1 Ada apa dengan Papa?

Kayla,

Maaf jika di hari ulang tahunmu yang ke 15 ini justru papa telah berikan hadiah paling buruk , papa harap suatu saat Papa bisa menjelaskan nya padamu di saat kamu sudah dewasa nanti dan Maafkan Papa, Papa harus pergi.. tolong jaga Mama dan adikmu Dira sampai Papa kembali

- papa-

Secarik surat yang Papa tinggalkan buat aku di atas meja kerja papa sontak membuat aku schock. Bagaimana mungkin Papa tiba-tiba meninggalkan rumah begitu saja? Apa yang telah terjadi? Sementara gosip soal Papa yang buruk dari orang-orang sudah membabi buta. Mereka mengatakan papa ku bukan orang yang baik, dia adalah seorang penjahat, seorang mafia, seorang preman berdarah dingin tetapi aku tetap mempercayai Papa. Aku yakin mereka hanya salah mengenal ayahku dan gosip itu hanya sebuah kebohongan. Selama Papa pergi kondisi Keluarga kita berantakan, Mama sakit keras dan tidak lagi bisa bekerja di kantor. Selama itu juga kondisi keuangan kita hancur. Tidak ada pemasukan. Mama bilang kita sudah bangkrut hanya rumah yang kita tempati satu-satunya harta yang tersisa itupun Mama jual untuk melunasi hutang yang papa tinggalkan pada Om Sean sepupunya.

Berat, aku nyaris tidak percaya dengan semua yang sudah terjadi dalam hidupku? rasanya ini bagai petir di siang bolong. Aku seperti tersesat dalam lembah yang curam dan gelap. Aku juga nyaris frustasi tetapi melihat wajah adiku Dira dan Mama itu membuat aku sadar bahwa aku harus tetap kuat untuk mereka. Untuk meringankan beban Mama aku memutuskan untuk berhenti kuliah dan mulai mencari pekerjaan. Meski dengan Ijazah SMA aku yakin masih ada secuil harapan di kota yang keras ini untuk aku memiliki pekerjaan. Pagi sampe menjelang sore aku mencari pekerjaan dari satu tempat ke tempat lain. Alhamdulillah di minggu ke dua aku mendapat pekerjaan sebagai pengantar bucket bunga. Aku tidak minder bahkan saat bertemu dengan teman-temanku aku tetap tersenyum meski mereka diam-diam mengejek aku sekarang aku tidak perduli yang paling penting buat aku sekarang adalah aku bisa bantu Mama punya penghasilan setidaknya untuk makan kami sehari-hari dan Adiku Dira tetap bisa sekolah.

Sekarang kita hanya tinggal di kontrakan yang tidak begitu luas tetapi jaraknya cukup dekat dengan toko bunga tempat aku bekerja. Setiap hari pukul 06.30 pagi aku berangkat bekerja sambil mengantarkan Dira ke sekolah dengan sepeda pemberian dari bos di toko bunga itu. Dan Hari ini Bos ku Bu Nada menyuruhku untuk mengantarkan bucket bunga ke salah satu kantor pelanggan nya di Jalan Merdeka No 1.

Aneh baru saja aku sampai disana dari arah samping ada seorang memanggil-manggil namaku padahal aku sendiri belum mengenalnya sama sekali. Bahkan dia menyebut namaku dengan lengkap dan benar dan saat aku bertanya dari mana dia tahu namaku , dia mengatakan..

" Saya Meta, saya ini sahabat papamu, Papamu sering cerita soal kamu ke tante dan memperlihatkan foto-fotomu ke tante. Dia selalu bilang Kayla-ku gadis yang paling cantik " jelasnya

mendengar perkataan tante Meta aku tanpa sadar menitihkan air mata karena teringat Papa. Entah dimana papa saat ini? semoga Papa selalu baik-baik aja.

Juga, tante Meta bilang dia yang telah memesan bucket bunga itu untuk anaknya yang akan pulang sore ini dari london.

" Ngomong-ngomong, Sore ini kamu mau kemana? " Tanya tante Meta

" kayaknya langsung pulang deh, Tan " jawabku

" Kalo nemenin Tante jemput Aryan , mau ga? "

" Aryan? "

" Iya Aryan anak tante yang barusan kita omongin "

" Ohh.. iya boleh tante "

" Ya udah nanti sore tante jemput kamu di toko bunga ya"

" Baik "

Jam 16.00 tante Meta jemput aku di toko dan sesuai janjiku aku menemaninya untuk menjemput Aryan, anaknya di bandara . Selama perjalanan tante banyak sekali cerita soal masa lalu nya dengan Papa. Dia bilang sejak SMA dulu Papa emang selalu populer apalagi di kalangan para gadis. Selain karena Papa ganteng dia juga Pinter dan Friendly. Dan selama jadi sahabat tante Meta pun Papa selalu bersikap baik dan berusaha sekali menjaga tante Meta. Lalu aku bertanya apakah selama mereka bersahabat mereka tidak pernah saling jatuh cinta?

dan reaksinya diluar dugaanku. Tante malah tertawa sepertinya pertanyaan ku ini menggelitik dirinya.

" Ga kok, kita ga pernah terjebak friendzone dan Papamu jatuh cinta cuma sekali dan itu sama Mamah mu, Mayang" ungkap Tante

" Terus dari mana awal mula papa bisa kenal sama Mama, Tante? Ceritain dong.. " tanyaku berharap penuh

" Boleh tapi next time karena sekarang kita udah sampe di bandara "

" astagaaa.. iya "

mendengar cerita Papa waktu seusiaku dulu dari tante Meta itu seru dan menarik sayangnya harus terjeda karena tanpa terasa kita sudah sampai di bandara.

Ets... entah apa yang terjadi denganku? apakah aku berhalusinasi? apa pria yang kulihat barusan saat baru aja tiba di bandara itu adalah Papa? Ah, mungkin saja aku memang sedang berhalusinasi karena terlalu rindu dengan Papa.

" Aryan... " Teriak tante Meta begitu sudah melihat Aryan, menghampirinya

" Mamah kangen sekali , Nak " Lanjutnya kemudian memeluk Aryan dengan sangat erat Sampai buat Anaknya itu kesulitan bernafas.

" Lo siapa? " tanya Aryan langsung menunjukan jarinya ke hadapanku sambil menatap sinis

" Hmm gue... "

" Dia Kayla sayang, anaknya sahabat Mama. yang waktu kecil sering main sama kamu " tegas tante Meta menjelaskan tentang siapa aku kepada Aryan.

" Oh iya, yang dulu cengeng banget itu kan "

Hiks, Aryan bilang aku anak cengeng waktu kecil. Masa iya? Sok tahu... dasar rese!

Detik terasa cepat berlalu...

usai aku mengatar Tante Meta dan Anaknya aku langsung bergegas pulang ke rumah. Dan benar, lagi-lagi Mama menungguku di ruang tamu sambil ketiduran.

melihat Mama yang sudah tertidur, ada rasa pelik yang masih tertinggal. Sayang aku belum bisa melakukan hal banyak untuk bisa memulihkan keadaanya seperti dulu . Tapi aku janji apapun yang terjadi aku akan tepati janjiku dengan Papa bahwa aku akan selalu menjaga Mama dan Dira dengan baik. Sampai nanti Papa pulang , Dia akan tahu putri cantiknya juga seorang yang bisa di andalkan.

meski hilangnya Papa secara misterius ini belum bisa di jelaskan tapi aku percaya Papa pasti akan kembali..

Next chapter