2 Diambilnya Kesucian ku 1

Thalia meneguk habis wine tersebut lalu tersenyum manis pada pria di sampingnya sebelum meletakkan gelas kristalnya yg ketiga yg telah ia teguk dan meletakkan nya di atas meja bar.

Sang pria balik tersenyum kepadanya lalu ikut menghabiskan wine nya pada gelas ketiganya juga yg sekarang telah kosong. 'senyuman mesum,' pikir thalia,, Ia sudah sangat hafal pada pria berhidung belang yang ia temui hampir setiap malam selama 1 tahun belakangan ini.

Yaa,,,, Ini adalah pekerjaan thalia yang lainnya setiap malam. Melakukan sedikit permainan dengan para pria berhidung belang demi mendapatkan sejumlah uang dari dompet mereka. Aturan mainnya sangat mudah, mereka akan melakukan taruhan untuk meminum minuman yang beralkohol,,, Jika pria tersebut mabuk terlebih dahulu sebelum dirinya,, maka ia berhak mengambil sebagian uang yang ada di dalam dompetnya. Begitu pula sebaliknya,, Jika thalia yang mabuk terlebih dahulu maka pria tersebut berhak atas tubuhnya,,. yaa tubuhnya..

Namun ia bersyukur karena selama ini ia belum pernah mengalami kekalahan. Yang artinya ia belum pernah sama sekali di bawa ke ranjang oleh pria bastard manapun. 'Jangan sampai' pikirnya berulang kali dalam hati, menyadari bahwa dirinya masih suci.

Dan untuk hal itu mungkin thalia harus berterima kasih kepada sang nenek yang telah membuatnya mampu meminum seberapa banyak minuman beralkohol tanpa harus merasakan mabuk dan sebagainya. Ya seperti cerita ibunya dulu,, sewaktu kecil thalia sering di cekoki bir oleh neneknya yang merupakan seorang pembuat bir yang cukup terkenal pada masa zaman nya dulu.

Walau sang ibu telah melarang nya namun tetap saja thalia di cekoki neneknya bir secara diam-diam.

Semua berawal dari satu tahun yang lalu. Ketika thalia menghabiskan malam untuk menenangkan pikiran nya di sebuah club dengan di temani minuman-minuman beralkohol.

Ia bertemu dengan seorang pria paruh baya yang pantasnya ia panggil ayah. pria tersebut memberinya sejumlah uang karna mengagumi kemampuan minumnya. Uang itu murni sebagai hadiah kekaguman tanpa niat mesum sama sekali.

Dari sana ia mulai berpikir mungkin dengan kemampuan minumnya ia bisa menghasilkan lebih banyak uang untuk membiayai hidupnya.

Walaupun memiliki konsekuensi yang besar, namun ia tetap menjalani permainan penuh dosa selama hampir satu tahun.

"Honey.... sepertinya kita harus memesan satu gelas bir lagi..."

Thalia tersadar dan segera melupakan dengan apa yang di pikirkan nya tadi,, dan melengkung kan bibir nya membentuk senyuman yang sangat manis dan menggoda.

"Tentu saja.." ucap thalia.

Pria mesum yang ada di samping nya itu sudah terlihat mabuk dari cara ia memanggil bartender dan thalia berani bertaruh bahwa pria itu akan langsung ambruk sebelum menghabiskan gelas berikutnya.

Bruuukkkk

Kepala pria itu terkulai di atas meja bar, matanya terpejam dan mengoceh dengan kata yang menjijikkan.

And yess... I winn again!!!😁

Ya Tuhan batin thalia bahagia. Ia segera menyelesaikan pekerjaannya malam ini. Mengambil sejumlah uang yang menjadi haknya di dalam dompet pria tersebut kemudian memisahkan beberapa lembar uang untuk membayar minuman yang telah mereka minum dan tak lupa memberikan sedikit uang tip untuk Thomas.

Thomas seorang bartender yang telah ia kenal sejak satu tahun yang lalu. tersenyum sambil menatap ku sebelum mengambil uang yang ku berikan kepadanya, Thomas sepertinya sudah tau bahwa aku akan menang melawan pria mesum itu.

"Terimakasih." Thalia memberikan senyum manisnya sebelum bersiap meninggalkan bar tersebut.

"Sepertinya kau tidak bisa pulang cepat malam ini,miss." Ucap Thomas sambil mengalihkan pandangannya,, thalia mengikuti arah pandangan mata thomas yang tertuju di balik punggungnya.

Seorang pria muda dengan setelan jas formal tampak berjalan menuju thalia.

'siapa dia?' batin thalia.... setelan bermerek yang menempel pas di badannya, berbadan tegap dan kekar, tinggi sekitar 180cm, potongan rambut rapi dan terakhir ketika tangan pria itu melepaskan dua kancing atas kemejanya. 'wooww,,,, bukankah itu jam tangan edisi terbatas,' pikir thalia.

"Hay.."

"Ehh,,hay..."

"Sepertinya kau mempunyai permainan yang sangat menarik? "

Pria itu berucap sambil melirik si tua bangka yang sudah mabuk.

"Just a lil game. " jawab thalia dengan senyuman yang menggoda.

"May i try,, miss,,,"

Thalia segera menyambut uluran tangan dari pria tersebut dan dengan cepat menjawab,

"Teressa.."

yeah,,thalia memang menggunakan nama lain untuk pekerjaan malamnya ini,, karena ia tak mau identitas aslinya terbongkar,, lagipula semua ini hanyalah PERMAINAN,,, yeahh hanya permainan.

"Gerald..." jawab pria tersebut.

#####****####