2 1. Mr. Cupid

"Jung Ah... Jung Ah..sadarlah...Jung Ah...kau bisa mendengar suaraku?" Choco pun mencoba membangunkan Jung Ah.

"Aku dimana.." tanya Jung ah perlahan.

"Kau sudah siuman..syukurlah.." lega pria tersebut.

"Kau masih disini. Jadi kamu beneran Angel." Tanya Jung Ah memastikan.

"Jung Ah maafkan aku yang mengagetkanmu. Aku tahu ini pasti sulit diterima oleh akal sehat. Tapi ku harap kamu percaya padaku.ku mohon." Ucap pria tersebut tulus.

"Baiklah..aku percaya padamu. Siapa namamu tadi." Tanya Jung ah mencoba membuka hatinya.

"Choco. Kau bisa memanggilku dengan Choco." ucap Choco antusias.

"Baiklah...Cho....co...." ucap Jung Ah terbata-bata.

"Iya..Jung Ah..." Sahut Choco ramah.

Bolehkah aku tanya sesuatu, Choco..kau tadi menyebut nama Mocca. Siapa dia. Apakah kau bisa jelaskan padaku."

"Sebenarnya Mocca itu adalah kamu. Sebelum kau bereinkarnasi ke bumi, kau adalah Angel bernama Mocca. Kita adalah sepasang kekasih yang mencintai satu sama lain. " ucap Choco memberi penjelasan.

Jadi aku adalah Angel dan dulunya adalah kekasihmu? OMG...apakah aku kembali bermimpi..ini sangat mendadak dan tak terduga." kata-kata yang diutarakan Choco sekali lagi membuat Jung Ah tak habis pikir. Tak pernah sekalipun dalam benak Jung Ah ada cerita yang tak pernah muncul dalam scriptnya dan dialaminya saat ini.

Choco menggangguk setuju sembari tersenyum menatap Jung Ah yang masih terpaku mendengar kisah mereka berdua.

"Jadi kamu adalah Mr. Cupid buat aku." Jung Ah masih mencerna semua kisah dirinya dan Choco.

"Mungkin bisa dibilang begitu. Yang jelas aku disini menemuimu dan akan menjagamu." Ucap Choco lembut.

"Mengapa kau baru menemuiku sekarang." Pertanyaan itu terlontar begitu saja saat Jung Ah sadar sepenuhnya dari kelelahan dan tidurnya,. Di sepanjang umurnya, baru kali ini dia menemukan seseorang yang benar merindukannya dan itu adalah ANGEL. Ini sangat tak masuk akal.

"aku baru bisa menemuimu setelah kau berumur dua puluh delapan. Maafkan aku yang terlambat menemukanmu." Ucap Choco menggenggam tangan Jung Ah.

Jung Ah hanya terdiam mendengar permohonan maaf Choco yang terdengar tulus, dia tak bisa marah atau merasa senang karena dia baru bertemu pertama kali dengan Choco. Dan juga masih mencerna semua hal yang terjadi begitu cepat. First Kiss, Angel, dan Pasangan Kekasih.

Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click www.webnovel.com/book/mr.-cupid-and-me_19182555105554305/1.-mr.-cupid_51514737376150145 for visiting.

"Apakah aku juga harus mengganggapnya sebagai pacar di kehidupan sekarang?" gumam Jung Ah sendirian.

"Jung Ah...Jung Ah..kau melamun?" tanya Choco yang membuyarkan lamunan Jung Ah.

"Oh..iya,, kenapa...kenapa.."Jawab Jung Ah sedikit panik.

"Jung Ah...kau mendengarku kan?" ucap Choco memastikan.

"Krucuk...Krucuk...Krucuk.." terdengar suara dari perut Jung Ah.

"Aduh...perut, kenapa kamu ga bisa diajak kompromi di saat seperti ini sih.,,bikin malu saja" Ucap Jung Ah pelan sembari menahan malu.

"Kamu pasti lapar kan? Ayo Jung Ah..kita makan.. aku sudah siapkan sarapan untukmu." Ajak Choco tersenyum ramah.

"Ehm... kalau kau sudah menyiapkannya. Aku tak enak menolaknya. Terima kasih banyak." Ucap Jung Ah malu-malu yang bergegas menuju meja makan apartemennya.

"Tentu saja..aku sangat senang jika kau mau makan sarapan yang aku buatkan."

"Ngomong-ngomong angel bisa sarapan juga?"

"di saat aku di bumi. Aku menyesuaikan dengan kehidupan manusia. Jadi aku juga makan sama seperti kamu."

"sejak kapan kamu namanya Choco? Namamu imut sekali."

Raut wajah Choco pun seketika memerah. Baru kali ini ada yang menyebutnya imut.

"Sudah lebih dari lima ratus tahun lalu." Balas Choco yang menjawab pertanyaan Jung Ah yang terdengar lucu karena baru pertama kali ini ada yang menanyakan namanya seperti itu.

"aigooo...Jung Ah.,,kau yang sebenarnya sangat imut." Ucap Choco seraya mengelus rambut Jung ah dengan manisnya.

"Aku..Aku imut?? Kamu pasti salah bilang kan.." balas Jung Ah yang malu dibilang imut.

"Aku serius." Balas Choco yang berhenti menyantap makanannya.

"Angel tidak pernah berbohong." Ucap Choco sembari tersenyum menatap Jung Ah.

"kenapa kamu menatapku seperti itu." Tanya Jung ah malu-malu.

"aku sangat senang bertemu denganmu kembali."

"Ddrrrt...drrrt...dddrt.." suara alarm dari smartphone Jung Ah berbunyi.

"Oh iya..aku harus kembali menyelesaikan scriptku. Choco..terima kasih makanannya."

"sama-sama Jung Ah..."

Jung Ah bergegas menuju meja kerjanya untuk menyelesaikan naskahnya dan kurang lebih dua jam, naskah tersebut siap dikirim untuk para aktor dan aktris yang bermain dalam drama tersebut.

"akhirnya selesai juga." Gumam Jung Ah sendirian.

Jung Ah pun menatap apartemennya. Ternyata masih ada Choco yang tertidur pulas di sofa ruang tvnya.

'Kau masih disana rupanya."

Choco yang mendengar perkataan Jung Ah kemudian terbangun.

"Iya aku disini.."

"Kau akan tinggal dimana?" tanya Jung Ah penasaran.

"Aku akan tinggal disini bersamamu." Balas Choco sembari tersenyum hangat.

'Kau akan tinggal disini?" tanya Jung Ah memastikan.

Bagaimana bisa aku mengijinkan dia disini. Meskipun dia angel, bagaimanapun juga dia terlihat sebagai pria tampan dengan rambut stylish ala idol. bagaimana bisa pria dan wanita yang baru kenal tinggal bersama.

"Aku tak punya tempat lain. Ijinkan aku tinggal disini bersamamu ya Jung Ah..kau satu-satunya yang aku tahu di bumi ini." Jawab Choco yang membuat Jung Ah luluh.

Oh...Jung Ah... mengapa Mr. Cupid ini sangat manis..aku tak bisa menolaknya jika seperti ini.

'Baiklah...akan aku ijnkan kau tinggal disini. Tapi dengan satu syarat." Ucap Jung Ah serius.

"Apa itu syaratnya?" tanya Choco penasaran.

"Kau tak boleh mengepakkan sayapmu sesuka hatimu. Aku tak ingin orang lain akan shock bahkan pingsan jika melihatnya."

"Ehm... kalau itu syaratnya. Baiklah. Aku terima. Aku berjanji akan berhati-hati." Ucap Choco setuju.

"deal ya.." balas Jung Ah sembari tersenyum.

"apa itu deal?" pertanyaan Choco polos membuat Jung Ah tak kuasa menahan senyumannya.

"Deal itu seperti ini." Jung Ah menuju Choco yang sedang duduk dan menyilangkan jari kelingking mereka dan kemudian menatap Choco sekilas.

"deal." Choco pun membalas tatapan Jung ah dengan hangat.

Mocca apakah kau kembali di dalam tubuh Jung Ah. Atau ini adalah Jung Ah yang membuatku kembali jatuh cinta, entahlah. Yang jelas, kau makin membuatku sadar. Bahwa aku mencintaimu, Na Jung Ah.

©©©

"Jung Ah..Apa yang kamu ingin lakukan hari ini?" ucap Choco sembari menemani Jung Ah sarapan.

Sepertinya hari ini aku akan pergi ke Cafe buat ngerjain script drama." Ucap Jung Ah menjelaskan schedulenya hari ini.

"Kamu mau aku temenin?" Choco menawarkan diri.

"Mianheyo Choco..hari ini kau tinggal di rumah saja. Aku ingin sendiri." Tolak Jung Ah secara halus.

Well, sorry Choco..aku butuh me-time untuk saat ini. Aku butuh mencerna semua yang terjadi.

"Baiklah kalau begitu. Kau harus janji untuk berhati-hati. Tapi jika kau butuh bantuanku, pejamkan matamu dan panggil namaku, aku akan datang menemuimu." Balas Choco menawarkan diri.

"Baiklah..aku janji akan berhati-hati. Dan terima kasih.." ucap Jung Ah sembari memasukkan laptop dan beberapa berkas ke dalam tasnya.

Cafe Go Moggo, Senin Pagi...

Selang beberapa menit kemudian, Jung Ah telah sampai di Cafe langganan tempat dia biasa mengerjakan naskah drama-dramanya. Tempatnya tidak terlalu ramai dan terkesan private yang membuat pengunjung cafe ini nyaman untuk chillin disana. Jung Ah pun dapat berkosentrasi untuk menulis dan tak perlu takut ada yang mengenalinya.

"Yeobeoseyo? Chae Yi?" ucap Jung Ah setelah mengambil smartphone di dalam tasnya.

"Halo Jung Ah..kamu dimana?" ucap Chae Yi di balik telepon.

"Aku..di Cafe..mau ngelanjutin nulis script. Kamu dimana?" tanya Jung Ah sembari duduk di salah satu meja cafe pagi itu.

"Aku sedang bekerja. Hari banyak desain pakaian yang harus diselesaikan. Aku rindu kamu dan Yong Jae. Ayok kita ketemuan.. kapan enaknya?" tanya Chae Yi bersemangat.

"kayaknya minggu ini belum bisa. Aku yakin kamu juga. Bagaimana kalau minggu depan?" ucap Jung Ah menawarkan.

"Iya benar. Aku juga minggu ini sibuk dengan pesanan pakaian. Ok.. minggu depan ya. Aku juga akan kabari Yong Jae kalau gitu." Balas Chae Yi sepakat.

"OK..nanti dimana dan jam berapanya kabari aku ya." Lanjut Jung Ah bersemangat.

"Siap...OK...bye Jung Ah.."

"Bye Chae Yi.."

selang beberapa menit kemudian...

pesanan makanan dan minuman telah datang. Jung Ah pun mengeluarkan laptop yang mulai bekerja.

"Ahhh..akhirnya aku bisa duduk disini seorang diri. Aku harus melanjutkan naskahku dan menyelesaikannya dengan segera." Ucap Jung Ah sembari mengerjakan script episode 8 dan 9." Gumamnya sendirian sambil menikmati makanan dan minuman favoritnya, Tiramissu Cokelat dan Milk Shake Vanilla.

Jung Ah yang fokus menulis tiba-tiba berhenti sejenak. Dia teringat kejadian semalam saat Choco menciumnya.

Iya, Jung Ah..aku tak akan pernah melepaskanmu. Aku Janji.. Aku Mencintaimu.

"Bisa-bisanya dia datang begitu saja menyatakan cinta padaku dan menciumku. Bagaimanapun juga kita baru bertemu. Tapi kenapa hatiku jadi dag dig dug gini ya.. Ah,, Jung Ah...sadarlah..saat ini yang kamu harus lakukan adalah menyelesaikan naskah drama. Bukan malah melamun memikirkan Mr. Cupid." Tiba-tiba pipi Jung Ah menjadi merah.

Kurang lebih sudah hampir empat jam Jung Ah berada di cafe favoritnya. Dan Script ep 8 dan 9 sudah selesai dia kerjakan. Jung Ah memutuskan meninggalkan cafe tersebut dan pergi berbelanja bahan makanan untuk di masak di dapurnya. Sepertinya sudah tiga hari lebih dia tak keluar dari apartemennya. Dan untungnya masih tersisa sedikit saat Choco memasak untuknya.

"Kira-kira Choco akan memasak menu apa lagi ya untukku.." ucapnya saat memilih-milih bahan makanan yang akan dia beli.

"Mengapa aku jadi berharap dia memasak sesuatu untukku. Ah..Jung Ah..Memang aku siapanya. Tapi baru kali ini aku merasakan ada lelaki yang peduli padaku dan menungguku di rumah seperti sekarang. Aku harus beli apa ya untuknya."

Setelah setengah jam Jung Ah sibuk berbelanja, tibalah dia di depan gedung apartemennya. Dia berhenti sejenak dan mengenali sosok yang sedang menunggu disana.

"Mengapa dia disana. Apakah dia menungguku.."

"Jung Ah...! kau sudah pulang??" sambut Choco antusias melihat Jung Ah di depan gedung apartement.

"Kau mengapa menungguku disini.."

"JUNG AAAAH! AWWAAASSS!" teriak Choco refleks sembari berlari menuju Jung Ah. Tiba-tiba dia sudah memeluk Jung Ah untuk menghindari sepeda motor yang melaju kencang tepat di samping Jung Ah yang hampir mengenainya. Namun motor itu tak berhenti dan terus cepat melaju dan pergi meninggalkan Choco dan Jung Ah disana.

"Kau tidak apa-apa Jung Ah?" tanya Choco cemas dan masih memeluk Jung Ah yang membawa dua kantong belanja besar di kedua tangannya.

"Aku...Aaaku baik-baik saja. Terima kasih Choco sudah menolongku." Ucap Jung Ah gugup seraya kembali berdiri dan melepaskan pelukan Choco.

"Sama-sama Jung Ah.sini aku bantu membawakan belanjaan." Ucap Choco sambil mengambil dua kantong belanjaan di tangan Jung Ah..

"Oh iya..." ucap Jung Ah masih agak shock dengan hampir yang ditabrak sepeda motor.

"Ngomong-ngomong Jung Ah... kamu mau masak besar?"

"Oh...Nggak kok."

"Aku pikir kau akan masak besar.. habisnya belanjaanmu banyak banget." Tanya Choco sembari tersenyum.

"Oh...itu...aku sudah tiga hari tidak mengisi lemari esku. Jadi aku berbelanja bahan makanan."

"Okay..kau mau aku masakin apa hari ini?" balas Choco sembari tersenyum.

"Ehm...apa ya.. samgyetang? Kimchi Jiggae?" Jawab Jung Ah antusias.

"baiklah..aku akan masakin semua buatmu." Ada senyum bahagia di wajah Choco.

Memasak untuk yang seseorang yang dicintainya ternyata terasa sangat menyenangkan baginya.

©©©

Next chapter