1 Arini

Arini, sebuah nama singkat sebagai anugerah yang diberikan Tuhan melalui kedua orang tuaku. Aku dari kota Marabahan. Sebuah kota kecil dari daerah Kalimantan Selatan. Mungkin kalian tidak akan percaya jika kukatakan Marabahan adalah kota, karena wilayahnya sendiri masih banyak sekali sawah dan hutan apalagi jika harus masuk ke dalam kecamatan-kecamatannya. Yaa begitulah adanya, namun bagaimanapun tetap saja, Marabahan adalah tempat kenangan terindah yang kuhabiskan untuk masa remajaku.

Ari, sebut saja namaku seperti itu. Tentu saja aku seorang gadis, hanya saja aku lebih menyukainya jika nama pendekku itu hanya disebut setengahnya. Mungkin nampak aneh, tapi begitulah aku. Aku memang tidak terlalu suka memiliki persamaan dengan orang lain walaupun aku sendiri tahu tidak mungkin memaksakan setiap orang untuk memandangku berbeda dari yang lain. Dan masa remajaku? Tidak jauh berbeda dengan anak remaja pada umumnya, menyukai hal-hal baru dalam hidup dan tentu saja "CINTA" ikut serta di dalamnya.

Masa remaja, masa-masa terindah dalam hidup ketika kita selalu ingin mencoba hal baru yang belum pernah kita rasakan sebelumnya. Begitu pula aku dengan masa remajaku. Kumulai sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, 5 tahun yang lalu. Sering kusebut masa itu dengan masa ternakalku, tentu bukan dalam bentuk melawan atau membentak guru, aku masih terlalu polos untuk itu karena di masa itulah masa dimana aku mengenal kata dengan lima huruf ini, yapp C I N T A. Ah umurku terlalu muda saat aku mulai menggelutinya, terlebih lagi karena aku adalah siswa termuda di kelas. Aku berhasil menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar ku ketika aku masih berusia 11 tahun, seharusnya aku masih kelas 5 SD dengan usia demikian. Tentu ada alasan di balik setiap kejadian dalam hidup, itu semua karena ketika memasuki Sekolah Dasar aku hanya berusia 5 tahun lebih 5 bulan. Sungguh hal yang menakjubkan jika anak usia Taman Kanak-Kanak menerima pelajaran anak Sekolah Dasar dan tentu saja aku berhasil menerima semuanya, bahkan aku termasuk siswa yang pintar di kelas karena sikap egoisku yang tidak mengizinkan orang lain mengambil gelar ranking pertamaku dariku, bahkan hingga aku menyelesaikan pendidikanku di sekolah biru itu.

Sekolah Menengah Pertama, atau lebih akrab jika kusebut sebagai Sekolah Mencari Pacar, sama-sama SMP jika keduanya disingkat, kan? Yaa di situlah kata cinta itu kudapatkan #Tuhan apa sih cinta itu, I just can say it, tapi aku sendiri tidak mengerti maknanya, aku menyukai kakak kelasku, hahaa memang terlalu berani saat anak berumur 11 tahun yang baru memasuki dunia SMP langsung menyukai kakak kelasnya. Dan tidak tanggung-tanggung, aku menyukai seorang kakak kelas yang dalam tahun itu akan melaksanakan ujian nasionalnya, Oh My God. Tapi itu kenyataannya, aku menyukai kakak kelasku yang duduk di kelas 9 Sekolah Menengah Pertama yang umurnya terpaut 4 tahun lebih tua dariku.

Dan karena keberanianku itu pula yang membuatku jatuh terjebak dalam kata lima huruf ini, #hmpph... yapp reader. Aku terjebak dengan perasaanku sendiri. Perasaanku kepada kakak kelasku yang manis itu, menurutku.. Aku terjebak dikali pertamaku berkenalan dengan cinta, dan dalam kali pertama itu pula aku dijatuhkan oleh cinta. Cintaku tak terbalaskan, Cinta yang bertepuk sebelah tangan, atau apalah. Dan kalian pasti tahu bagaimana perasaanku saat itu, I'm really hurts, guys!!

Bagaimana tidak? disini hanya aku yang mencintai dan dia tidak. Sebut saja malaikat manisku itu dengan nama Rio or maybe Kak Rio. Kata panggilan yang benar-benar tidak kusukai bahkan ingin kubenci. Dia hanya menganggapku sebagai adiknya padahal aku sendiri mengharapkannya lebih dari sekedar menjadi kakak laki-lakiku. Jujur saat itu aku hanya bisa menumpahkan air mataku di tekukan lututku. Apalagi yang bisa dilakukan seorang gadis yang baru mengenal cinta dan saat itu pula kehilangan cintanya. Terlebih saat aku harus melihat wajahnya enam dari tujuh hari dalam seminggu. Sungguh hari yang melelahkan jika harus dilalui bersama suasana hati yang sedang pecah berantakan seperti kapal Titanic yang baru saja karam dan lebur di tengah lautan.

Next chapter