9 SEKOLAH DAN PEMBELAJARAN(BAGIAN 1).

"Monster?Hahahahahahaha."

Tawa Satou setelah mendengar penjelasan aneh dari Shin.

"Kau tidak percaya?Dengar ya,disana terdapat banyak monster liar yang ukurannya berlipat-lipat besarnya daripada ukuran hewan liar lainnya.Berbeda dengan tempat ini,disana kau harus berusaha bertahan hidup dan bertarung untuk tetap hidup."

Jelas Shin kepada Satou dengan nada yang sedikit tinggi.

Walaupun Shin menjelaskannya tentang monster liar tersebut.Tetap saja Satou tidak mempercayai ucapan Shin tersebut.Satou berpikir bahwa Shin hanya melebih-lebihkan tempat asalnya.Shin terus melanjutkan penjelasannya tentang monster yang membuatnya menerima luka tusukan diperutnya kepada Satou.Tetapi tetap saja,Satou tetap tidak mempercayai hal tersebut karena semua hal yang diterangkan oleh Shin semuanya diluar akal logika.

"Kau harus tahu,didunia ini ada hal-hal aneh yang harus kupecah.Oleh sebab itu kau juga harus tahu tentang keanehan yang kujumpai selama ini,kalau tidak kau nanti akan menyesal dikemudian hari!"

Ucap Shin dengan nada yang lebih tinggi daripada sebelumnya.

"Sudahlah itu,daripada kau ngomel terus tentang monster atau apalah itu namanya.Mendingan lebih baik sekarang kau tidur.Masalah pelaku luka tusukmu itu besok saja kita bahas lagi."

Ucap satou sambil menunjuk kearah jam dinding rumahnya yang masih berdekatan dengan ruang tempat tidur Shin.

"Sudah jam 3 yah?Aku tidak sadar ternyata sudah selarut ini."

Ucap Shin setelah melihat jam tersebut.

"Walah,ternyata kamu tahu soal jam ya?Ku kira kau tidak tahu tentang jam."

Ucap Satou dengan nada yang membuat Shin sedikit kesal.

"Dengar ya penyelamatku yang pengecut,walaupun aku kurang tahu tentang tempat ini dan juga alat-alat yang kalian pakai sehari-hari,bukan berarti aku ini bodoh sampai tidak tahu mengenai jam dinding saja.Ditempat tinggal ku dulu juga ada jam dinding loh,asalkan kau mau tahu saja."

Ucap Shin dengan jengkelnya kepada Satou sambil mengenggam tangannya seakan-akan mau memukul si Satou.

"Hahahahaha,ok maaf,maaf.Baiklah daripada pembicaraan ini tiada habisnya,lebih baik kita akhirin saja sekarang.Baiklah aku tinggal ya kamu dikamar ini!"

Ucap Satou untuk meng-akhirin pembicaraan mereka.

"Tunggu dulu,kalau aku pakai kamar ini jadi kau tidur dimana?"

Tanya Shin kepada Satou.

"Tenang saja,ditempat ini ada 2 kamar kok.Pas sekali kamar yang ini biasanya tidak aku pakai.Jadi yang ini bisa kau pakai untuk mengistirahatkan kondisi tubuhmu kembali."

Jawab Satou sambil tetap berjalan menuju pintu keluar kamarnya Shin.

Pada akhirnya Satou pun keluar dari kamar tersebut dan membiarkan Shin untuk istirahat sebentar ditempat tinggalnya.Satou tidak tahu apakah tindakannya menolong Shin itu adalah tindakan yang seharusnya ia pilih.Karena sebelumnya dia hampir dikatakan tidak pernah menolong seseorang sebelumnya,sehingga membuat pikirannya bertanya-tanya atas tindakan yang ia lakukan pada malam itu.Tentu saja Satou menyadari bahwa ~setiap yang terjadi tidak akan bisa diulang kembali~.

Tetapi,pada sejak kejadian pada malam itu.Tanpa mereka berdua sadari,pertemuan mereka berdua akan mengubah jalan kehidupan mereka sehari-hari menuju kejalan hidup yang belum pernah mereka berdua rasakan sebelumnya.

Setelah besok paginya,tepat pada pukul 06.30.Shin pun terjaga dari tidurnya dengan keadaan kondisi tubuh yang jauh lebih baik daripada semalam.Shin melihat bekas luka perutnya yang diperban sudah mulai menutup pendarahannya dan juga Shin tidak merasakan sakit apa-apa diperutnya ataupun disekeliling tubuhnya,seakan-akan semua luka sudah sembuh total dalam semalam.Walaupun hal aneh itu terjadi kepada Shin karena tidak wajar manusia biasa dapat sembuh dengan luka yang begitu teramat parah dalam satu malam saja.Walaupun begitu,kerena Shin sudah terbiasa dengan kesembuhannya yang begitu cepat sehingga membuatnya tidak terlalu kaget akan hal itu.Shin pun turun dengan cara melompat dari ranjang tidurnya kelantai kamar,dan kemudian berjalan menuju pintu kamar Shin,untuk membukanya Shin melompat dan meraih pegangan pintu kamar dan langsung membukanya.Karena Shin memiliki lompatan jauh dan kekuatan yang kuat ,sehingga sangat mudah ia untuk membuka sebuah pintu kamar.

Shin melihat keadaan tempat tinggal Satou yang begitu rapi dan bersih.Ruangan depannya tidak begitu besar,bentuk ruangannya memiliki satu ruang tamu yang begitu bersih dan juga ada dua tempat duduk soffa yang lumayan panjang dan saling berhadapan satu-sama lain.Lalu dibagian kanan ruang tamu disitulah kamar yang digunakan Shin untuk bermalam disana,yaitu kamar yang begitu rapi dan bersih walaupun ukurannya tidak begitu besar.Lalu setelah ruang tamu,didepan seterusnya terdapat ceruk(Ruang/pintu penghubung suatu ruangan satu dengan ruangan lainnya,bentuknya adalah dinding yang membentuk pola pintu untuk dilewati ke ruangan bagian belakang.)yang menghubungkannya dengan ruang tengah dan kamar Satou.Dibagian kiri setelah ceruk tersebut disanalah kamar Satou,tetapi karena tidak terlalu sopan memasuki kamar tanpa izin orangnya makanya Shin hanya melihat bagian depan pintunya saja.Lalu disebelah kanan kamar Satou adalah ruangan tengah untuk tempat yang lebih mirip seperti ruang bersantai,dipikir oleh Shin.Sebab disana terdapat tikar dilantai dan juga meja yang lumayan mewah yang memiliki kacang dibagian depannya,dan yang membuat Shin aneh adalah alat diatas meja tersebut yang memiliki bentuk kotak,depannya ada memiliki sejenis kaca tetapi sepertinya bukan juga disebut dengan kaca,dan dibawahnya ada tombol yang bisa sepertinya ditekan-tekan.Melihat alat aneh itu,Shin hanya bisa bingung dan meninggalkan ruangan tersebut menuju kebagian ruang belakang tempat tersebut.Dibagian ruang belakang ternyata adalah dapur yang memiliki meja besar yang membentuk bulatan dan dikelilingi oleh 5 bangku,dan disanalah juga Shin melihat Satou yang sedang tengah memasak.

"Oh sudah bangun ya,bagaimana keliling tur nya,[Pengartian=keliling tur maksud Satou adalah berkeliling-keliling melihat ruangan tempat milik Satou.Karena Satou juga sudah memprediksikan bahwa Shin akan melihat-lihat dulu setelah ia jaga]apakah ada yang membuat hal baru yang membuatmu heran?"

Ucap Satou kepada Shin sambil tetap memasak sesuatu.

"Kalau itu sih ada.Eeeh,anu,itu loh alat yang ada diatas meja kacamu itu.Yang memiliki tombol-tombol dibawah alat tersebut."

Tanya Shin kepada Satou yang sedang memasak sesuatu.

"Alat yang memiliki tombol?.

Oh,maksudmu tv yang ada diruang tengah.Hahahahahahahahaha,cara kau menciri-cirikan alat tersebut benar-benar aneh, 'alat dengan yang dibawahnya ada tombol' kau bilang,hahahahahaha."

Satoupun ketawa terbahak-bahak setelah mengerti apa benda yang dimaksud oleh Shin,dan juga Satou sepertinya telah selesai memasak dan meletakkannya di piring.Setelah diletakkan dipiring Satou pun menaruhnya dimeja makan yang berdekatan dengan dapur tersebut.

Ternyata meja besar yang dilihat Shin adalah sebuah meja makan yang dikelilingi oleh 5 kursi.Selain menaruh makanan yang Satou masak tadi,ia juga menaruh dimeja makan tersebut berupa air,gelas,dan juga buah-buahan.Setelah selesai,Satou pun duduk disalah-satu kursi tersebut.

"Kenapa,kau tidak mau sarapan ya.Kalau tidak yaudah,aku habiskan aja semua!"

Ucap Satou sambil menatap Shin.

"Hohoho,ku kira kau akan egois seperti tadi malam,makanya aku tidak langsung duduk disana buat sarapan.Karena kau itukan orang yang pengecut,makanya ku pikir kau juga orangnya yang tega dan lebih mementingkan diri sendiri daripada orang lain."

Ucap Shin dengan nada yang menyindir.

"Yang benar saja,kalau misalkan aku ini orangnya tega dan lebih mementingkan diri sendiri daripada orang lain.Maka tentu saja kau sudah tidak ku bantu tadi malam.Sudahlah,aku tidak mau bertengkar denganmu pagi-pagi begini,sekarang kau kemari dan makan nasi goreng yang kubuat ini.Porsinya sih sengaja ku buat 2 piring,makanya kalau kurang kau tidak bisa nambah."

Ucap Satou kepada Shin.

"Yaudah deh aku kesana,dan lagi pula aku bukan orang yang makannya banyak kok.Luka ku juga sudah sembuh total."

Jawab Shin sambil berjalan menuju meja makan.

Setelah sampai dikursi shin pun naik ke kursi dan langsung makan nasi goreng tersebut dengan lahapnya.

"Yang benar saja,lukamu benar pulih semuanya???.Sudah ku duga ada yang tidak beres dari kau ini.Bagaimana bisa luka yang begitu parah bisa sembuh dengan cepatnya dalam satu malam."

Ucap Satou keheranan.

"Entahlah,mungkin daya tahan tubuhku kuat .Sudahlah itu,cepat buruan habiskan makananmu itu,nanti keburu dingin!"

Jawab Shin sambil terus memasukkan nasi tersebut kedalam mulutnya.

"Oh iya,aku harus cepat.Kalau tidak aku bisa terlambat kesekolah."

Satoupun langsung makan dengan terburu-buru karena setelah mengingat ia tidak bisa bersantai pada pagi itu.

"Sekolah???Sekolah itu apa ya?"

Tanya Shin keheranan.

"Sudah nanti aku jelaskan diperjalanan menuju sekolah.Sekarang yang terpenting kau habiskan dulu makananmu itu."

Ucap Satou sambil masih mengunyah makanan yang ada didalam mulutnya.

"Haaah,kenapa juga aku harus ikut."

Ucap Shin dengan kaget.

"Ini adalah rumah kontrakan.Walaupun rumah ini besar dan banyak ruangannya,tetap aja ini aku sewa bukan milikku asli.Lagian mana mungkin aku meninggalkan kau sendiri disini.Ingat ya,aku belum percaya kepadamu seratus persen,bisa saja waktu aku ke sekolah kau mencuri sesuatu dari rumah ini.Jadi apa pun yang terjadi kau harus ikut bersamaku!"

Ucap Satou untuk menjelaskan keraguannya kepada Shin.

"Yaudah deh,aku ikut.Lagian juga aku ingin mempelajari tempat baruku berada ini dan sekalian aku juga penasaran apa itu sekolah."

Ucap Shin kepada Satou.Sesudah mereka sepakat akan hal yang sama tersebut,mereka pun melanjutkan untuk menghabiskan sarapan mereka.

###########################

Beberapa menit kemudian merekapun berangkat ke sekolah.Untuk tetap merahasiakan bentuk Shin,Satou sengaja memakai jaket berwarna merah putih untuk memasukan Shin kedalam selipan bagian dada Satou agar Shin tidak terlihat oleh orang lain.Shin melihat bentuk luar rumah sewa milik Satou yang ternyata bergempetan/menyatu dengan rumah 4 lain.Rumah yang disewa oleh Satou berada di paling tengah dan bagian luar rumahnya berwarna hijau.Shin baru tahu apa itu rumah kontrakan,karena dari penjelasan Satou mengenai rumah kontrakannya,yang tidak dimengerti oleh Shin adalah bagian kata"kontrakan"-nya.Sedangkan kalau sekedar rumah sewa masih Shin ketahui.

Dijalan menuju sekolah Satou menjelaskan apa itu sekolah kepada Shin dan tempat untuk melakukan apa disana.Ia menjelaskan bahwa sekolah adalah tempat untuk para anak-anak remaja untuk belajar sesuatu hal yang baru yang diajarin oleh para orang dewasa yang pintar dan ahli.

Anak-anak yang diajari seperti Satou disebut dengan julukan "murid",sedangkan orang dewasa yang mengajarkan disebut dengan "guru",dan yang mengatur seluruh ruangan sekolah dipimpin oleh "kepala sekolah".

Penjelasan yang begitu singkat itu masih dimengerti oleh Shin.Menurut Shin,sepertinya sekolah adalah tempat yang sangat menarik sehingga membuat Shin tidak sabar menuju kesana.

Tetapi tidak untuk Satou,Shin melihat dari ekspresi wajahnya Satou sepertinya ia tidak ingin segera sampai disana.Terpikir oleh Shin,hal ini dia harus ketahui penyebabnya.

Setelah sekian lama perjalanan mereka,akhirnya mereka sampai di sekolah Satou,disana ada gerbang yang sangat besar dan mewah.Dikanan kiri gerbang sekolah terdapat tembok yang sangat tinggi.Hal ini mengingatkan Shin tentang gerbang yang kanan kirinya juga dikelilingi oleh hal yang hampir sama saat ia melarikan diri dari desa Burrcrempy.Mereka mulai memasuki pintu gerbang dan terlihat-lah sekolah Satou yang begitu besar daripada gerbang luarnya.

Benar-benar bangunan sekolah yang begitu besar dan megah,itu adalah salah satu bangunan yang terbesar yang pernah dilihat oleh Shin semenjak ia dikota tersebut.

"Ayo kita ke kelas,Shin!"

"Kelas?tempat apa lagi itu?"

"Kelas adalah ruangan untuk para murid belajar.Kelas terbagi menjadi beberapa kelompok agar para murid bisa saling bekerja sama dan saling berkomunikasi sesama anggota kelas ataupun anggota kelas yang lain."

"Oooh,begitu.Yaudah langsung aja kita kesana."

Setelah Shin dan Satou berbicara sejenak mengenai kelas,merekapun langsung pergi menuju kelasnya Satou.

"WOUY,WOUY,WOUY,TUNGGU SEBENTAR."

Suara itu langsung membuat Satou ketakutan.Dari ujung arah yang berlawanan dari arah Shin dan Satou,terdapat suara yang berasal dari sekolompok anak laki-laki.Setelah melihat kelompok tersebut,Satou mulai bergemetaran.Reaksi yang baru pertama kalinya dilihat oleh Shin terhadap Satou sang anak yang ia temui dilorong gelap dan sekaligus telah menyelamatkan nyawanya.SEKARANG SHIN TAHU ALASAN DARI EKSPRESI YANG IA LIHAT DARI WAJAH SATOU SELAMA PERJALANAN KESEKOLAH DAN ALASAN JUGA KENAPA SEPERTINYA SATOU SANGAT TIDAK INGIN PERGI KESEKOLAH.

BERSAMBUNG.

Next chapter