5 Chapter 4

Hana melangkah cepat menuju apartemennya yang kini terlihat dari tepi jalan. Ia melirik arloji yang melingkar di pergelangan kecilnya, lalu mendesah panjang. Jam setengah sebelas malam. Suasana di sekitarnya sangat sunyi mengingat penghuni di kawasan ini adalah orang-orang kantoran yang sibuk. Mereka lebih memilih pulang dan terlelap dibanding berbincang dengan tetangga.

Gadis itu memasuki lobi apartemen, menggunakkan lift menuju tempatnya di lantai empat. Setelah beberapa langkah, ia memasukkan acces card ke scanner pintu apartemen, lalu masuk. Lampu apartemennya masih menyala. Kemudian ia menoleh ke tempat Yoon biasa berkutat, mendapati sahabatnya itu sedang duduk dengan kertas bertumpuk di sudut meja.

"YOOONN!" Hana berseru riang, melepas sepatunya secara asal, lalu melempar tasnya ke sofa dan berputar-putar seakan sedang dansa.

"Ada apa ini? Apa kepalamu terbentur lagi?" Yoon memutar posisi duduknya, menatap sahabatnya itu dengan kesal. Ia melepas kacamata berbentuk kotak dan meletakkannya di meja.

"Kau benar! Aku terbentur dengan bintang-bintang. Ahhhh! Ya ampun! Ini pasti mimpi, 'kan? Rambut yang sangat lembut, wajah yang tampan, dan tubuh mereka tinggi dan atletis!" Hana menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur, lalu menggerak-gerakkan kedua tangan dan kakinya. Membuat sprei tempat tidurnya berantakkan.

"Hei, apalagi ini? Berhentilah mengkhayal."

"Aku tidak mengkhaya! Ini sungguhan!! Aku bertemu dengan member E-X!"

Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click www.webnovel.com/book/return-to-polaris_18788594305013105/chapter-4_50435273296758604 for visiting.

"Apa?" Bibir Yoon membentuk bulatan sempurna.

"Hari ini Nona Jung memintaku untuk mengurus pakaian photoshoot S0Ne dan S0Ne melakukannya bersama E-X! Hari ini adalah hari bahagiaku!! Aku bisa merasakan rambut mereka yang lembut, membantu mereka memasang properti pakaian!"

"Apa itu benar? Kau tidak mengkhayal, 'kan?"

Hana mengangguk yakin, ia duduk, kemudian mengacungkan jempolnya pada Yoon. "Yakin seratus persen. Kau bisa memotong telingaku jika itu bohong."

"Ya ampun!" Yoon bangkit, lalu bergegas menghampiri Hana. "Apa semua member hadir? Apa Shi-Jin hadir? K? Jun? Loey? Dae-Hyun? Oh Tuhan!"

"Hanya Loey, K, dan Jun yang hadir. Member lain sedang menghadiri acara lain," jawab Hana tanpa menghilangkan senyum di wajahnya.

"Ah! Tetap saja kau beruntung! Apa mereka memperlakukanmu dengan baik?"

"Tentu saja. Mereka baik seperti malaikat."

"Eits! Kau bilang hanya Loey, K dan Jun yang hadir kan? Tidak ada Shi-Jin? AH, aku bersyukur. Aku belum siap melihat Shi-Jin dan Soona berpose bersama atau parahnya mungkin pacaran."

Hana tertawa mendengar perkataan Yoon. "Jangan begitu. Mungkin saja suatu hari nanti itu terjadi. Kau harus persiapkan hatimu, Yoon."

"Kau juga. Bersiaplah jika Loey atau K pacaran. Apalagi ada kabar kalau Loey dan Eun-Soo ada hubungan asmara."

Hana tertawa. "Tidak apa jika hal itu membuat Loey bahagia," ujar Hana seraya bangkit dari duduknya dan bersiap mandi.

"Apa besok kalian akan bertemu lagi?"

Hana mengangkat bahu kecilnya. "Entahlah. Aku harap besok Nona Jung menyuruhku untuk mengurus fashion E-X."

"Rasanya aku ingin berhenti dari pekerjaanku dan mendaftar sebagai asisten desainer sepertimu," celetuk Yoon.

Hana tertawa lepas, lalu mengedipkan mata kanannya. "Lakukanlah, kenapa tidak?"

Ia tersenyum mengingat perlakuan mereka tadi siang. Ketika Hana diminta untuk membantu hairstylist mereka merapihkan rambut, memakaikan aksesoris pakaian. Bahkan para staf yang harusnya sibuk mengurus kebutuhan photoshoot diminta untuk makan bersama mereka.

Hana masih teringat gaya makan Jun yang rapih, Loey yang ceria dan K yang manis sekaligus pemalu. Meski menu masakannya sederhana dan memang dikhususkan untuk menjaga berat badan, mereka tetap menikmatinya. Saat itulah Hana merasa ia adalah fans yang paling beruntung. Rasa lelah mengurus pakaian, menyiapkan aksesoris dan mengantar kembali pakaian hilang begitu saja ketika mengingat kenangan itu. Tak hanya member E-X, member S0Ne juga memperlakukan para staffnya dengan baik. Mereka tak segan-segan membantu staffnya. Ah, rasanya wajar jika mereka memilik fans yang sangat banyak dan sangat mencintai mereka.

***

Siang itu, dengan langit berawan dan udara dingin yang menusuk kulit, delapan pemuda berpakaian kasual sedang menarikan koreografi lagu baru mereka, menimbulkan suara decitan dari sepatu yang bergesekkan dengan lantai kayu. Sesekali mereka menengok pada cermin besar di hadapan mereka, mengecek sinkronisasi gerakkan satu sama lain. Telinga mereka dengan awas mendengarkan setiap ritme gerakkan dengan alunan musik EDM yang memenuhi ruangan. Seorang pria–Manajer Kim duduk mengawasi di sudut ruangan seraya melipat kedua tangannya. Senyumnya mengembang, menyadari kemampuan delapan pemuda itu jauh lebih baik dari sebelumnya.

"Ayo istirahat sebentar," ujar Manajer Kim seraya bangkit dari duduk dan mematikan musik. Ia membawa dua kantung plastik berisi makanan dan minum, lalu meletakkannya di lantai. Delapan pemuda itu segera menyelesaikan gerakkan terakhir, lalu duduk melingkar bergabung dengan manajer mereka.

"Bagaimana acara kalian kemarin sore?" tanya Manajer Kim pada Shi-Jin dan empat member lain selain Loey, Jun, dan K seraya memberikan makanan kotak ke masing-masing member.

"Semua berjalan lancar. Bagaimana photoshoot kemarin? Kudengar kalian memakai fashion stylist amatir? Apa itu benar?" tanya Shi-Jin.

Loey menggeleng. "Kau salah. Menurutku selera gadis itu jauh lebih bagus daripada stylist sewaan di acara musik sebelumnya."

"Aku dengar dia asisten Nona Jung," tambah Jun. "Aku rasa wajar jika dia memiliki fashion yang bagus."

"Hmm .... Aku jadi penasaran seperti apa orangnya."

"Jangan banyak cerita, habiskan dulu makanan kalian karena kita harus bersiap untuk acara selanjutnya," ujar Manajer Kim disambut anggukan dari para member.

Tapi belum sempat mereka menikmati makan siang, ponsel Manajer Kim berdering. Ia bergegas bangkit, meraih ponselnya di atas meja, lalu keluar dari ruang latihan selama beberapa menit, lalu kembali memasuki ruang latihan. Wajahnya tampak gusar, serta khawatir. Ia bergegas kembali ke tempat para member yang sedang menikmati makan siang.

"Ini gawat. Nona Nam kecelakaan dan kita butuh stylist utama secepatnya."

Sontak semua member berhenti menyantap makanannya, lalu beralih pada Manajer Kim yang menatap mereka dengan gusar.

"Bagaimana keadaan Nona Nam sekarang?" Jun bertanya tak kalah khawatir, mengingat bahwa Nona Nam adalah stylist mereka sejak dua tahun yang lalu.

Manajer Kim mengangkat kedua bahu lebarnya. "Aku tidak tahu. Ia sudah berada di rumah sakit dan sekarang bukan waktunya memikirkan hal itu. Kita harus mencari penggantinya sekaligus pakaian show kalian. Kita tidak mungkin membatalkan acaranya sekarang."

"Tapi-"

"Jun, kau bilang gadis kemarin memiliki fashion yang bagus, 'kan?" tanya Manajer Kim pada Jun sebelum Loey menanyainya lebih lanjut. Jun mengangguk.

"Aku harap gadis itu punya waktu luang sekarang. Kalian lanjutkan makan siang, aku akan ke tempat Nona Jung sekarang." Manajer Kim berdiri, lalu melangkah dengan terburu-buru meninggalkan ruangan tanpa memedulikan para member yang menuntut penjelasan lebih lanjut darinya.

Next chapter