16 Chapter 15

Aku ingin melindungimu

Aku tidak ingin menyakitimu

Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click www.webnovel.com/book/return-to-polaris_18788594305013105/chapter-15_50512072680732063 for visiting.

Salahkah jika aku berharap padamu?

Bisakah kita bersama tanpa saling melukai?

Bisakah kita bersama tanpa ada yang terluka?

***

"Loey, tolong jaga jarakmu dengan Hana."

Sontak Loey melebarkan matanya dan menatap sang Manajer, meminta penjelasan. Sang manajer membuka ponselnya dan menunjukkan fotonya bersama Hana tadi malam. Loey terdiam, tidak tahu harus menjawab apa. Bahkan Jun mendekatinya, menatapnya dengan prihatin.

"Berhenti melakukan ini. Jangan sampai direktur tahu tentang hal ini. Tentu kau tahu apa yang terjadi pada Hana jika direktur mengetahui hal ini, kan? Ini tidak baik, untukmu, untuk E-X, dan untuk Hana. Berpikirlah dengan bijak, Seung-Yeol. Jangan sampai kejadian Eun-Soo terulang lagi," ujar sang manajer memberi peringatan sekaligus pesan untuk Loey.

"Ini tidak seperti yang kalian pikirkan," bantah Loey.

"Yah, aku tahu. Tapi sadarlah. Hana hanyalah fans biasa yang beruntung. Tugasnya di sini hanya sebagai stylist pengganti, tidak lebih. Kau tahu reaksi publik jika mengetahui hal ini, kan? Kau tidak lupa skandal Jae-Hyun kan? Kau tidak lupa apa yang dilakukan orang-orang padanya? Apa kau ingin skandal itu terjadi lagi? Mengertilah."

Manajer Kim menepuk pundak Loey sebelum berlalu, meninggalkan Loey dan Jun yang masih terdiam. Loey mendesah kesal dan Jun tetap berada di sampingnya, mencoba menenagkan Loey.

"Mereka tidak tahu apa yang aku rasakan. Mereka tidak akan pernah mengerti masalahku," ujar Loey frustasi. Jun hanya diam, mencoba menjadi sandaran bagi rapper utama EX itu.

"Tenangkan dirimu, aku yakin semua akan baik-baik saja."

Tak lama kemudian mereka melihat para member EX berjalan menuju parkiran bersama para staff, termasuk Hana. Perempuan itu berbincang dengan staff perempuan lainnya, lalu tertawa. Entah kenapa setiap kali melihat perempuan itu tersenyum membuat hati Loey menghangat. Perempuan itu memang tidak sempurna, tidak secantik idol perempuan didekatnya, tidak sempurna, tapi ia merasa sempurna saat perempuan itu bersamanya, melengkapi sisi kosong dalam hidupnya yang telah hilang bertahun-tahun lamanya.

Ia selalu mengutuk pada peraturan yang melarangnya untuk dekat dengan fansnya sendiri, bahkan dekat dengan idol perempuan di sekitarnya. Memperlakukan mereka seolah-olah robot yang bisa diputar otomatis. Tidakkah mereka merasa kalau mereka butuh sedikit kebebasan? Tidakkah mereka mengerti kalau mereka masih terluka dengan kepergian teman mereka?

Ia ingat saat tiga teman yang mereka anggap keluarga pergi meninggalkan mereka. Shi-Jin sangat terluka. Bahkan ia tidak makan selama dua hari karena kepergian Yihan. Begitu juga dengan member lainnya. Mereka tidak nafsu makan dan kehilangan minat mereka. Tidak bisakah mereka belajar dari kesalahan mereka dulu?

Loey tidak peduli. Ia sudah menuruti kemauan agensi selama bertahun-tahun. Bebas skandal apa pun, tidak pernah terkait dengan perempuan mana pun, kecuali skandalnya tentang Eun-Soo. Kali ini ia ingin meraih kebebasannya untuk sejenak. Apa pun yang terjadi, ia akan bersumpah untuk melindungi Hana. Sudah cukup ia merelakan tiga keluarganya dan Eun-Soo. Kali ini ia tidak ingin menyerah.

***

Hana melirik mobil yang dinaiki oleh para member EX dari kaca jendela mobil para staff. Ia melihat Loey sedang bercanda dengan Jae-Hyun dan member lainnya. Tanpa ia sadari senyumnya mengembang lebar. Di saat yang sama Loey juga melihat ke mobil Hana, tatapan mereka bertemu dan membuat Hana salah tingkah. Loey tertawa melihat tingkah Hana. Ia tersenyum sembari melambaikan tangan sebelum mobilnya berangkat lebih dulu. Pandangannya masih tertuju pada Hana yang tersenyum ke arahnya.

Di dalam mobil para member, Shi-Jin terus memperhatikan Loey yang tidak berhenti tersenyum sembari melihat ke belakang. Ia mulai menyadari kalau Loey memiliki perasaan spesial pada perempuan itu dan artinya ia harus melindungi Loey, Hana dan E-X. Ia tidak ingin kejadian Yihan terulang lagi. Ketika Yihan memilih keluar E-X demi bersama Gwan. Ia tidak ingin Loey meninggalkan E-X karena Hana dan ia tidak ingin Hana terluka karena popularitas Loey. Jujur saja Shi-Jin juga menaruh perasaan pada Hana, tapi ia sadar siapa dirinya. Dia memiliki jutaan fans yang bisa menyerang perempuan yang dekat dengannya kapan saja.

Di sisi lain Jun menyadari ada sesuatu yang mengganjal pikiran Shi-Jin. Ia tahu kalau maknae mereka itu suka menyembunyikan masalah, lalu menyelesaikannya sendirian. Bisa dibilang saat ini Shi-Jin adalah perekat para member. Ketika mereka bertengkar, Shi-Jin akan menjadi penengahnya. Ketika para member putus asa, Shi-Jin menjadi penyemangatnya. Meski usianya paling muda, Shi-Jin memiliki pemikiran yang dewasa meski terkadang kekanakan, manja, dan usil.

Saat keluarnya Yihan, Shi-Jin yang paling terpuruk. Ia mengalami perubahan yang drastis, termasuk pemikirannya. Ia mencoba menjadi penghubung semua member, menahan beban sendirian. Tapi saat pertama bertemu Hana, hatinya mulai berubah, ia mulai memaafkan Yihan. Dari matanya Jun tahu kalau Shi-Jin dan Loey menaruh hati pada Hana. Shi-Jin menjaga Hana dari jauh, tanpa sepengetahuan perempuan itu, sedangkan Loey melindunginya dari dekat, membantu perempuan itu mewujudkan mimpinya selama ini.

Shi-Jin takut kalau suatu saat nanti direktur mereka tahu kedekatan Hana dan Loey, maka yang terkena dampaknya adalah Hana, sama seperti kejadian Eun-Soo. Tentu saja sang direktur akan menyingkirkan pihak yang tidak memegang penting penghasilan perusahaan. Ia akan memilih siapa yang memberinya keuntungan lebih besar, tidak mementingkan perasaan atau kemanusiaan. Jika kedekatan itu terbongkar, maka Hana harus pergi dari tempat ini dan ia tidak ingin itu terjadi.

"Apa kalian sudah sarapan?" tanya K sambil menunjukkan kotak makanan yang diberikan Hana sebelum mereka berpisah.

"Siapa yang membuatnya?" tanya Min-Soo penuh keraguaan, ia khawatir K yang membuatnya dan semua member tahu kalau K itu ... hancur dalam hal memasak.

"Ah, kalian tidak perlu takut, bukan aku yang membuatnya. Hana memberikannya padaku sebelum kita berpisah."

"Benarkah?!" Raut semua member langsung berubah. K memberikan kotak makanan untuk member lain. Mereka membukanya dengan antusias. Entah kenapa, mereka sangat menyukai masakan Hana, meski masakan Jung-Soo tidak kalah enak.

Loey membuka kotak makanan yang bertuliskan namanya, berisikan bibimbap dengan tumisan daging, sayur rebus, rumput laut, irisan sayur dan tak ketinggalan telur setengah matang yang diletakkan di atas nasi. Hana menambahkan saus yang membentuk nama Loey di atas telur. Loey tersenyum kecil ketika membayangkan perempuan itu menyusun makanan-makanan ini dengan rapih.

Sejenak ia kembali teringat dengan masa SMA nya ketika ibunya membuatkan ia makanan untuk sekolah. Loey menarik sudut-sudut bibirnya, lalu mulai menyantap makanan itu. Enak. Ia mencoba melihat mobil yang membawa Hana lewat jendela mobil, tapi sepertinya mereka agak jauh di belakang.

Setengah jam kemudian mereka tiba di acara K-Music award. Para bodyguard mereka sudah siap berbaris membuka jalan untuk mereka. Dimulai dari Jun yang keluar dari mobil dan menyapa para penggemar yang ada di sana. Salah seorang staff memakaikan Jun dan member lainnya mantel tebal mengingat suhu udara kota yang sangat dingin hari ini.

Hana mengutuk dirinya sendiri karena ia meninggalkan mantelnya di apartemen. Saking sibuknya menyiapkan sarapan, ia sampai lupa memasukkan mantelnya ke dalam tas. Alhasil ia harus menahan dingin sampai masuk ke ruang persiapan mereka. Sesekali Loey melihat ke belakang, melihat Hana hanya memakai kemeja putih tanpa mantel atau jaket. Loey ingin menghampiri Hana, tapi manajernya menahan Loey, mengingatkannya pada posisi mereka saat ini. Ada banyak penggemar yang melihat mereka dan ia tidak ingin penggemar tahu kalau Loey menspesialkan salah satu staffnya. Terpaksa Loey menurut dan melanjutkan langkahnya. Ia berharap Hana baik-baik saja.

Namun, seorang lelaki menghampiri Hana. Mata Loey membuat saat Shi-Jin dengan lembut memakaikan Hana mantel sambil tersenyum.

Next chapter