1 Gadis Berjilbab

Polusi udara semakin meningkat setiap harinya. kerumunan orang berjalan melewati zebra cross ketika lampu merah. bunyi klakson mobil yang terdengar saat macet sudah menjadi lagu bagi Ruby. setiap harinya dia selalu melewati jalan yang sama untuk sampai ke tempat kerjanya. Dia lebih senang berjalan kaki meski dia mendapatkan fasilitas mobil dari kantor tempat ia bekerja.

Seperti hari-hari sebelumnya, ia berjalan keluar dari rumahnya lalu menuju jembatan penyebrangan agar ia bisa ke sisi seberang jalan. lokasi kantornya cukup dekat karena sejak awal ia memang memutuskan untuk bekerja di kantor tersebut ia sudah membeli rumah di kompleks perumahan terdekat dengan kantor itu.

Ia berjalan menyusuri jalan yang biasanya dia lewati. tiba-tiba seorang perempuan berjilbab menghampirinya dan memberikan sebuah selembaran. Ia hanya terdiam mendengarkan penjelasan gadis itu.

"maaf nona, telah menghalangi perjalananmu" kata gadis itu

"tentu, aku masih punya waktu untuk mendengarkanmu" jawab Ruby

"saya ingin mengajak anda untuk ikut kegiatan bersama saya" ungkap gadis itu

"kegiatan apakah itu" tanya Ruby bingung

"kegiatan belajar kelompok bersama teman-teman sesama perempuan" jawab gadis itu

"seperti kajian atau semacamnya ?" tanya Ruby

"yah seperti itu" jawab gadis itu

"aku mungkin tidak punya waktu untuk hal itu, aku berangkat pukul 07.00 pagi dan pulang ketika jam kerja pulang" kata Ruby menolak

"kami bisa menyesuaikan jika nona ingin bergabung" kata gadis itu

"nanti saya pertimbangkan, saya harus segera berangkat agar tidak terlambat" kata Ruby seraya meninggalkan gadis berjilbab itu.

Dia berjalan terus sambil membaca brosur pemberian gadis tadi. Sudah lama dia tidak di ajak untuk mengikuti acara-acara seperti itu. terakhir kalinya dia ikut mungkin ketika dia di Kampus. Dia juga sering diajak oleh ibunya untuk ikut pengajian kompleks tapi ia tidak pernah sempat dan terlalu sibuk di kantor.

"Selamat pagi Bu" sapa bawahan Ruby

"Selamat pagi" jawab Ruby

Ruby langsung masuk ke ruang kerjanya dan mulai rutinitasnya seperti biasa. Ia adalah kepala manager bagian pemasaran. dilihat dari usianya ia terbilang cukup muda untuk mengepalai satu divisi tapi berbeda dari yang lainnya ia memang memiliki kompetensi dan integritas yang memadai untuk menempati posisi tersebut.

Next chapter