebuah lagu yang seketika membuatku deg...

Mengejar dirimu

Takkan ada habisnya

Membuat diriku menggila

Bila hati ini

Menjatuhkan pilihan

Apapun akan kulewati

Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click www.webnovel.com/book/teruntuk-kamu-yang-pernah-jadi-bucin_16681966406932605/7.-kebaperan-yang-sempurna_45007992634012171 for visiting.

Hari ini sayang

Sangat penting bagiku

Kau jawaban yang aku cari

Kisah hari ini kan kubagi denganmu

Dengarlah sayang kali ini

Permintaanku padamu

Dan dengarlah sayangku

Aku mohon kau menikah denganku

(Kisah Romatis, Glenn Fredly)

Berhenti di lirik ini. Gimana kehaluanku tak menjadi- jadi... Bisa dibayangkan ada seorang cowok, kebetulan aku mulai suka dengan dia. Terus dengan randomnya Dia duduk di sebelahku, ambil gitar dan nyanyi lagu seakan- akan mau ngelamar cewek yang duduk di sebelahnya dengan nyannyiin lagu ini. Aku tentu ada di level kebaperan yang sempurna saat Jepe menyanyikan lagu ini di sebelahku.

Aku melihat di sekeliling, tidak ada lagi ceek selain aku di ruangan ini. OMG, aku baper, gimana ini...

Ya hiduplah denganku

Berbagi kisah hidup berdua

Huu hu u

Cincin ini sayang

Terukirkan namamu

Begitu juga di hatiku.

Hujan warna-warni

Kata orang tak mungkin

Namun itu mungkin bagiku

Sebuah tanda cintaku.

Dan dengarlah sayangku

Aku mohon kau menikah denganku

Batinku. Iya JP, aku terima kok.... terima... Kamu udah membuatku baper- bapernya dengan menyanyikan lagu ini di sampingku. Aku pun baru pertama kali mendengar JP bernyayi, wakau suaranya tak semerdu itu namun tetap masih enak didengar dengan suaranya yang serak- serak basah.

Aku sudah fix baper gara- gara JP bernyanyi lagu ini.

**

Next chapter