5 4. Main hati

"Jung Ah, kau dimana?" tanya Chae Yi dibalik telepon.

"Aku sedang di jalan.. sepuluh menit lagi sampai. Yongjae apakah juga sudah datang?" tanya Jung Ah sembari mengendarai mobilnya.

"Aku disini Jung ah.. cepatlah kau datang!" sahut Yongjae saat Chae Yi meloudspeaker teleponnya.

"sabar teman-teman.. Seoul lagi macet di jam segini.." seru Jung Ah bersama hands free yang menempel ditelinganya.

"Kau kira kita juga ga kena macet..." omel Chae Yi yang sudah menunggu dari tadi.

"Iya..iya...tunggu yaa.." balas Jung Ah memelas.

"Ok.. take care yaa.." balas Yong Jae pada sahabatnya itu.

Mereka bertiga sudah bersahabat semenjak SMA. Jadi meskipun mereka saling marah, akan kembali baik di hari setelahnya.

"Ya,, Youngjae kau membela Jung Ah ya...mentag-mentang dia sepupumu? " keluh ChaeYi pada Yongjae.

"Mian...mian...kita kan tau sendiri.. Jung Ah lagi sibuk-sibuknya. Kalau bukan kita siapa lagi yang bakal care." Ucap Yongjae mencoba menenangkan Chae Yi.

"Iya juga sih.. tapi tetep aja.. ini udah hampir satu jam kita menunggunya." Jawab Chae Yi sembari menatap jam tangan berwarna cokelat di pergelangan kirinya.

Beberapa menit kemudian yang ditunggu akhirnya datang, Jung Ah langsung bergegas menemui kedua sahabatnya begitu memasuki cafe langganan mereka.

"Jung Ah...akhirnya kau datang juga." Kesal Chae Yi pada sahabatnya itu.

"Mian...mian..Jeongmal mianhae.. aku baru selesai menulis scriptnya." Ucap Jung Ah yang baru duduk dan memesan makanan.

"Sudah-sudah.. daripada ribut, mendingan kita pesen makanan. Aku dengar bulan ini ada menu baru." Lerai Youngjae sembari menunjukkan buku menu pada keduanya.

"Baiklah..baiklah..." jawab Chae Yi pasrah.

'Ngomong-ngomong gimana bisnismu?" tanya Jung Ah pada Yongjae yang merupakan CEO advetising terkenal di Korea.

"Well.Not bad." Ucap Yongjae sembari tersenyum.

"itu sih bukan not bad lagi. Iklan makanan dan minuman ringannya muncul dimana-mana. Banyak actor dan actress berlomba-lomba untuk jadi bintang iklan produk yang dipasarkan. Dan billboard papan reklame juga penuh oleh iklannya." Puji Chae Yi dengan antusias.

"Wow... tentu saja.. kau memang sepupuku..you are the best." Balas Jung Ah sembari menacungkan kedua jempolnya.

"Chae Yi.. kau juga begitu. Bukannya kemarin kau sibuk dengan Seoul Fashion Week. Dan actress dan actor banyak yang memesan pakaian untuk menghadiri acara penghargaan. Dan beberapa outlet Chae Yi Fashion telah dibuka cabangnya di beberapa negara." Balas Yongjae memuji Chae Yi.

"wow.. kalian memang sangat keren..." Balasa Jung Ah sembari bertepuk tangan.

"kalau kita keren,,bagaimana denganmu Jung Ah. Sudah hampir lima tahun script dramamu selalu populer dan mendapatkan penghargaan. Apalagi drama-drama itu telah dibeli untuk ditayangkan di berbagai negara. Belum lagi Novel yang kau tulis sudah beberapa puluh ribu copy yang telah dibeli orang lain." Balas Chae Yi sembari tersenyum.

"Kalau novel itu sekedar hobby aja untuk mengisi waku luang. Dan aku juga belum tahu dapat kembali menulis jika harus menyelesaikan beberapa script drama dan movie dengan segera.

"tenang saja.. kalau kamu butuh bantuan ada aku dan Chae Yi yang akan siap membantumu." Balas Yongjae semangat.

"Thanks ya kalian.. kalian memang paling tahu aku." Ucap Jung Ah memeluk Chae Yi dan Yongjae.

"Of Course Dear.. we'll always here for U..jangan khawatir. Semua akan berjalan sesuai dengan yang kamu inginkan. Tetep semangat ya." Balas Chae Yi pelan.

"Chae Yi..aku ingin tanya satu hal padamu.." tanya Jung Ah tiba-tiba.

"Kamu mau tanya apa? Tumben banget.." balas Chae Yi balik tanya.

"Well..kamu tau ga kalau cowok itu bakal suka dikasih apa."tanya Jung Ah pelan.

"Kamu sudah punya pacar?? Cerita padaku..seperti apa orangnya? Cakep ga..?" tanya Chae Yi antusias.

"Bukan Pacar...tapi seorang teman." Sanggah Jung Ah yang menolak Choco disebut sebagai pacar. Baginya Choco dan dirinya belum ada ikatan apapun meskipun di kehidupan sebelumnya mereka adalah pasangan kekasih.

"Kalian ini kenapa tak tanya padaku.. aku kan juga seorang pria." Ucap Yongjae yang ikut menawarkan saran.

"Yongjae.. kalau jadi kamu.. bagaimana.. kamu suka dikasi apa..?" Jung Ah balik tanya ke ke sahabatnya ini.

"well,, kalau jadi aku.. kalau aku sih.. maunya yang biasa aja sih. Tapi berkesan. Aku ga butuh dapat hadiah yang mewah.. yang aku ingin itu ketulusan." Balas Yongjae memberikan saran.

"Boleh juga idemu.. gomawo Yongjae." Jung ah mendapat sedikit pencerahan.

"Okay juga tuh.. bener kata Yongjae.. yang penting tuh kamu tulus ngasihnya. Jangan menilai hadiah dari besar kecilnya atau mahal murahnya suatu hadiah." Saran Chae Yi pada Jung Ah.

"Thanks ya Chae Yi..Jung Ah..aku jadi lebih semangat sekarang."

"memang...siapa sih yang kamu mau kasih hadiah. Bikin penasaran."

"Ada Deh..nanti kalau sudah waktunya aku kenalin..!" ucap Jung Ah sembari tersenyum.

"Tuh..kan.. Jung Ah bikin penasaran kita berdua. Apakah dia actor? Idol? atau sutradara? atau Ryu Seungmin??" tebak Yongjae mengenai siapa yang mau diberikan hadiah sahabatnya.

"mengapa kau tiba-tiba menyebutkan Ryu Seungmin? Dia adalah actor dari dramaku. Mana mungkin aku pacaran dengannya." bantah Jung Ah atas pertanyaan sahabatnya.

"Yah..sapa tau dia tertarik padamu." Ucap Chae Yi sembari tersenyum.

"Chae Yi....kau jangan bilang begitu. Bisa-bisa para fans dari RYU akan marah padaku." Balas Jung Ah yang tak bisa membayangkan jika dia dan Ryu Seungmin terlibat scandal berpacaran.

Jung Ah juga tak bisa katakan kalau yang ingin dia berikan hadiah adalah A.N.G.E.L.

©©©

Sore hari, setelah Jung Ah berkumpul dengan Chae Yi dan Yongjae..

"enaknya aku berikan apa ya biar dia tau ketulusanku berterima kasih padanya?" ucap Jung Ah yang bingung memikirkan ide untuk hadiah Choco.

Jung Ah pun membuka internet di smartphonenya dan tiba-tiba muncul gambar sepotong tiramissu cokelat disana.

Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click www.webnovel.com/book/mr.-cupid-and-me_19182555105554305/4.-main-hati_51574066712214008 for visiting.

"Aku ada ide, bagaimana kalau aku membuat kue untuknya." Ucap Jung Ah sembari mencari resep kue tersebut dan menuliskannya di note smartphonenya.

Setelah berkumpul bersama kedua sahabatnya, Jung Ah pun mampir ke toko peralatan dan bahan kue. Dia merenungkan saran dari sahabatnya jika ketulusan itu lebih penting daripada sekedar barang. Jung Ah pun memutuskan untuk membuat kue. Walau sebenarnya ini pertama kalinya dia membuat kue. Beberapa tahun ini dia habiskan dengan menulis dan menulis di depan laptopnya. Sehingga tak jarang dia melewatkan waktu makan bahkan lupa belum makan karena sibuk bekerja. Dia pun bergegas memilih bahan makanan yang dia butuhkan dan pulang ke apartemennnya.

Namun saat dia pulang ke Apartemennya, dia tak melihat ada Choco. Kalau dia memanggil choco sekarang, suprisenya akan ketahuan. Akhirnya diurungkanlah niat memanggil Choco, dan Jung Ah mulai sibuk membuat kue untuk Choco. Walaupun ini pengalaman pertama untuknya, tampaknya bakat itu turun dari Mamanya. Mama Jung Ah dahulu adalah Chef Bakery. Waktu kecil dia sering menemani mamanya membuat kue. Kurang lebih hampir dua jam dia berkutat di dapur, dan akhirnya Tiramissu bikinannya jadi juga.

"Mengapa sampai sekarang Choco belum kembali. Kemana sebenarnya dia. Kenapa aku jadi khawatir seperti ini. Aku bukan siapa-siapanya. Pacar bukan. Apakah aku mulai menyukainya? Bagaimana aku bisa menghubunginya, sepertinya aku harus membelikannya smartphone agar mudah dihubungi. Apa sebaiknya ku pejamkan mata dan mulai memanggilnya. Tapi jika itu aku lakukan, aku takut dia akan mengira aku dalam bahaya. Atau lebih baik aku menunggunya saja." Akhirnya Jung Ah memutuskan untuk menunggu saja di sofa apartemennya hingga dia tertidur lelap karena kelelahan membuat kue.

Setelah hampir lima jam Choco pergi. Tiba-tiba ada yang menekan password di depan pintu apartemen Jung Ah. Akhirnya Choco kembali.

"Mengapa sepi sekali apartemen Jung Ah..." gumam Choco sembari memasuki apartemen Jung Ah dan memakai sliper yang tersusun rapi di rak sepatu Jung Ah.

Choco pun memandangi seisi apartemen, tampak ada Jung Ah tertidur pulas di sofa dan berbagai peralatan memasak bergelatakan di dapur.

"mengapa Jung Ah tiba-tiba memasak? Kamu imut banget Jung Ah." gumam Choco sembari menatap Jung Ah kemudian menyeka sisa tepung yang masih menempel di wajahnya.

Choco pun mulai memindahkan Jung Ah dengan menggendong Jung Ah ke tempat tidurnya. Dan mulai menyelimuti Jung Ah dengan bed cover di sana.

Jung Ah yang setengah sadar mulai memanggil nama Choco.

"Choco...kamu sudah pulang. Kamu darimana. Aku merindukanmu." Ucap Jung Ah yang melihat Choco sebagai mimpi dalam tidurnya.

"Aku pergi sebentar karena ada urusan yang harus diselesaikan. Apakah kamu benar merindukanku Jung Ah.." tanya Choco lembut.

Jung Ah pun mengangguk pelan, "Iya..aku merindukanmu..Choco..."

Choco pun seketika mencium bibir Jung Ah dan membisikkan kata lembut di telinga Jung Ah..

"Good Night, Jung Ah..I Miss You Too."

©©©

Next chapter