10 Chapter 9

Semua member berkumpul di ruang tv asrama mereka. Jun mulai mencari-cari saluran tv tentang selebritis lainnya, mungkin ada berita yang mereka harus tahu atau semacamnya. Sebuah berita memunculkan tentang grup bentukan TP Entertainment yang baru saja dibentuk. Sebuah girlband yang tidak menarik menurutnya.

"Jadi akan ada girlband yang debut lagi tahun ini?" tanya Dae-Hyun sembari duduk bersandar di sofa.

"Ya, sepertinya tahun ini banyak trainee yang akan debut." K yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya mulai bergabung dengan para hyungnya.

Loey hanya diam dan menyaksikan berita itu, sampai akhirnya berita berganti dan membahas pacar Hwang Il-Woo yang baru saja dibeberkan pada publik. Seorang pembawa acara dengan antusiasnya membawakan berita yang pastinya menjadi trending topik beberapa hari ke depan. Gambar berikutnya menampilkan Hwang Il-Woo bersama dengan seorang perempuan. Mata Loey membulat ketika membaca namanya. Eun-Soo, mantan kekasihnya. Semua member juga ikut terdiam mendengarkan berita itu.

Perempuan itu tampak lebih dewasa sekarang. Lebih cantik dan menawan dari beberapa tahun yang lalu. Tapi bukan itu yang menganggu pikirannya sekarang. Hwang Il-Woo terlihat merangkul pinggang Eun-Soo dengan mesra dan terlihat memakai kalung pasangan.

"Ganti saja salurannya. Berita skandal tidaklah menarik."

Meski berkata demikian, Loey merasa jiwanya semakin kosong. Perempuan itu menghilang darinya dan kini kembali lagi, menorehkan luka baru.

***

Aroma rendang menyebar luas memenuhi ruangan feminim itu. Seorang perempuan dengan rambut diikat satu tampak memindahkan panci ke meja, lalu membagi rendang itu ke dalam sembilan kotak makan. Senyum puas mengembang di wajahnya. "Berbahagialah kau di dalam perut mereka," gumamnya seraya memasukkan kotak makan itu ke goodie bag, lalu mengambil mantelnya dan berangkat.

Hari ini kota Seoul cukup cerah meski udaranya masih sangat dingin. Ia berjalan menelusuri kota Seoul yang masih tertidur sambil bersenandung ria. Hana mengeluarkan ponselnya dan memotret beberapa pemandangan yang menurutnya bagus, lalu kembali melanjutkan perjalanannya. Ia juga sempat menolong seorang nenek yang ingin menyebrang. Tanpa ia sadari, Loey mengikutinya sejak ia keluar dari apartemennya. Loey dengan pakaian serbahitam dan masker wajah berjalan perlahan mengikuti Hana.

Berita tadi malam membuatnya tidak bisa tidur dan akhirnya ia keluar dan menunggu di depan apartemen Hana, menunggu perempuan itu keluar dan mengikutinya sampai sekarang. Tapi sayangnya, ponsel Loey berdering, menampilkan nomor Manajernya. Ia memasukkan ponselnya ke sakunya, tapi ponsel itu kembali berdering. Loey memutar bola matanya kesal, ia mencoba mengabaikan panggilan itu dan melangkah. Tapi, ia tersentak ketika melihat wajah Hana sangat dekat dengannya.

"Loey? Kaukah itu?" lirih Hana.

Loey melirik sekitarnya, lalu langsung menarik Hana berlari ke dalam mobilnya yang terparkir agak jauh dari sana. Begitu sampai di dalam mobilnya, ia menurunkan maskernya dan melihat Hana yang sedikit terkejut dengan perlakuan Loey barusan.

"Apa kau baik-baik saja?" tanya Hana.

Loey mengangguk. "Ah, soal tadi aku bukan mengikutimu, aku hanya tidak sengaja—"

Belum sempat Loey menyelesaikan kalimatnya, Hana tertawa kecil. "Memangnya kapan aku mengatakan kalau kau mengikutiku?"

Loey terlihat salah tingkah. Ia menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum malu. Lucunya, Hana ikut tertawa bersamanya. Kini mata Loey pindah pada goodie bag yang ada di tangan Hana. "Apa itu?" tanya Loey.

Hana mengikuti arah pandangan Loey, lalu mengangkat tas kecilnya, menunjukkannya pada Loey. "Makanan untuk kalian."

Sejenak, Loey terpukau. Ia tidak menyangka bahwa Hana benar-benar membuatkan makanan untuk mereka. Ia pikir itu hanyalah candaan mereka, tapi ternyata tidak. Loey tersenyum simpul mendengar jawaban Hana.

Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click www.webnovel.com/book/return-to-polaris_18788594305013105/chapter-9_50435307941709328 for visiting.

"Terima kasih." Hanya itu yang terucap dan berhasil membuat Hana merona.

"Hehe, beruntungnya aku bertemu denganmu saat ini."

Loey menghidupkan mesin mobilnya dan hendak menuju ke suatu tempat. "Kita akan ke asrama E-X," ujar Loey menjawab rasa penasaran Hana. "Ceritakan dirimu lebih dalam. Aku ingin mengenal penggemarku lebih jauh."

"Kim Hana, dua puluh empat tahun, lulusan jurusan fashion desain dan sekarang bekerja sebagai asisten desainer."

"Kau lulus sangat cepat, kau benar-benar menyukai fashion, ya?"

"Ini adalah mimpiku sejak dulu dan sekarang mimpiku menjadi nyata." Hana menunduk sambil tersenyum malu.

"Benarkah? Memangnya apa?" tanya Loey penasaran.

Hana tersenyum malu. "Sejak ayahku menghilang, aku merasa kehilangan semuanya, tapi semua itu berubah ketika aku melihat ini." Hana mengeluarkan ponselnya dari saku mantelnya dan menunjukkan Loey sebuah musik video. Loey mengambil kesempatan ketika lampu merah, ia menoleh dan melihat ponsel Hana yang memutarkan video musik E-X beberapa tahun lalu.

"Maksudnya? Aku tidak mengerti."

"Sejak melihat video ini aku jatuh cinta pada kalian. Aku mencari tahu tentang kalian dan perjuangan kalian membuatku tersentuh. Sejak saat itu aku mengubah cara pandang hidupku. Aku mulai menata mimpiku dan belajar dengan giat. Saat lulus SMA, aku mendapat beasiswa untuk kuliah di sini dan berhasil menyelesaikannya dengan sangat cepat. Hingga aku bertemu dengan Nona Jung yang membawaku semakin dekat pada mimpiku selama ini."

Loey tersentuh mendengarnya. Semua itu tidak terasa seperti ucapan yang disiapkan untuk membuatnya terkesan. Mata perempuan itu menunjukkan kejujuran saat mengatakannya.

"Aku ingin menjadi seorang fashion desainer yang hebat, merancang pakaian untuk kalian, dekat dengan kalian dan menjaga kalian. Aku berterima kasih pada Nona Jung yang mempercayaiku untuk menjadi stylist pengganti kalian."

"Apa kau serius? Pada suatu saat nanti kami akan berhenti dan itu artinya kau tidak bisa bertemu kami lagi."

Hana menggangguk mantap. "Aku tahu. Aku tahu waktu bersama kalian itu sangat singkat, karena itulah aku berusaha yang terbaik untuk kalian. Suatu saat kalian akan menikah, begitu juga aku. Tapi setidaknya aku ingin menghabiskan waktu bersama kalian yang singkat itu dengan sebaik-baiknya agar aku bisa menceritakan pada anak-anakku kelak kalau kalian pernah membuatku bahagia, sangat bahagia."

Loey tersenyum tipis. Ia tidak menyangka kalau ia memiliki penggemar seperti Hana. "Akan aku pastikan aku memakai pakaian rancanganmu," ujar Loey.

Hana dan Loey tertawa bersama, setidaknya hari ini Loey tahu lebih banyak tentang penggemarnya. Sejak dulu Loey memang ingin menjalin hubungan yang dekat dengan para penggemarnya, tapi agensi melarangnya. Baru inilah ia dekat dengan penggemarnya, bercerita dan tertawa bersama dengan jarak yang dekat. Hana sendiri tidak menyangka hari ini akan datang. Hari dimana ia dan idolanya berada dalam mobil yang sama, bercerita dan tertawa. Setidaknya ia ingin menghabiskan kesempatan dua bulan bersama mereka dengan sebaik-baiknya.

***

Next chapter