1 ●Mengganggu●

Waktu istirahat adalah salah satu waktu yang sangat disukai murid SMA Taruna Bangsa. Dan kantin juga adalah salah satu tempat yang sangat digemari para murid di sana.

"Weh, bro! Btw ada murid baru di XII-MIPA3. Beuh cantik banget lewat deh si Meta." Ucap Rama.

"Emang lo pikir si Meta cantik? Udah kayak ondel-ondel juga, najis gue liatnya. Paling murid baru yang lo maksud ga jauh beda kayak modelan si Meta." Arka meremehkan ucapan Rama tadi.

"Eh dugong! Gue ngomong sama Rega bukan sama lo. Lagian ntu murid baru emang beneran kayak jelmaan bidadari. Tapi gue denger-denger dari temen sekelasnya, dia tu cewek yang introvert."

"Introvert? Cupu maksudnya?" Kini Rega yang bersuara dengan menaikkan sebelah alisnya.

"Introvert, Ga! Kalo liat orang itu bawaannya pengen ngehindar aja. Setau gue sih itu." Jelas Rama lagi.

"Eh tapi tumbenan lo respon?" Tanya Arka pada Rega yang diangguki Rama.

Rega tidak menjawab dan langsung melenggang pergi meninggalkan kedua sahabatnya itu yang tengah saling pandang menatap heran terhadap sikap Rega yang tidak biasanya peduli dengan hal apapun yang berhubungan dengan wanita.

Di taman belakang yang begitu sepi. Inilah tempat yang disukai Gea. Tidak ada murid yang pergi ke sana karena alasan takut pada gosip hal-hal mistis yang sudah pasti menurut Gea itu hanyalah kebohongan dari mulut mereka yang tidak bertanggung jawab.

Baru saja dia berbaring dan memejamkan matanya untuk menikmati hawa sejuk di taman belakang, Gea mendengar derap langkah yang begitu santai. Namun, Gea masih bertahan memejamkan mata berpura-pura tidak tau atas kedatangan orang yang tidak dia ketahui siapa.

"Khmm.."

Deheman khas suara laki-laki itu berhasil membuat Gea membuka mata dan mengambil posisi duduk.

Pria itu pun ikut duduk dan terus memandangi wajah cantik Gea dengan senyuman yang sangat jarang dia tampilkan.

"Lo cantik"

Gea hanya melirik sebentar dan kembali meluruskan pandangannya.

"Boleh gue suka sama lo?"

Tidak ada sautan apapun. Pria itu membaringkan tubuhnya dengan menjadikan paha Gea sebagai bantal.

Gea terkejut dengan perlakuan tiba-tiba dari pria itu. Saat hendak membuka suara,

"Gini dulu. Sebentar aja!"

Entah kenapa Gea dengan mudah tidak membantah. Biasanya dia akan langsung menghindar jika siapapun mendekatinya.

Gue kenapa? _batin Gea