1 Part 1 (awalan)

Jennie Pov

"Aishh jinjja. Yak Mandu! Kau lupa, ini hari pertamamu sekolah. Kenapa kau masih saja betah di alam mimpimu. Bangunlah! Lihatlah matahari sudah hampir tenggelam lagi" Aku bosan mendengar makhluk satu ini terus merapal semua mantra dengan teriakannya yang super kencang.

"5 menit lagi unnie" Balasku dengan suara serak khas bangun tidur.

"Aku sudah lelah membangunkanmu. Terserah kau saja, aku mau berangkat dulu" Tepat sebelum dia melangkahkan kakinya tanganku segera meraih lengannya.

"Kan unnie sudah berjanji. Kita akan berangkat bersama sama. Aku akan bersiap siap dulu, tunggu aku dibawah ne. Chupp" Aku mencuri kecupan pagi di pipinya.

"Yak Mandu! Aish menyebalkan" Teriaknya yang masih bisa aku dengar dari dalam kamar mandi.

Aku hanya bisa tertawa mendengar teriakannya.

Jisoo POV

"Kenapa sifat menyebalkannya tidak dia tinggalkan saja di New Zealand" Monologku menuruni tangga.

"Apa Jennie sudah bangun?" Appa Jennie.

"Sudah Appa. Jennie sedang bersiap siap" Jisoo.

"Manusia satu itu tidak pernah berubah. Dari dulu sampai sekarang sangat susah kalau disuruh bangun pagi" Appa jennie.

Aku hanya membalasnya dengan senyuman kecil.

"Pagi princess" Sapaku dari meja makan yang berdalih mengejeknya.

"Yak! Jisoo ya! Hanya Appaku yang boleh memanggilku princess" Teriaknya dengan menghentak hentakkan kakinya menuruni tangga.

"Sudah sayang ini masih pagi. Apa kalian akan mengawali hari dengan baku hantam? Lebih baik kalian cepat berangkat agar tidak telat" Lerai Hyun bin Appa Jennie, yang sebenarnya sudah bosan mendengar dan menyaksikan kami bertengkar.

Aku hanya tertawa melihat wajahnya yang ditekuk itu. Ada perasaan kemenangan saat aku melihatnya kesal seperti saat ini.

Normal Pov

Jennie dan Jisoo segera berangkat menuju sekolah. Seperti kata Jisoo hari ini merupakan hari pertama Jennie menginjakkan kaki di Kim's Senior High School.

Selama beberapa tahun terakhir Jennie menghabiskan waktunya untuk ikut eomma nya pindah ke New Zealand, termasuk meneruskan Junior High School-Nya disana.

Namun tiba tiba saja Jennie merengek ingin kembali lagi ke Korea. Alasannya adalah manusia yang berjalan disebelahnya. Menurut jennie sangat bosan jika sehari saja dia lewati tanpa bisa menjahili unnie-nya itu.

Di gerbang Jisoo mengajak Jennie untuk bertemu dengan teman lamanya yang memiliki julukan rombongan bidadari. Beranggotakan Irene, Seulgi, Joy, Wendy, Yeri, dan Rose. Mereka memang sudah kenal sejak kecil karena orang tua mereka sudah bersahabat.

Setelah itu merekapun berjalan dengan anggun melewati lorong demi lorong. Banyak pasang mata yang terus menatap mereka serta memberikan bisikan-bisikan yang berisi pujian penuh kagum dan juga keirian yang haqiqi.

Saat ini mereka menjadi titik fokus untuk semua pasang mata. Bagaimana tidak, rombongan mereka sudah terkenal dan populer disekolah. Karena mereka memiliki visual yang tidak ada obat. Cantik dan seksi bak dewi yunani kalau kata author yang lain, ngikut aja ya.

Walau ini pertama kalinya Jennie bergabung, Jennie merasa tidak heran saat mendapatkan tatapan tapapan dari banyak pasang mata. Beginilah resiko jadi terlalu cantik, sering menjadi sasaran gagal fokus orang orang.

"Aku antar sampai depan kelas saja, kau masuk saja sendiri. Ingat belajar yang benar dan jangan bersikap semaumu sendiri. Mengerti?" Jisoo

"Iya unnie-ku yang paling cantik. Chupp" Jenie mengecup singkat pipi Jisoo dan berlari masuk kelas untuk menghindari amukannya. Yang lain hanya tertawa melihat keakraban kedua manusia itu.

"Sabar Jisoo, ini masih pagi jangan kau hancurkan moodmu hari ini" Monolog Jisoo.

Di hari pertama Jennie sudah menjadi siswa yang sangat populer, bahkan sudah mendapatkan banyak perhatian dari teman temannya. Baik laki laki maupun perempuan tapi lebih banyak laki laki.

Jennie tidak mempermasalahkan itu selama tidak mengganggu dirinya. Jennie cenderung cuek tentang sekitarnya bahkan dia menjadi manusia yang sangat dingin dihadapan orang baru.

Bel istirahat berbunyi, segera suasana kantin sangat menjadi sangat padat dan ramai. Banyak para siswa yang berlalu lalang untuk mengisi perut mereka. Namun aktifitas mereka semua berhenti karena ada kejadian yang menarik perhatian mereka.

"Kau punya matakan? Pakai matamu saat berjalan" Bentak seorang yeoja yang bajunya ketumpahan kuah makanan.

-to be continued

Next chapter