6 Bagian Ke Enam

KERASUKAN BONEKA 2

"Ha ... ha ... ha !" Aku hanya tertawa saja dengan apa yang dilakukan mahluk itu.

"Akhirnya wujud aslimu terlihat !" ujar mahluk itu tersenyum menyeringai.

"Kamu boleh saja seperti itu, tapi sebenarnya kamu membutuhkan tempat untuk sembunyi !" ucapku, aku sudah memegang boneka porselen itu. Mahluk itu terkejut.

"Silahkan saja, kamu hancurkan! tapi nyawa gadis ini akan terancam !" katanya matanya melotot tajam ke arahku.

"Benarkah?" aku menarik sesuatu di leherku dengan tanganku, jari-jari ku sudah memanjang dan kukuku meruncing ada tanduk kecil di kepalaku.

"Kamu belum sepenuhnya menguasai gadis itu, karena roh gadis itu sangat kuat !" kataku. Aku menatap boneka porselen itu dan mengusapnya dengan tanganku pelan. Tiba-tiba tubuh gadis itu bergetar dan gerakannya makin lama makin cepat.

"AAAARRRGGGHHHH ...!!"

Gadis itu melotot dan mengejang setelah itu melayang dan terhempas ke tempat tidur. Aku tersenyum mengerikan dan mendekati gadis itu dan menyentuhkan ujung kukuku ke dahinya.

Ada noda darah yang keluar dari keningnya, ku ambil darah itu dan ku jilat. Semua tertegun.

"Antonio cukup !" teriak Pastor Gerry tiba-tiba,

"Belum pastor, dia anak yang bandel! aku akan menghukumnya sedikit !" kataku dengan suara yang aneh.

"Ampun ... tolong ... !!" terdengar suara aneh dari dalam boneka yang ku pegang.

"Inikah yang disebut iblis ini? hi ... hi ... !" aku tertawa terkikik sambil ku gerakan tanganku di kepala boneka itu.

"Kamu, hanya setan kecil !" ujarku kemudian tertawa terbahak dengan sangat mengerikan.

"Arrgghhhh !" terdengar erangan kesakitan yang panjang.

"Sudah ah capek !" aku pun melempar begitu saja boneka porselen yang mudah pecah sebenarnya itu ke lantai, tapi ternyata tidak pecah hanya suara 'pluk' saja.

Aku pun terduduk di lantai dengan lemas, dan menunduk. Semua terdiam tak lama aku bergerak serta membuka jubah coklatku dan bertelanjang dada. Tiba-tiba sebuah sayap kecil bercahaya keluar dari punggungku kemudian terlihat sebuah sayap yang berukuran sedang terbentang dan kemudian tubuhku melayang.

"Oh my god ... itu Angel ?" tanya Pasto Frank menatap tak berkedip, begitu juga dengan yang lain. Suasana kamar yang gelap itu berubah menjadi terang benderang karena cahaya sayap bulu putih di punggungku. Cahaya itu sebenarnya sangat menyilaukan.

"Bagunlah gadis kecil !" ucapku dengan tersenyum lembut sambil ku rentangkan tanganku. Gadis yang berbaring dengan muka pucat dan berantakan itu membuka matanya dan menatapku tertegun.

"Kasihan sekali gadis kecil! kini tidak ada lagi yang mengganggumu !" ku sentuh wajahnya sebuah sinar memancar. Gadis itu tersenyum.

"Oh ya ... tuhan, ini kah wujud Angel itu ?" ucap Pastor Gerry. Semua mata tak berkedip menatap apa yang terjadi.

Kini seluruh tubuh gadis itu berubah menjadi cantik, tidak ada kesan yang tadi mengerikan.

"Terima kasih Angel! mamah, papa? ada apa ?" tanya gadis itu menatap dengan bingung seperti baru tersadar dengan apa yang terjadi.

"Merry ... !" teriak kedua orang tuanya, dan kemudian berlari memeluk tubuh gadis itu sambil menangis, aku kembali terduduk dan tersadar kembali, aku cepat-cepat memakai jubahku kembali karena malu.

------------------

"Terima kasih, telah menyelamatkan anakku! tapi .. anu boneka ini ?" tanya Mr Tomson sambil menunjuk ke arah boneka porselen.

"Biarkan saja disini, dia sudah terkunci di dalam boneka! walau bisa bergerak juga kekuatannya sudah hilang !" aku yang menjawab, sambil tersenyum. Pastor Gerry hanya diam, begitu pun pastor Frank.

"Eh .. iiya ... anu, anda siapa ya ?" tanya Mr Tomson bertanya kepadaku walau kelihatan takut.

"Dia asisten saya, syukurlah semuanya berjalan lacar! putrimu baik-baik saja !" ucap Pastor Gerry tersenyum. Menyadari bahwa mahluk itu lebih kuat dan tidak keberatan bila aku yang melalukan tugas itu.

"Maaf tadi anda mengatakan jiwa Merry sangat kuat, apa maksudnya ?" tanya Margareth penasaran.

"Kalau dia lemah mungkin dia sudah mati! dia gadis yang baik dan selalu berdoa !" jawabku mereka terkejut dan terdiam. Merry pun menatapku dan tersenyum berterima kasih kepadaku. Kedua orang tuanya memeluk putrinya erat.

Kami berpamitan dan kemudian menuju rumah pastor Frank, untuk menginap di sana sebelum lusa pulang kembali. Malamnya Pastor Frank dan Gerry mengobrol.

"Jadi begitu ya, aku juga mendengar berita itu! antara percaya dan tidak! tapi ternyata nyata adanya !" kata Pastor Frank, yang kemudian terdiam.

"Aku merasa merinding tadi, entah kenapa! dalam satu waktu bisa melihat Devil dan Angel dalam satu wujud !" lanjutnya teringat apa yang terjadi tadi.

"Aku juga baru pertama kali melihat ini !" jawab Pastor Gerry.

"Syukurlah dia ditempatkan di biara! kalau tidak entah mungkin dia bisa membuat kekacauan dengan kemampuannya itu !" ujar Pastor Frank menghela nafas.

"Ya itu benar sekali !" jawab Pastor Gerry, sambil memikirkan sesuatu entah apa itu.

Keesokan harinya kami pamit kepada Mr Tomson, uang rasa terima kasih di berikan untuk gereja, Merry memelukku dan aku tertegun.

"Terima kasih Angel !" ucapnya. Semua tertegun. Aku membalasnya sambil tersenyum.

"Sama-sama little Angel !"

Kami pun pergi ke Toronto, untuk bertemu seorang pastor di sana. Dia mendapat kabar kami ada disini dan ingin mengobrol. Tak lama kami pun tiba kembali di kota dan menuju sebuah gereja yang terletak di sebuah distrik yang paling ditakuti di wilayah ini, karena kumuh dan tempat yang paling tidak aman. Konon banyak mafia narkoba dan kejahatan lain disini. Tapi gereja ini sudah lama berdiri.

Kami disambut oleh dua orang pastor berkulit hitam. Yang satu bernama Pastor Samuel dan yang lainnya Johnson.

"Maafkan aku, kita langsung bertemu disini !" ucap salah satunya.

"Ini Pastor Johnson pendeta di gereja ini !" dia memperkenalkannya kepada kami.

"Kalian tahu, aktifitas gereja disini terasa begitu berat! karena lingkungannya yang kumuh dan rawan! sampai ... sebulan lalu terjadi fenomena aneh di gereja ini! semua ini berkaitan dengan ... patung Bunda Maria yang meneteskan darah !" ujar pendeta Johnson menjelaskan apa yang terjadi.

"Awalnya ... tak ada yang percaya tentang hal ini! mereka menyangka ini hanya akal-akalan pihak gereja untuk menarik minat jemaat gereja kembali! tapi semua itu berubah menjadi heboh! ketika seorang jemaat mengaku mendapat berkah setelah berdoa di depan patung Bunda Maria berdarah itu !" jelas pendeta Johnson.

"Awalnya hal itu biasa saja tapi lama-lama banyak orang ke sini! dan beberapa kali patung Bunda Maria di curi! tapi ketika kami membeli yang baru ternyata semua fenomena itu kembali terjadi !" lanjutnya.

Kami pun masuk ke dalam gereja, banyak orang berdoa di patung Bunda Maria. Semua tertegun dan tak percaya karena ternyata benar ada darah yang mengalir dari matanya.

"Oh pastor, terima kasih banyak! anakku sembuh dari sakitnya! ini berkat patung Bunda Maria !" ucap seorang ibu kepada Pastor Johnson.

Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click www.webnovel.com/book/my-blood's-devil-and-angel-!_20618432306250505/bagian-ke-enam_55394898609762458 for visiting.

"Ha ... ha ... ha .. !" tiba-tiba terdengar suara tawa menggema dan semua terkejut dan menatapku.

"Kenapa kamu tertawa ?" tanya pendeta Samuel, tiba-tiba aku melompat dan mengambil patung Bunda Maria dan melemparnya ke lantai kemudian pecah berantakan.

"Apa yang kamu lakukan ... siapa kamu ?" mata mereka tak berkedip menatap wajahku yang berubah.

"Kalian tak kenal aku ?" aku tersenyum menyeramkan.

"Ya tuhan dia Devil !" teriak seorang perempuan. Semua menjadi heboh. Pastor Frank dan Gerry terdiam. Sedangkan Pastor Johnson dan Samuel mendatangiku.

"Kenapa, kamu masuk rumah tuhan !" seru pendeta Johnson.

"Apa ini rumah tuhan? kurasa tidak !" jawabku.

"Kamu lihat disini ada salib dan lainnya benda suci !" ujar pendeta Johnson.

"Maksudmu salib ini? akan membuatku takut? aku ingin bertanya kepada kalian semua disini! kalian bisa memilih! bila kalian percaya patung Bunda Maria ini, berarti kalian pengikutku! tetapi bila kalian percaya tuhan maka ini berati memang ini rumah tuhan !" tanpa di duga patung Bunda Maria yang tadi pecah kini aku pegang kembali seperti tak terjadi apa-apa. Semua terdiam tak ada yang menjawab. Pendeta Johnson tertegun.

"Kenapa? ketika patung ini aku hancurkan kalian marah! apakah bila rumah tuhan ini bila ku hancurkan juga kalian akan marah atau tidak perduli ? kalian lebih percaya semua yang terjadi karena patung ini? bila ku hancurkan semua akan sirna ?" tanyakku. Semua terdiam

"Aku seorang Devil, semua ada sebab akibatnya! semua yang terkabul ada harga yang harus dibayar !" aku tersenyum menyeringai dan kemudian meletakan patung itu kembali ke tempat semula dan kemudian tertawa mengerikan, aku pun tertunduk lemas.

"Apa maksudnya ini pastor! ini hanya lelucon kah !" semua terlihat cemas. Pastor Johnson menghela nafas.

"Aku sudah memberitahu kalian sebelumnya! semua permintaan seharusnya kepada tuhan bukan karena ada patung Bunda Maria mengeluarkan darah dan dapat mengambulkan permintaan! sebelum ini apa kalian pernahkah berdoa ke gereja ? kurasa tidak, hanya segelintir orang saja yang selalu datang! tapi ketika fenomena ini muncul mendadak kalian selalu datang ke gereja tapi bukan untuk betdoa kepada tuhan malah meminta sesuatu kepada patung itu !" jelas Pendeta Johnson mengerti tentang apa yang terjadi semua terdiam.

Bersambung .....

Next chapter