1 Kehidupan Baru

"Ting tong tulilit..." bunyi notifikasi dari aplikasi YouTube di smartphone milik Dody.

"10 Rekomendasi Anime Isekai Dengan Mc Yang Dikhianati Lalu Berubah Menjadi Over Power."

"Eeehhh! Udah ada rekomendasi Anime terbaru, kayaknya seru nih." gumam Dody dalam hati dengan niat langsung nonton video tersebut.

Belum sempat Dody mengklik, ada notifikasi lagi, "Ting tong tulilit..."

"Besok jangan lupa anterin periksa, rasanya perutku terus membesar. Aku gak pengen sampai orang tuaku tau."

"Jadi... Sekarang kamu tidur yang nyenyak ya, supaya besok gak kesiangan." isi pesan tersebut.

"Hahh.. Berisik!" balas Dody dan ia pun segera keluar dari percakapan.

"Ting ton... Apa kamu bilang? πŸ‘Ώ"

"Ting... Apa kamu mau ninggalin aku begitu saja setelah tahu aku seperti ini? Hahh... πŸ‘ΏπŸ‘Ώ"

"Ting tong tulilit... Dody...... πŸ‘ΏπŸ‘ΏπŸ‘ΏπŸ‘Ώ" bunyi notifikasi dari Devi yang terus menerus masuk, namun tak lagi dihiraukanya.

Dody yang tadi masih dalam posisi berdiripun segera rebahan di kasur, "Muehehehehe, ini baru Anime yang bagus. Woah, yang satu ini ada masokisnya! Hahahaha."

Dengan kekuatan Anime yang menyertainya, kini jiwa Dody mulai hanyut dalam dunia Wibunya. Bahkan tak akan bergeming sedikit pun meski Bumi bergoyang sekalipun.

Waktu pun berlalu dengan cepat, tanpa sadar 15 jam telah dia lewati tanpa tidur.

Dengan mata yang masih lengket, Dody akhirnya beranjak dari tempat tidur berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, "Hoamz... Rasanya mataku lengket banget setelah begadang tadi malam nonton Anime sampai 2 season."

Setelah beberapa saat, Dody pun selesai, "Krekkk..." dengan langkah lesu, dia membuka pintu dan keluar dari kamar mandi.

"Ehh... Eeeehhhhh...." suara Dody yang salah tingkah dengan berusaha menutupi benda berharganya.

"Haaaaahhhh... Bo.. Bodoh, gunakan handuk dulu kalau selesai mandi!" teriak seorang gadis yang tiba-tiba ada di kamar kos tersebut.

"De... De... Devi, kenapa kamu ada disini?"

"Tidak! Bukan! Kenapa kamu bisa masuk ke kamar laki-laki pagi-pagi seperti ini?"

Dody terbata-bata dan kebingungan karena keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benangpun dan di depannya ada seorang gadis yang siap menonjok mukanya.

Dengan raut wajah kesal Devi pun menunjuk kearah dinding, "Bodoh! Sudah jam berapa sekarang? Hahhhh..."

"Padahal tadi malam sudah diingetin untuk berangkat pagi supaya gak kelamaan antri." ucapnya dengan wajah yang terlihat lebih imut.

"Em. Itu baru jam 11 siang. Hahhhh...." Dody terkejut karena ternyata hari sudah siang.

Tangan Dody yang tadi digunakan untuk menutupi benda berharganya pun kini digunakan untuk menggaruk kepala, "Itu... Anu... Maaf Dev aku kira hari ini gak jadi ke rumah sakit.. Haha.. Itu..."

"Tidakkkkk... bukan itu masalahnya, kenapa kamu punya kunci kamar ku?" tingkah konyol Dody yang selalu kikuk inilah yang membuat Devi selalu ingin dekat dengannya.

"Hei Author, bukankah ini terlalu cepat untuk menunjukkan perasaan heroin?" Devi ngomong sama Author, dengan raut wajah kesal.

Devi yang tidak tahan melihatnya pun segera melempari Dody dengan guling dan bantal yang ada disekitarnya.

"Cepat pake bajumu dulu dan buruan berangkat... Dasar mesum! Gak punya malu! Ada cewek didepanya dan dengan santainya kamu masih telanjang." teriak Devi sembari menutup mata.

Dengan nada mengejek, Dody pun berkata, "Hahhh... Begitukah cara ngomong seorang gadis yang susah bab dan minta tolong ke teman masa kecilnya untuk nganterin kerumah sakit?"

"Bruookkk..." suara tubuh Dody yang terjungkal dan kejang-kejang setelah terkena bogem mentah dari Devi.

......

Di waktu yang sama namun di suatu tempat yang berbeda, 5 tetua kerajaan Mahasurya sedang melakukan pertemuan mendesak terkait masalah yang akhir-akhir ini terjadi.

Namun dari semua masalah yang terjadi, ada 1 yang paling genting...

Yaitu sebuah kasus dimana ada satu desa yang bernama Desa Galunggung telah hancur porak poranda dalam satu malam.

Semua laki-laki dan anak-anak dibantai tanpa belas kasihan, sedangkan semua perempuan telah dilecehkan.

Sehingga mereka semua pun akhirnya memutuskan ikut bunuh diri, dengan membakar tubuhnya sendiri bersama desa yang telah hancur tersebut.

5 tetua adalah pengendali hukum terkuat di kerajaan Mahasurya. Selain itu, keturunan darah biru juga kedudukannya lebih tinggi dari pada rakyat jelata.

Dan adapula hukum yang tidak tertulis, yaitu keputusan pihak kerajaan adalah mutlak. Jika rakyat biasa menolaknya, maka akan dicap sebagai penghianat.

Kelima tetua tersebut antara lain adalah mbah Sumo, mbah Wiryo, mbah Dewo, mbah Dipo, dan mbah Waluyo. Karena namanya tersebut, mereka juga dikenal sebagai Wong Limo O Sedoyo.

Setiap kali diadakan sebuah pertemuan untuk rapat, 5 tetua akan menggunakan ruangan khusus yang telah diberikan ajian kuno untuk melindungi tempat tersebut supaya tidak ada mata-mata yang menguping apalagi masuk.

Oleh karena itu, Author pun tidak tidak tahu apa yang mereka bicarakan dalam rapat itu...

Akan tetapi hasil dari pertemuan itu menyimpulkan bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh salah satu murid perguruan Jati Roso yang menjadi hilang kendali setelah mempelajari ilmu kebatinan dari kitab kuno warisan leluhurnya.

Demi menjaga kesejahteraan rakyat dan mencegah terjadinya bencana susulan yang bisa saja terjadi lagi, akhirnya 5 tetua memutuskan untuk melenyapkan seluruh perguruan Jati Roso.

Keputusan dari 5 tetua itu pun telah disetujui oleh Yang Mulia Raja Adi Guno Sedoyo IX yang tidak lain adalah raja dari Kerajaan Mahasurya saat ini.

"Kukuruyukkkkkkkkk koooookkk, keookkkk keoook..." di pagi buta seekor ayam jantan berkokok namun malangnya malah di patok ular.

Matinya ayam tersebut menandakan bahwa putaran waktu yang akan mencatat terjadinya sejarah terbesar di Kerajaan Mahasurya pun akhirnya dimulai.

Pagi hari ini, Raja Adi Guno Sedoyo IX dengan di saksikan rakyatnya mengumumkan perihal pemusnahan perguruan Jati Roso.

Tugas penting ini diserahkan kepada 7 pendekar emas, yaitu prajurit terkuat di kerajaan tersebut yang hanya menjalankan dan patuh terhadap raja.

Seseorang dengan pakaian khusus segera maju, "Yang Mulia raja telah tiba, semuanya beri salam hormat." ucap salah satu petinggi kerajaan.

"Semoga Yang Mulia raja selalu dalam lindungan Mama Muda." Ucap seluruh rakyat yang hadir sembari sujud memberikan hormat.

Mama Muda adalah seorang Dewi yang dipercaya selalu melindungi Kerajaan Mahasurya sehingga kerajaan tersebut tidak pernah diserang musuh dan selalu tenteram selama ratusan tahun terakhir.

Raja melambaikan tanganya dari atas panggung, "Ekhem... Bangunlah." suara Yang Mulia Raja Adi Guno Sedoyo IX yang terdengar sangat berwibawa.

"Rakyat Mahasurya sekalian yang kucintai, seperti yang sudah kalian ketahui bahwa di Desa Galunggung terjadi bencana yang disebabkan oleh murid perguruan Jati Roso yang menjadi iblis dan melakukan tindakan tidak manusiawi."

"... Oleh sebab itu, hari ini aku umumkan bahwa pihak kerajaan tidak bisa lagi menoleransi kejahatan tersebut dan akan memusnahkan seluruh perguruan Jati Roso guna menumpas kejahatan langsung dari akarnya." penjelasan Yang Mulia raja dengan tekat yang kuat sebagai seorang pemimpin.

Raja tersebut menoleh kesamping dan menyodorkan sebuah gulungan, "Dalam proses pemusnahan dan mengembalikan kesejahteraan rakyat ini, aku Raja Adi Guno Sedoyo IX sebagai Raja Mahasurya mempercayakan tugas ini kepada 7 Pendekar Emas."

Seseorang yang memiliki badan atletis segera maju dan sujud di samping Yang Mulia raja.

"Sendiko dawuh, hamba Bara Kuncoro mewakili ketujuh Pendekar Emas menerima titah Yang Mulia dan sebagai ketua Pendekar Emas bersumpah atas nama Dewi Mama Muda untuk menumpas kejahatan dan rela mati demi Kerajaan Mahasurya."

Ucap lantang Bara Kuncoro dengan sikap gagah berani namun tetap sopan khas pendekar yang setia dan ingin melindungi kerajaanya.

Semua rakyat yang hadir mengangkat tangannya dan bersorak, "Hidup Yang Mulia! Hidup Yang Mulia! Hidup Yang Mulia!"

Di samping itu, salah satu murid perguruan Jati Roso yang mendengar berita tersebut segera melapor kepada Guru Besar padepokanya.

"Murid memberikan hormat kepada Guru Besar." Ucap seorang murid dengan membungkuk memberikan hormat.

Seorang kakek tua yang sedang duduk sila membuka matanya, "Hm... Tidak buruk sama sekali."

"Sentot, kamu adalah salah satu dari 3 murid inti yang secara pribadi aku bimbing selama 14 tahun ini." sambutan hangat dari Guru Besar yang merasa bangga terhadap muridnya.

"Terima kasih banyak atas jasa Guru Besar selama ini, namun kedatangan murid kali ini ingin..."

Sentot dengan sopan ingin memberitahukan adanya bahaya yang tinggal menunggu waktu sampai Pendekar Emas datang menghancurkan perguruan Jati Roso, namun Guru Besar segera memotong ucapannya.

"Hahahaha, tidak perlu terburu-buru. Kamu memang sudah dewasa, sudah saatnya untuk mencari pasangan. Hahahaha." ucap Guru Besar dengan santai sembari mengelus jenggot panjangnya.

"Tapi guru, ini masalah..." Sentot semakin cemas dan segera menyela, namun pembicaraanya tetap di potong oleh Guru Besar.

"Tak perlu cemas!"

Guru Besar pun berdiri dan menghampiri Sentot, "Sentot, apa kamu lupa dengan moto perguruan yang sudah guru besar tanamkan kepadamu selama ini?"

"Lembut bagaikan embun dan keras seperti ombak." ucapnya lagi sembari menepuk pundak muridnya itu.

"Karena kamu adalah murid pribadiku, maka besok aku sendiri yang akan melamarkan gadismu itu." tutur Guru Besar yang tidak mau mendengarkan penjelasan muridnya dan dengan santai melintir jenggotnya.

Sentot yang sudah tidak tahan pun segera menyela, "Maaf Guru Besar, ini adalah masalah genting tentang perguruan Jati..."

Teriaknya lantang. Namun belum selesai mengucapkan kalimatnya, terdengar suara letusan di luar perguruan tersebut dan seseorang murid datang untuk melapor.

"Gawat Guru Besar, gawat..." dengan tergesa-gesa murid tersebut menghadap ke gurunya.

"Pendekar Emas datang menyerang perguruan! Katanya kakang Bejo berubah menjadi iblis dan membantai Desa Galunggung, Yang Mulia Raja Adi Guno Sedoyo IX mengumumkan pemusnahan perguruan Jati Roso dan sekarang lebih dari 500 murid yang menghadang telah mati di luar padepokan." lanjut dari murid tersebut dengan tangan memegangi dadanya.

"Buhuoookkk.... Crit... Gruoookkkk..." Guru Besar yang mendengar berita tersebut saking kagetnya hingga muntah darah dan tangannya pun refleks mencabut jenggotnya yang sudah tidak dipotong selama lebih dari 20 tahun.

Janggut Guru Besar tersebut kini bersih dan terlihat mengkilap karena rambutnya habis hingga tak tersisa, bahkan terlihat lebih rapi dari hasil potongan Barbershop terkemuka di Bumi.

Sentot yang tengah mendengarkan pun segera menghampiri adik juniornya, "Syukurlah... Terima kasih adik junior, kamu telah menyampaikan pesan yang tidak dapat aku ungkapkan."

Sentot memeluk adik juniornya yang terbaring lemah dengan airmata yang mengalir deras.

Setelah itu Guru Besar dan semua anggota perguruan yang tersisa pun berkumpul dihalaman utama untuk melawan Pendekar Emas.

Sembari melambaikan tangannya, Guru Besar berkata, "Semua murid dengarkan perintah!"

"Perguruan Jati Roso adalah padepokan yang jujur dan bersih, selama ribuan tahun telah berdiri tegak dan tidak pernah takut mati."

"... Hari ini perguruan kita telah diserang oleh pihak kerajaan tanpa perundingan. Oleh karena itu, dengan ini aku nyatakan melawan ketidakadilan yang berlaku di kerajaan ini dan bersiaplah mempertahankan perguruan sampai titik darah penghabisan." ucap Guru Besar menyemangati muridnya.

Sebuah suara dengan kekuatan pelemah jiwa yang menggema tiba-tiba terdengar sangat kuat, "Hahaha... Tua bangka,"

"Sebaiknya kau menyerah dengan sukarela dan serahkan kitab iblismu agar kau bisa mati dengan tenang." hanya dengan auman suara misterius itupun beberapa ratus murid biasa menjadi gila dan saling bertarung dengan rekannya sendiri.

Beberapa saat setelah suara itu menghilang, tiba-tiba seseorang pendekar dengan tubuh kekar muncul dari balik bayangan yang diikuti oleh 6 orang pendekar lainya.

Dengan gagah berani Guru Besar memimpin pasukan untuk menyerang 7 pendekar yang datang, "Aku menjelaskan pun tak akan pernah didengar dan tak ada lagi gunanya."

"Namun satu hal yang harus kalian ketahui, perguruan Jati Roso bukanlah pengecut yang takut mati." ucapnya lantang dengan langkah cepat memulai pertempuran yang akan mempertaruhkan nyawanya, diikuti para tetua padepokan dan semua murid yang tersisa.

5 orang dari para pendekar itu segera maju dan tanpa basa basi langsung melakukan serangan, "Segoro Geni, Golok Langit, Angin Ngamuk, Racun Dewa, Gunung Ambles."

Seru dari 5 Pendekar Emas berbarengan mengeluarkan jurus andalan mereka. Kemudian suara letusan yang sangat dahsyat pun beberapa kali terdengar.

Seketika itupun suasana menjadi hening karena semua orang dari perguruan Jati Roso hancur lebur beserta dengan semua bangunnya yang menjadi rata dengan tanah.

Namun dibalik reruntuhan tersebut masih ada Guru Besar yang selamat karena terlindungi oleh dinding ajaib yang tercipta dari kitab leluhurnya.

Salah satu pendekar sekaligus tabib terhebat segera maju dan berkumpul dengan 5 pendekar lainya, "Oh memang pantas menjadi kitab kuno,"

"Bahkan mampu menahan serangan terdahsyat dari 5 Pendekar Emas. Tapi sepertinya kau terluka parah, apa perlu aku obati terlebih dahulu?" ucapnya singkat.

"Pak tua. Cepatlah serahkan kitab itu dan biarkan aku menyegelnya, maka aku bisa membiarkan tubuhmu mati dengan utuh." Saut pendekar ahli segel yang sedari tadi belum melakukan serangan apapun.

Guru Besar pun meludah kearah Pendekar Emas, "Cuih..."

"Jangan harap setelah menghancurkan perguruan ku, kalian bisa mendapatkan kitab dari leluhur ku ini." ucap guru besar sembari melakukan ritual terlarang peleburan diri.

Ilmu peleburan diri adalah ajian yang hanya dimiliki oleh pemilik kitab kuno asli.

Dimana jika ilmu tersebut digunakan maka pemilik kitab akan mati dengan kondisi tubuhnya hancur dan jiwanya tertanam kedalam kitab, beserta dengan kitabnya pun akan lebur untuk mencari orang terpilih lainnya yang cocok untuk menjadi tuan baru dari kitab tersebut.

"Ingatlah, akan ada saatnya dimana seseorang yang terpilih datang untuk mengembalikan kejayaan padepokan ku dan menghancurkan kebusukan kalian."

Lanjut Guru Besar yang tubuhnya mulai menghilang dengan diikuti kitab kuno yang bersinar menyilaukan.

..........

Sedangkan di Bumi, Dody yang mengantarkan Devi periksa kerumah sakit hingga sore hari belum juga selesai karena antrian yang terlalu panjang.

Dengan mata layu, Dody menguap, "Hoamz..."

"Ngantuk bukan main. Sebaiknya nyari tempat tidur dulu nih supaya gak ada yang ganggu, kayaknya Devi juga masih lama."

Dody yang dari tadi malam belum tidur pun tak kuasa menahan rasa kantuknya sehingga ia putuskan untuk keluar mencari tempat sepi dan tidur sebentar.

Namun tanpa disadari, saat Dody tertidur ada sebuah benda yang tiba-tiba muncul dari langit dan menghantam tubuhnya.

Sebuah lingkaran mantra dengan tulisan kuno mengelilingi tubuhnya, dan beberapa saat kemudian tubuhnya menghilang dipindahkan ke dunia lain.

Dody membuka matanya, "Aduh aduh duh... Kenapa rasanya badanku mau patah semuanya?" Dody mulai terbangun dan merasakan bahwa sekujur tubuhnya mengalami rasa sakit yang luar biasa dan tidak bisa ia gerakan.

"Kamu sudah bangun?" suara lembut mengayun merdu merambat ke telinga, sapaan dari seorang gadis cantik dengan rambut panjang terurai yang tiba-tiba berada di samping tubuh Dody.

Next chapter