1 Bab 1 Tyo, my best Friend

Wisnu Prasetyo Sahabat Kecil Andini mereka tumbuh bersama sejak kecil hingga kini, Andini sangat menyukai pribadi Tyo yang humoris dan baik hati, ketika kecil Tyo adalah pelindungnya jika ada temannya yang usil Tyo akan selalu melindungi Andini, sehingga andini selalu bergantung kepada Tyo.

kini Andini dan Tyo sudah menginjak dewasa mereka sama-sama sudah menduduki bangku kuliah, Andini selalu bersama-sama dengan Tyo. "mami aku pergi kuliah dulu yah.. "kata Andini. "Sarapan dulu sayang, kata mami Andini. "Aku sarapan di kampus aja, tuh Tyo udah jemput, "kata Andini sambil mencium tangan maminya, dan berlari keluar rumah, "Hai udah lama nunggu, "sapa Andini. "Gak, baru dateng kok, "kata Tyo sambil menyodorkan helm kepada Andini, Andini segera memakai helm dan naik keatas motor. mereka pun segera berangkat ke kampus.

Sesampainya di kampus Andini bergegas menuju kantin untuk sarapan, "Woi, tunggu dong, lo buru-buru kaya yang kelaperan "kata Tyo. "Emang laper banget takut keburu masuk kelas, aku belom sarapan, "kata Andini. Andini segera masuk dan memesan lontong kari kesukaannya dengan sambal yang banyak bikin Tyo bergidik ngeri, "Din jangan banyak-banyak sambelnya ntar perut lo sakit, "kata Tyo yang khawatir maagnya Andini kumat. "aku ga bisa makan kalo ga pedes, brisik aja lo, "kata Andini yang mulai menyantap sarapannya.

Setelah selesai Andini bergegas masuk ke dalam kelas untuk pelajaran pertama. "Tyo entar pulangnya bareng yah, tungguin di parkiran yah, "teriak Andini. "Oke Darling, "kata Tyo sambil cengengesan. Deg, jantung Andini berdegup kencang ketika Tyo memanggilnya Darling, yang artinya sayang, dan Andini berharap Tyo benar-benar mencintainya, tapi melihat wajah Tyo yang cengengesan membuat Andini berpikir kalo Tyo bercanda. padahal Tyo cengengesan menutupi hatinya yang deg degan juga.

Andini menyelesaikan kuliahnya, dan bergegas menuju parkiran, tapi Tyo belum terlihat batang hidungnya, setelah beberapa saat akhirnya Tyo muncul, "Kamu udah nunggu lama, Din? "kata Tyo, "Blom baru bentar kok, ayo pulang, aku udah laper, "kata Andini yang ga sabar pingin makan siang di rumah, karena maminya udah janji mau masakin makanan kesukaan Andini yaitu semur jengkol dan goreng ikan asin, "kok buru-buru, ada apa nih? bikin curiga, "kata Tyo. "mami ku masak semur jengkol sama ikan asin kesukaanku, "kata Andini. "Waah aku ikut makan yah, "kata Tyo berbinar-binar. "Ayo lets go, "kata Andini. merekapun bergegas menuju rumah Andini.

Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click www.webnovel.com/book/my-best-friend-is-my-husband_18246813106012105/bab-1-tyo-my-best-friend_48981595461312778 for visiting.

Sesampainya dirumah mereka menikmati makan siang bersama, begitu menikmatinya sampai Andini dan Tyo tambah 2 kali, sampai mami geleng-geleng kepala, "Alhamdulilah, nikmat sekali tante makannya, sampai kekenyangan gini, "kata Tyo. "iya mam, kenyang banget," kata Andini, "Ga kenyang gimana kalian makan 2 porsi sampai semur jengkolnya habis semua, " kata mami sambil tersenyum.

Tyo yang kekenyangan ga bisa langsung pulang, karena perutnya sakit, akhirnya mereka menonton tv di ruang keluarga, Andini menonton Drama korea, karena Tyo kekenyangan akhirnya ketiduran di sofa, Andini yang melihat Tyo tertidur memperhatikan wajah Tyo, Jantungnya kembali berdegup kencang, tangan Andini mengelus wajah Tyo, yang tampan, "kamu kok belom punya pacar, padahal wajahmu begitu sempurna, "Bisik Andini, Tyo yang mendengar ucapan Andini merasa bahagia, Andini mengusap wajahnya dan mengatakan hal itu, dalam hati Tyo berkata, "karna aku ingin kamu yang menjadi kekasihku, Din.

Andini yang sama kekenyangan akhirnya tertidur juga di sebelah, Tyo. "Ya ampun malah pada tidur, "kata mami. Ketika mereka bangun hari sudah sore, Tyo bergegas pulang setelah sholat ashar. Andini masuk kamar untuk mandi, sholat dan mengerjakan tugasnya.

Ketika menjelang malam Papi Andini pulang, Andini melihat Papinya mabuk lagi, dan mendengar pertengkaran antara mami nya dengan papinya, Andini yang kesal setiap hari melihat orang tuanya bertengkar akhirnya pergi lewat jendela, dengan perasaan sedih Andini menelpon Tyo sambil menangis, Tyo kaget mendengar Andini menangis, "Andini kamu dimana, orang tuamu bertengkar lagi? tunggu aku, aku akan kesana, "kata Tyo khawatir, seperti biasa Andini akan pergi ke taman kota untuk menenangkan diri, menangis di depan kolam ikan.

Tyo menghampiri Andini dan memeluknya, Andini menangis sejadi-jadinya di dada Tyo, membuat kemeja Tyo basah, "maaf bajumu basah, " kata Andini, "Gapapa aku sudah biasa kok, "kata Tyo. sambil menghapus air mata Andini di pipinya, jantung Andini dan Tyo berdetak kencang, usapan lembut Tyo membuat hati Andini kembali tenang, "makasih udah jadi sahabat terbaikku, selalu ada disaat aku senang, dan sedih, "kata Andini. yang di balas pelukan hangat Tyo dan kecupan di puncak kepala Andini.

"Aku akan selalu ada untuk kamu, selamanya Din, aku sayang kamu, kamu sahabat terbaik dalam hidupku, jangan pernah pergi dariku, "kata Tyo, dan ketika Tyo melihat Andini, ternyata Andini sudah tidur dalam pelukannya, Tyo menggendong Andini menuju mobilnya dan menidurkan di jok belakang. Andini tertidur hingga subuh di mobil Tyo, Tyo sendiri tidur di jok depan.

Kebiasaan Andini setiap kabur dari rumah, makanya Tyo membawa mobil, karena pasti mereka akan bermalam di dalam mobil. Ketika pagi menjelang Tyo mengantarkan Andini ke rumahnya, dan Tyo pulang. "nanti aku jemput jam 9.00 oke, "kata Tyo. "makasih banyak, Yo... "kata Andini.

Andini bergegas masuk, di lihatnya wajah maminya lebam-lebam, "mam, mami kenapa? "kata Andini, mami menangis sambil memeluk Andini, "mami sudah tidak kuat, sayang, bolehkah mami minta cerai, agar mami ga menderita lagi, mami udah ga kuat di siksa terus sama papimu, "kata mami. "mam, aku ga mau mami menderita kalo mami mau cerai sama papi gapapa, aku akan dukung mami, aku juga akan tinggal sama mami, "kata Andini sambil menghapus air mata maminya yang sangat di sayanginya.

Papi yang mendengar pembicaraan antaraami dan Andini bersujud di kaki Mami, "mam maafin papi mam, papi udah nyakitin hati mami, udah pukul mami, itu semua karena pengaruh alkohol papu janji ga akan mabuk lagi ga akan pukul mami lagi, maafin papi, "kata Papi sambil menangis, mami tidak bergeming, "maafkan mami, pih, keputusan mami sudah bulat, ini sudah yang keberapa puluh kali papi selalu ulangi lagi dan lagi, mami sudah tidak percaya lagi sama papi, "kata mami.

Mami pergi ke RS untuk berobat, tidak lupa mami memfoto wajah mami yang lebam dan meminta vitsum sebagai bukti kdrt untuk bukti di pengadilan untuk bercerai.

Andini semakin tertutup terhadap lelaki karena melihat rumah tangga orang tuanya yang kacau dan mau bercerai. sikap Andini yang dingin di jadikan taruhan oleh Eggi dan teman-temannya, jika Eggi berhasil menjadikan Andini kekasih maka Eggi akan mendapatkan taruhan sebesar 10 jt.

dan Eggi mulai mendekati Andini dengan berbagai cara, untuk mendapatkan hati Andini.

Next chapter