1 Prolog

"Lepaskan aku.... Ayah tolong Abi yah. Abi ngak mau ikut mereka. Ayah... Bunda... Abi ngak mau ikut mereka yah...." rengek gadis cantik itu saat dia hendak di bawa paksa oleh para laki laki berpakaian serba hitam itu.

"Kamu akan di bebaskan jika Ayah mu sudah bisa melunasi utang utangnya kepada bos kami" ucap salah satu dari mereka.

"Ini adalah urusan ku dengan tuan Zion tolong jangan sangkut pautkan dengan putri ku. Dia tidak tau apa apa tentang ini. Bawa aku saja, tapi tolong lepaskan putri ku. Aku akan bicara sendiri dengan tuan Zion." ucap ayah gadis itu memohon.

"Jika kau sudah mempunyai uang untuk membayar utang mu. Kau bisa datang menemui tuan Zion dan menebus putri mu." ucap orang itu lagi, lalu memberikan isyarat agar teman teman nya membawa gadis itu masuk ke dalam mobil.

"Ayah bunda, tolongin Abi. Lepaskan aku sialan, brengsek kalian semua" ucap gadis itu sambil berusaha memberontak namun, usaha nya selalu gagal.

"Jika kau terus memeberontak, jangan salahkan kami jika harus berlaku kasar padamu. Atau kau mau kami melukai ayah mu lagi?" ancam salah satu orang orang mereka. Gadis itu menunduk sambil menggelengkan kepala nya.

"Jika kau tidak mau itu terjadi, maka ikuti saja apa yang kami perintah kan. Mengerti?" Gertak laki laki itu yang membuat gadis itu terdiam.

"Tapi sebelum kalian membawa ku, bisakah aku berbicara sebentar dengan orang tua ku? Tolong.. hanya sebentar saja"

Setelah cukup lama mereka saling tukar pandang, seakan akan meminta pendapat satu sama lain. Akhirnya, mereka mengiyakan permintaan gadis itu.

"Tapi kau hanya punya waktu 5 menit untuk bicara dengan mereka. Dan jangan coba coba kabur dari kami." ucap pria tadi sambil menatap intens gadis itu.

"Iya. Aku janji tidak akan kabur dan akan ikut kalian setelah aku selesai bicara." ucap gadis itu lalu berlari ke arah ayah dan ibu nya.

"Maafin ayah sayang. Ini semua salah ayah. Ayah bener bener minta maaf" ucap ayah gadis itu sambil memeluk erat putri satu satunya tersebut.

"Abigail ngak papa kok yah. Abi yakin Abi akan baik baik aja disana. Jangan khawatir sama Abi, Abi bisa jaga diri kok. Ayah sama bunda harus jaga diri baik baik disini. Dan satu lagi Abi akan pulang secepat nya. Buat ayah, Abi minta tolong jagain bunda ya. Jangan sampai bunda sakit cuman karena mikirin Agi. Agi sayang bunda sama ayah. Agi pergi bentar ya yah." Ucap gadis itu berusaha tersenyum walaupun sebenar nya hatinya sangat sakit.

"Ayah janji akan bawa kamu pulang sayang. Ayah akan jemput Abi secepat nya" ucap ayah gadis itu, lalu beralih memeluk putrinya disusul oleh bunda nya yang masih menangis.

Saat mereka masih berpelukan, tiba tiba salah satu dari pria pria berpakaian hitam itu datang menemui nya, lalu menarik gadis itu agar mendekat ke arah nya.

"Waktu mu sudah habis. Saatnya kita kembali dan menemui tuan Zion." Gadis itu kini sudah pasrah, dia tidak melakukan perlawanan sedikitpun. Dia tersenyum kepada ayah dan bundanya sebelum pergi.

Saat dia sudah berbalik, dan membelakangi ayah dan bunda nya, air matanya sudah tidak bisa di tahan lagi. Dia terisak pelan. Dia tidak ingin orangtua nya tahu bahwa di sedang menangis saat ini. Dia berjalan pelan, diiringi oleh para laki laki berpakaian serba hitam itu dari belakang.

Dan saat akan memasuki mobil merk fortuner berwarna hitam itu, Abi berbalik untuk melambaikan tangan nya kepada orang tua nya. Namun sebelum itu, ia berusaha menghapus air matanya. Dia melambaikan tangan nya sambil tersenyum kepada ayah bundanya. Ayah bundanya juga membalas lambaian tangan gadis tersebut namun tidak ada senyuman yang terlihat di wajah mereka. Hanya kesedihan yang terlihat di wajah mereka saat ini.

"Abi sayang ayah sama bunda." Ucap gadis tersebut lalu memasuki mobil itu, diiikuti oleh para laki laki tadi. Di dalam mobil sepanjang perjalanan, gadis itu tak henti hantinya menangis, mengingat ayah dan ibunya disana.

"Apa kau tidak bisa diam? sekali lagi aku mendengar suara mu, maka kami akan membunuh mu disini juga." Ucap salah satu dari mereka yang sudah emosi mendengar rengekan gadis malang itu sejak tadi.

"Maaa.. Maafkan Abi paman." Ucap gadis itu sambil menunduk ketakutan.

Laki laki itu tak menjawab, dia hanya duduk sambil terus menatap ke depan.

"Tapi kalau dilihat lihat, gadis ini cantik juga. Sayang sekali jika tuan Zion akan membunuhnya. Lebih baik dia kujadikan istri." Ucap salah satu dari mereka yang duduk tepat di sebelah gadis itu. Dia terus menatap gadis itu tanpa henti sejak tadi.

"Lakukan lah jika kau ingin mati saat ini juga. Tuan Zion sangat ahli dalam mengakhiri hidup seseorang."

"Tuan Zion memang sangat menakutkan, terutama saat dia marah. Dia tidak pernah berpikir saat akan membunuh seseorang. Setiap kali ada yang membuat mood nya hancur, pasti akan ada nyawa seseorang yang hilang di tangan nya."

"Terkadang aku ingin sekali keluar dari dunia tuan Zion. Aku masih ingin hidup untuk beberapa tahun ke depan."

"Sekali kau masuk ke dalam dunia tuan Zion. Maka jangan harap kau bisa keluar dari sana. Kecuali kau mati." Kira kira begitulah, percakapan orang orang itu yang berhasil membuat Abi semakin ketakutan.

Dari apa yang sudah ia dengar dari orang orang ini. Dia sudah dapat memastikan bahwa orang yang mereka panggil tuan Zion itu adalah orang yang yang sangat kejam. Ia membayangkan apa yang akan terjadi padanya, jika nanti mereka sudah bertemu. Apakah dia akan langsung dibunuh oleh pria itu? Apakah dia masih mempunyai harapan untuk bisa bertemu dengan orang tuanya? Entahlah, tapi yang jelas Abi berdoa, semoga dia akan tetap baik baik saja seperti janji nya kepada ayah dan bunda nya.

Setalah beberapa lama di perjalanan. Mobil yang dinaiki oleh gadis tersebut berhenti di depan gerbang yang sangat tinggi, gerbang itu sangat mewah. Setelah itu mobil tersebut masuk dan di dalam nya terdapat sebuah rumah yang sangat mewah dan tinggi. Gadis tersebut terbelalak saat melihat bentuk bangunan yang sangat mewah itu. Walaupun keluarganya bisa di bilang keluarga yang cukup kaya, tapi dia rasa kekayaan pemilik rumah ini tidak ada apa apanya dengan mereka.

Saat keluar dari mobil pun. Tatapan nya tak pernah hilang dari rumah itu. Dia masih sangat kagum akan keindahan rumah ini, kira kira siapa pemilik rumah mewah ini. Atau jangan jangan pemilik nya adalah tuan Zion yang sejak tadi di bicarakan oleh ayahnya dan juga orang orang berpakaian hitam itu? Ahh dia sendiri tidak tahu. Yang jelas dia berharap, rumah ini tidak akan menjadi tempat kematian nya untuk saat ini. Dia masih sangat ingin menemui ayah bunda nya yang pasti sudah menunggu nya disana.

"Tunggu Abi pulang ayah bunda. Abi akan pulang, Abi janji" Ucap gadis itu lirih, hampir tak terdengar sama sekali.

Next chapter