5 4

Sangat lelah rasanya setelah mencoba beberapa gaun pengantin dan pada akhirnya semuanya juga nihil karena tidak ada satupun baju yang muat denganku.

"bagaimana bisa seorang wanita memiliki tubuh raksasa sepertimu? Apakah kau tak berfikir sedikitpun untuk mengecilkan badanmu bukankah semua wanita memimpikan menggunakan baju pernikahan yang cantik tapi kau malah memilih sebaliknya" maki pria menyebalkan itu, memang dia pikir aku mau memiliki tubuh sebesar ini.

"kau pikir aku memikirkan baju pernikahan dalam waktu dekat ini, lagipula ini salahmu karena sudah menyuruhku menikah dalam waktu yang sangat cepat sampai - sampai aku tak bisa diet sedikitpun" ucapku dan dia malah menatapku mencemoh.

"meskipun kau diberikan waktu setahun untuk diet berat badanmu juga tidak akan pernah turun walau nol koma sekian" sekarang dia malah mengejekku.

"kami akan menjahitkan baju dalam waktu cepat anda tenang saja tuan" ucap seorang pramuniaga yang menghampiri kami.

"baguslah karena jika tidak aku akan menyuruhnya mengenakan potongan kain saja" enak saja dia menyuruhku menggunakan kain lepas dihari  pernikahaanku.

"kau saja yang mengenakannya tuan muda shanz zetlin yang terhormat" kataku jengkel.

"sayangnya aku tak berutubuh besar sepertimu" dia kembali mengejekku dan aku melihat beberapa pramuniaga yang menahan tawanya.

"aku rasa cukup untuk hari ini tuan muda zetlin, kau bisa memilih temanya sendirian karena aku masih memiliki banyak urusan" aku langsung meninggalkannya tapi dia malah mengejarku dan menarik tanganku.

"aku tak bisa memilihnya seorang diri nona phant, lagipula kau pikir hanya kau saja yang sibuk? Aku jauh lebih sibuk darimu nona phant" katanya dan langsung menarik tanganku dengan paksa.

"lepaskan aku, kenapa kau selalu saja bertindak seenakmu?" ucapku dan dia malah mengacuhkanku.

Dia mendorong tubuhku dengan paksa masuk kedalam mobilnya.

"bisakah kau memperlakukanku dengan sedikit manusiawi?" tanyaku dan dia malah melihatku tanpa ekspresi.

"apakah kau pantas untuk diperlakukan seperti manusia?" dia malah balik bertanya.

"tentu saja karena aku tak dilahirkan untuk menjadi seekor hewan" jawabku dan tiba - tiba dia malah mendekatiku membuat kita tak memiliki jarak sedikitpun. 

"apa yang akan kau lakukan" ucapku tertahan.

"bukankah kau ingin diperlakukan lebih manusiawi nona phant" dia semakin memperdekat jarak diantara kita, dia membelai pipiku perlahan lalu menghembuskan nafasnya denganya sangat sensual disekitar telingaku membuat bulu kudukku seketika berdiri, entah sensasi apa yang kurasakan saat ini yang mampu membuatku menutup mata karena tingkahnya lalu tiba - tiba aku merasakan sesuatu yang sangat hangat menyentuh bibirku sesuatu yang pernah kurasakan dan aku mengingatnya. Dengan cepat aku mendorong tubuh pria menyebalkan itu.

PLAAAKKKKK,,,,,

Aku menamparnya karena rasa sakit atas tindakannya yang sangat kurang ajar.

"aku memintamu untuk memperlakukan lebih manusiawi bukan untuk menyetuhku seperti seorang wanita murahan brengsek, aku bukan seperti pelacurmu yang bisa kau sentuh seenak jidatmu yang bisa kau lakukan seperti seorang boneka atas uangmu" ucapku dan menatapnya penuh amarah.

"aku tak tahu kenapa tuhan menakdirkanku untuk  bertemu dengan pria brengsek sepertimu!!! pria yang entah darimana asalnya memintaku untuk menyetujui semua kontrak sialan itu hanya karena dia mengancam hidupku dan bahkan dengan bodohnya aku malah setuju untuk menikah dengannya" dan entah mengapa aku malah meneteskan air mataku.

"aku menyesal telah mengenalmu, aku pikir kau akan bisa sedikit berbaik hati padaku tapi ternyata aku salah karena kau tak punya hati sedikitmu" caciku.

"kau... Kau pria yang paling brengsek dimuka bumi ini sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau menyetujui kontrak itu walaupun kau akan membunuhku sekalipun" aku langsung turun dari mobil dan berlari dengan sangat kencang agar dia tak bisa menangkapku lagi.

Aku memilih untuk duduk disebuah taman dengan terus menangis meratapi apa yang sudah aku perbuat karena kebodohanku. Saat ini salju pertama turun dikota new york udaranya benar - benar dingin dan aku malah tak memakai jaket sedikitpun karena rasa dinginnya yang tak tertahankan rasanya kakiku mulai kram dan bergetar ditambah kepalaku yang tiba - tiba saja terasa sangat pusing lalu semuanya menjadi gelap.

****

Aku mencoba membuka mataku perlahan, kepalaku benar - benar terasa sangat berat dan sangat pusing.

"ohh tuhan cindy sadarlah sayang" aku mendengar suara seorang wanita yang terdengar sangat panik terus menyebut namaku. Aku berusaha sekuat tenaga untuk melihat siapa wanita itu tapi semuanya nihil karena pengelihatanku yang meremang tapi aku tak menyerah begitu saja dan akhirnya aku melihat wanita itu dia adalah gab.

"gaaaaabb..." ucapku tertahan karena bibirku yang terasa kaku.

"ohh tuhan, terima kasih atas berkatmu anakku bisa terselamatkan" gab terlihat sangat bahagia saat mengucapkannya, aku bersyukur karena melihatnya sebagai orang pertama setelah aku sadar.

"gab,,, kenapa aku bisa disini?" tanyaku yang penasaran.

"kau kedinginan sayang dan kau sudah tak sadarkan diri selama seminggu" bagaimana bisa aku tak sadarkan diri selama itu.

"maafkan aku karena tak bisa menjagamu menjadi pengantin yang cantik dihari pernikahaanmu" raut wajah gab penuh dengan penyesalan.

"Ohh tuhan tadi gab mengatakan mengenai pernikahan dan itu artinya pernikahanku dengan pria menyebalkan itu dibatalkan begitu saja!!! Terima kasih tuhan kau telah menyelamatkan hidupku" gumamku dalam hati.

"ini bukan salahmu gab" aku mencoba menggenggam tangan gab "lagipula ini semua salahku dan semua ini karena pria menyebalkan itu".

"tapi kau tenang saja sayang karena mereka telah menunda acara pernikahanmu sampai kau sembuh total" lanjut gab dan dia terlihat sangat senang.

"APA?" aku benar - benar terkejut mendengar ucapan gab dan tampa sadar aku malah terbangun sambil terus menyentuh dadaku.

"gab, itu tidak benarkan?" lanjutku yang masih tak percaya dengan ucapan gab.

"apa aku pernah berbohong padamu?" tanya gab dan jawabannya adalah tidak, sayang sekali karena gab tidak pernah berbohong padaku.

"gab, apa yang dikatakan dokter mengenaiku?" semoga saja jawaban gab kali ini tidak mengecewakanku.

"kata dokter kau baik - baik saja hanya saja kau terlalu stress belakangan ini dan katanya lagi setelah kau sadar kau sudah dapat pulih dalam seminggu" terang gab.

"seminggu itu artinya aku dan pria menyebalkan itu akan menikah???" gumamku dalam hati.

"istirahatlah sayang, tenangkan pikiranmu dan semoga saja tuhan memberikanmu waktu yang cepat untuk sembuh" ucap gab dan langsung meninggalkanku.

****

Aku terus mondar - mandir didalam kamar inapku, tadi setelah suster mencabut infusku aku bergegas mandi dan terus mencari cara agar aku bisa lari dari sini. Dengan cepat dan tergesa - gesa aku mengumpulkan semua barang - barangku dan segera mencari cara untuk keluar dari sini.

Dengan susah payah aku terus berlari menyusuri lorong rumah sakit ini.

"kau ingin pergi kemana nona phant?" aku benar - benar terkejut melihat monster menyebalkan ini, karenanya aku harus jatuh terduduk.

"kau,,,, kau ingin apa dariku?" tanyaku yang mulai panik.

"aku tak menginginkan apapun darimu tapi setidaknya kau bisa berdiri bukan!!" dia malah mengejekku.

"biarkan aku pergi kali ini saja james nanti aku akan mentrasfer uang jika aku sudah bisa keluar dari sini dan kau bisa mengirimkan nomor rekeningmu lewat sms" james melihatku menyelidik dan semoga saja dia mau mendengarku.

"baik, ikutlah denganku" ajaknya.

"ini mobil siapa james?" aku melihat mobil mewah yang ada dilahan parkir rumah sakit ini, yang membuatku ingin bertanya bukanlah karena mobil mewah ini terparkir begitu saja tapi ini semua karena james memintaku masuk kedalam mobil itu.

"james ini mobil siapa? Kau dengarkan aku bertanya" dan james tak memperdulikan ucapanku.

"masuklah phant kau terlalu banyak bertanya, kau ingin kabur bukan jadi jangan buang - buang waktumu" yaa james benar aku harus bergegas.

"james kita akan kemana?" mobil ini terus saja melaju.

"duduk saja dengan tenang aku akan membawamu ketempat yang aman" semoga saja kali ini apa yang dikatakannya benar.

"pak kau bisa putar balik" ucap james pada sang supir.

"kau ingin kemana?" tanyaku lagi yang mulai panik dan tiba - tiba saja james menutup mulutku lalu semuanya menjadi gelap.

*****

Kepalaku terasa sangat berat dengan susah payah aku membuka mataku mencoba melihat sekelilingku yang terasa asing.

"mom" ucapku.

"kau baik - baik saja bukan?" tanya mom, apakah sekarang aku berada disingapore? JiKa iya bagaimana james bisa membawaku kesini.

"i'm okk mom, where is?"

"sekarang kita sedang berada disebuah gereja hari ini adalah hari pernikahamu cindy" ohh tuhan aku tidak bisa mempercayai ini.

"benarkah? Mom ini sebuah kebohongan bukan?" aku benar - benar takut saat ini.

"tentu saja benar, apakah aku terlihat seperti membohongimu? Lihatlah gaun yang kau kenakan saat ini" mom menunjuk padaku.

"oh tuhan ini sungguhan? Mom aku mohon padamu sekali ini saja bantu aku" aku terus memegang tangan mom.

"membantumu untuk apa?" tanya mom yang penuh dengan tanda tanya.

"aku tidak bisa menikah denganya mom, pria itu bukan pria yang baik, dia tak mencintaiku dan aku juga tak mencintainya, selama ini dia terus - terusan saja menghinaku mom" aku mulai menangis menceritakannya.

"tapi aku rasa apa yang kau katakan tidak benar, kau tahu pria yang akan menikahimu adalah pria tampan, kaya dan baik hati, pria sepertinya adalah pria idaman semua wanita" aku mendengus kesal mendengar ucapan mom "setelah melihat kondisimu kau harusnya merasa beruntung bisa menikah dengannya, Lagipula aku akan mendapatkan banyak keuntungan jika kau menikah dengannya" ternyata mom masih materialistis.

"tapi mom" belum sempat aku melanjutkan perkataanku mom langsung memegang pundakku.

"kau tak usah banyak bicara, sekarang hapus air mata bodohmu itu sebentar lagi kau akan menjadi nyonya zetlin dan aku bisa hidup dengan tenang tanpa harus memikirkan anak sepertimu, sekali - sekali lakukan sesuatu yang membuatmu layak untuk menjadi anakku" ucap mom dan langsung meninggalkanku.

Aku benar - benar tak mengerti dengannya jika dia membenciku kenapa dia masih mengizinkanku untuk menginjak tanah ini, aku hanya berharap mom akan bersikap sebagai ibu setelah melihat aku untuk pertama kalinya menangis diusia yang sudah tak muda lagi tapi mom masih sama, dia hanya bisa mementingkan egonya. Aku mengingat lagi kejadian sebelum aku berada diruangan ini, james sialan dia malah menipuku. Aku yang terlalu bodoh yang mau - maunya percaya pada james yang sifatnya persis seperti mom. Meminta bantuan pada gab juga pasti tidak akan berhasil karena gab selalu menganggap jika pria menyebalkan itu adalah pria yang tepat untukku.

Suara ketukan pintu membuatku harus menoleh, ayah tiriku menjemput ke altar pernikahan. Aku terus berjalan sambil melihat banyak tamu yang datang, tatapanku terhenti saat melihat seorang pria yang tak asing bagiku, pria yang pernah membuat sebuah note dalam hatiku. Kualihkan pandanganku darinya lalu mataku bertemu dengan semua teman sd, smp, smaku yang mana mereka semua yang dulunya terus membullyku. Apakah hari ini sebuah mimpi buruk? Intinya hanya tuhan yang tahu.

Pengucapan sumpah janji pernikahan telah kami sebutkan dengan lancar, entah mengapa mulutku tak bisa berkoordinasi dengan otakku agar tak mengatakannya. Hal yang paling dinantikan adalah adegan kiss antara kedua pengantin, lututku semakin bergetar dan jantungku berdetak tak karuan. Ingin rasanya aku menampar pria ini sebelum melakukannya karena rasa kesalku pada sikapnya masih belum terbalaskan sepenuhnya tapi apalah dayaku yang saat ini sudah merasakan dengan hangat bibir pria menyebalkan itu yang memanggut bibirku secara bergantian. Aku tak habis pikir kenapa pria menyebalkan ini mengulurkan senyumnya setelah menciumku dan mendengar tepuk tangan orang - orang.

Semua tamu yang datang terus menikmati pestanya dan aku hanya bisa duduk dipojokan sambil meratapi apa yang akan terjadi denganku selanjutnya. Pria menyebalkan itu terus menyapa semua tamu yang datang dan aku tak bisa berhenti melihatnya, jika saja hari ini adalah hari pernikahan yang aku inginkan pastinya aku bisa sangat berbahagia hari ini tapi sayangnya semuanya berbanding 360° dan itu artinya semua hal buruk akan kembali menimpahku.

*****

Di hari pertama pernikahanku aku harus menunggu pengantin priaku dengan keadaan yang mengenaskan sebab dari tadi aku terus saja menangis karena harus memikirkan bagaimana nasibku kedepan. Mungkin aku bisa saja tak memikirkannya dan membiarkan semua mengalir seiring berjalannya waktu sebab aku juga sudah terlalu sering melewati hal - hal yang lebih buruk dari ini tapi tetap saja aku tak bisa menerimanya sebab sebuah pernikahan adalah harapan satu-satunya bagiku untuk bisa hidup bahagia.

Kuputuskan untuk menghapus make upku dan mengganti gaun pengantinku. Setelahnya aku memilih menunggunya sambil menonton beberapa siaran TV, tadi setelah acara pernikahan kami selesai mobil pengantin mengantarku ke apartemen pria menyebalkan ini dan saat tiba disana pria menyebalkan itu langsung meninggalkanku.

avataravatar
Next chapter