1 ZEFANYA STEPHANY LIVIANA WINATA

Zefanya Stephany liviana Winata

Bandara Incheon, pukul 14.00 P.m.

Seorang gadis berambut sebahu berkaos hitam dan celana jogger berwarna senada tengah duduk di kursi penunggu. Gadis cantik itu sedang menunggu kedua orang tuanya yang entah pergi kemana.

Pesawat yang di tumpangi nya baru saja mendarat di Korea Selatan tiga puluh menit yang lalu. Setelah menghabiskan waktu lebih dari tujuh jam lamanya didalam pesawat, akhirnya dia dapat menghirup udara Kota Seoul.

Zefanya atau yang biasa dipanggil Phany itu menggerakan lehernya ke kanan dan kiri, memperhatikan sekitar bandara yang sangat ramai. Sudah sekitar lima belas menit lebih dia duduk di kursi ini seorang diri, menunggu kedua orang tua nya yang entah pergi kemana.

Mereka tak kunjung datang padahal tadi katanya hanya sebentar saja. Phany berdecak, harus berapa lama lagi dia menunggu orang tuanya?

Dia merenggangkan tubuhnya yang mulai kaku dan pegal karena terlalu banyak duduk dengan menggerakan badan nya ke kanan dan kiri. Lalu setelah bunyi tulang terdengar pelan, ia mendesah dengan lega.

Saat melirik ke kanan, matanya tak sengaja tertuju pada kerumunan orang-orang yang sangat padat. Orang-orang itu berjalan dengan cepat entah mengikuti siapa dan banyak kilatan cahaya kamera yang cukup silau.

Mungkin sedang mengikuti seorang artis atau idola, tidak heran jika melihat kerumunan yang padat itu di negara ini. Dirinya semakin yakin bahwa idola yang diikuti pastilah idol cowok, karena sebagian besar dari kerumunan orang-orang itu adalah para gadis yang terus berteriak heboh memanggil idol mereka.

Phany berdecak, "Dasar alay." gumam nya. "Tapi gue juga alay sih kalau ketemu bias. Ah, bodo amat lah." ujar nya mengedikan bahu.

Dari kejauhan, kerumunan itu layaknya semut yang tengah mendapati gula. Berkerumun sampai membuat para artis itu sulit berjalan. Bahkan, dapat Phany lihat beberapa fans sengaja memblok jalan.

Phany berdiri, dirinya cukup penasaran akan kerumunan tersebut. Dengan sedikit berjinjit, ia berusaha untuk melihat siapa idol yang tengah dikerumuni para fans yang didominasi oleh para gadis alay, menurut Phany.

Ia sudah berjinjit setinggi mungkin namun tetap saja tidak nampak, membuatnya berdecak pelan seraya kembali berdiri seperti biasa. Sial, tubuh nya yang terlalu pendek ini benar-benar tidak mendukung.

Dia kembali berjinjit dan kali ini keberuntungan berada di pihak nya. Phany dapat melihat siapa artis yang tengah dikerumuni, bahkan matanya bertubrukan dengan mata tajam seorang pria yang berada dibarisan paling depan.

Phany tidak tau bagaimana wajah pria yang sedang bertatapan dengannya karena pria itu menggunakan masker hitam untuk menutupi wajahnya. Tatapan keduanya tak berlangsung lama, hanya sekitar lima detik namun sangat berdampak besar untuk kesehatan jantung nya.

Ia menyentuh dadanya dan duduk dengan dramatis, oke, mungkin ini cukup berlebihan. Namun, sumpah. Demi apapun, Phany benar-benar merasa gugup saat ini hanya karena tatapan sebentar yang tak berlangsung beberapa detik.

"Alay banget sih gue." gumam Phany merutuk dirinya sendiri.

Ia menggeleng kan kepalanya,

"Please, sekali aja jangan banyak tingkah. Ini negara orang Phan, bukan negara lo."

Setelah berujar seperti itu, Phany berusaha untuk tetap duduk dengan tenang. Ia menahan dirinya yang terus ingin melihat kerumunan itu, namun tetap saja itu tidak bisa. Rasa keingin tahuan nya lebih besar daripada logika nya.

Kali ini dia membiarkan kepalanya bergerak ke samping, dan benar saja. Kerumunan itu sudah hampir akan melewatinya. Sedikit lagi, maka kerumunan itu akan melewatinya.

Karena penasaran yang berlebihan, gadis itu memilih bangkit dari duduknya untuk mengikuti kerumunan tersebut. Masa bodo sama koper dan barang bawaan yang dititip kedua orang tuanya padanya.

Toh, mereka juga terlalu lama. Bukan salah Phany kan kalau dia mengikuti kerumunan itu? Kan dia bosan menunggu mama papanya yang sangat lama datang, menunggu mereka sudah seperti jodoh saja. Kedua juga, rasa penasaran dia sudah sangat tinggi. Bahaya kalau tidak dituruti.

Phany ikut masuk ke dalam kerumunan tersebut dan ia dapat melihat dengan jelas gerombolan para idol dari boyband yang Phany kenal. Ect boys, salah satu boyband korea selatan yang sedang diperbincangkan media dan sangat terkenal dikalangan kpopers.

Oke, mungkin tadi diawal Phany tidak bisa mengenali mereka karena terlalu jauh dan juga tertutup oleh fans. Namun jika dilihat dekat, dia bisa mengenali mereka.

Tentu saja dia bisa dengan mudah mengetahuinya, karena tadi matanya tidak sengaja melihat tulisan dipakaian body guard mereka.

Merasa sudah cukup untuk memenuhi rasa keingintahuannya. Phany berniat untuk melipir keluar dari kerumunan itu, namun tidak bisa karena tubuh kecilnya terdorong oleh fans perempuan yang mulai heboh.

Mereka terus berdesak-desakan dan saling mendorong satu sama lain membuat Phany ikut terdorong ke kanan dan kiri, depan dan belakang. Phany tidak bisa mengontrol dirinya sendiri karena dolakan kuat dari orang-orang disana.

Satu dolakan, Phany dapat membuatnya semakin mendekati idol. Ia berusaha untuk keluar lagi dari kerumunan itu namun yang didapatkan nya adalah dolakan yang semakin kuat.

Bahkan sangkin kuatnya sampai Phany sampai jatuh dan mengenai salah satu idol. Phany memejamkan matanya dengan erat, mungkin setelah ini dia akan menyesali perbuatannya yang mengikuti rasa ingin tau nya.

Suasana berubah menjadi hening seketika, tidak ada lagi suara-suara berisik pada gadis. Yang hanya keheningan yang semakin membuat Phany bingung. Namun lama, dia tidak merasakan keras nya lantai dan justru dia merasa ada satu tangan kekar yang memegang pinggangnya.

Phany membuka matanya untuk melihat apakah dia sudah mati sehingga tidak merasakan apapun selain tangan besar. Namun saat dia membuka matanya, semua kamera justru menyorotinya dengann kilat-kilat kamera. Semua orang memotret nya. Banyak juga jeritan tak tertahan para gadis sehingga keadaan menjadi ricuh.

Tidak tau apakah dia beruntung atau sial, namun ini benar-benar bahaya.

Nafasnya tertahan, apalagi saat ia menolehkan kepalanya untuk melihat orang yang tengah memeluknya secara tidak langsung saat ini.

Deg.

Matanya terpaku pada dua pasang mata tajam yang kini memperhatikan nya dengan datar. Lama Phany terpaku pada mata nya hingga dia lupa dan tidak lagi mendengar kericuhan disana. Hanya terdengar degupan jantungnya yang semakin berdegup kencang. Sampai salah satu body guard menariknya paksa membuyarkan lamunan nya seketika dan melempar nya pada kenyataan bahwa dirinya tengah berada dalam bahaya.

Kamera semakin menyorotinya tatkala para bodyguard menyeretnya keluar dari kerumunan fans tersebut. Phany keluar dari kerumunan itu diiringi suara jeritan dan sorakan fans sebagai back song nya.

Phany menundukkan kepalanya, rasa malu tengah meliputi dirinya saat ini. Body guard itu menyeretnya pergi entah kemana. Membuatnya merasa malu dan semakin malu ketika sadar bahwa semua pengunjung bandara memperhatikan nya.

Bahkan ada juga yang merutuki Phany dengan terang-terangan tanpa tau hal apa yang sebenarnya terjadi.

"Ada apa itu?"

" Kasihan, terlalu banyak fans fanatik yang berusaha mendekati idol."

"Mukanya seperti bukan orang sini, sayang sekali. Dia pasti malu."

"Dia bersikap buruk dinegara asing."

"Sikapnya tidak hanya mempermalukan dirinya tapi juga membuat ilfeel idol nya."

"Aku sangat membenci penggemar seperti dia."

"Dia memalukan."

Dan banyak lagi komentar orang-orang disana yang ditujukan pada Phany. Ia tidak tau apa yang tengah ia rasakan saat ini. Rasa takut, panik, malu dan kesal bercampur menjadi satu. Namun yang pasti rasa malu lebih mendominasi dirinya.

Oke, mungkin ini karma yang Phany dapatkan karena telah melanggar perintah orang tuanya dengan justru pergi dan malah mengikuti kerumunan tadi.

Phany berdecak, dia benar-benar menyesal. Seharusnya dia tidak pergi tadi dan kejadian tidak seperti ini. Dia pasti sudah bertemu orang tuanya dan dapat pulang dengan cepat kemudian beristirahat dengan tenang.

Tidur di kasur empuk yang sangat dinantikan nya. Namun sial nya dia malah diseret bodyguard yang dia sendiri tidak tau akan dibawa kemana ditambah komentar pedas dan sorakan pada fans sengaja menambah kesialan nya.

Bagus, diawal saja hidupnya sudah sial dan berantakan. Bagaimana dengan selanjutnya?

Dia yakin, kehidupannya tidak akan berjalan mulus setelah in