1 Awal

Sebuah negara yang dikeliling oleh gunung-gunung dan hutan membuat negara tersebut kaya akan sumber daya alam, semua rakyat dan keluarga kerajaan hidup makmur, Namun karena subuah kutukan dari seorang penyihir jahat yang membenci keluarga kerajaan membuat sang Raja sulit mendapatkan keturunan. Di tengah-tengah keresahan Raja dan Rakyat karena takut hilangnya garis penerus kerajaan, Seorang menteri mengusulkan sebuah ide untuk melakukan sebuah ritual terlarang dengan memanggil dewa agar bisa melepas kutukan tersebut. Sebuah ritual terlarang yang sudah di segel selama 1 abad oleh raja pertama yang merupakan peradaban awal yang penuh dengan misteri, salah satunya adalah ritual terlarang tersebut yang dikatakan mengundang kebahagian sekaligus malapetaka bersamanya. Walaupun itu dilarang oleh leluhur kerajaan, namun suatu keadaan yang membuat raja berani melanggar larangan tersebut demi mendapatkan keturunan memulai ritual tersebut sesuai perintah perdana menteri sorke yang mengusulkan rencana tersebut. Tepat pukul 12 malam, mereka melakukan ritual tersebut dengan sebuah pengorbanan berupa darah rusa betina, bunga biru mimpi, dan darah keluarga kerajaan yang di persembahkan ke dalam sebuah api yang telah dipanjatkan sebuah doa oleh gadis perawan bermata hitam pekat. Dengan di dapatkannya semua pengorbanan tersebut mereka memulai ritual dengan melempar pengorbanan ke dalam api sambil doa yang dipanjatkan sang gadis berlangsung. Hampir 2 jam mereka melakukan ritual namun tak terjadi apa-apa sampai saat mereka mulai menyerah, suatu sinar putih keluar dari dalam api, melihat hal tersebut Raja dan para perdana menteri senang. sinar putih yang menyerupai bila itu melayang di udara dan berkata "Untuk apa kalian memanggil diriku!!" dengan suara yang sedikit marah. mendengar hal tersebut Raja-pun berkata " Wahai dewa yang baik hati, di sini kami untuk meminta agar kutukan pada keluarga kerajaan bisa di hilangkan". sang dewapun berkata

"aku akan menghilangkan kutukan itu dengan 2 syarat"

"Ya, saya bersedia melakukan syarat tersebut"

"Baiklah, syarat pertama, kamu tidak boleh mencintai anak-anak mu dan kedua jika kamu memiliki anak kembar maka kamu harus membunuh salah satunya.

Mendengar persyaratan tersebut Raja menyetujui syarat tersebut agar dapat memiliki keturunan. 1 bulan setelah ritual tersebut Raja mendapat kabar bahwa Ratu dan salah seorang selir sedang mengandung yang hanya berbeda 1 Minggu kehamilan. Mendengar hal tersebut Raja sangat senang sampai merayakan pesta sampai 1 Minggu.

1 tahun kemudian,

Semua rakyat mulai bergosip dan menyebar berita bahwa Ratu mengandung iblis karena belum melahirkan juga, sedangkan sang selir sudah melahirkan seorang putri yang cantik. Melihat hal tersebut Raja menjadi cemas sampai suatu malam yang diterangi oleh bulan purnama sang ratu melahirkan seorang bayi kembar laki - laki dan perempuan. Melihat hal tersebut Ratu menjadi takut kalo anaknya dibunuh, oleh karena itu Ratu menyuruh dayang kepercayaannya untuk pergi membawa putrinya jauh dari istana agar tidak dibunuh oleh Raja. Demi menyembunyikan hal yang hanya di ketahui oleh ratu, dayang, dan seorang yang membantu persalinan ratu, memberikan 2 kantong emas untuk tabib itu agar pergi Dari negara ini sedangkan dayang tersebut diberikan 5 karang emas agar dapat merawat putrinya jauh dari istana, sebelum dayang tersebut membawa putrinya dia memberikan sebuah liontin peninggalan ibunya pada putrinya yang kemudian berkata "Aku pasti akan sangat merindukan dirimu, putriku yang cantik bagai rembulan akan kuberikan nama Vera yang artinya pemenang, agar dalam hidup ini dia selalu menjadi pemenang" setelah mengucapkan hal tersebut dayang tersebut langsung pergi dari istana melewati jalur rahasia agar tidak ada yang tahu. Raja yang datang keesokan harinya setelah berburu langsung menuju kamar Ratu untuk melihat putranya. sesampainya Raja Susana dia sangat senang dan langsung memerintahkan untuk mengadakan pesta untuk pemberian nama. Ketika malam tiba pesta sudah dilaksanakan, di pesta Raja menggendong pangeran sambil berkata " Dia adalah pangeran pertama, oleh karena itu aku akan memberikan dia nama Vero yang berarti tulus hati. Aku berharap dia akan dapat menjadi pangeran yang baik bagi kerajaan Dersia dan rakyatnya ini.