1 Sejarah

Sudah bukan rahasia lagi perseteruan antara aliran hitam dan putih, bahkan sampai harus mengorbankan manusia biasa dan desa-desa kecil.

Sejarah pernah mencatat, sebuah tragedi di mana kekacauan besar terjadi, kala itu sekte aliran hitam bergerak secara besar-besaran, mereka gabungan semua aliran hitam dari yang besar sampai yang kecil.

Menaklukkan setiap sekte aliran netral dan putih, kecil serta menengah. Mereka akan diberi penawaran terlebih dahulu, jika mereka menyerah dan mau bergabung mereka akan selamat. Namun sebaliknya kalau mereka menolak maka akan dimusnahkan.

Tidak sedikit yang menyatakan untuk bergabung, sehingga kekuatan aliran hitam semakin besar.

Kekuatan gabungan aliran hitam sudah sangat besar, dan akhirnya mereka melakukan penyerangan terhadap sekte besar aliran putih. Satu demi satu sekte-sekte besar aliran putih binasa, setiap desa dan kota yang mereka lewati akan dihancurkan tanpa peduli orang tua, anak-anak, ibu hamil, bahkan bayi yang baru lahir juga dibunuh.

Akhirnya sekte aliran putih binasa dan sekte aliran hitam yang berkuasa.

Para pendekar sekte aliran putih yang selamat memilih menyelamatkan diri dan bergerak secara diam-diam demi mendidik dan mencari generasi selanjutnya.

Harapannya agar suatu hari masih ada yang bisa membangun kembali aliran putih dan menjadi penerus dari sekte aliran putih yang sudah binasa.

Di dalam hutan ada sebuah sekte kecil yang masih berdiri. Sekte ini adalah sekte aliran netral tapi lebih condong ke aliran putih.

Sangking kecilnya sekte ini sampai tidak ada di daftar sekte-sekte kecil lainnya.

Datanglah anggota mata-mata musuh mengetahui keberadaan mereka, dan menyampai kan terhadap pemimpin sekte hitam.

Para pemimpin yang mengetahui itu hanya mengirim lima sekte kecil untuk menaklukkan sekte itu.

Setelah tiga minggu, kelima sekte yang dikirim musnah tak tersisa, akhirnya mereka semua bergerak menuju ke lokasi.

Mereka menggempur sekte kecil tersebut sampai hampir musnah.

"Hem...! Kalian sekte aliran hitam berani mengusik tempat yang sudah aku bangun selama ribuan tahun!"

Seruan suara yang terdengar berwibawa namun memberikan tekanan yang amat kuat hingga hampir 800.000 pasukan itu mati, dan hanya tersisa dua puluh sembilan pemimpin dan jagoan terkuat.

"Suara siapa itu? Kenapa auranya begitu kuat!" seru salah satu jagoan.

"Heh..! Omong kosong! Ribuan tahun tapi masih jadi sekte kecil!" seru yang lain.

Seketika itu muncul dari langit seorang yang sepuh dengan memancarkan kekuatan yang sangat besar.

"Aaa..a..apa ap..an orang itu..!" sambil menahan tekanan mereka berseru, tapi nafas mereka semua sesak dan hampir tak dapat bicara.

Pria sepuh itu turun secara perlahan, namun begitu dia menginjakkan kakinya ke tanah serasa bumi berguncang, dia memandang semua musuhnya dengan tatapan dingin.

"Kalian sudah menghancurkan tempatku, jadi jangan bermimpi untuk pulang..!" Suara yang menekan membuat mereka berkeringat.

"Ini.. ini nyata? Kekuatan Alam Dewa sungguh ada?" seru salah satu pemimpin.

"Pemimpin, apa itu kekuatan Alam Dewa?" tanya pria di sampingnya kemudian tetua itu menjelaskannya.

Kekuatan Alam Dewa adalah kekuatan terkuat saat ini, tapi itu hanya legenda. Dikatakan siapa saja yang memiliki kekuatan Alam Dewa, maka dialah yang akan menjadi pendekar nomor satu.

Akan tetapi untuk menjadi pendekar Alam Dewa butuh latihan yang tidak sebentar, setidaknya 700 atau 1000 tahun untuk bisa menjadi pendekar Alam Dewa.

"Jadi di atas puncak pendekar Alam Tingkat 3 masih ada lagi?" tanya salah satu dari mereka, semua jelas tidak percaya, namun kenyataannya mereka sudah melihatnya.

"Sepertinya sulit bagi kita untuk kembali, mau tidak mau kita harus mengalahkannya. Kita semua sudah berada di pendekar Alam. Dia tidak mungkin sanggup menahan kita seorang diri. Seorang pendekar Alam Dewa melawan 29 pendekar Alam," kata pemimpin itu walaupun agak ragu.

"Pemimpin, benar kalau kita lari dan dia masih hidup, besar kemungkinan dia akan mencari kita...!" orang paling samping menggelengkan kepala.

"Pendekar Alam Dewa, aku rasa pantas mampu menghabisi hampir 800.000 pasukan hanya dengan aura dan suara, kekuatan yang mengerikan. Ayo kita serang!" mereka semua maju ke depan, biar pun merasa kecil kemungkinan untuk menang.

Di satu sisi pria sepuh menggelengkan kepala. Dia menatap langit lalu teringat saat melakukan latihan tertutup.

"Manusia kamu sudah mencapai kekuatan Alam Dewa, tapi kamu tidak akan mampu menembus kekuatan yang berikutnya," seru salah satu bayangan yang sangat terang menyilaukan.

Saat melakukan latihan tertutup, pria sepuh itu kedatangan sesosok yang sangat bercahaya, tapi dia tidak merasakan aura kekuatannya seakan-akan itu cuma tubuh bayangannya saja.

"Eh, masih ada kekuatan di atas alam dewa..?" pria sepuh itu kaget setelah mengetahui itu.

Tidak dibayangkan sebelumnya bahwa kekuatan alam dewa sangat dahsyat, dia tidak menduga masih ada yang lebih tinggi.

"Benar..!" sosok itu membenarkannya.

"Suatu saat akan ada dari satu manusia yang akan mencapai tingkat itu. Maka di saat itu kamu harus meninggalkan seluruh pengetahuanmu ke dalam sebuah catatan," gumam sosok tersebut.

Pria sepuh itu bingung. "Catatan...? Apa maksudnya saya tidak mengerti?"

"Catatlah dalam sebuah buku, tentang bagaimana cara untuk mencapai tingkatan menuju Alam Dewa, dan jelaskan bahwa ada kekuatan setelah kekuatan Alam Dewa, yaitu kekuatan Dewa Abadi. Saat itu, aku akan menjaga buku itu agar nanti bisa langsung jatuh ke tangan orang yang dimaksud, entah butuh berapa puluh ribu tahun lagi aku bisa menemukan orang itu."

Pria sepuh mendengarkan dengan detail, dan melakukan apa yang sudah dikatakan oleh sosok itu. Dia sadar kalau sosok itu berkata demikian berarti dirinya kemungkinan akan meninggal.

Pria sepuh itu kembali menatap 29 pendekar yang menyerangnya. "Setidaknya aku sudah meninggalkan catatan untuk masa depan,"

Sambil tersenyum, lalu dia mengalirkan seluruh energinya, sehingga langit menjadi gelap dan petir menyambar ke berbagai arah, bumi bergetar, angin sangat kencang seakan akan bakal ada bencana besar.

"Apa..! Jadi seperti ini kekuatan Alam dewa..!" mereka sulit menerima tekanan aura yang dipancarkan.

Dan akhirnya pertempuran pun terjadi sangat sengit. Biarpun lawan mereka hanya satu orang, namun mereka 29 orang berkekuatan pendekar Alam, dan sangat sulit untuk mengalahkannya.

Pertarungan yang sangat sengit terjadi hingga 17 hari. Satu persatu dari 29 pendekar aliran hitam tewas hingga tersisa 2 orang saja. Mereka pemimpin yang berkekuatan pendekar Alam puncak 3.

Tempat yang tadinya hijau dan banyak tumpukan mayat dari pasukan, kini sudah tidak ada. Yang ada hanya tanah yang gusar dan kering serta penuh dengan lubang lubang besar berbentuk kawah.

Pria sepuh itu terluka cukup parah dan hampir tumbang. Begitu juga dengan 2 orang musuhnya.

"Heh! Hari ini kita akhiri semuanya!" seru pria itu yang nampak kehabisan tenaga.

Dia merentangkan kedua tangannya dan mengarahkan ke depan dan muncul cahaya kecil yang mulai terpancar dari kedua telapak tangannya, dan cahaya itu hanya sebesar buah anggur.

Pria sepuh itu sudah berpikir, dengan kondisinya saat ini, dia yakin bakal kalah dengan 2 orang yang ada di hadapannya.

Begitu pula 2 orang di depannya mereka hampir kehabisan energi, dan berencana untuk menyerang menggunakan senjata rahasia.

Saat tinggal 3 langkah lagi hampir sampai, mereka kaget saat melihat bola cahaya kecil di telapak tangan pria sepuh itu.

"Gawat!" mereka panik bukan main, namun mau menghindar sudah terlambat.

"Mari kita bersama-sama meninggalkan dunia ini! Hahahaha...!" seru pria itu sambil tertawa.

"Teknik Matahari - Ledakan Sembilan Matahari."

Saat itu juga cahaya kecil itu mengeluarkan cahaya yang menyilaukan, dan dalam waktu 5 tarikan nafas, bola cahaya kecil itu meledak sangat dahsyat. Ledakannya mencapai lebih dari 100 km, dan membentuk kawah yang sangat dalam. Pertempuran pun selesai dan tidak ada yang selamat satu pun.

Beberapa bulan kemudian semua sekte aliran besar dan kecil, hitam, netral, dan putih yang tersisa di sekte mereka masing-masing menjadi heboh.

Itu karena sakte kecil mampu memusnahkan pasukan aliansi aliran hitam yang mencapai lebih 800.000 pasukan. Belum lagi jagoan jagoan terkuat yang ikut lenyap.

Sekte hitam yang awalnya unggul sekarang jadi tidak berdaya, dan bahkan ada yang memindahkan sekte mereka.

Mereka takut aliran putih atau netral yang tersisa berniat membalas menyerang sekte mereka.

Karena kejadian itu, mereka mencatat sebagai sejarah dan menceritakan kepada seluruh dunia.

Sudah beberapa ribu tahun sejak kejadian itu. Akhirnya sejarah itu mulai menghilang dari waktu ke waktu.

Next chapter