3 Mendekat

Setelah berbincang lama dikedai kopi dan hari-pun semakin siang. Mendengar kumandang adzan, melinda seketika mengajak Tomi mencari masjid terdekat untuk melaksanakan shalat dzuhur "Udah Dzuhur nih Tom, cari masjid yuk, kita shalat dulu, habis shalat baru kita lanjutin lagi ngobrolnya."

"Ya udah, hayuk" ucap Tomi dengan hati yang sedang gembira.

Tomi dan Melinda mencari masjid terdekat dan melaksanakan shalat dzuhur berjamaah. Setelah shalat Tomi mengajak Melinda untuk berkunjung kerumahnya "Mel, siang ini kamu sibuk nggak ?."

"Nggak sibuk sih Tom, emang ada apa ?."

"Kamu mau kerumahku nggak, buat ketemu sama ibu, ya...itung-itung sekalian silaturahmi gitu."

"Mmmm...boleh, ayuk."

Dihari itu Tomi sangat merasa bahagia sekali, bagaimana tidak, persahabatan yang terpisah selama dua dekade tiba-tiba bisa bertemu secara tidak sengaja. Tomi begitu bersyukur dan berterimakasih pada Allah karena telah mempertemukan mereka kembali "terima kasih Allah, engkau begitu baik, engkau begitu paham kapan harus kau pertemukan aku dengan Melinda" begitu ucapnya didalam hati.

Setelah beberapa puluh menit mereka sampai, Tomi langsung menarik rem tangan mobilnya "kreeek",

"Udah sampai nih Mel, Ayok turun."

"Iya, sabar dong."

Tomi mengetuk pintu dan mengucapkan salam "tok...tok...tok...assalamualaikum, atuk...oooo...atuk", eh maksudnya "tok...tok...tok...assalamualaikum ibu."

Mendengar salam dari anaknya, ibu langsung menjawab "waalaikumussalam nak." Begitu membuka pintu, ibu begitu terkejut dan bahagia karena anaknya pulang membawa seorang wanita, ibu mengira melinda adalah wanita yang calon menantunya. Tapi memang itu harapan Tomi juga sih.

"Tom, ayo ajakin calonya masuk."

Mendengar ucapan ibunya Tomi, Melinda kaget "hah...calon !" begitu ucapnya didalam hati.

"Ayo mel masuk"

"Iya"

Ibunya Tomi memperlakukan melinda begitu ramah, dia menawari Melinda minuman dan cemilan "cantik mau minum apa ?"

"Nggak usah repot-repot bu" ucap Melinda karena malu.

"Ahhh...nggak repot kok, ibu buatin Teh hangat ya, mumpung cuacanya lagi gerimis."

Saat ibu membuatkan teh, Melinda langsung melirik Tomi dan berkata "kayaknya ada yang perlu kamu jelasin deh Tom."

"Jelasin tentang apa sih Mel."

Melinda menatap Tomi dengan tajam "Sejak aku datang tadi, ibu kok nyebut aku calon terus, kamu harus jelasin ini sih tom."

Sambil meringis karena sedikit malu tomi menjawab pertanyaan Melinda "Mmm...oke bakalan aku jelasin, tapi bukan sekarang."

Ibu memberikan teh hangat pada Melinda "ini teh gangatnya nak."

Dengan wajah tersenyum Tomi bertanya pada sang ibu "Bu, kenalin ini melinda"

"Oh.... iya, saya ibunya Tomi."

Melihat ibunya belum ingat tentang sesosok Melinda, Tomi berupaya mengingatkan kembali tentang masa lalu sewaktu masih tinggal di Palembang.

"Ibu ingat nggak sama tetangga samping rumah kita sewaktu masih di Palembang."

"Ingat dong, namanya kalau nggak salah Ibu Rosmala kan. Ibu nggak mungkin lupa dong ."

"Ibu ingat anaknya yang waktu dulu main sama aku terus ?" tanya Tomi.

"Ingat lah Tom, anaknya yang dulu cerewet dan nggak bisa diam itu kan."

"Nah, anak yang cerewet dulu itu yang Melinda ini Bu." ucap Tomi meyakinkan sang ibu

Mendengar ucapan dari sang anak sontak ibu langsung terkejut "masya Allah nak, ini Melinda temen kamu dulu. MasyaAllah sekarang kamu cantik sekali sayang."

Ketika mendengar kata pujian dari ibunya Tomi, Melinda tersipu malu "Hmmm, ibu bisa aja, ibu juga cantik kok."

Karena lama tidak bertemu, ibu terlihat senang sekali ketika bertemu dengan melinda, semua dia pertanyakan, mulai dari kabar keluarga, karir, sampai dengan prihal jodoh. Namun ketika menanyakan tentang jodoh pada melinda, pertanyaan ibu begitu serius, nada suaranyapun berubah, suasana sedikit hening.

"Mel, ibu mau tanya serius dong sama kamu, tapi jawabnya jujur ya."

"Ibu mau tanya apa ?"

"Kamu udah punya pasangan atau belum ?, mmm...maksud ibu tepatnya suami gitu."

Melinda dengan santainya menjawab pertanyaan ibu "belum ada bu."

"Alhamdulillah Ya allah" begitu ucap ibunya tomi dengan nada bicara yang lirih.

Walaupun ucapan ibunya lirih, namun Tomi tetap mendengar ucapan tersebut, Tomi iseng bertanya pada ibu "mohon maaf ibuku yang cantik, kalau boleh tau alhamdulillah untuk apa ya ?."

"Mmm...ya alhamdulillah karena kita bisa ketemu lagi sama Melinda dong sayang" jawaban ngeles ibu

Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click www.webnovel.com/book/sehari-setelah-2-dekade_19222255306844505/mendekat_51803823018143996 for visiting.

"Bener karena itu !, bukan karna persoalan yang lain ?." ucap Tomi dengan nada bercandanya.

Ditengah perbincangan Rudi pulang dari kuliah dan langsung masuk ditengah-tengah perbincangan.

"Tok...tok...tok...Assalamualaikum" ucap Rudi dengan nada manjanya.

Semua yang ada diruang tamu menjawab "Waalaikumussalam"

Setibanya diruang tamu, Rudi duduk disamping sang kakak dan berbisik ditelinganya "kak, capa nich" ya begitulah cara bicara Rudi yang tengil dan manja, maklumlah...namanya juga anak Bontot.

Rudi memperkenalkaan dirinya pada Melinda "hay kak...aku Rudi, adiknya kak Tomi. Mau tanya serius dong kak, gantengan aku kak Tomi ?."

"Mmm...gantengan kamu sih, DIKIT." jawab Melinda

Ibu tiba-tiba menengahi perbincangan Rudi dan Melinda "udah-udah, maaf ya Mel, dia anaknya emang gitu, manjaaa banget."

"Nggak papa kok bu"

Hari telah sore, tepatnya menunjukan pukul 16.00, Melinda meminta izin untuk menumpang shalat ashar dirumah Tomi "maaf bu, saya boleh numpang shalat ashar nggak, soalnya saya belum shalat dari tadi."

"Kebetulan kita juga belum shalat nih Mel, gimana kalau sekalian shalat berjamaah aja, biar Tomi nanti jadi imam" Ucap sang ibu.

Mendengar ucap sang ibu jantung Tomi tiba-tiba berdegug kencang, bagaimana tidak, biasanya dirumah shalat berjamaah hanya dengan sang adik, tiba-tiba sekarang disuruh ibunya untuk menjadi imam berjamaah apalagi makmumnya ada wanita yang sangat iya sukai. Kala itu Tomi mengucap dalam hati "untung imam shalat ashar, jadi nggak perlu ngeluarin suara. Kalau aja disuru jadi imam shalat subuh bisa berabe ini urusanya, baca qunut bisa kebolak-balik."

Semuanya mengambil wudhu termasuk sang adik yang tengil itu. Setelah selesai melaksanakan shalat ashar berjamaaha Tomi berdoa dengan penuh berharap bahwa hari ini adalah awal yang baik untuk hubunganya dengan Melinda.

Setelah selesai shalat , Melinda berpamitan untuk pulang "bu aku pamit pulang ya, udah sore soalnya."

"Yaudah, kamu pulangnya dianterin sama Tomi ya" ucap ibu sambil matanya melirik pada Tomi.

Sadar jika ibunya sedang menyuruh untuk mengantar Melinda, Tomi langsung mengajak Melinda untuk pulang "ayo mel aku antar pulang."

Saat dalam perjalanan pulang, Melinda menanyakan prihal "menantu" yang sering diucapkan ibunya tomi "mmm...jadi kata menantu yang ibu kamu maksud tadi apa ya Tom ?."

"Ya ampun Mel, ternyata dari tadi masih mikirin itu buat kamu tanyain sama aku."

"Hehehe...ya gimana, aneh aja kan, aku baru dateng kerumah kamu, bahkan ibu tadi sama sekali nggak ngenalin aku tapi tiba-tiba kok nyebut aku calon menantu" ucap Melinda dengan rasa penasaranya.

"Iya deh aku jelasin. Jadi gini, umurku itukan udah dewasa dan ibuku juga udah mulai tua, jadi tiap hari ibu selalu nyuruh aku buat nyariin menantu. Aku udah usaha nyariin menantu buat ibu, tapi ya gimana...belum ada yang cocok, makanya pas aku bawa kamu kerumah tiba-tiba kamu disebut menantu sama ibu."

"Mmm...gitu" ucap melinda sambil menatap Tomi.

Sesampainya dihotel Melinda berpamitan untuk masuk pada Tomi "mmm, udah sampai nih Tom, aku masuk ya."

"Iya, tidur yang nyenyak ya" ucap tomi sambil menutup pintu mobil.

Sambil tersenyum memandang Tomi, Melinda berkata "Kamu pulangnya hati-hati ya, jangan ngebut."

Tomi menjawab dengan senyuman.