1 PROLOG

Kisah Cinta : Sepulang Sekolah

Oleh : Sabellah Ramadhiani Fitri

Bagian Prolog

Ketika sang surya rasanya berada di atas kepala,

Tak sengaja kita berjumpa.

Satu tahun aku mengenalmu,

mengagumi segalanya tentang dirimu.

Apakah cukup waktu satu hari untuk mengenangmu?

Seseorang yang pernah mengisi ruang hatiku.

DIY, 2015

Jam dinding besar dari kuningan di dalam ballroom salah satu hotel berbintang empat yang berada di kota Yogyakarta berdenting nyaring ketika jarum pendek menunjuk angka tujuh dan jarum panjang menunjuk angka dua belas. Kursi-kursi di dalam ballroom sebagian sudah diisi oleh para remaja dengan pakaian formalnya masing-masing. Para remaja yang akan melepas seragam putih abu-abunya itu akan merayakan prom night di hotel berbintang empat ini.

Menyorot ke luar gedung tepat di depan pintu masuk hotel. Langit malam nan cerah bertaburan ribuan bintang di atas sana seolah mendukung acara prom night ini. Beberapa mobil sudah berbaris untuk menurunkan tuan-nya. Keluar empat orang gadis memakai gaun berwarna merah maroon dari dalam mobil berwarna silver yang berada di baris paling depan. Setelah para gadis dengan rata-rata tinggi 150 cm itu masuk ke dalam hotel, supir yang mengemudi mobil tersebut pun menghidupkan mesin dan meninggalkan area hotel.

Mobil selanjutnya, keluar dua insan dan berjalan masuk ke dalam hotel dengan bergandengan tangan. Si puan berkulit putih salju mengenakan gaun berwarna gold, high heels dan tas yang berwarna senada dengan gaunnya. Sementara pria yang tubuhnya lebih tinggi dari si puan, rambut rapi dengan pomade memakai sepatu formal berwarna hitam, kemeja berwarna putih yang ditutup dengan jas berwarna senada dengan gaun si puan, gold.

Mobil yang berada diantrian paling ujung pun sudah pergi dari area depan hotel berbintang empat ini. Sejam telah berlalu. Area depan bangunan kaca ini sepi, taka da lagi mobil mewah yang berbaris untuk mengantarkan tuannya.

Jarum pendek jam dinding besar dari kuningan di dalam ballroom hotel berbintang empat ini sudah menunjuk ke angka delapan dan jarum panjangnya menunjuk ke angka enam. Acara prom night sudah berjalan satu jam lebih, namun ada sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di depan pintu masuk. Keluar tiga orang gadis dari dalam mobil tersebut. Mereka berlari kecil sambil mengangkat sedikit gaun yang mereka kenakan--masuk ke dalam bangunan kaca nan megah ini, sadar sudah terlambat datang ke acara prom night.

Gadis pertama menggunakan gaun berwarna hitam, dompet dan memakai sepatu yang berwarna senada dengan warna gaunnya. Rambutnya pendek sebahu dan kulit sawo matang exotis. Riasannya natural hanya saja ia menggunakan lipstick berwarna merah. Menambah kesan elegan di dalam dirinya.

Sementara gadis yang berjalan di belakangnya berkulit putih salju, rambut lurus panjang namun ikal di ujungnya tergerai indah hingga ke pinggulnya. Rambutnya yang bak princess Rapunzel itu dihias dengan flower corn berwarna pink, memakai sepatu kaca, membawa dompet dan mengenakan gaun yang ia kenakan berwarna senada dengan warna flower corn-nya. Riasan natural di wajahnya membuat ia terlihat cantik.

Dan gadis yang berjalan paling belakang, paling pendek dan memiliki tubuh serta wajah yang mungil, ia mengenakan gaun warna biru langit sangat cocok dengan warna kulitnya yang kuning langsat. Rambutnya lurus, tapi panjangnya hanya sampai bahu. Ia juga menghiasi kepalanya dengan flower corn berwarna senada dengan warna gaunnya. Memakai sepatu kaca dan membawa dompet berwarna biru. Jika malam ini salah satu sepatunya hilang, maka ia akan menjadi Cinderella di dunia nyata.

***

Next chapter