webnovel

chapter 10: dungeon master

"kamu selesai bekerja efari?"

"ya ini hampir sore"

"mm? apakah begitu, aku tidak menyadarinya karena tidak ada jam sih ahahaha"

seorang pria paruh baya tertawa dengan leluconnya sendiri

pemuda yang berbicara dengannya efari

hanya tersenyum melihat tawa pria paruh baya itu

pemuda bernama efari itu lalu menyapukan pandangannya ke sekeliling

rumah-rumah kayu berjejer dengan rapi

ini adalah sebuah desa

setelah layar misterius muncul didepan orang-orang dan terjadinya bencana

muncul monster-monster kejam yang membunuh manusia

dan sekarang sudah 12 hari dari kejadian mengerikan itu

mereka yang berhasil selamat awalnya bingung apa yang harus dilakukan

mereka diserang monster secara terus-menerus

bahaya tidak pernah berhenti

mulai dari goblin dan yang memakan dan menculik

ogre yang mengerikan

atau yellow wolf yang akan mengerumuni dalam jumlah puluhan

bahkan ada rope dog yang bisa mengejar tanpa henti selama berhari-hari

mereka belajar untuk membunuh monster

kemudian mereka bisa menjadi lebih kuat

tapi...

pada akhirnya lebih banyak yang terbunuh dan jumlah mereka semakin berkurang

untungnya pria paruh baya didepannya sekaligus kepala desa mengusulkan untuk membangun pemukiman agar bisa bertahan dari monster-monster

kemudian mereka menemukan lapangan berumput yang hanya berisi monster lemah

dan mereka mulai membangun desa ini

efari menatap rumah-rumah kayu itu

ada beberapa orang yang sepertinya juga pulang setelah berburu

mungkin memang banyak monster tetapi

ada juga beberapa hewan yang lebih aman untuk diburu seperti kelinci bertanduk atau kick chiken di daerah sekitar sini

yah walaupun mereka masih tidak bisa berladang atau menanam apapun

ada sekitar 17 rumah kayu di desa

karena mereka menerima orang selamat lainnya yang datang kemungkinan jumlah ini akan terus bertambah dimasa depan

ketika efari tersenyum memikirkan apakah mereka mungkin bisa mendapatkan kehidupan yang layak seperti dulu

"hey efari sepertinya ada tamu"

kepala desa sudoryo berkata sambil melihat kepintu masuk desa

"ohh! sepertinya benar pak"

"hahaha mari kita lihat"

"ya!"

efari merasa senang

kedatangan pendatang baru

bertambahnya populasi desa dan bertambahnya orang yang selamat

senang melihat orang yang selamat lainnya

ini juga karena mereka telah kehilangan orang tua, anak atau bahkan seluruh keluarga mereka

desa ini sendiri sudah seperti keluarga dengan berjuang bersama-sama

mereka sangat menyambut kedatangan keluarga baru

warga desa disekeliling juga ikut melihat pendatang baru

penduduk desa ingin menyambutnya

lagipula mereka khawatir mungkin orang itu terluka, kelaparan atau sedang sakit

mereka merasakan sakitnya kehidupan diantara monster sebelum menemukan tempat ini

jadi penduduk desa berbondong-bondong berlari menuju kepintu masuk desa

"oi ada yang datang"

"tolong bawakan makanan dan air, dia pasti lapar"

"apakah dia terluka?"

"tenang, aku sudah menyiapkan salep herbal"

"ada yang punya kain atau handuk?!"

"ya! akan ku siapkan"

percakapan disana-sini terdengar disekeliling desa menunjukan kepedulian penduduk desa

efari dan para pria di desa lainnya mengikuti dibelakang kepala desa dengan wajah cerah sekaligus penasaran

orang seperti apa yang datang?

ketika mereka semua melihat

efari dan penduduk desa bisa melihat seseorang dikejauhan sedang berjalan mendekat

orang yang memakai jubah

wajahnya ditutupi tudung jubah membuat wajahnya tidak bisa terlihat

tapi tetap saja penduduk desa tidak berpikir curiga dengan orang ini

ketika orang berjubah gelap itu sampai dihadapan penduduk desa

penduduk desa yang sejak tadi berisik berbincang-bincang menjadi sunyi

"ohh kamu, selamat datang di desa kami"

kepala desa surdoyo berbicara dengan suara ramah

"ya terima kasih"

suara pria muda terdengar dari balik jubah itu

"ya ya kamu pasti sudah berjuang keras, ayo mari masuk kami punya makanan dan jika kamu terluka-"

"tidak, tidak perlu, anda baik sekali, saya baik-baik saja"

"haha kamu pasti anak yang kuat, baiklah kalau begitu mari kita kedesa dulu ini bukan tempat untuk mengobrol kan"

"ya tentu saja, tapi sebelum itu"

"ya apa itu?"

"bolehkah aku bertanya"

"tentu saja selama aku bisa menjawab"

lalu pria berjubah itu diam sejenak

disore hari yang sunyi hanya terdengar suara angin

jubah pria itu berkibar lembut ditiup angin Padang rumput

langit berwarna orange menyelimuti desa

penduduk desa mulai merasa tegang dengan tingkah pria muda itu

lalu

pria muda itu berbicara

"bolehkah saya membangun dungeon disini?"

dungeon master mulai menyebar.....

_____________________________

"guyaaaaa!!!..."

suara penderitaan goblin terdengar lalu mengecil menuju ketiadaan

didalam gua kecil berbau busuk dipenuhi tulang binatang dan beberapa yang terlihat seperti tulang manusia

seorang pria berdiri disana

disekelilingnya mayat dan darah goblin berserakan

"fufufu hari ini bagus juga"

"""ough!!!"""

ketiga anjing hitam menjawab serentak

lelaki itu terlihat puas

ran yang tersenyum puas, melihat layar dungeon sistemnya

dungeon point: 431

ini 12 hari setelah hari bencana dan

9 hari setelah ran pingsan

ketika saat itu dia melihat point dungeonnya, ran terkejut dengan banyaknya dungeon point yang bisa diburu dalam satu hari

ran membeli makanan dan untungnya dia berhasil menyembuhkan tenaganya

ran kemudian menyuruh anjing-anjing berburu lagi dan lima hari kemudian mengumpulkan dungeon point

ran menggunakan semua dungeon pointnya untuk membeli ramuan penyembuh tingkat rendah seharga 500 dungeon point

ran sendiri tidak mengetahui kenapa itu sangat mahal

itu benar-benar sepuluh kali harga ramuan tingka dasar....

tapi untungnya tangan kirinya yang sobek dipulihkan sepenuhnya

jadi ran tidak menyesal

dan sekarang

sudah empat hari ran berburu goblin disekitar dungeon

setelah ran memeriksa daerah sekeliling dungeonnya, ran menemukan hanya ada sarang-sarang goblin lemah disekelilingnya

tapi jika ran berjalan sedikit jauh dia dapat menemukan goblin kuat seperti goblin leader atau hobgoblin dan bahkan ogre

yang paling mengerikan ran pernah melihat gorila raksasa dengan wajah mesum sedang tertidur dibawah pohon

dan juga ayam dengan wajah bodoh yang terus menendang apapun yang ada didepannya

jadi ran berhati-hati untuk tidak pergi terlalu jauh

"ini sudah sore, kembali"

Dengan satu kata, mereka berempat berlari dengan hati-hati kembali ke dungeon

"hahhh lelahnya...."

ketika ran masuk keruangan dia melihat seekor serigala abu-abu tertidur disamping inti dungeonnya

serigala itu langsung berdiri ketika ran datang

serigala itu menyambutnya

benar, ran akhirnya berhasil memanggil seekor grey wolf

Ran meninggalkannya disini untuk menjaga inti dungeonnya

ketika ran memasuki ruangan dengan tiga hellhound dibelakang

ruangan itu diterangi oleh lampu sihir yang ran beli dengan dungeon pointnya

selain itu dia juga membeli kasur lantai untuk tempat tidur

ran yang meregangkan tubuhnya langsung menjatuhkan diri kekasur lantai yang tipis

walaupun agak tipis tetapi setelah tidur diatas beton dingin selama seminggu

kasur ini terasa seperti surga baginya

"huaahhhh"

ran menguap panjang menunjukan kelelahannya

ran melihat kebelakang dalam posisi tengkurap

disana ada tiga hellhound menjaga pintu masuknya

dan langit yang terlihat dari lorong yang temboknya telah runtuh

langit berubah kemerahan dan hampir gelap

matahari sedikit lagi tenggelam

ran yang merasakan ketenangan menutup matanya

tapi

"tidak bisa, tidak bisa, aku tidak boleh tidur sekarang"

ran yang mengantuk langsung duduk diatas kasurnya

dan tersenyum penuh antisipasi

dan berbicara

"status"