11 10. Punguk Merindukan Bulan

Kali ini ada acara BEMT yaitu kami akan melakukan sesi pemotretan kami baik foto bareng- bareng seluruh pengurus BEMT maupun hanya foto per departemen. Foto ini tentu tujuannya adalah sebagai dokumentasi BEMT angkatan periode ini dan akan dipajang di web BEMT ITNB tentunya.

Departemenku akan mengambil tema foto serius ala orang pekerja kantoran sehingga kami pun hanya memakai pakaian formal saja kalau begitu.

Aku memakai kerudung abu- abu yang dipakai dengan rapi seperti biasa, dengan dress hitam panjang sebagai dalaman dan dengan memakai blazer biru pastel sebagai luaran.

Aku sepertinya ingin mencoba memakai wedges kali ini, sekali- sekali kurasa tak apa berpenampilan feminin, toh ini kan event spesial juga.

Aku pun sudah tiba di sekre. Aku harus memaksa berjalan cepat dengan wedgesku ini.

Keisha hanya berdandan rapi menggunakan blouse panjang ungu dengan bawahan jeans abu- abu, rambutnya dibiarkan saja tergerai rapi.

Keisha simple aja cantik. Aku membatin.

Kami tak lupa membawa jaket BEMT kami untuk dresscode foto BEMT.

Aku pun pergi naik mobilnya Kak Dean dari kampus menuju tempat foto yaitu sebuah studio foto yang ada di daerah Braga, tepatnya bernama Papper Photograph.

Akhirnya kami pun tiba di studio foto yang jaraknya sekitar 10 km dari kampusku.

Begitu turun dari mobil, Aku melihat teman- teman cowokku sedang sibuk.

Salah satu yang kulihat siapa lagi kalau bukan JP.

"Jep, bawain ini ya..."

Ia mengenakan jaket army BEMT sebagai luaran dengan kemeja kota- kota biru hitam sebagai dalaman, lalu dipadankan dengan bawahannya adalah celana jeans belelnya yang sobek- sobek.

Rambutnya kali ini sedikit lebih rapi, namun tetap tak bisa dibilang rapi banget.

Lalu tak lama JP selesai mengangkat barang- barang. Ia berpapasan tepat di depanku.

"Jep..."

"Eh, Vanya..." Matanya nampak tak biasa menyapaku. Ia memancarkan senyumnya yang manis kepadaku.

Iya, aku langsung klepek- klepek, sederhana sekali membuatku klepek- klepek.

Akhirnya JP pun berlalu, entah perasaanku akan berlalu dengan segera juga atau tidak.

Akhirnya kami pun mulai berbaris untuk difoto satu departemen

Kami pun mengikuti arahan sang pengarah gaya dan sang fotografer.

Jepretan demi jepretan foto, dari yang formal sampai yang gokil, kami ikuti semuanya.

Aku ada di barisan kedua dari bawah bersama para cewek- cewek yang tingginya tak jauh beda denganku. Sedangkan barisan cewek depanku, umumnya yang tinggi- tinggi, karena mereka berlutut saja. Keisha dan Ayu yang memang tinggi pun berlutut di depanku.

Sedangkan cowok- cowok berbaris di atas kami, naik panggung satu level di atas kami, umumnya yang di atas kami yang merupakan cowok- coeok perpostur tinggi- tinggi. Lalu barisan paling belakang, atau barisan keempat diisi cowok- cowo yang tingginya sedang- sedang saja. JP tentu ada di barisan di belakangku namun barisannya jauh kok dari aku.

Akhirnya pemotretan se BEMT ini pun selesai.

Sekarang waktunya foto per departemen. Departemenku sudah memutuskan berfoto di sebuah cafe mewah di Braga.

Tiba- tiba Kak Dryan ingin pamit. Ia adalah Koor dari Departement Kamsis. "Semua, Departemen gue pamit ya... Departemen gue ga ikut foto Departemen hari ini!"

Ternyata Departemen Kamsis tidak bisa melakukan sesi pemotretan kali ini karena ada urusan lain. Selain itu, JP ternyata juga ada urusanq penting.

Maka mereka pun pulang duluan.

Aku pun melihat JP pergi.

Batinku. Dada JP!

**

Akhirnya kami pun pulang dari Braga menuju ke kampus lagi.

"Kita nanti ada acara inagurasi party anak- anak yang baru lulus Ospek ya..." ujar Kak Dean.

Oh iya, aku lupa... hari ini, tepatnya malam ini adalah malam pesta inagurasi tanda selesainya ospek fakultas adik kelasku.

Aku tak terlalu mengikuti perkembangan ospek mereka juga sih. Sebagai pengurus BEMT, tentu kami harus datang ke acara inagurasi party tersebut.

Aku sebenarnya agak malas datang ke acara party seperti itu. Sudah jelas sekali konsepnya party, namun aku tetap harus datang ke acara tersebut. Kulihat pamfletnya jika temanya adalah vintage party, lalu bintang tamunya ada Mocca.

Acara ini murni disusun oleh para Maba yang baru lulus Osfak sebagai tanda kebebasan mereka dari Ospek.

Akhirnya kami pun tiba di kampus lagi.

Pesta inagurasi ini diadakan di Gedung Convention Center yang ada di kampusku yang dinamakan Leuwi Convention Center atau disebut LCC. Ini merupakan Gedung Serbaguna yang bisa digunakan untuk acara apapun dari wisuda, seminar, sampai ada yang menyewa sebagai gedung pernikahan.

Gedungnya cukup megah dan arsitekturnya juga sangat bagus.

Aku pun melihat para panitia acara, mereka mengenakan dresscode dengan rok mocca di atas lutut dan atasan kemeja brokat broke white berlengan panjang. Mereka juga berdandan cantik. Yang cowok memakai kemeja putih dilengkapi suspender dan celana bawahannya adalah celana bahan hitam dilengkapi dasi kupu- kupu.

Aku pun masuk ke LCC bersama anak dpartemen Ristek yang lain.

Ternyata ada Keisha di belakangku. Lalu ada juga Ayu.

"Ay, Kei..." sapaku.

"Iya Nya!" sapa balik Ayu.

"Yuk duduk bareng ya di dalem!" ujar Keisha.

"Kayanya udah ga dapet tempat duduk deh Kei!" ujar Ayu.

Aku melihat trio cantik anak departemen kamsis, siapa lagi kalau bukan Bella, Helen, dan Gisca.

Mereka danan all out, sudah aslinya cantik, setelah dandan jadi makin cantik.

"Kamu mah enak masih cantik pake baju begini, Nya!" celetuk Ayu.

"Biasa aja ah!" ujarku merendah.

Kami pun menimati musik yan disajikan di acara party ini.

Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click www.webnovel.com/book/teruntuk-kamu-yang-pernah-jadi-bucin_16681966406932605/10.-punguk-merindukan-bulan_45518001763573785 for visiting.

Lalu setelah beberapa performance band, ada satu band yang mencuri perhatianku.

Siapa lagi kalau bukan persembahan dari Band Jazz ITNB. Ini baru pertama kalinya kau memperhatikan Band jazz ITNB. Dan yang aku membuat fokus adalah personilnya, dua diantaranya adalah rang yang aku kenal. Zaky, teman kelasku adalah pemain gitarnya. Ia cukup tampan dan berkarisma di atas panggung dengan kemeja putih polos dan celana jeans dongker.

Lalu yang membuatku terpana adalah siapa lagi kalau bukan sang pemain keyboard, yaitu tak lain dn tak bukan adalah JP.

JP juga sangat tampan dengan kemenja kotak- kotak merak hitam, dipadu celana jeans belelnya.

Mereka membawakan lagu- lagu dengan iringan nada jazz tentunya. Aku tentu terhipnotis mendengarnya.

Mereka pun akhirnya selesai membawakan lagu di sesi mereka.

Tampak Ayu dan Keisha juga tak kalah terhipnots dengan penampilan jazz ITNB.

Batinku Ini aku normalkan suka nontonin JP? Emang dia seberkarisma itu jadi membuat aku kelepek- kelepek kaya gini.

Ya sudahlah aku mau berputar saja mencari minum dan makan. Aku sendiri saja.

Lalu aku pun sibuk mengantri ambil minuman. Aku mengambil segelas es jeruk dan mengambil sepotong kue. Lalu aku berjalan ke ujung.

Disitu aku bertemu JP dna juga Zaky,lalu ada juga Rana.

"Eh, Vanya..." sapa Zaky.

Rasanya aku mau membalik badan saja menghindar dari kerumunan mereka. Tapi Zaky sudah terlanjur menyapa.

"Halo Zaky..." balasku.

"Van, sama siapa?" tanya Rana.

"Sama Ayu dan Kei."

Aku tak bisa berhenti menatap Jp. Ia tamabah tampan ternyata setelah aku melihatnya lebih dekat.

Lalu tiba- tiba ada grombolan panitia adik kelas.

"Kak Galang, boleh minta foto bareng?"

Ternyata sekumpulan adik kelasku itu ingin minta foto dengan JP.

Aku pun sontak memilih menyingkir saja melihat JP dikerumuni cewek- cewek.

Batinku. Bangun Vanya... Tuh fansnya JP banyaknya kaya apa! Mana cantik cantik semua... kamu mah apa Nya! Kamu mah Punguk merindukan bulan, Nya!

**

Next chapter