1 Seperti Sedang Bermimpi

Kaki kecilnya menyusuri jalan gang sempit, dalam pikiran ia bingung mau mendaftar kerja dimana lagi. Kemudian ia memandangi map yang ia pegang. Beberapa kali helaan nafas pun terdengar.

Ia pasrah jika sampai rumah nanti, paman dan bibinya akan memarahinya kembali.

Keningnya membentuk sebuah kerutan saat melihat ada mobil mewah terparkir di halaman rumah mungil bibinya.

"Hai leta, cepat kemari nak."sang bibi terlihat sangat bahagia.

Ya dia Karleta Latief gadis mungil berkulit putih dan bermata bulat indah.

Dengan segera leta masuk dan memberikan senyum pada tamu bibi dan pamannya.

"Sini duduk."perintah paman Rudi.

Karleta duduk mengikuti perintah pamannya.

"Ini tuan, ini yang namanya leta. Karleta Latief."bibi Wulan mengusap rambut Karleta lembut tak seperti biasanya.

"Ehmm, baik nanti malam persiapkan dia."ucap seorang lumayan tampan berpakaian rapih.

"Pasti tuan."jawab bibi Wulan antusias.

"Baik, kami permisi dulu. Nanti malam jemputan akan datang. Saya tidak ingin ada kesalahan sedikit pun."ucapnya tegas dan penuh perintah.

"Baik."balas paman dan bibi bersamaan.

Leta sendiri tidak tau apa yang mereka bicarakan.

Seperginya orang-orang itu, leta langsung di tarik oleh bibinya ke dalam kamar, di sana sudah banyak perhiasan dan pakaian pengantin.

"Siapa yang akan menikah?"tanya leta bingung.

"Tentu saja kamu. Siapa lagi?"ujar bibi Wulan menyuruh leta untuk duduk kemudian tak lama ada beberapa orang membawa peralatan rias.

"Apa...!!!"leta terkejut. Kenapa dan sama siapa?"cerca leta.

"Kamu jangan banyak bicara. Tinggal turuti saja semua sebagai balas budi kepada kita yang telah merawat kamu."ucap bibi Wulan.

Leta hanya bisa menunduk pasrah, ia tidak bisa melawan bibinya.

_______________

Di sebuah hotel mewah, seorang cucu pengusaha terkaya sedang bermesraan dengan kekasihnya yang notabene adalah model cantik dan seksi.

"Aku tidak yakin bisa menjalani pernikahan itu."ucap laki-laki itu terkesan marah dengan permintaan kekasihnya yang masih ingin menjalani karirnya daripada menikah. Adam Raharja cucu dari pemilik Raharja grup memiliki sifat yang dingin, sombong dan diktator semua sikap buruk melekat padanya namun semua itu tertolong karena Adam memiliki wajah rupawan bak dewa Yunani. Dia sungguh sempurna.

"Adam dengarkan aku, ini demi kebaikan kita semua. Kamu bisa pertahankan posisi kamu di perusahaan dan kita masih bisa menjalani hubungan ini, setelah aku siap, kamu ceraikan dia."jelas Natasya.

"Baiklah. Hanya kali ini saja aku ikuti permintaan konyolmu."tegas Adam.

"Tentu sayang. Demi kita."Natasya memeluk Adam mesra.

"Tuan."Martin menghadap Adam.

"Bagaimana?"tanya Natasya.

"Semua sudah beres."jawab Martin.

Martin merupakan asisten pribadi Adam.

"Bagus. Kamu memang bisa di andalkan. Dan jangan lupa tulis surat kontrak untuk mereka tanda tangani."perintah Adam.

"Baik tuan." Martin undur diri dan menyiapkan semua yang Adam perintahkan.

Semua kini sudah berada di aula hotel mewah dan megah, di hiasi bunga-bunga menambah suasana semakin indah dan juga romantis.

Adam sudah berdiri dengan stelan jas mewahnya. Wajahnya bertambah berkali-kali lipat tampan malam ini.

Acara segera di mulai, tamu sudah memenuhi aula demi menyaksikan pernikahan termewah tahun ini.

Mereka juga penasaran, seperti apa calon istri seorang Adam Raharja yang sangat tampan itu.

"Semua sudah benar-benar ok bukan?"bisik Adam pada Martin untuk memastikan.

"Semua ok, calon pengantin wanita juga sudah sampai."balas Martin.

Adam hanya mengangguk dan kembali menemui para tamu undangan yang berasal dari kolega bisnisnya.

____________

Jantung Karleta berdetak cukup kencang. Hari ini adalah hari pernikahannya. Karleta tidak bermimpi sama sekali untuk bisa menikah secepat ini. Apalagi menikah dengan seorang yang belum pernah karleta temui sama sekali.

Karleta makin tak percaya saat kaki mungilnya memasuki aula hotel mewah ini. Sungguh karleta seperti sedang bermimpi.

"Anda sudah siap?"tanya seseorang tadi yang datang ke rumah bibinya. Karleta tidak tau siapa nama laki-laki yang ada di hadapannya ini.

"Apakah dia calon suaminya?"batin karleta.

Martin tersenyum tipis, Karleta sungguh cantik. "Calon suami anda ada di sana. Ayo mari, acara segera di mulai."ucap Martin seolah tau apa yang di pikiran Karleta.

Sedangkan Karleta hanya tersenyum simpul. Ada sedikit malu ternyata laki-laki ini bukanlah calon suaminya. Padahal Karleta senang jika dia calon suaminya, wajahnya lumayan tampan, kulitnya bersih dan tentunya ramah.

Namun dengan cepat Karleta menggelengkan kepalanya supaya tidak berfikiran macam-macam tapi justru membuat Karleta makin takut dan gugup. Gimana kalau ternyata calonya adalah laki-laki tua Bangka berperut buncit. Karleta tak siap dengan itu apalagi mengingat usia Karleta baru menginjak delapan belas tahun.

Sepanjang perjalanan Karleta sibuk dengan pikirannya sendiri sampai ada sebuah tangan terulur kepadanya.

Karleta mendongakkan wajahnya, tampan. Kata itu keluar begitu saja di otak Karleta.

Laki-laki di depannya ini sungguh sangat amat tampan.

"Apa kamu tidak mau menyambut uluran tanganku?"suara basnya terdengar sexy.

"Ehmm maaf."Karleta menerima uluran tangannya. Jantung karleta berdetak lebih kencang lagi seolah ingin lompat keluar.

Adam POV

Aku melihat calon pengantin bayaranku itu. Wajahnya lumayan, selera Martin tidak terlalu buruk. Hanya saja dia terlalu mungil. Mungkin tingginya hanya sebatas bahuku.

Kulitnya terlihat mulus dan matanya. Iya matanya terlihat sangat indah.

Tapi semua itu tak ada artinya bagiku.

Aku hanya mencintai Natasya.

_____________

Sah....sah....sah....

Suara sah terdengar dan kini tandanya mereka resmi menjadi suami istri.

Karleta sesekali melirik ke arah suaminya.

Karleta tau jika namanya adalah Adam saat akan melaksanakan ijab qobul tadi. Hanya itu yang Karleta tau tentang suaminya.

"Ayo kita sapa para tamu undangan."ucap Adam.

Karleta hanya mengangguk dan mengikuti Adam. Di sini Karleta tidak kenal siapapun. Yang Karleta tau, mereka semua orang kaya dan berpengaruh.

"Selamat untuk pernikahan kalian."

Karleta melihat ke arah wanita cantik dan sexy sungguh sangat sempurna.

Karleta tau dia adalah seorang model terkenal di kota ini yaitu Natasya.

"Terima kasih."Adam tersenyum tipis.

Kemudian pandangan Natasya beralih ke arah Karleta. Sungguh entah tatapan apa yang di berikan Natasya pada Karleta.

Sungguh terkesan meremehkan dan itu sedikit membuat katrleta tersinggung namun Karleta berusaha tak peduli. Karleta pikir mungkin itu perasaannya saja.

Malam semakin larut dan para tamu undangan sudah mulai pulang.

Karleta bingung apa yang harus ia lakukan.

Ia masih sangat asing dan harus berusaha untuk menyesuaikan kehidupan barunya.

Karleta berharap semoga kehidupanya semakin baik lagi dari pada sebelum-sebelumnya.

Next chapter