1 Ayesha

Kairo Mesir.

Kenzo telah berada di Bandara Kairo Mesir, ia telah di tunggu seorang sopir di depan pintu keluar bandara.

"Assalamualaikum Tuan Kenzo." salam David rekan kerja Kenzo.

"Waalaikumsalam, jangan pernah memanggil ku Tuan." Kenzo tersenyum Tampan.

"Baiklah teman, masuklah." David membuka pintu untuk Kenzo.

"Terimakasih David, kenapa dirimu yang menjemput Aku, dimana Rolex?" tanya Kenzo.

"Jika kamu mengharapkan dia, maka kamu akan tidur di bandara." canda David.

"Setidaknya aku aman bersama Rolex dan aku khawatir dijemput pembalap seperti dirimu." Kenzo memandang wajah David.

"Tenanglah teman, aku tidak akan mengebut." David tersenyum.

"Entahlah, yang aku tahu kamu tidak bisa mengendarai mobil dengan santai." ucap Kenzo tersenyum manis.

"Baiklah, kamu yang memintanya." David segera menginjak pedal gas mobil sehingga mobil melaju sangat kencang.

"Astaghfirullah, David jangan bercanda." Kenzo menoleh kearah David yang tersenyum puas dapat menjahili Kenzo yang kalem.

"Aku adalah pembalab, tenanglah." ucap David percaya diri.

"Hei, turunkan kecepatan mobil, kita telah memasuki pusat kota." tegas Kenzo tenang.

"Itu lebih mengasyikkan di sini sepi pengunjung." ucap David tersenyum.

Seorang wanita bercadar berjalan perlahan, ia membawakan banyak barang keluar dari toko.

Ia melihat seorang anak kecil berada di tepi jalan dan akan menyeberang.

Wanita bercadar melepaskan barang - barangnya dan berlari ke tepi jalan untuk membantu anak kecil menyebrang.

Sebuah Mobil dengan kecepatan tinggi melaju ke arah mereka.

Wanita dengan gamis hitam menyapu jalanan melihat mobil yang melaju kencang, ia segera mendorong tubuh anak kecil ke tepi jalan tetapi tubuhnya yang di tabrak mobil.

"David, awas." Kenzo berteriak.

"Oh No." David hanya bisa menginjak habis rem dan melepas pedal gas tetapi tidak bisa menghindar dari tubuh yang berada tepat di depan mobil.

"Ya Allah." Kenzo segera keluar dari mobil, David terdiam di dalam mobil.

Kenzo melihat seorang wanita muslimah dengan cadar yang menutupi wajahnya.

Tubuh itu masih bergerak ia berusaha untuk bangkit.

Kenzo mendekat dan ingin menggendongnya.

"Aku mohon jangan sentuh aku." suara lembut Terdengar.

Mata biru berkilau dengan alis tebal dan lekuk hidung mancung terlihat dari balik cadar.

"Tolong, panggilkan wanita." suara lembut semakin hilang bersama dengan terpejam mata indah wanita bercadar.

Kenzo melihat sekeliling, ia tidak menemukan seorang wanita pun untuk membantu wanita bercadar.

"Maafkan aku." ucap Kenzo yang mengangkat tubuh wanita yang telah tidak sadarkan diri ke dalam mobil David.

"Kenzo bagaimana ini?" tanya David bingung.

"Cepatlah kerumah Sakit terdekat." ucap Kenzo yang berada di kursi belakang bersama wanita bercadar.

David kembali memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga sampai di rumah Sakit.

Kenzo kembali menggendong tubuh wanita yang tidak tahu siapa namanya ke ruang UGD.

"Suster tolong periksa wanita ini dan cari Dokter dan perawat wanita." ucap Kenzo.

"Tentu saja Tuan, untuk wanita bercadar kami memiliki perlakuan khusus." ucap perawat tersenyum kepada Kenzo.

"Silahkan baringkan Istri anda di ruangan itu." ucap perawat menunjukkan sebuah ruangan yang tertutup.

"Saya bukan suaminya." ucap Kenzo dan membuat perawat melotot.

"Saudaranya?" tanya perawat lagi.

"Periksalah dia terlebih dahulu." Kenzo kebingungan.

"Jika Anda bukan muhrimnya, Anda tidak boleh menyentuh seorang wanita." ucap perawat.

"Aku hanya menolong dia karena kecelakaan." ucap Kenzo.

"Tunggulah di luar." ucap perawat ketus karena ia tahu Kenzo bukan suami wanita bercadar.

Seorang Dokter wanita datang dan amsuk ke dalam ruangan perawatan.

Ia segera membuka cadar wanita yang tidak sadarkan diri

"Nona Ayesha" Ucap Dokter Syifa terkejut.

Ia segera melakukan pemeriksaan intensif, dan memasang kembali cadar Ayesha.

"Bawa Nona Ayesha ke kamar rawat inap VIP!" perintah Dokter Syifa.

"Baik Dokter." jawab perawat.

Dokter Syifa berjalan mendekati Kenzo dan David yang duduk di kursi tunggu.

"Assalamualaikum." sapa Dokter Syifa.

"Waalaikumsalam." Jawab Kenzo dan David serempak dan langsung berdiri.

"Apa yang terjadi kepada Nona Ayesha?" tanya Dokter Syifa.

"Maksud Anda wanita tadi?" tanya Kenzo.

"Ya dia adalah seorang Dokter dan pengusaha sukses, namanya Ayesha." ucap Dokter Syifa.

"Kami tidak sengaja menabraknya." ucap Kenzo.

"Siapa yang menggendong Ayesha" tanya Dokter Syifa.

"Saya." ucap Kenzo, Dokter Syifa memperhatikan Kenzo dari atas hingga bawah membuat Kenzo tidak nyaman.

"Jangan sampai ia tahu anda telah menyentuh dirinya." tegas Dokter Syifa.

"Anda sangat beruntung, tapi aku tidak akan membiarkan Ayesha tahu tentang Anda." Dokter Syifa berbicara dalam hati.

"Kalian boleh pulang." lanjut Dokter Syifa.

"Tunggu Dokter, kami harus bertanggung jawab." ucap David.

"Tidak perlu, ia baik-baik saja." Dokter Syifa tersenyum.

"Bagaimana dengan biaya perawatan dan pengobatannya?" tanya Kenzo.

"Anda tidak perlu khawatir, rumah sakit ini miliki dirinya." ucap Dokter Syifa.

"Bolehkah kami melihat keadaannya" tanya Kenzo.

"Tentu saja, sebelum Ia sadarkan diri." Dokter Syifa berjalan menuju ruangan Ayesha.

David berjalan di belakang Kenzo, ia merasa bersalah, terdiam dan menunduk.

Gorden ruangan Ayesha terbuka, tidak sengaja Kenzo melihat wajah cantik campuran India, Arab dan Eropa, dengan hidung mancung, bibir seksi.

"Sreek" Gorden ditutup dari dalam.

"Masya Allah." Kenzo menundukkan wajahnya.

"Ada apa Kenzo?" tanya David.

"Aku tidak sengaja melihat ciptaan Tuhan yang sangat Indah." ucap Kenzo dan beristighfar dalam hati.

"Benarkah, aku ingin melihatnya." ucap David.

"Ayo kita pulang." Kenzo menarik tangan David.

"Apa Anda tidak masuk, aku sudah selesai memasangkan nigob Ayesha." Ucap Dokter Syifa.

"Tentu saja." Kenzo dan David kembali ke ruangan Ayesha.

"Anda tidak perlu khawatir, hanya benturan ringan di kepalanya, seperti tidak terlalu kuat." ucap Dokter Syifa.

Untungnya David masih sempat menginjak rem dan melepaskan pedal gas.

Kenzo melihat wajah yang kini telah tertutup cadar, tetapi tidak bisa menutupi kecantikan Ayesha.

"Terimakasih Dokter, kami permisi." ucap Kenzo.

"Sama-sama." ucap Dokter Syifa.

"Ini kartu nama saya, tolong kabari jika perlu sesuatu, atau mungkin kepolisian mencari kami." ucap Kenzo.

"Anda tidak perlu khawatir, Nona Ayesha tidak akan melakukan itu." ucap Dokter Syifa.

Kenzo meletakkan kartu namanya di atas meja.

"Kami permisi." ucap Kenzo dan David meninggalkan ruangan Ayesha.

Kenzo yang mengendarai mobil, mereka hanya diam sepanjang jalan hingga sampai di apartement Kenzo.

"Apa aku boleh ikut?" tanya David khawatir Kenzo akan marah.

"Tentu saja." Kenzo tersenyum.

"Aku curiga dengan senyuman itu." ucap David di dalam hatinya.

Mereka berdua turun dari mobil dan berjalan bersama menuju kamar Kenzo.

David merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur Kenzo.

Kenzo menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.

Bayangan dan suara Ayesha Terdengar kembali di ingatan Kenzo ketika Ayesha mengatakan "Aku mohon jangan sentuh Aku."

Kenzo menyelesaikan mandinya dan melihat David telah tidur nyenyak.

"Apakah Dia tidak tidur semalaman?" Kenzo mengerikan rambutnya dan meletakkan handuk pada tempatnya.

Merebahkan diri di samping David, wajah cantik Ayesha kembali teringat di otak Kenzo.

"Astaghfirullah ya Allah." Kenzo beranjak dari tempat tidur dan mengusap kasar wajahnya, ia berdiri di depan cermin.

Wajah cantik dan unik yang tidak pernah Kenzo lihat sebelumnya, wajar saja Ayesha bercadar, untuk menyembunyikan kecantikan dirinya.

Wanita saja pasti akan tergoda dengan kecantikan campuran yang dimiliki Ayesha.

"Aku beruntung atau apa ya Allah, bayangan wajahnya sekarang terbayang di mataku." Ucap Kenzo yang terus beristighfar.

***

Ayesha membuat matanya perlahan, ia merasakan sakit di kepalanya.

Dokter Syifa setia menunggu Ayesha terbangun.

"Assalamualaikum Tuan putri." salam Dokter Syifa.

"Waalaikumsalam." Ayesha tersenyum.

"Apa kamu ingat yang terjadi dengan dirimu?" tanya Dokter Syifa membantu Ayesha duduk dengan menekan remote control untuk meninggikan kepala tempat tidur.

"Tentu saja, Aku mengalami kecelakaan." Ayesha meraba kepalanya.

"Bagaimana bisa kamu sampai pingsan padahal Allah telah melindungi dirimu dengan luka ringan di kepala." Dokter Syifa menyentuh pipi Ayesha.

"Aku hanya terkejut." Ayesha tersenyum lembut.

"Bagaimana aku bisa sampai kemari?" tanya Ayesha.

"Ah, Aku tidak tahu, sudah lupakan saja yang penting kamu baik-baik saja." Dokter Syifa tersenyum menghindari pertanyaan Ayesha.

Dokter Syifa tidak mau Ayesha menikah dengan sembarang orang, karena pria pertama yang menyentuh dan melihat wajah Ayesha akan dinikahkan dengan dirinya.

Kenzo, Dokter Syifa tidak mengenali Kenzo, baik atau buruk untuk Ayesha yang seorang Dokter, pengusaha dan keturunan konglomerat dari tiga negara. India, Arab dan Eropa.

"Bagaimana dengan belanjaan ku?" tanya Ayesha.

"Aku sudah menghubungi para pelayan agar mengambil dan mengantarkan belanjaan kamu ke Panti Asuhan." jelas Dokter Syifa.

"Terimakasih." Ayesha tersenyum.

"Sampai kapan kamu akan melakukan sesuatu yang membahayakan dirimu?" tanya Dokter Syifa.

"Aku senang melakukannya, membantu dan menolong semua orang yang membutuhkan." Ayesha tersenyum.

"Ah orang kaya cantik yang aneh." ucap Dokter Syifa.

"Aku mau tidur, jangan katakan pada Mama tentang kecelakaan diriku." ucap Ayesha memejamkan matanya.

"Aku tahu Tuan Putri." Dokter Syifa menyelimuti tubuh Ayesha.

Jika orang tua Ayesha tahu ia kecelakaan maka Ayesha akan di keluar Istana untuk waktu yang lama.

Tuan Putri satu - satu dari Arab keluarga terkaya memiliki usaha dimana - mana dan tentu saja bekerjasama dengan perusahaan Stevent.

Perusahaan raksasa Dunia, menyatukan beberapa negara adidaya.

******************************

Mohon dukungannya dengan Like, Komentar, Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih.

Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin πŸ˜‡

❀️Love You All πŸ’“ Thanks for Reading β™₯️

avataravatar
Next chapter