1 Awal Baru

Langit begitu cerah, tak sedikitpun mengisyaratkan akan turun hujan.

Dibalik jendela kamar lantai 2, berdiri seorang pria berwajah manis berambut hitam sedang melihat kearah jam tangan mati yang sedikit retak di tangannya, sesekali dia menghela nafas dan melihat ke arah langit.

"I miss you..." gumam pria tersebut dalam hatinya.

***

KRiiett... suara pintu kamar yang dibuka dengan perlahan.

"Lagi apa sayang?" tanya seorang wanita cantik berambut panjang dan mulai masuk mendekati pria tersebut.

"hmm..aku lagi liat langit aja, hari ini cerah yah.." jawab pria yang bernama Dehaan Savian, sambil memasukan jam tangan yang dia pegang kedalam saku celananya.

"kamu udah selesai nyusun barang-barang yang didapur?" sambungnya

"Udah dong..aku kan gesit.." jawabnya sambil tersenyum wanita yang bernama Miranda Nafeesa itu memeluk suaminya dari belakang.

"kamar udah kamu rapihin kan? nanti aku cek, kalo masih ada yang berantakan, kamu gak boleh makan siang..hehe" kata Nafeesa.

"Udah rapih semua aku jamin..btw ini hari pertama kita tinggal dirumah ini, mudah-mudahan kita nyaman yah.."kata Dehaan suaminya.

"Aku nyaman kok sayang, rumah ini kan pilihan aku semua, dari mulai modelnya sampai dekorasinya..haha..makasih yah, udah mau ikutin kemauan istrinya.." timpal Nafeesa.

"Syukur deh kalo gitu..kita makan dulu yuk aku udah laper.." ajak Dehaan sambil melepaskan pelukan istrinya.

"hmm..ya udah deh yuk.." jawab Nafeesa sedikit camberut

mereka berjalan keluar dari kamar menuju ruang makan di lantai 1.

dimeja makan sudah tersedia berbagai macam makanan yang dibeli oleh Nafeesa

"TAaraa...aku ada kejutan, tadi aku beli ayam goreng mentega kesukaan kamu..makan yang banyak yah.." kata Nafeesa sambil memberikan sepiring penuh ayam goreng mentega yang dibelinya lewat aplikasi gofood.

"Makasih yah..kalo kamu makan apa?" diambilnya makanan dari tangan Nafeesa.

"Hmm Aku sih beli tumis jamur sama ikan bakar.." jawabnya

"loh, kamu kan gak suka makan jamur?" tanya Dehaan dengan heran.

Nafeesa melihat kearah Dehaan

"sejak kapan aku ga suka jamur mas? aku suka banget sama jamur, kamu kan tau.."

Dehaan kaget mendengar jawaban istrinya

"Owh iya, aku lupa hehe...ya udah makan yuk" dengan salah tingkah Dehaan langsung mengabil nasi yang tersedia didepannya.

"Mantan kamu gak suka jamur yah??" tanya Nafeesa serius

"Apasih...aku kan lupa, malah kemana-mana" Dehaan tak menghiraukan Nafeesa dan langsung makan.

"Maaf..aku butuh waktu buat lupain Trisha.." kata Dehaan dalam hati.

*

Nafeesa melihat ada yang aneh dengan suaminya, seperti menyembunyikan sesuatu.

*********

Jakarta, 6 tahun yang lalu

Semester pertama perkuliahan jurusan Ekonomi dimulai, Dehaan bersama kedua temannya saat SMA bernama Farhan dan Sandi memutuskan untuk satu kampus dan memilih jurusan yang sama.

"Eh Goblok yah, kenapa kita ngambil jurusan ekonomi?" kata Farhan kepada kedua temannya sambil berjalan menuju kelas

"Yehh...jaman sekarang itu jurusan yang paling cepet dapet kerja tuh ekonomi" sambung Sandi

"iya kalo lulus, kalo kagak? hahaha" canda Dehaan

"Amit-amit, lo aja yang gak lulus..haha" Sandi menimpali.

***

didalam kelas banyak mahasiswa dan mahasiswi baru yang saling memperkenalkan diri dan mencari tempat duduk masing-masing, termasuk Dehaan dan kedua temannya.

Farhan mendekati dehan dan menepuk pundaknya

"Sstt Eh Dehaan, lo liat itu cewe kacamata yang pake behel" bisik Farhan

"itu yang baju coklat?" tanya Dehaan

"Iyaa..cupu banget Bjirr..rambut poni, kacamata, gigi kawat, baju gombrang, gua jadi inget film jadul Betty La Fea..hahaha..." Farhan tertawa dengan lepas

"Gila lo, tapi emang bener sih...hahaha.." Dehaan menimpali

"Wah parah lo orang pada ngetawain apa sih??" tanya Sandi dengan heran

"mau tau aja lo..haha" sambung Farhan.

***

Pelajaran pun dimulai, Dosen menjelaskan dan sesekali mengajukan beberapa pertanyaan, ada satu siswi yang menjadi sorotan teman-temannya dikelas karena selalu menjawab pertanyaan dengan benar membuat Dosen Agus terkesan.

"Wih..kamu sudah menguasai materi yah..pinter kamu.." puji Dosen Agus kepada siswi tersebut

"Siapa tadi namanya saya lupa?" sambungnya sambil membetulkan posisi kacamatanya yang sedikit melorot

"Nama saya Trisha Pak..." jawabnya malu-malu sambil tersenyum, tiba-tiba suasana kelas jadi ramai dan banyak yang memberikan tepuk tangan tanda salut kepada Trisha.

"Bjirrr..ternyata si cupu itu pinter banget" celoteh Farhan.

"haha, lo yang dari awal merhatiin dosen ada yang nyangkut ga di otak??" tanya Sandi kepada Farhan

"berisik lo, kayak pinter aja, otak lo sama otak gua, sama lemotnya..haha" jawab Farhan.

"hmm...bisa juga tuh kita deketin buat dapet nilai bagus.."Dehaan bicara kepada teman-temannya.

"bener juga..lo kan ganteng nih, nanti lo yang deketin.."sambung Sandi

"gini deh..kita taruhan, kalo gua berhasil rayu dia..lo semua mau kasih apa sama gua? kan butuh usaha juga, kalo sia-sia gua gak mau.."

jawab Dehaan

"wihhh..ya udah kalo elo berhasil rayu dia, gua sama Sandi bakal teraktir lo minum sepuasnya di Underground Cafe, gimana??"

Jawab Farhan sambil menepuk pundak Sandi

"hmmm boleh juga, bener sepuasnya yak.." Dehaan mengiyakan kesepakan mereka.

***

Ini semua menjadi awal dimana Dehaan mulai mencoba mendekati wanita bernama Trisha.

# Kantin

Dehaan dan teman-temannya memperhatikan Trisha dari kejuahan, mereka melihat Trisha hanya jalan sendiri untuk membeli makanan, Dehaan yang sudah siap dengan aksinya perlahan melangkah mendekati Trisha sendirian.

"Halo, Trisha ya? gua Dehaan temen sekelas lo..hehe..salam kenal" sapa Dehaan kepada Tresha sambil menyodorkan tangan kanannya untuk salaman.

"hmm..eh..maaf kok udah tau nama aku aja?" jawab Trisha bingung dan canggung melihat tingkah Dehaan yang tiba-tiba

"sorry-sorry kalo bikin lo kaget..hehe..by the way, lo kan tadi di kelas pinter banget, siapa sih yang gak kenal? lo auto populer kali.." jawab Dehaan santai dan memasukan tangan kanannya kesaku celana yang tidak dibalas salaman oleh Trisha.

"Ah enggak kok biasa aja, oh ada perlu apa mas?" dengan muka polos Trisha tersenyum kepada Dehaan, sedikit memperlihatkan kawat giginya.

Dehaan terganggu melihatnya, dalam hatinya dia bergumam kenapa harus berkenalan dengan cewek cupu yang ada dihadapannya ini, menghancurkan reputasi dia sebagai playboy Beauty Hunter, yang hanya memilih cewek-cewek cantik untuk targetnya.

"Mas?? hahaha kita seumuran kali, panggil Dehaan aja..dan gua pengen kenalan aja sih, kali aja kita bisa belajar bareng, biar gua bisa jadi pinter gitu..hehe" jawab Dehaan sambil garuk-garuk kepala yang sebenarnya tidak gatal.

"Owh iya maaf...mas Dehaan..hmm aku gak pinter-pinter banget sih, kalo mau belajar sih boleh-boleh aja, barangkali ada yang mau ditanyain tentang pelajaran tadi??" jawab Trisha santai.

"Ah..suka merendah aja..hehe ya udah kita ngobrol sambil makan siang yuk, mau kan?" ajak Dehaan

"hmm ya udah kalo gitu, aku juga lagi mau cari makan.."

Trisha melihat sekeliling kantin untuk mencari makanan, sementara Dehaan matanya berkeliling mencari temannya.

"Bangsatttt...." gumam Dehaan dalam hati sambil mengacungkan jari tengah kepada Sandi dan Farhan.

Mereka hanya bisa cekikikan dari jauh, sambil memperhatikan aksi Dehaan selanjutnya.

Next chapter