1 prologue

Pria berambut cokelat itu masuk ke dalam ruangan yang tiba-tiba berubah jadi mencekam.

Pasti ada sesuatu.

Kemudian netranya bertemu dengan manik merah terang milik sang tuan yang sangat di takuti oleh siapapun jika telah mengenal sosok aslinya.

"Your Highness." Pria itu membungkukan badan sebagai rasa hormat.

"Kim." Balas tuannya.

"Mohon maaf, sekiranya ada apa tuanku memanggil?" Lanjut pria bernama Kim.

Tuannya menginsyaratkan untuk Kim bersimpuh depannya. Dengan segala kerendahan hati dan dirinya, tentu saja ia tidak dapat menolak. Kim dengan bersedia menekuk lututnya dan duduk di depan Sang Raja dengan kedua tangan yang berada di pangkuan tuannya.

"Kurasa aku tidak perlu basa-basi." Sang Raja mengusap surai Kim yang begitu licin.

"Kau. Kim Taehyung, akan kuberikan kau seperempat kekuatanku untuk membalaskan semua dendam masa lalumu yang selama ini telah kau pendam."

Bagaikan janji tak terbantah. Tuannya berkata dengan lantang di malam purnama itu.

Dengan mata yang membulat, pria bernama lengkap Kim Taehyung mendongak tidak percaya, mencoba mencari tatapan gurauan atau semacamnya yang menunjukkan kalau ini tidak benar, ia tahu jika ini semua sangat tidak mungkin untuk di lakukan.

Tapi nyatanya di sana dirinya hanya menemukan mata tajam milik tuannya yang mengilat menyiratkan kekuatan yang mutlak.

Ini akan benar-benar jadi serius.

"T-tapi apakah saya bisa... maksud saya.... saya hanya manusia biasa dan kekuatan anda luar biasa kuatnya, saya pikir tubuh ini tidak akan kuat menanggung—"

Tuannya menginterupsi dengan tawa yang terdengar merdu namun terasa mencekam dan memekik telinga. "Oh, aku tidak menyangka, apakah sekarang kau menganggapku bodoh, Kim Taehyung? Aku membicarakan ini tentu dengan pertimbangan yang sangat matang. Kau meragukan keputusanku? Ataukah kau tidak bersedia?"

Pada kalimat terakhir, suara itu berubah menjadi rendah, serak menyeramkan. Membuat Taehyung tanpa sadar meneguk ludahnya ketakutan.

Aku hampir membuat sosok monster terbangun.

"Maaf atas kelancangan saya, ini hanya— saya begitu takjub dengan semua kecerdasan anda atas rencana ini. Kalau Begitu, dengan merasa terhormat saya bersedia menerima kekuatan anda, My Lord."

Kim kembali menundukan kepalanya rendah. Sang Lord menyeringai puas dan dengan lembut ia mengangkat kedua tangannya dan mengusap surai Kim di iringi dengan cahaya merah terang yang keluar di setiap sentuhan.

"Dapat kukatakan, sekarang kau telah menjadi bagian dari kami. Dan sebagai informasi, kau akan menemukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah kau alami. Persiapkan dirimu."

"Aku akan menerimanya."

☜☆☞

———————————

BERSAMBUNG....

———————————