1 Atlanta

Salju turun dengan derasnya di sudut kota atlanta malam itu,di penghujung tahun seperti ini,cuaca memang menjadi sedikit extrem dan dingin,namun tidak membuat para warga engan keluar rumah,seperti malam ini dua orang sahabat yang sedang berdebat di tengah ruang tamu apartemen mereka

"jes,kamu harus pergi,aku tidak mau tahu,aku sudah mengambil satu slot tempat untukmu malam ini,apa kau tahu jika pesta ini tidak di peruntuk kan untuk sembarang orang"

"oh come on merly,kau memaksa ku pergi,aku tidak pernah meminta untuk hadir disana" jesica melepaskan mantel nya dan menghempas kan bokong nya di sofa,dia baru saja selesai bekerja seharian di hotel yang menjadi tempat kerjanya selama ini,dan ketika pulang ke apartemen sahabatnya itu malah meminta nya untuk pergi berpesta

merly mendegus malas menatap sahabat karibnya itu,dan duduk di samping jesica,menatap jesica dengan ketus

"tapi aku yang ingin kau hadir disana"

"untuk apa,aku tidak suka berpesta dan kau tahu itu" jesica beranjak dari sofa dan berjalan menuju pantri untuk mengambil minuman,merly menyusul langkah kaki jesica mencoba menyakin kan sahabat nya itu

"tentu saja untuk menemukan seorang pria disana,apa lagi"

"pria lagi,pria lagi,kau tidak lelah terus meminta ku menghadiri kencan buta"

"tidak,aku akan terus membuat kau menghadiri kencan sampai kau mendapatkan pria"

"dasar gila,aku tidak mau" jesica berjalan kembali ke ruang tengah dan menghidupkan televisi,merly berkecak pinggang dan mematikan televisi di depan jesica

"pergi atau aku kabur dari apartemen ini" ancam merly dengan memasang wajah ketus dan marah,jesica mendesah melihat kelakuan sahabatnya itu

dalam setahun ini merly sudah berulang kali membuatnya mengikuti kencan buta,tidak terhitung berapa banyak jesica menghadiri kencan yang berakhir sang pria selalu mengangap jesica cuek dan terlalu sederhana

"merly,kau tahu aku sudah lelah seharian bekerja,aku butuh istirahat"

"jesica,sampai kapan kau akan terus-terusan bekerja tanpa membuat dirimu merasakan libur dan nikmat nya hidup,posisi maneger hotel yang kau kejar itu benar-benar membuat kau melupakan banyak hal"

"itu impian ku lalu aku salah?"

"tidak salah,hanya saja aku ingin kau sedikit bersantai,kau sudah berumur 23 tahun sekarang dan kau belum pernah berkencan sekali pun apa kau tidak khawatir dengan dirimu sendiri"

"tidak"

merly mendesah kasar,tidak ada gunanya berdebat dengan jesica,wanita itu tetap akan keras kepala satu-satunya cara adalah memaksa dirinya

"aku tidak menerima penolakan,wils akan menjemputku dalam satu jam lagi,dan aku ingin sekarang kau berganti pakaian" merly menarik paksa jesica memasuki kamar tidurnya dan mengunci pintu kamar

"merly lepaskan..apa-apaan kau ini,kau mau apa..!!!"

"duduk dan diam disitu..!!!" merly menghempaskan tangan jesica,jesica terduduk di sisi ranjang tempat tidur

merly berjalan ke arah lemari pakaiannya,membongkar isi lemari nya dan menatap satu-persatu rentetan dress pesta miliknya

"kau mau apa..!! aku tidak mau pergi" ujar jesica dengan kesal ke arah merly, namun tidak di gubris oleh merly

merly mengambil sepotong dress bewarna gold,dress itu menjuntai dengan aksen rumbai-rumbai yang menghiasinya,dress setali dan terdapat belahan sedikit di kaki kirinya itu tampak indah dan berkilau,mata merly tampak puas melihatnya,merly mengambil dress tersebut dan membawanya ke arah jesica

"pakai ini,ini aku beli saat aku tugas ke milan bulan lalu dan belum sempat aku pakai" ujar merly tampak antusias melihat gaun bewarna emas tersebut

"kau ingin aku memakai gaun ini di tengah cuaca dingin beginu?? kau gila..!!! aku tidak mau,gaun ini terlalu seksi"

"oh come on jes,,kau ini wanita lajang,cantik memiliki postur yang tinggi tapi kau benar-benar tidak memiliki selera fashion,sudah pakai..!! kau tidak akan kedinginan percayalah"

"tapi.."

"kau pakai sendiri atau aku yang akan memakai nya ke tubuh mu sekarang" ujar merly geram ke arah jesica sembari mengangkat satu alisnya dan bersedekap menatap ke arah jesica

"baiklah aku pakai sendiri,dasar tukang paksa" dengus jesica mengambil dress tersebut dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi milik merly

merly tersenyum puas,jesica tidak akan bisa melawan nya jika dia sudah memaksanya,dia adalah ratu pemaksa,siapa pun tidak akan bisa menolaknya apa lagi sahabatnya yang keras kepala itu,merly berjalan ke arah rak sepatunya melihat rentetan hak tinggi miliknya,meski ukuran kaki jesica sedikit lebih besar dari miliknya tapi dia ingat pernah medapatkan sepasang hak tinggi yang kebesaran dari mantan pacar nya yang sudah putus sebulan lalu

merly membongkar kotak sepatunya dan mendapati hak tinggi bewarna silver gold tersebut,merly tersenyum bahagia dan meletak kan ke atas ranjang nya,dia juga mengambil sebuah syal bulu bewarna kuning keemasan di dalam lemari,dia akan membuat jesica tampak memukau malam ini bagaimana pun caranya

jesica keluar dari kamar mandi dengan gaun keemasan yang melekat di tubuhnya,merly tampak begitu senang melihat jesica yang tampak memukau dengan gaun itu

"wow..luar biasa,seharusnya kau bergaya seperti ini setiap hari jes,aku yakin kau akan segera mendapatkan kekasih" ujar merly takjub dan memutar tubuh jesica

"oh merly,come on kau membuat kepala ku pusing,gaun ini terlalu terbuka dan terasa sempit di tubuhku"

"sempit dari mana? jelas-jelas ini sangat pas di tubuhmu,ayo kemari akan aku dandani kau" merly membawa jesica ke meja rias dan mulai merias wajah jesica,rambut jesica merly sanggul dengan untain sedikit di depan wajah jesica,dandan glamor begitu kental terasa dari tampilan jesica malam itu di tambah lipstik merah yang merly oleskan ke bibir jesica

belum selesai dengan itu,merly memasang sepasang anting-anting emas menjuntai ke telinga jesica dan sepasang kalung emas kuning dan gelang yang melengkapi penampilan jesica malam itu

"ayo kemari tuan puteri cantik" ujar merly begitu antusiasnya memoles jesica,merly memasangkan sendal hak tinggi miliknya dan juga syal bulu bewarna kuning susu ke tubuh jesica

merly menatap jesica dengan binar kekaguman terpancar dari wajahnya,dia begitu puas melihat jesica yang tampak begitu sempurna malam itu

"perpect jes,oh my god lihat dirimu di cermin" ujar merly membawa jesica menatap pantulan dirinya di cermin

jesica melihat pantulan dirinya di cermin,dia sungguh tak menyangka jika dirinya bisa menjadi segelamor itu,selama ini jesica selalu tampil sederhana dan natural bahkan ketika bekerja pun dia hanya berdandan seadaanya berbeda dengan sahabat yang tinggal serumah dengan nya itu

karena merly adalah seorang pramugari,membuat penampilan menjadi fokus utama dirinya,jesica terpana dan tak percaya melihat dirinya malam itu dia pun menatap ke arah merly

"merly,ini terlalu berlebihan aku pikir" ujar nya tampak engan berpanampilan glamor malam itu

"jes,itu sebuah pesta kau berpakain seperti ini,ini sudah sangat pantas,dan gunakan topeng ini" merly memberikan topeng bewarna kuning keemasan kepada jesica

"topeng,untuk apa ini?"

"ini adalah pesta topeng tentu saja para tamu harus memakainya,sudah bersiap lah kita akan pergi" ujar merly yang sudah rapi dengan gaun purple yang melekat di tubuhnya

"aku akan mengambil mantel dan dompetku"

"cepatlah aku tunggu di luar"

jesica keluar dari kamar merly dan berlalu mengambil mantelnya di sofa dan masuk ke kamarnya untuk menganti tas yang dia kenakan dengan dompet pesta,jesica merapikan dompetnya dan memakai mantel dan juga topeng di wajahnya

merly sudah menunggu diluar saat sebuah mobil sport kuning berhenti di halaman di depan apartemen miliknya,seorang pria jangkung keluar dari mobil dan tersenyum ke arah merly,dia pun menghampiri merly

"hay beauty,ready?"

"of course,tapi tunggu teman ku sebentar malam ini dia akan ikut kita"

"oh ya siiapa?" tanya wilss yang merupakan teman kencan merly malam itu

"jesica,sahabat ku yang tinggal bersama ku disini"

tepat saat merly sedang mengobrol dengan wilss,jesica keluar dari apartemen dengan kesusahan membawa gaun yang dia kenakan,jesica sedikit menarik gaun yang dia pakai ke atas dan berjalan ke arah merly dan seorang pria yang sudah di kenali nya beberapa hari ini,teman kencan sahabatnya itu

"hay wilss" sapa jesica ke arah wills,wilss tampak terkejut dan takjub melihat perubahan tampilan jesica malam itu

"wow jes,kau tampak menakjubkan" ujar wilss tersenyum melihat ke arah jesica

"benarkan? dia tampak sangat cantik?" ujar merly bahagia dan puas atas hasil kerjanya

"iya,dia tampak berbeda"

"biasa saja,ini semua ulah merly yang memaksa ku begini,sudah lah ayo pergi cuaca semakin dingin" ujar jesica yang mengeratkan mantelnya dia juga membawa sarung tangan agar tak kediginan malam itu

"oke lets go ladies" wilss membuka pintu untuk jesica dan merly,mereka pun masuk ke dalam mobil sport kuning tersebut

****

Menembus jalanan kota atlanta malam itu yang telah di penuhi dengan salju malam itu,mobil wilss melaju menuju sebuah hotel mewah dimana disana sedang diadakan sebuah pesta topeng,namun pesta topeng itu bukan lah pesta biasa melaikan pesta yang di gelar untuk ajang berkencan atau bisa di katakan pesta khusus para lajang

pesta itu sendiri diadakan di sebuah bar yang ada di hotel tersebut,mobil wilss pun sampai di perkarangan hotel dimana langsung disambut oleh para pelayan hotel yang berjaga di depan loby acara,wilss,jesica dan merly keluar dari mobil berjalan ke dalam loby menuju bar yang terletak di lantai ke sebelas

merly berjalan dengan santai dan bergandengan mesra degan wilss di depan jesica,sementara jesica berjalan sendirian di belakang mereka,perasaan gugup menghantui jesica,dia belum pernah datang ke pesta mana pun selain dari pesta ulang tahun milik merly yang sering dia adakan di apartemen mereka

lift terbuka,jesica,merly dan wilss melangkah masuk ke dalam lift yang langsung naik ke lantas sebelas hotel

"mer,apa pestanya akan lama" tanya jesica ke arah merly yang sedang mengobrol asyik dengan wilss

"sampai subuh aku pikir"

"apa..!!! subuh? kau serius??" jesica terkejut mendengar jawaban dari merly

"iya,ada apa,sudah biasa pesta seperti ini berlangsung hingga dini hari,lagian besok akhir pekan kau tidak bekerja"

"gila..benar-benar gila,aku tidak tahu hidup seperti apa yang kalian jalani" jesica mengomel di dalam lift karena merasa kehidupan merly sungguh berbeda dari hidup yang dia jalani

"oh ayolah jes,sekali-kali tak ada salahnya kau menikmati hidup,jika hidupmu datar begitu terus kapan kau akan bisa berkencan"

ujar merly ke arah jesica namun tidak ada jawaban dari jesica,dia hanya memasang wajah ketusnya

"baiklah kita akan pulang awal malam,iyakan wilss?" ujar merly memberikan kode kepada wilss agar membantunya untuk tidak membuat jesica marah

"tentu kita akan pulang segera setelah acara puncak selesai" ujar wilss ke arah jesica dan merly

"tuh dengar,wilss berjanji kita akan cepat pulang,jadi hilangkan muka ketus mu itu nona jesica yang cantik,sia-sia pengorbanan ku membuat kau memukau malam ini jika ku terus saja memasang wajah masam"

ujar merly membujuk jesica agar tidak lagi marah kepadanya

"baiklah,tapi kau janji menepatinya jika tidak aku akan pulang sendiri memakai taxi"

"inya nona besar,aku berjanji" ujar merly tersenyum ke arah jesica,dia pun membalas senyum itu

lift pun terbuka jesica dan merly beserta wilss pun melangkah keluar lift dan berjalan ke arah club dimana disana penjaga menjaga pintu,merly memberikan kartu undangan milik ketiganya dan mereka pun di persilahkan masuk ke club tersebut malam itu

Next chapter