1 A Day

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu. Yapsss, karena hari ini ada lomba antara Sekolah Khusus Putri Cendana dan Sekolah Khusus Putra Semesta. Lomba ini diadakan selama seminggu penuh, dan selalu disambut dengan meriah oleh para siswa.

Karena hanya pada saat lomba saja mereka bisa bertemu lawan jenis selain para guru atau pedagang di sekolah. Dan itu menjadi ajang mencari pacar untuk siswa siswi yang single. Yang sudah punya pacar, lomba menjadi ajang tempat berkencan terbaik. karena lomba diadakan seharian penuh.

Tetapi ada satu siswi yang tidak suka setiap ada lomba diadakan, Aluna sangat tidak suka lomba antar sekolah. Karena di hari itu, bodyguard ayahnya selalu mengintai diam-diam dan melaporkan setiap kejadian pada ayah nya. Padahal ia sangat berharap bisa menemukan cinta pertama nya saat di sekolah. Sepertinya harus terkubur, harapan kecilnya itu.

Kringgggggggggg...

Sudah bel istirahat, Aluna bersama sahabatnya Jenni dan Lisa pergi ke kantin.

"Na, Jen. Pulang lomba main kuy. Nongki dulu lahh ke starback. Gw pengen ngopi nih. Sepet anjir, ga ada cogan" Ujar Lisa sambil memanyunkan bibirnya sebal

"Nahh iya tuh bener banget, biasanya kan suka ada tuh yang cogan. Tapi hari ini ketemunya yang buluk-buluk. Jadi sepet dah nih mata gw" Balas Jenni penuh semangat

"Gw izin dulu deh ya sama bokap, kalo diizinin. Kita langsung OTW ges" Ucapku

"Bokap lu protektif banget dah ya, kalo bokap gw mah mana peduli. Gw sakit aja, dia mana pernah jengukin gw. Pulang kerumah aja 3 bulan sekali, itupun cuma 3 hari" Balas Lisa sambil memanyunkan bibir.

"Kan masih ada kita lis, kalo lu sakit atau butuh bantuan apapun. Lu masih punya gw sama Luna, yang selalu ada kapanpun lu butuh" ucap Jenni sambil tersenyum

Singkat cerita perlombaan sudah dipenghujung acara, dan nama-nama pemenang lomba pun disebutkan oleh MC.

"Pemenang lomba tenis meja dimenangkan oleh tim Sekolah Khusus Putra Semesta. Untuk perwakilan tim, silahkan maju kedepan" MC memberi arahan kepada perwakilan tim pemenang lomba tenis meja

"Halo everyone, Nama saya Denis Nanda Putra perwakilan dari Sekolah Khusus Putra Semesta mengucapkan terimakasih untuk couch kami Bapak Gunawan yang sudah mengajarkan kami dan terimakasih juga kepada teman-teman yang sudah mendukung kami didepan dan dibelakang layar. Terimakasih banyak"

"Lun, Jen, itu didepan cowok ganteng bener dahhh. Jangan-jangan tuh jodoh gw lagi yang sengaja tuhan kirim buat gw" Ucap Lisa ngaco

"Eh tapi, ko namanya ga asing ya" balasku sambil mengingat namanya

"Lu kenal sama doi lun" tanya Jenni penasaran.

"Engga sih, mungkin bener kata Lisa. Jangan-jangan itu jodoh gw" Ucapku sambil tertawa

"Hilihh, mulai lagi kan halunya" Balas Jenni sebal

Saat orang itu turun dari panggung, matanya tak sengaja menatap ke arahku. Dan saat mata kami bertemu, ia tersenyum melihatku. Aku langsung mengalihkan tatapan mataku ke arah lain. Jangan-jangan dia denger lagi yang gw omongin tadi. Duhh jadi maluuu.

Singkat cerita, lomba pun berakhir. Aku dan teman-teman yang lain pun segera bersiap-siap menaiki bus dan pulang kerumah masing-masing. Sebelum itu aku ingin ke toilet, karena perutku bermasalah. Keluar dari toilet tiba-tiba ada yang menarik tanganku dan membawanya ke suatu tempat yang aku pun tidak faham ada dimana.

"Hey lepasin, sakit banget ini tangan gw" Ucapku kesal

"Hai na, apa kabar? Masih inget gw gak?" tanya laki-laki yang tadi menarik tanganku

"Lo kan yang tadi naik keatas panggung, Lo kenal sama gw?" tanyaku balik sambil menatap kearahnya

"Masa lo lupa sih na sama gw, jahat banget. Padahal dulu kita sedekat nadi, tapi sekarang lo bahkan lupa sama gw" Ucap laki laki tadi yang seingatku bernama Denis

"Tau ah, gw mau balik ke bus" ucapku malas

"Nana, ini gw nanda temen TK sekaligus tetangga lo dulu. Masa lupa sih na, dulu kan kita deket banget. Sampe ortu kita pun niat jodohin kita dimasa depan"

"Tunggu, dia nanda teman pertama gw sekaligus cinta pertama gw dulu. eh tapi ko beda ya mukanya. jadi lebih tamvan dan berkharisma. Sekaligus jadi lebih tinggi dan berotot"ucapku dalam hati

"Nanda, ko baru muncul sekarang sih. Nyebelin banget, Katanya cuma satu tahun disana" ucapku sebal

"Sorry nanas, Cabang perusahaan ayah yang disana sedang goyang. Jadi perlu waktu lama untuk menstabilkan lagi" ucapnya sambil tersenyum

"Hmmm yaudah, anterin aku pulang. Ceritanya dilanjut nanti aja, aku cape banget. Kamu masih ingat rumahku kan? Rumahku ga pindah lho, masih yang dulu. Awas aja kalo kamu lupa" ucapku sambil memanyunkan bibir

"Inget dong, masa lupa sih. Kan aku dulu sering numpang makan di rumah kamu" ucapnya sambil tertawa

Sesampainya di rumah....

"Ayo mampir dulu, mamih ada didalam" ucapku menyuruh dia masuk kedalam

"Ayo, ayo. Aku rindu masakan mamih nih, hehehe" ucapnya bersemangat

Denis ini selain teman pertama dan cinta pertama aku. Dia satu-satunya cowok yang diizinin berada di dekatku selain Daddy, Daddy sangat percaya dengan Denis dan sudah menganggap Denis seperti anak sendiri. Begitu pula aku di keluarga nya, karena Denis anak satu-satunya.

Denis telah cerita banyak hal terhadapku, alasan kenapa dia ga pernah kasih kabar selama ini. Itu karena, mamihnya sempat sakit.

"Nan, bilang ke Daddy dong. Izinin aku untuk punya pacar, masa selama ini aku jomblo terus. Terus bilang ke Daddy juga, tolong kurangin bodyguard nya itu. Jangan ikutin aku terus, yaaa nan" ucapku memohon sambil mengeluarkan jurus andalanku. puppy eyes.

"Waduh kalo itu, diluar kuasaku nanas. Mana bisa aku bujuk Daddy kamu. Daddy kamu begitu kan, karena dia sangat sayang kamu nas" ucapnya

"Tapi kan, aku pengen punya pacar juga. Pengen bisa kaya orang-orang yang bebas kemana aja tanpa khawatir" ucapku sebal

"Kalo kamu mau jalan-jalan, kamu bisa hubungi aku. Aku yakin ga ada bodyguard lagi yang ganggu kamu, karena sekarang aku udh belajar bela diri lho" ucapnya membanggakan diri

"Bener ya, kamu ga boleh tarik kata-kata yang tadi lho" ucapku

"Iya princess nanasku, aku pamit pulang dulu yah. Udah mau Maghrib nih, bye nanasku" Ucap ia sambil berlalu dan meminta izin pada mamih

Sepulang Denis, aku mengingat kembali momen-momen dulu sebelum Denis kembali. Sangatlah membosankan, walau mempunyai banyak teman. Tapi tidak ada yang seperti Denis. Yang selalu ada di pihakku, membelaku disetiap ada yang mencoba merendahkanku. Menghiburku dan selalu menjagaku. Hanya Denis saja dan selalu Denis.