1 SMKN 42

Takao, dia adalah Pemain Basket yang baru menekuni bermain Basket sejak dirinya Kelas 1 SMP.

Kali ini, Takao bukan lagi siswa SMP melainkan siswa SMK Negeri Jurusan Desain dan Permodelan.

Hari pertama Takao masuk Sekolah sangat biasa karena minggu itu masih Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau biasa disebut MPLS.

Di Minggu kedua, kegiatan Belajar Mengajar baru dijalankan beserta dengan Kegiatan Ekskul Sekolah.

'Apa aku harus bergabung di Klub Basket untuk bermain Basket?' pikir Takao

Selama masih SMP, Takao menjadi sangat menyukai bermain Basket tanpa alasan yang jelas.

Kali ini, Takao sedang berjalan menuju ke Lapangan Basket yang berada di Belakang Sekolahnya.

Penampilan Takao saat ini adalah rambutnya di keataskan karena kemarin dia baru saja potong rambut.

Sesampainya di Lapangan Basket, Takao sedikit terkejut dengan banyaknya siswa kelas 1 yang sama sepertinya.

Selain siswa kelas 1, ia juga melihat siswa kelas 2 dan 3 yang sedang latihan.

Priiiiiittttt...

Sesaat ketika ada suara Peluit dibunyikan, semua murid langsung membuat beberapa barisan.

Di depan, ada satu orang yang berusia sekitar 20-30 tahun dan juga 2 murid yang tampaknya adalah Kapten dan Wakil Kapten Klub Basket ini.

"Namaku Eric, aku adalah Kapten Tim Basket SMKN 42 sejak tahun kemarin. Disamping kananku adalah Pelatih kita, Coach Andre. Sedangkan samping kanan Coach adalah Wakil Kapten yang bernama David" ucap Eric

Karena ada beberapa siswa yang tidak bisa melihat wajah Eric, Coach Andre, dan David, Eric langsung menyuruh Anggota Baru untuk duduk.

Lapangan Basket SMKN 42 bisa dibilang adalah hal yang tak biasa karena outdoor dan bukan indoor seperti biasanya.

Selain itu, jumlah lapangannya ada 3 Lapangan Basket yang berukuran seperti yang ditetapkan oleh FIBA.

"Sekarang, kami akan membagikan Formulir Pendaftaran Klub Basket SMKN 42. Silahkan dibagikan!" perintah Eric

Sesaat setelah itu, ada beberapa Kakak Kelas yang membagikan selembar kertas.

Ketika dirinya mendapatkan kertas tersebut, Takao langsung mengisinya sesuai data pribadi miliknya.

Apa yang ada di Formulir tersebut adalah :

Nama Panggilan : Takao

Umur : 15

Tinggi : 172 Cm

Berat : 62 Kg

Asal Sekolah : SMPN 3 Surabaya

Jurusan SMK : Desain dan Permodelan

Posisi Basket : Shooting Guard dan Point Guard

Alasan : Tidak ada Alasan yang khusus

Bagi anggota baru yang sudah mengisi Formulir tadi, mereka diperbolehkan untuk melakukan pemanasan sebentar.

Hal itu langsung dimanfaatkan oleh Takao untuk berlari sebanyak 5 Kali memutari lapangan basket.

Seusai berlari, ia langsung pergi menemui Kapten Tim Basket SMKN 42 untuk membicarakan sesuatu dengannya.

"Ada apa?" tanya Eric

"Namaku Takao. Aku boleh bertanya bukan, Kapten?" ucap Takao

"Tentu saja. Tanyakan saja sesuka hatimu!"

"Kapan aku bisa menjadi Pemain Tim Utama?" tanya Takao

Takao yang mengatakan langsung ke intinya berhasil membuat Kapten Eric sedikit terkejut. Ini baru pertama kalinya ada Anggota Baru yang ingin bermain di Tim Utama pada hari pertama latihan.

"Bisakah aku mengetahui alasan kenapa kau ingin bermain di Tim Utama?" tanya Eric

"Aku ingin sesegera mungkin untuk bermain di Kejuaraan Nasional karena janjiku kepada Teman Temanku dulu" jawab Takao dengan wajah serius

Sesaat setelah Takao mengatakan hal itu, Coach Andre langsung menghampiri mereka berdua.

Pertanyaan pertama Coach Andre kepada Takao adalah Apa kemampuanmu? Itulah yang ditanyakan oleh Coach Andre kepada Takao.

"Apakah Coach tidak berpikir kalau lebih baik praktek langsung daripada melakukan pengetesan?"

Kali ini, Coach Andre menjadi tersenyum dengan kata kata yang diucapkan oleh Takao.

Karena ada benarnya juga, Coach Andre langsung mengambil data anggota baru tadi dan mulai membacanya.

Tak lama kemudian, Coach Andre mengumumkan siapa saja yang akan saling berhadapan kali ini.

"Takao, Kimura, Kara, Haru, dan Angga. Kalian berada di Tim A!"

"Baik" teriak mereka berlima

"Hide, Amos, Linde, Eric, dan David, kalian berada di Tim B untuk melawan Tim A"

"Apa?"

"Bukankah di Tim B itu adalah Pemain Inti Sekolah ini?" tanya seseorang

Di tim Takao, ada Kimura kelas 2, Kara kelas 2, Haru kelas 2, dan Angga yang kelas 1 sama seperti Takao.

Bisa dibilang kalau Kimura, Kara, dan Haru adalah tiga pemain yang berhasil menembus Tim Utama tahun kemarin.

Kali ini, orang yang akan menjadi wasitnya tak lain adalah Coach Andre sendiri. Sedangkan anggota yang lain duduk memutari Lapangan Basket.

Tidak ada satupun orang yang berani menentang keputusan Coach Andre di SMKN 42 ini.

Tim A kali ini akan bermain menggunakan Rompi sedangkan Tim B menggunakan Jersey Basket SMKN 42.

"Kita akan mendiskusikan formasi kita. Haru, Kimura, kalian akan menjaga Hide dan Amos. Aku akan menjaga David. Angga, jagalah Linde!" ucap Kara

"Untuk Eric, apakah aku bisa memberikannya kepadamu, Takao?" tanya Kara

"Ya, aku akan berusaha sebisa mungkin"

Posisi Eric tak lain adalah Shooting Guard sama seperti Takao. Sedangkan untuk Linde posisinya adalah Point Guard.

Akan tetapi, Linde dan Eric bisa berpindah posisi dari Shooting Guard menjadi Point Guard begitu juga sebaliknya.

Pada pertandingan kali ini, Takao akan menjadi Point Guard dan Shooting Guard sekaligus untuk mengatur jalannya pertandingan.

Kali ini, pertandingan sudah berlangsung selama 5 menit dan Tim B masih unggul 12-17 dari Tim A.

Selama 5 menit pertama, Takao tidak bisa menjaga Eric dengan baik sehingga membuat Tim B mendapatkan banyak peluang.

"Ada apa? Bukankah tadi kau ngebet ingin bermain di Tim Utama?" tanya Eric

"Tentu saja, karena pertandingan ini hanya 1 Quarter, aku tidak akan segan segan. MAJULAH!" ucap Takao

Duuuk duuk duuukk....

Sesaat ketika Takao mengatakan hal itu, Eric langsung mempercepat driblenya dan berusaha melewati Takao.

Ketika Eric ingin melakukan Passing satu tangan ke Linde, Takao langsung bereaksi.

Syuuttzzz...

Ciiiittt.....

Akan tetapi, Eric langsung mengubah posisinya itu sesaat ketika bolanya sudah ia lempar dan memaksa untuk melewati Takao.

Disisi lain, Eric yang sangat yakin Takao tidak bisa mengikuti gerakannya langsung terkejut karena Takao berhasil menyadari Tipuan Eric tadi.

"Mustahil! Ini pertama kalinya tipuan Eric tidak bisa melewati pemain lain" gumam Linde

"Eric, jangan terlalu lama, waktunya semakin menipis!" tetiak Hide

"Ya, aku aka-"

Wuuussshhh...

Duuk....

Sesaat ketika ingin melakukan Pass, Takao langsung menyentuh Bolanya dan berhasil mencuri bola dari Kapten Eric.

Karena tidak mau bermain cepat, Takao langsung mendrible sambil berjalan biasa saja.

Kali ini, dihadapannya tetap ada Eric yang memiliki tinggi 5 cm diatas Takao.

"Jujur saja, aku tidak menyangka berhasil dikalahkan dengan steal" ucap Eric

"Begitu ya, dalam 3,5 menit terakhir ini, aku akan mengerahkan segalanya"

Dooommm...

Duuk duuk duuk duuk.....

Kali ini, Takao melakukan Drible yang sangat cepat dan melakukan beberapa gerakan dasar dalam Basket.

Dengan cepatnya drible yang ia tunjukkan, Eric tidak bisa mengikutinya.

Ciiiittt....

Bruuuaakkk....

Karena hal itu, keseimbangan Eric tidak terkontrol dan malah terjatuh ke tanah.

Tanpa pikir panjang lagi, Takao langsung melakukan Shoot 3 Point supaya bisa mengejar ketertinggalan.

Duukk....

Bola berhasil masuk ke dalam Ring dengan sangat akurat.

Kali ini para anggota yang lain hanya bisa tidak percaya saja. Mereka tidak pernah menyangka kalau Kapten Eric akan terkena Ankle Break dan tidak bisa bangkit sebelum bola masuk ke dalam Ring.

Dengan memanfaatkan keterkejutan Kapten Eric, Takao berhasil membantu mencetak beberapa angka karena kemampuannya yang melebihi Kapten Eric.

Priiiiittttt...

Skor akhir pertandingan adalah 26-26. Di menit menit akhir, Eric menunjukkan skillnya yang berkelas dengan melakukan Shooting Three Point yang tidak bisa di block oleh Takao.

Karena hal itu, Tim A gagal memenangkan pertandingan dan Kapten Eric sudah kembali ke dirinya yang biasa.

Seorang Kapten seharusnya tidak boleh memiliki mental yang lemah dan tidak bisa menyemangati Tim.

"Kerja Bagus, kalian sudah melakukan yang terbaik. Kali ini, anggota yang baru saja bergabung silahkan bertanding!" ucap Coach Andre

"Baik"

Setelah pertandingan, Takao dihampiri oleh Kak David tanpa alasan yang jelas.

Selain itu, selama hari pertama latihan ini, Kak David adalah orang yang selalu berbicara dengan Takao.

"Permainanmu tadi sudah baik kok. Aku tidak menyangka kalau kau melakukan Ankle Break kepada Kapten" puji Kak David

"Terima kasih banyak atas pujiannya"

"Sekarang kau boleh pulang atau ke tempat lain kok. Pengumuman Tim Utama akan diumunkan Besok Lusa"

"Eh? Kenapa tidak besok saja?"

"Besok lapangan ini akan dipakai untuk Latihan Basket Perempuan sekolah kita"

"Begitu ya, terima kasih banyak atas penjelasannya"

Next chapter