1 Jumpa kembali

"Tok Tok Tok" bunyi ketukan pintu dari model cantik bernama Clarissa.

"Silahkan masuk" balasan dari sang pemilik ruangan membuatnya masuk ke dalam ruangan tersebut

"Permisi pak, ada apa ya bapak memanggil saya kemari?" tanya Clarissa pada pemilik ruangan tersebut, pemilik agensi tempatnya menjadi model

"Ini Ris ada kontrak buat kamu, di DSC Group. Silahkan kamu pelajari kontraknya dan saya harap jangan terlalu lama berfikir karena kontraknya dimulai 1 minggu lagi" jelas Resya, pemilik agensi Resya Project

"Baik pak, jadi kontraknya bisa saya bawa pulang kan?" tanya Clarissa memperjelas

"Iya bisa"

"Terima kasih pak, kalau begitu saya permisi" pamit Clarissa seraya menundukkan kepalanya sopan

"Iya silahkan"

-------------------

"Kak ini ada kontrak" ucap Clarissa pada sang kakak sekaligus manajernya sembari memberikan kontrak yang baru saja diterimanya

"Kamu sekali kali baca kontraknya kenapa sih, malesan banget kamu" heran Cindy, sang kakak

"Kalau aku baca kontrak sendiri trus kerjaan kakak apa?" tanyanya balik dengan santai

"Dek ini kontraknya 2 tahun nih?" ucap Cindy setelah membaca kontrak yang ada digenggamannya

"Ya trus kenapa?" tanya Clarissa sibuk bermain game diponselnya

"Ini ngga kelamaan? Biasanya kontrak kamu kan 1 tahun" jelas Cindy

"Ya bukannya bagus yah dapet kontrak lama" jawab Clarissa tanpa perduli

"Tapi nanti kamu terikat sama perusahan itu lama dek"

"Ngga papa lah kak" ucap Clarissa mengakhiri game dan berjalan menuju kakaknya

"Ya udah nih udah kakak baca semua, kamu tinggal tanda tangan" ucap Cindy memberikan kontrak ke Clarissa yang berada di sofa sampingnya

"Okee makasih kak" Clarissa menandatangani kontraknya

"Iya, ya udah kakak mau pergi dulu sama Galih" kata Cindy membereskan ruang tamu yang sedari tadi mereka tempati

"Ya elah pacaran mulu kalian berdua"

"Biarin, bilang aja kamu iri kan, jomblo terusss hhahahaa" ledek Cindy pada Clarissa yang memang fakta

"Berisik kak" saut Clarissa malas

"Ya udah kakak pergi yaa" pamitnya menuju pintu apartemen

"Eh bentar kak" teriak Clarissa berjalan menuju pintu

"Apaan? Jangan bilang kamu mau ikut kakak kencan" tuduh Cindy

"Ya kali kak, ngga lah. Ini tolong nitip kasih ke pak Resya" ucap Clarissa memberi kontrak yang sudah ditandatanganinya

"Okee, byee dek. Jangan lupa kunci pintu apartemen" pinta Cindy

"Siapp" sahut Clarissa

----------------

Sebuah mobil mewah berhenti tepat didepan pintu sebuah gedung berlantai 17 yang tepat dihalaman gedung tertulis DSC Group. Dari dalam mobil keluarlah seorang wanita cantik yang duduk dibangku penumpang, Clarissa. Dengan balutan gaun berlengan panjang berwarna hitam yang panjangnya 5 cm dibawah lutut, sepatu boots hitam,dan tas hitam selempang yang dipakainya membuat para karyawan disana terpukau akan kecantikannya, ditambah lagi rambutnya yang curly dibiarkan tergerai dan jangan lupakan wajahnya dengan make up tipis. Sungguh penampilannya sederhana namun tetap terlihat cantik.

Kaki jenjangnya berjalan menuju meja resepsionis untuk menanyakan ruangan pemilik perusahaan.

"Mari bu" sambut seorang karyawan yang ditugaskan menunggu kedatangan Clarissa. Setelah berjalan dan menaiki lift menuju lantai 17 akhirnya mereka sampai didepan sebuah ruangan paling ujung di lantai tersebut.

"Ini ruangannya bu, silahkan masuk. Pak Ardi sudah menunggu"

"Baik, terima kasih" ucapnya pada sang karyawan

"Tok tok tok"

"Masuk" seru seseorang dari dalam ruangan

"Partner lomba di SMA bukan yah?" tanyanya dalam hati kala masuk ruangan dan melihat seseorang yang tidak asing dimatanya

"Selamat pagi pak, saya Clarissa dari Resya Project" ucapnya memperkenalkan diri setelah menghapus pemikiran gilanya

"Ah iya silahkan duduk" sambut Pak Ardi mempersilahkan Clarissa duduk disofa dalam ruangannya

"Terima kasih pak"

"Mau minum apa?"

"Orange jus saja pak"

"Gisya, tolong bawakan orange jus dan coffe caramel ke ruangan saya" ucapnya kepada seseorang dengan telefon kantor

"Sebelumnya saya akan menjelaskan kontraknya ya" ucap Pak Ardi serius

"Iya pak, silahkan"

"Seharusnya semuanya sudah ada di kontrak yang Anda tandatangani, tapi ternyata dikontrak tersebut belum tercantum, Anda akan menjadi model apa"

"Oh iya pak, saya tidak menyadarinya" ucap Clarissa seraya mengutuk dalam hati kepada sang kakak kenapa kakaknya tidak memberi tahu ada yang kurang dalam kontraknya

"Anda akan saya jadikan sebagai model dari 70% barang yang ada disini" jelas Pak Ardi

"Saya sangat berterima kasih pada Pak Ardi karena sudah mempercayakannya pada saya. Sekali lagi terima kasih Pak" ucap Clarissa dengan tersenyum

"Kenapa senyumnya tidak asing" batin Pak Ardi

"Tok tok tok" bunyi ketukan pintu membuyarkan lamunan Pak Ardi

"Masuk" seru Pak Ardi

"Ini minumannya Pak" ucap seorang sekretaris wanita yang membawakan 2 gelas minuman dan meletakkannya diatas meja

"Silahkan diminum" kata Pak Ardi setelah sekretarisnya keluar dari ruangan

"Iya terima kasih"

"Oh iya disini Anda memiliki ruangan untuk istirahat tepatnya disamping ruangan ini. Nanti akan saya antarkan menuju ruangan tersebut" tawar Pak Ardi

"Jika merepotkan tidak perlu pak. Jadwal Pak Ardi kan padat" ucap Clarissa tidak enak

"Tidak merepotkan kok, mari saya antar" ajak Pak Ardi

"Baik pak"

Setelah keluarnya mereka dari dalam ruangan Pak Ardi, mereka menuju ruangan yang akan ditempati Clarissa dalam 2 tahun kedepan. Di dalam ruangan tersebut terdapat 2 buah sofa berukuran besar, meja kerja yang sudah dilengkapi sebuah kursi, lemari dengan ukuran besar, dan juga sudah ada kamar mandi didalamnya. Setelah Pak Ardi mengantar Clarissa ke ruangan Clarissa, ia segera kembali keruangan nya sendiri. Meninggalkan Clarissa yang sedang menikmati ruangan pribadinya.

"Dia partner lombaku di SMA bukan sih, aissh namanya lupa lagii" gerutu Clarissa mencoba mengingat masa SMA nya

"Ah iya kayaknya fotonya masih ada dilaptopku" ingatnya yang membuat Clarissa langsung membuka ponsel

"Tuut tuut tuut"

"Halo dek, ada apa?" tanya orang diseberang telefon

"Kakak lagi dimana?" tanyanya pada sang kakak

"Kakak lagi di apartemen kamu, kenapa?"

"Siiip, mau tau perusahaan tempat aku kerja ngga kak?" tanya Clarissa mencoba membuat sang kakak penasaran

"Mauuu, emang dimana" yaaa berhasil Cindy sudah penasaran

"Aku share lock ya kak, tapi tolong bawain laptop dikamarku"

"Ohh jadi kamu nelfon kakak cuma mau minta bawain, gitu?" geram Cindy

"Mau kesini ngga nih" tanya Clarissa enggan menjawab

"Iyaa, kakak bawain"

"Oke kak makasih, udah aku share lock. Jangan lupa laptopku yaa"

"Iyaa"

"Tuut" panggilan diakhiri

|Kakak : Kamu dimana, kakak udah di

loby

|Me : Lantai 17, Model

|Kakak : Iyaa

"Tok tok tok"

"Masuk"

"Dek kamu punya ruangan sendiri?" heran Cindy

"Ya elah kirain siapa, pake ketuk pintu segala. Iya dapet ruangan pribadi" bangga Clarissa

"Baik banget pemilik perusahaannya, biasanya kan ngga dikasih ruangan" ucap Cindy sembari mendudukkan diri disofa ruangan tersebut

"Mana laptopku" tagih Clarissa

"Nih buat apa sih" Cindy menyerahkan laptop warna rose pada Clarissa

"Nyari foto SMA" jawab Clarissa sembari mencari album SMA

"Emang masih ada?Udah lama banget" tanya Cindy tanpa melihat kearah Clarissa

"Masih dongg, nih liat" angkuhnya

"Itu foto waktu kamu lomba Putra Putri Sekolah bukan?" tanya Cindy memastikan

"Iya kak, ternyata pemilik perusahaan ini Kak Ardi partner lombaku" jelas Clarissa

"Lah beneran?" tanya Cindy tak percaya

"Iya liat nih ada namanya, Ardian Sarendra" tunjuknya pada sebuah foto yang didalamnya terdapat seorang lelaki dan perempuan dengan keterangan nama dibawahnya 'Ardian Sarendra dan Clara Arista'

"Lah trus dia inget sama kamu ngga?" tanya Cindy kembali berseluncur didunia maya

"Kayanya sih ngga, kakak liat sendiri perubahanku besar banget lah. Dulu wajahku ngga secantik ini, kulitku ngga seputih ini, sama gaya pakaianku juga beda" jelas Clarissa akan perubahan dirinya setelah lulus SMA

"Iya juga sih"

Next chapter