1 Curhat

Memang, mungkin aku tidak punya kemampuan seperti yang lain. Hari ini kembali kukeluhkan soal rasa sakit hatiku kepada Lan. Lan selalu mengerti apapun yang kurasakan. Andai saja, andai saja mereka seperti Lan. Aku tidak sesakit ini. Lan, kenapa mereka tidak mempercayaiku perihal kemampuan untuk menggembleng mereka? Kenapa?

Seperti biasa Lan menghembuskan  nafas sebelum menjawab. "Kau butuh belajar lagi, Mei".

Mei kembali memandang lurus kedepan. Entah apa yang dipikirkan gadis itu. Yang ia tau ia sudah berusaha mencintai setiap apa yg dilakukannya. Termasuk menggiring adik-adiknya untuk berada dalam kebaikan. Disekelilingnya adalah orang-orang yang berlomba pada kebaikan. Menggiring setiap orang pada kebaikan. Terutama mentarbiyahi mereka.

Lan, _(bisiknya)_ aku iri pada mereka yang istiqomah. Mereka tampak lurus² saja. Kenapa aku tidak?

_Lan seperti biasa (menghembuskan nafas)_ kau hanya butuh belajar lagi.