1 Awal

Ini adalah awal yang baru untuk Bella.

Menerima lamaran laki laki yang selama ini menjadi sahabat baiknya adalah keputusan besar bagi Bella.

Rendi, Bella dan Fanya adalah sahabat baik sejak masih kecil. Mereka sudah seperti keluarga, tapi di balik persahabatan itu ternyata Rendi menyimpan perasaan kepada Bella.

Di mata Rendi, Bella adalah wanita yang baik, cantik dan periang. Selain itu Rendi juga tahu jika Bella memang sering berganti-ganti pasangan tapi dia tidak mempermasalahkan hal itu dan tidak mengubah perasaannya kepada Bella.

Sementara itu Fanya dimata rendi adalah wanita yang baik, polos dan pendiam.

Meski awalnya ragu tapi Rendi memberanikan diri untuk menyatakan cintanya kepada Bella. Meski dia tahu ini bukan waktu yang tepat, tapi ini adalah kesempatan.

Ini bukan perkara tepat atau tidak, tapi ini adalah kesempatan. mungkin jika dia tidak menyatakan cintanya sekarang, dia akan kehilangan kesempatan itu selamanya.

Dia tahu jika Bella baru putus dari Feri, mungkin baru dua hari yang lalu. Tapi keputusannya sudah bulat.

Kebetulan hari ini adalah malam minggu, Rendi, Bella dan Fanya sudah janjian untuk pergi ke acara reuni SMA pukul 19.00 WIB.

Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Sebelum berangkat menjemput kedua sabahatnya, dia mampir ke salah satu toko perhiasan untuk membeli cincin.

Cincin yang sederhana tapi cantik. setelah selesai membeli cincin Rendi segera menuju rumah Bella dan Fanya.

"Bel cepet siap-siap, itu Rendi udah sampai" tegur Fanya

"iya, iya ini udah kelar" lalu Bella menghampiri Fanya yang duduk di atas kasur dan mereka berjalan ke depan menemui Rendi.

Hari ini Fanya memakai dres selutut warna biru, dia terlihat sangat cantik. Sementara bella menggunakan dres panjang berwarna pink dengan belahan bagian depan setinggi lutut, membuat kakinya yang panjang telihat sangat cantik. Dan tebakan rendi tepat, bella menggunakan baju warna Pink sehingga dia juga memakai kemeja berwarna pink.

"heh malah bengong, ayuk berangkat." ajak bella

Rendi yang tadi sempat terdiam karena terpukau dengan kencantikan bella langsung tersenyum dan berjalan menuju mobil.

Seperti biasa Bella yang selalu duduk di depan bersama Rendi, sementara Fanya duduk di bangku belkang.

"kalian cantik sekali malam ini" puji rendi kepada kedua sahabatnya

"ahh bisa aja nih kamu" Fanya malu-malu menanggapi pujian rendi

"lahh, kamu pikir biasanya aku jelek?" sementara Bella santai menjawab

"yaaa gak gitu, tapi lebih cantik dari biasanya gitu maksudku" tegas Rendi.

Tidak lama kemudian mereka sampai di depan salah satu hotel bintang 5 tempat diadakannya reuni tersebut.

sebelum turun dari mobil mereka bertiga merapikan diri terlebih dahulu. lalu rendiri berbicara "Bel, kamu kelihatan baik-baik aja?"

"maksudmu? emangnya kenapa aku gak baik-baik aja?" jawab bella

"ya kan kamu baru putus dari feri dua hari yang lalu, kamu gak sedih? gak galau gitu"

Bella tertawa lalu menoleh ke Rendi "Ren, hidup itu sekali. kalau cuma putus cinta bikin sedih behari-hari, mati aja lah" lalu dia tertawa lagi

"dan lagian, aku masih punya kalian, itu lebih dari cukup untukku, kalian selalu bisa membuat aku bahagia" tambah Bella menoleh kepada kedua sahabatnya.

mereka bertiga tertawa dan kemudian kelaur dari mobil. "untung saja" batin rendi.

memasuki ballrom, semua menyambut kedatangan mereka bertiga dengan hangat. ya, karena memang mereka terkenal sebagai anak yang baik dan pintar, itu sebabnya mereka mempunyai banyak teman dan selalu di ingat oleh teman-teman mereka.

Acara berlangsung dengan meriah, mereka bertiga berpencar sembari bergabung dengan teman-teman yang lain. bella asik ngobrol dnegan teman-teman sekelasnya sementara rendi asik ngobrol dengan team sepakbolanya dan fanya berkumpul dengan mantan anggota osis yang lain.

Sekitar pukul 21.30 acara sudah selesai, sudah banyak yang pulang kemudian Rendi menghampiri Fanya yang sedang menunggu bella di kamar mandi.

"bella mana?" Rendi membuat Fanya kaget

"hah? Bella di kamar mandi" lalu dia memlihat rendi yang duduk di sampingnya sambil tersenyum

"ngapain senyum senyum? ganteng ya aku?" rendi menggoda Fanya

"ihhh apaan sih, PD sekali kamu" Fanya mencubit lengan rendi

rendi ketawa dan melanjutkan pertanyaannya "serius nih, aku ganteng gak hari ini?"

"ehmmm, kamu tidap hari juga gitu" jawab fanya

fanya dan rendi yang asik ngobrol tidak menyadari kedatangan bella.

"kalian ngomongin apa si? aku berdiri disini dari tadi di cuekin." Bella protes pada dua sahabatnya

"ehh kamu udah selesai, yaudah pulang yuk" ajak Fanya

"Bentar aku ke kamar mandi dulu, kalian jalan dulu ke mobil" kata Rendi

Kemudian Rendi pergi ke kamar mandi, sementara Fanya dan Bella berjalan ke mobil.

"Bel, kamu janjian sama rendi pakek baju samaan?' tanya fanya

"yaampun nyaa, ya enggak lah, ngapain aku janjian sama dia?

"ohh kirain kalian janjian, kok gak ngajakin aku"

"enggak fanya, bener deh, tapi ngomong-ngomong kalian tadi ngomongin apa sih kok seru banget?'

"enggak ngomongin apa-apa sih, rendi aja tadi lagi ke PD an, muji-muji diri sendiri gitu"

"tapi emang tadi rendi ganteng sih, ya gak" bella bertanya ek fanya

"iya juga sih"

"Btw nanti kamu jadi tidur di rumahku kan Nya?"

"Liat ntar deh, bundaku lagi kurang enak badan dari kemarin"

"yahhh Fanya, kan katanya ada yang mau kamu ceritain ke aku."

"iya emang, kamu sih dari kemarin sibuk terus, makanya gak ada waktu dengerin cerita aku."

belum selesai pembicaraan Bella dan Fanya, tiba-tiba ponsel Bella berbunyi. Bella kemudian segera mengangkat telepon yang masuk ke ponselnya.

"sayang, kamu pulang jam berapa? jangan malam-malam." suara dari seberang terdengar lembut.

"iya ma, ini aku udah mau pulang, masih nunggu Rendi ke kamar toilet."

"iya, hati-hati di jalan ya, salam untuk Fanya dan Rendi"

"iya ma, aku sampaikan salamnya, da mama. Assalamualaikum"

lalu Bella mematiakn teleponnya.

Rendi yang baru masuk ke mobil terlihat sedikit gugup dan gelisah.

"kamu kenapa ren?" tanya fanya

"gakpapa kok, langsung pulang kan ini."

"iya, udah ayo cepet, aku udah ditunggu mama nih, kamu mau kena omelan mama seperti seperti kemarin" jelas Bella.

Rendi langsung menyalakan mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang.

karena sudah malam, jalanan yang biasanya macet juga sudah mulai sepi. Suasana di dalam mobilpun juga sepi, tidak ada yang berbicara. mungkin karena mereka sudah lelah.

sekitar sepuluh menit kemudian mereka sudah mulai masuki perumahan Bella, dan rendi memulai pembicaraan.

"Bel, ada yang aku mau omongin sebentar bisa?"

"iya Ngomong aja."bela menjawab santai sambil terus memainkan ponselnya sementara Fanya di belakang hanya mendengarkan percakapan mereka.

"sebenarnya, ada hal serius yang harus aku bicarakan."

"iya udah ngomong aja, pakek basa basi segala. mau ngomong apa sih?"

Rendi belum menjawab pertanyaan Bella, mereka sudah tiba di depan rumah Bella. Karena rendi tadi Rendi bilang ada yang mau di bicarakan, ketiganya masih terdiam di dalam mobil, termasuk Fanya, dia juga belum keluar dari Mobil, menunggu apa yang akan di bicarakan oleh rendi.

"Ren, kok malah benging, jadi ngomong gak? kalau gak jadi aku turun nih." protes Bella

"kamu janji jangan marah ya." lanjut rendi

"aduh apasih, ngapain juga aku marah, udah scepet ngomong, atau aku tinggal nih." bella mengancam sambil mencoba membuka pintu mobil.

"ehh, jangan dong. iya iya" lalu rendi mengambil sesuatu dari dalam saku celananya.

Bella dan Fanya masih bingung menatap Rendi.

"Apaan itu ren?" tanya Fanya

"gini ya nyaa, kamu jadi saksinya. malam ini aku ingiin melamar Bella. Bel kamu mau gak jadi istri aku?" Rendi gemetar menucapkan itu sambil memnunjukkan memberikan cincin kepada Bella.

"tunggu tunggu, kamu bercanda?" Bella coba memperjelas

"enggak Bel, aku serius, aku sudah lama suka sama kamu dan aku rasa kita sudah saling mengenal, jadi sudah tidak perlu pacaran lagi. aku ingin kita langsung menikah."

Fanya yang berada di belakang dan menyaksikan semua itu tidak dapat berkata apa-apa. Dia benar-benar tidak menyangka, karena selama ini rendi tidak pernah menunjukkan perasaannya kepada Bella.

Bella masih belum menjawab pertanyaan Rendi, dia benar-benar terkejut. Senang, sedih, aneh perasaannya jadi satu.

"Bel' tegur rendi yang melihat Bella sepertinya shock berat.

"ehh sori, sori." jawab bella berusaha fokus kepada orang yang sedang melamarnya

"kalau kamu belum bisa menjawabnya sekarang, aku akan tunggu sampai kamu siap."

"iya, berikan aku waktu untuk berfikir. gapapa kan?"

Rendi mengangguk "tapi terima cincin ini, jika kamu tidak menerimaku sebagai suamimu, setidaknya kamu adalah sahabat terbaik yang pernah aku miliki" kemudian Rendi memasangkan cincin itu ke jari manis Bella.

Setelah itu bella dan fanya turun dari mobil, keduanya masih sama-sama terdiam.

"Bel aku balik duluan ya." Fanya berpamitan kepada Bella dan berjalan menuju rumahnya, karena memang rumah Fanya dan Bella hanya berjarak tiga rumah.

"loh nyaa, kamu jadi gak tidur di tempatku?"

"lain kali deh Bel."

Apa yang sebenarnya Tuhan rencanakan untuk Bella dan Rendi.

Tuhan seperti sedang memainkan cerita dlam kehidupan mereka.

Next chapter